0 MENJAWAB SAKSI YEHUWA: ANAK SULUNG

MENJAWAB SAKSI YEHUWA:
ANAK SULUNG
Oleh: Pdt. Budi Asali, M.Div.

Saksi Yehuwa
        Dalam buku Saksi Yehuwa yang berjudul "Bertukar Pikiran Mengenai Ayat-ayat Alkitab", hal 395-397, dikatakan sebagai berikut:
        "Kol 1:15, 16: 'Ia (Yesus Kristus) adalah gambar Allah yang tidak kelihaan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi.' Dalam arti apa Yesus Kristus adalah 'yang sulung dari segala yang diciptakan'?
        (1) Penganut-penganut Tritunggal mengatakan bahwa 'anak sulung' di sini berarti yang utama, palibg baik, paling terkemuka; maka Kristus diartikan bukan sebagai bagian dari ciptaan, melainkan seabgai yang paling terkemuka dalam hubungan dengan mereka yang diciptakan. Kalau begitu, dan andai kata doktrin Tritunggal benar, mengapa Bapa dan roh suci tidak dikatakan juga sebagai yang sulung dari semua ciptaan? Namun Alkitab menerapkan ungkapan ini kepada Anak saja. Menurut arti yang umum dari 'anak sulung' itu menunjukkan bahwa Yesus adalah yang tertua dari putra-putra dalam keluarga Allah.
        (2) Sebelum Kolose 1:15, ungkapan 'yang sulung dari' muncul lebih dari 30 kali dalam Alkitab, dan setiap kali hal itu diterapkan pada makhluk-makhluk hidup, arti yang samalah yang berlaku yaitu yang sulung adalah bagian dari suatu kelompok. 'Anak sulung Israel' adalah salah seorang dari putra-putra Israel; 'anak sulung Firaun' adalah salah seorang dari keluarga Firaun; 'anak sulung binatang' adalah juga binatang. Maka, apa sebabnya beberapa orang menerapkan arti yang lain dari kata itu dalam Kolose 1:15? Apakah memang demikian penggunaannya dalam Alkitab atau itu merupakan suatu kepercayaan yang sudah mereka anut daln yang coba mereka buktikan?
        (3) Apakah Kolose 1:16,17 meniadakan kemungkinan bahwa Yesus diciptakan, ketika dikatakan 'di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu... segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia? Kata Yunani yang di sini diterjemahkan 'segala sesuatu' adalah pan'ta, bentuk infleksi (perubahan) dari pas. Dalam Lukas 13:2, TB dan BIS menggunakan kata 'semua... yang lain'; Klinkert menuliskan 'sekalian...yang lain'. (Lihat juga Lukas 21:29 dalam Bode dan BIS, dan Filipi 2;21). Maka selaras dengan hal-hal lain yang dikatakan Alkitab mengenai Anak, NW memberikan arti yang sama pada kata pan'ta dalam Kolose 1:16,17, sehingga sebagian bunyinya, 'melalui dia semua hal lain diciptakan... Semua hal lain telah diciptakan melalui dia dan untuk dia.' Maka Ia diperlihatkan sebagai makhluk ciptaan, bagian dari karya ciptaan Allah.

Tanggapan Budi Asali:

        A). Kata 'sulung' / 'anak sulung' memang biasanya diartikan sebagai salah seorang dari kelompok tersebut, hanya saja ia yang paling tua / paling dulu ada.
        Tetapi dalam Kitab Suci seringkali suatu kata bisa digunakan dalam arti yang berbeda dengan biasanya. Misalnya:
        1) Kata 'iman' digunakan puluhan atau mungkin ratusan kali dalam arti 'kepercayaan', tetapi dalam Gal 1:23 kata 'iman' digunakan dalam arti 'ajaran / Injil'.
        Gal 1:23 - "Mereka hanya mendengar, bahwa ia yang dahulu menganiaya mereka, sekarang memberitakan iman, yang pernah hendak dibinasakannya."
        2) Kata 'allah' / 'Allah' digunakan ratusan atau ribuan kali untuk menunjuk kepada Allah / dewa, tetapi juga perkecualiannya.
        Mazmur 82:1,6-7 - "(1) Allah berdiri dalam sidang ilahi, di antara para allah Ia menghakimi: ... (6)  Aku sendiri telah berfirman: 'Kamu adalah allah, dan anak-anak Yang Mahatinggi kamu sekalian. -- (7) Namun seperti manusia kamu akan mati dan seperti salah seorang pembesar kamu akan tewas.' "
        NASB menterjemahkan 'para allah' dalam Mazmur 82:1 dengan kata 'rules' (= penguasa-penguasa / pemerintah-pemerintah).

        Demikian juga dengan penggunaan kata 'sulung'. Sekalipun biasanya menunjuk kepada salah satu dari kelompok tersebut, hanya saja ia yang paling tua / paling dulu ada, tetapi ada perkecualiannya, di mana kata 'sulung' digunakan dengan arti yang berbeda dari biasanya. Dalam kutipan dari buku Saksi Yehuwa di atas, mereka sendiri mengakui bahwa itu merupakan ARTI YANG UMUM dari kata 'sulung' (perhatikan bagian yang saya garis-bawahi dari kutipan di atas). Jadi secara implicit mereka mengakui bahwa ada arti yang merupakan perkecualian dari arti umum tersebut.
        Misalnya:
        a) Roma 8:29 "Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara."
        b) Ibrani 1:6 " Dan ketika Ia membawa pula Anak-Nya yang sulung ke dunia, Ia berkata: 'Semua malaikat Allah harus menyembah Dia.'"
        Catatan: untuk kata  'sulung' dalam kedua ayat ini digunakan kata Yunani yang sama seperti dalam Kol 1:15.

        Pada waktu Kristus dikatakan sebagai 'yang sulung di antara banyak saudara' / 'Anak-Nya yang sulung', sudah tentu Kristus tidak bisa dikatakan termasuk kelompok 'saudara-saudara' / 'anak-anak Allah' tersebut. Ingat, istilah 'Anak Allah' untuk Yesus tidak menunjuk kepada kemanusiaan-Nya, tetapi kepada keilahian-Nya.

Loraine Boetther: "Christ is the Son of God by nature; we become the sons of God by grace. He is the Son of God in His own right; we become sons of God by adoption. He has existed thus from eternity; we become sons in time as we are regenerated to a new life and have His righteousness imparted to us.. God is the Father of the Lord Jesus Christ in a sense in which He is the Father of none other" (= Kristus adalah Anak Allah yang asli / secara alamiah; kita menjadi anak-anak Allah karena kasih karunia. Ia adalah Anak Allah dalam hak-Nya sendiri; kita menjadi anak-anak Allah oleh pengadopsian. Ia telah mempunyai keberadaan seperti itu dari kekekalan; kita menjadi anak-anak dalam waktu, pada saat kita dilahirkan kembali kepada suatu kehidupan yang baru dan kebenaran-Nya diberikan kepada kita. ... Allah adalah Bapa dari Tuhan Yesus Kristus dalam suatu arti dalam mana Ia bukan Bapa dari siapapun yang lain) - 'Studies in Theology', hal 153.
        Bandingkan Yohanes 20:17 "Kata Yesus kepadanya: "Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu.""
        Perhatikan bahwa sekalipun Yesus menyebut para murid-Nya dengan kata 'suadara-saudara-Ku' tetapi Ia juga berkata 'Bapa-Ku dan Bapamu', bukan 'Bapa kita'. Jelas bahwa 'hubungan Bapa dengan Yesus / Anak' tidak bisa disamakan dengan 'hubungan Bapa dengan kita yang percaya'.
        Sekarang mari kita soroti kata-kata dari buku Saksi Yehuwa di atas (point no (2)) yang berkata:        (2) Sebelum Kolose 1:15, ungkapan 'yang sulung dari' muncul lebih dari 30 kali dalam Alkitab, dan setiap kali hal itu diterapkan pada makhluk-makhluk hidup, arti yang samalah yang berlaku yaitu yang sulung adalah bagian dari suatu kelompok.
        Jelas terlihat bahwa kata-kata ini salah, karena Roma 8:29, yang terletak sebelum Kol 1:15, menggunakan kata 'sulung' itu dalam arti yang berbeda. Ini menunjukkan bahwa Saksi-saksi Yehuwa sering mengclaim secara sembarangan, dan bahwa claim mereka tidak bisa dipercaya!
        Sekarang, kalau dalam Ro 8:29 dam Ibr 1:6, kata 'sulung' bisa diartikan bahwa Yesus tidak termasuk dalam kelompok itu, apakah aneh kalau kata-kata 'yang sulung dari semua ciptaan' dalam Kol 1:15 kita artikan dengan cara yang serupa? Ini tidak menunjukkan bahwa Yesus termasuk dalam ciptaan, tetapi bahwa Ia ada di atas ciptaan itu.
        B) Perbandingan kata 'sulung' dalam Kol 1:15 dan kata 'sulung' dalam Kol 1:18
        Kol 1:15 'yang sulung dari semua ciptaan'.
        TDB: 'yang sulung dari antara semua ciptaan'.

        Kol 1:18 ''yang sulung dari orang mati'.
        TDB: 'yang sulung dari antara orang mati'.

        Perhatikan bahwa TDB (Terjemahan Dunia Baru = Kitab Suci Saksi Yehuwa) dalam terjemahannya menyamakan kedua ungkapan dalam Kol 1:15 dan Kol 1:18 itu.

Sumber:
Tabloid GLORIA, edisi 383, Minggu III Desember 2007, hal. 28
Tabloid GLORIA adalah tabloid mingguan interdenominasi, terbit dari Surabaya, member of Jawa Pos Group.

e-mail us at golgotha_ministry@yahoo.com

P O P U L A R - "Last 7 days"