F O K U S

"Engkaukah Yang Akan Datang Itu Atau Haruskah Kami Menantikan Orang Lain?" (7)

Oleh: Martin Simamora Perkataan–Ku Menghakimimu Di Sini Dan Setelah Ini- 3 Bacalah lebih dulu: “ bagian 6 ” Jika Yesus Sang Mes...

0 Hatimu Duniamu Sehari-Hari:

Martin Simamora

Ketika Mencintai Tuhan Bukan Roman Picisan


Kalau anda jatuh cinta bisa jadi akan terucap untaian kata semacam ini “hatiku berdegup kencang  kala di dekatmu” atau “hatiku sangat berbahagia memilikimu”, “tanpamu hati ini akan mati rasa”, “tidak ada yang lebih membahagiakan hati ini selain bila memilikimu.” Sebaliknya jikalau seseorang mengalami kehilangan yang mendalam seorang yang dikasihinya akan  tersiar dari hati ini untaian kata “mengapa engkau meninggalkanku begitu cepat, hatiku hancur tak tahu bagaimana lagi harus kujalani hidup ini” atau “hatiku hancur melihatmu pergi meninggalkan cinta yang sekian lama telah kita rajut” atau “hatiku tertutup buat siapapun juga, karena engkaulah kehidupan jiwaku sekarang dan selamanya” dan seterusnya. Hati kita itu seperti sebuah buku jiwa yang terbuka dan tak terdustai akan menunjukan emosi atau jiwa kita. Apakah seseorang  jatuh cinta, membenci, marah, kesal, bersemangat akan terucapkan oleh jiwanya dalam kata, ekspresi muka dan tubuh atau dalam tulisan. Bagaimanapun seseorang menutupinya, jiwa atau hatinya akan semakin terluka, atau hatinya akan begitu membara dalam sukacita sekalipun ia berusaha meredamnya. Ketika anda benar-benar jatuh cinta, anda akan sangat rapuh untuk terluka dan akan sangat kuat untuk mencintai dengan segenap jiwa, kekuatan dan pikiran. Inilah manusia sesungguhnya sebagai makhluk-makhluk yang begitu sensitif terhadap rasa mencintai-dicintai; membenci-dicintai; setia-khianat; tulus-bersiasat dan seterusnya. Karena itulah kita bisa juga menikmati lagu-lagu  cinta dengan syair-syair yang cukup kuat seperti pada lagu: “Bunga Terakhir”, “Selamat Jalan Kekasih”, “Angin Mamiri”, “Greatest Love Of All”, “Endless Love”, “Someone Like You”- Adelle,” Vanilla Twilight-Owl City. Bahkan  ketika anda mencintai Tuhan akan terucap untaian kata dalam melodi, semacam ini dalam lagu “My Everything” yang diciptakan dan dilantukan oleh Owl City:


When my hope is lost
And my strength is gone
I run to you and you alone
When I can't get up and I can't go on
I run to you and you alone

'Cause you're my light in the dark
And I sing with all of my heart

Hallelujah
My almighty God divine
Hallelujah
I am yours and you are mine
This is all I know how to say
Hallelujah
Hallelujah
You're my everything

When I'm plagued with pain
And filled with fear
I run to you and you alone
When my days are few
And death is near
I run to you and you alone

'Cause you're my light in the dark
And I sing with all of my heart

Hallelujah
My almighty God divine
Hallelujah
I am yours and you are mine
This is all I know how to say
Hallelujah
Hallelujah

When trouble comes and goes
And when the cold wind blows
I lift my hands up, I lift my hands up
When sorrow knocks me down
And you pick me off the ground
I lift my hands up, I lift my hands up
And I sing

Hallelujah
My almighty God divine
Hallelujah
I am yours and you are mine
This is all I know how to say

Hallelujah
By the grace of God above
Hallelujah
I'll shine a light 'cause I am loved
This is all I know I will say
Hallelujah
Hallelujah
This is all I know how to say
Hallelujah
Hallelujah
You're my everything

Ohh Ohh, You're my everything


Dalam Alkitab, terutama dalam Kitab Mazmur dapat dijumpai untaian kata-kata cinta, pengharapan dan pujian kepada Tuhan:

Ia berkata: "Aku mengasihi Engkau, ya TUHAN, kekuatanku! Ya TUHAN, bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku, Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku!- Mazmur 18:1-2

Ya TUHAN, kasih-Mu sampai ke langit, setia-Mu sampai ke awan…Sebab pada-Mu ada sumber hayat, di dalam terang-Mu kami melihat terang.- Mazmur 36:5,9

Aku mengasihi TUHAN, sebab Ia mendengarkan suaraku dan permohonanku. Sebab Ia menyendengkan telinga-Nya kepadaku, maka seumur hidupku aku akan berseru kepada-Nya.- Mazmur 116:1-2

Sebab kasih setia-Mu lebih baik dari pada hidup; bibirku akan memegahkan Engkau. Demikianlah aku mau memuji Engkau seumur hidupku dan menaikkan tanganku demi nama-Mu.- Mazmur 63:3-4

Aku ini orang asing di dunia, janganlah sembunyikan perintah-perintah-Mu terhadap aku. Hancur jiwaku karena rindu kepada hukum-hukum-Mu setiap waktu- Mazmur119:19-20

Cinta, takut, amarah, benci, dendam dan lain-lain merupakan emosi-emosi yang tak kasat mata sampai hal itu dilontarkan jiwa dalam ekspresi-ekspresi ragawi. Sebelum jiwa melontarkannya, memang tak terlihat bahkan ada yang sanggup menyimpannya rapat-rapat agar tak terlihat.

Membenci atau mencintai sebagaimana setia atau khianat merupakan realita dunia sehari-hari seorang manusia, walau memang tak kasat mata. Sang Mesias  secara gamblang menyatakan bahwa emosi seorang manusia walau tak kasat mata memang merupakan keseharian seorang manusia. Memang benar tak ada manusia yang dapat melihatnya tetapi Tuhan dapat, sehingga Sang Kristus pun menyabdakan hal ini sebagai realita hidup manusia sekalipun ia tersimpan di dalam hati:

Matius 15:10-11 Lalu Yesus memanggil orang banyak dan berkata kepada mereka: Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang.

Matius 15:16-20 Jawab Yesus: "Kamupun masih belum dapat memahaminya? Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu yang masuk ke dalam mulut turun ke dalam perut lalu dibuang di jamban? Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang. Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat. Itulah yang menajiskan orang.

Jadi tidak perlu menjadi heran juga jika manusia begitu fasih bermain-main dengan sumpah, sumpah jabatan, misalnya. Mengapa? Karena manusia tidak berdaya pada hakikat dirinya untuk dapat berdiri pada kebenaran yang total.  Rasul Yakobus, bahkan, menyebutkan lidah adalah binatang buas yang tak dapat dijinakan manusia:
Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapapun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar. Lidahpun adalah api; ia merupakan suatu dunia kejahatan dan mengambil tempat di antara anggota-anggota tubuh kita sebagai sesuatu yang dapat menodai seluruh tubuh dan menyalakan roda kehidupan kita, sedang ia sendiri dinyalakan oleh api neraka. Semua jenis binatang liar, burung-burung, serta binatang-binatang menjalar dan binatang-binatang laut dapat dijinakkan dan telah dijinakkan oleh sifat manusia, tetapi tidak seorangpun yang berkuasa menjinakkan lidah; ia adalah sesuatu yang buas, yang tak terkuasai, dan penuh racun yang mematikan- Yakobus 3:5-8

Mengapa Rasul Yakobus berkata demikian?Benarkah lidah sebuas itu? Jika kita memperhatikan ajaran Sang Kristus yang merupakan Guru Kebenaran bagi Rasul Yakobus, kita akan memahami jika Yakobus  tidak berlebihan karena Sang Kristus sendiri bersabda: Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang. Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat. Itulah yang menajiskan orang.


Hati atau jiwa manusia yang begitu gelap itu menjadi sumber kehidupan bagi lidah. Sebagaimana manusia tak mampu menguduskan hati atau jiwanya dari kenajisan maka demikian juga tak akan ada yang sanggup mengendalikan lidahnya sendiri. Rasul Yakobus menunjukan aspek ketakberdayaan total manusia terhadap pengudusan oleh kekuatan, pikiran dan jiwa manusia sendiri dalam cara yang sangat tajam dan lugas:
Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya. Sebab Ia yang mengatakan: "Jangan berzinah", Ia mengatakan juga: "Jangan membunuh". Jadi jika kamu tidak berzinah tetapi membunuh, maka kamu menjadi pelanggar hukum juga. Berkatalah dan berlakulah seperti orang-orang yang akan dihakimi oleh hukum yang memerdekakan orang.- Yakobus 2:10-12

Dan bila kita memperhatikan ajaran dan sabda Yesus pada, misalkan perintah jangan membunuh dan jangan berzinah maka kita akan mendapatkan kehendak firman itu hanya dapat dipenuhi jika manusia memiliki hati yang pada hakikatnya adalah kudus:
Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.- Matius 5:21-22

Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya. Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka.- Matius 5:27-29

Tentu saja ini adalah penghakiman yang tak dapat dilakukan oleh manusia manapun karena sifatnya yang immaterial. Kedua, ini adalah dinamika emosi manusia yang memang bekerja dalam dorongan-dorongan jiwa yang gelap (yang mana bahkan definisinya ada dalam sabda Yesus itu sendiri). Tentu saja  terkait memandang perempuan serta menginginkannya bukan dalam makna ketertarikan pada lawan jenis sehingga seorang pria dapat jatuh cinta dan lalu percaya ia adalah yang terbaik bagi dirinya untuk menjadi isterinya. Karena memang kita perlu memperhatikan bahwa yang  Yesus sedang tunjukan semata-mata terkait pada “Aku datang untuk menggenapi hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.” Sehingga Sang Mesias kemudian dapat berkata kepada orang muda kaya  yang berpikir memiliki kehidupan kekal berdasarkan mentaati Taurat sejak mudanya sebagaimana yang diajarkan para Guru Kitab Suci, ia  tetap sama sekali tak memiliki kuasa untuk memiliki kehidupan kekal berdasarkan ketaatan yang diajarkan kepadanya:
Kata Yesus kepadanya: "Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku." Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya. Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga- Matius 19:20-21

Yesus mengakui bahwa ia memang mentaati sebagaimana yang diterimanya dari para guru kitab suci. Tetapi Yesus sendiri berkata SECARA GLOBAL bahwa siapapun yang memiliki kebenaran  tidak lebih baik daripada para tokoh atau guru agama mereka, tidak akan memiliki kehidupan kekal. Perhatikan ini:
Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga- Matius 5:20

Kita harus menyadari, bahwa Yesus Sang Mesias pun mengakui kehidupan para ahli Taurat dan orang  Farisi memang bermoral atau bermutu atau memang benar-benar baik pada raganya, tetapi Yesus pada saat yang bersamaan menyatakan bahwa mereka semua jika tidak mengikut-Nya akan terjerembab pada realita fatal manusia yang tak berdaya: jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka. Atau sebagaimana diteruskan oleh Rasul Yakobus yang menulis begini: Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya.

Jika memang demikian adanya maka ini sebuah kegilaan. Jika hukum dihadirkan bagi manusia namun telah ditunjukan bahwa manusia tak mungkin mengejar kesempurnaan dalam standar kekudusan Sang Pemberi hukum, wajarlah jika ini yang menjadi reaksi para murid-Nya:

Ketika murid-murid mendengar itu, sangat gemparlah mereka dan berkata: "Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?"- Matius 19:25

Siapakah yang Dapat Diselamatkan?
Ini bukan retorikal  tetapi sebuah raungan jiwa yang bersandar pada kemampuan hukum-hukum kudus Allah kala ditaati, ternyata divonis Yesus sebagai mustahil dipenuhi oleh manusia. Sebagaimana Sang Mesias sendiri menegaskannya kepada para muridnya:
Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin."-Matius 19:26
Sekarang Yesus memvonis secara global, ia tidak lagi bicara manusia kaya atau manusia miskin, semua manusia sekalipun sejak mudanya mentaati ketentuan taurat, mustahil baginya mencapai kesempurnaan yang akan membawanya ke hidup yang kekal (Matius 19:16).

Bagaimana mungkin bagi Allah, sementara manusia telak dinyatakan gagal memiliki hidup kekal berdasarkan ketaatan pada hukum Allah. Apakah atau siapakah yang lebih tinggi dan lebih mulia dari hukum Allah tersebut yang dapat membawa manusia ke hidup yang kekal, sementara Ia sendiri memuliakan hukum Taurat pada dirinya sendiri dalam ucapan yang begitu mulia: ”Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi” (Matius 5:17-20). Bagaimana mungkin Ia yang tetap memiliki kesempurnaan dalam kekudusan yang membuat hukum Taurat berkilau kekudusannya pada dirinya sendiri, berkata tentang sebuah jalan menuju hidup kekal tidak berdasarkan hukum Taurat karena telah disabdakannya bahwa manusia pada dasarnya  memiliki hati yang bermata-airkan kenajisan yang menjadi sumber kehidupan bagi pikiran, lidah dan perbuatan tubuh dalam kesehariannya? Dengan kata lain, ia juga hendak berkata, bahwa sekelas ahli taurat yang terbukti keluhuran perbuatan baiknya akan dihakiminya sebagai orang neraka:
Matius 23:15 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu mengarungi lautan dan menjelajah daratan, untuk mentobatkan satu orang saja menjadi penganut agamamu dan sesudah ia bertobat, kamu menjadikan dia orang neraka, yang dua kali lebih jahat dari pada kamu sendiri.

Sekelas ahli taurat yang memang memiliki perbuatan-perbuatan putih namun Sang Mesias menunjukan hati atau jiwanya telah dihakimi sebagai manusia-manusia yang telah mati dikuburkan:
Matius 23:27Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu sama seperti kuburan yang dilabur putih, yang sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran.

Sekarang memang jelas bahwa Yesus menghendaki sebuah kehidupan yang memiliki praktik-praktik hidup yang bersih, tetapi apa yang menjadi kesulitan bagi manusia adalah memahami kebenaran Yesus yang memvonis bahwa semua manusia secara internal tidak memiliki kehidupan yang bersih dan memiliki kehidupan kekal tetapi ini: sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran. Kita harus memahami bahwa ini adalah penghakiman global pada semua manusia sekalipun ini adalah sabda penghakiman spesifik dan khusus. Karena jika yang memiliki firman Tuhan saja masih kedapatan tidak memiliki kehidupan  atau yang sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran, maka  semua manusia tidak memiliki sumber kehidupan pada dirinya sendiri. Itu sebabnya Yesus berkata begini:

Yohanes 5:39-40 Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku, namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu.

Menyelidiki kitab suci merupakan bukti kehidupan rohani yang tak terbantahkan tetapi itu tak menjadi bukti Ia memiliki kehidupan! Dan ini sebuah kontradiksi yang sangat runcing karena ini menempatkan manusia sebagai yang tak berdaya pada dua sisi sekaligus: Tak berdaya untuk menjadi hakim atas keselamatan manusia berdasarkan praktik-praktik kudus berdasarkan penyelidikan kitab suci dan Tak berdaya untuk mencapai keselamatan sekalipun ia telah berjuang menyelaraskan diri dengan  tuntutan-tuntutan hukum kudus Tuhan. Ketika Yesus berkata : namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu, maka ini benar-benar menunjukan kalau dikolong langit ini hanya Yesus saja yang menjadi  sumber kehidupan ini, sebagaimana Yesus sendiri menyabdakannya:

Yohanes 14:6 Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

Yohanes 11:17,25-26 Maka ketika Yesus tiba, didapati-Nya Lazarus telah empat hari berbaring di dalam kubur…. Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?"

Yohanes 17:39 Kata Yesus: "Angkat batu itu!" Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya: "Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati."
Sabda Yesus memang sukar dan merupakan kebenaran yang akan menempatkan dirinya bukan saja penggenap hukum Taurat, tetapi dirinya juga merupakan sumber hidup kekal, sebagaimana yang dicari dan dikejar penuh hormat dan dedikasi oleh orang muda kaya tadi. Kesukaran yang memang begitu berat sehingga kepada yang dikasihinya Sang Mesias pun bertanya: PERCAYAKAH ENGKAU AKAN HAL INI?

Percayakah Engkau Akan Hal Ini?

Bagaimana dan setinggi apakah anda mempercayai Yesus? Saat Sang Mesias berbicara dunia kematian dan alam kubur, maka Ia adalah Mesias yang berada di atas bumi dan sekaligus berkuasa atas alam kematian dan kubur. Anda tahu bahwa kuasa kematian itu bahkan menghembuskan bau busuk yang begitu menyengat dan menakutkan untuk sekedar tercium: “Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati.” Manusia begitu mencekam ketika bau mayat  empat hari merebak. Tak ada yang lebih menakutkan bagi manusia selain realita kematian dan realita kubur terhadap manusia. Tak akan tersisa kecantikan dan kegantengan, dan tak ada parfum yang dapat mengurangi bau busuk dari sebuah mayat!

Ketika Yesus berkata “Aku datang untuk menggenapi Taurat dan kitab para nabi” maka itu dibuktikannya bukan dengan apologetika dan perdebatan-perdebatan tetapi dengan sebuah sabda yang mendatangkan kehidupan:
Yohanes 11:40 "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?"

Yohanes 11:43-44 Dan sesudah berkata demikian, berserulah Ia dengan suara keras: "Lazarus, marilah ke luar!"
Kenapa apakah Lazarus bangkit dari kematian? Apakah karena ketaatannya pada hukum Taurat? Bukan, tetapi bangkit karena suara Sang Mesias yang menembus hingga ke pemerintahan maut untuk bertekuk lutut pada Yesus! Kita harus memahami bahwa  kebangkitan Lazarus hanya menunjukan bahwa Yesus memiliki kuasa atas manusia dan atas kuasa maut/kematian dan kubur, sementara belum memberikan pada Lazarus (dan semua manusia lainnya yang percaya kepada Yesus) kuasa kebangkitan atas kematian berdasarkan Yesus Kristus sendiri.

Ini :

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup- Yohanes 5:24

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup- Yohanes 5:25

Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya- Yohanes 5:28
telah menjadi tergenapi secara sempurna setelah pada akhirnya Yesus mengenapi sendiri pada apa yang telah disabdakannya sendiri apa yang harus menimpa dirinya:

Yohanes 12:23-24,27 Tetapi Yesus menjawab mereka, kata-Nya: "Telah tiba saatnya Anak Manusia dimuliakan. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah…. Sekarang jiwa-Ku terharu dan apakah yang akan Kukatakan? Bapa, selamatkanlah Aku dari saat ini? Tidak, sebab untuk itulah Aku datang ke dalam saat ini.

Yohanes 12:32-33 dan Aku, apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku." Ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana caranya Ia akan mati.

Ini bukan sekedar percaya yang bersifat abstrak atau tak kasat mata, tetapi ini adalah kehidupan yang memiliki warna putih pada perbuatan-perbuatannya sebab didalamnya memiliki kehidupan dari Allah. Itu sebabnya terkait percaya kepada Yesus, Sang Mesias kepada siapapun yang berkata memiliki iman kepadanya, berkata begini:

Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal. Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situpun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.- Yohanes 12:25-26


Hatimu duniamu sehari-hari
Apakah duniamu disitulah engkau memiliki kehidupan sehari-hari. Jika benar diri ini mencintai Yesus maka bukan hidup di dunia ini yang kaucintai sementara harus dijalani penuh tanggungjawab dan hormat karena didalam hidup ini kita memiliki kehidupan yang melayani-Nya karena kita berkata bahwa kita mau mengikut Yesus.

Bagaimana mungkin memiliki kehidupan bukan berdasarkan ketaatan pada hukum taurat tetapi berdasarkan  kehidupan mengikuti dan  melayani Yesus didalam dunia ini di keseharian, itu dikarenakan Yesus sendiri berkata dari diri-Nyalah akan mengalir kehidupan kepada manusia yang percaya kepada-Nya:

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.- Yohanes 12:24

Dialah  dasar dan sumber bagi manusia untuk dapat menggenapi:
Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situpun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa- Yohanes 12:26

Kita memerlukan Yesus agar memilki kehidupan kekal. Apa yang kita perlukan adalah memiliki kehidupan yang memproduksi buah-buah perbuatan baik dan mulia karena memang memiliki kehidupan yang telah dihidupkan berdasarkan kematian Yesus untuk memberikan hidup kepada saya dan anda. Jangan heran, semua manusia memang bisa memberikan kehidupan yang berkualitas baik sementara ia sendiri tak dapat menolong dirinya lepas dari cengkraman kuasa maut dan kuasa kubur secara mutlak.


Jadi apakah duniamu sehari-hari? Inilah sebagaimana disabdakan Yesus:
Matius 5:16 Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."


Kalau benar saya jatuh cinta kepada Yesus, maka hati dan tubuh ini sanggup bekerja untuk mengikuti dan melayani Yesus, bukan dunia dengan segala keinginannya walau saya masih di dunia dan tentu masih duniawi (karena itulah saya masih perlu makan, masih perlu belajar, masih perlu membangun disiplin dan dedikasi, masih perlu  diingatkan dan  dinasihati, masih harus senantiasa belajar mengasihi dan mencintai keluarga, masih harus membaca Alkitab, masih harus membangun kehidupan doa, masih harus membangun persekutuan dengan saudara-saudara seiman, masih harus membangun kehidupan bertetangga yang baik, masih harus menjalankan kewajiban-kewajiban terhadap Negara, dan lain-lain). Kemampuan melakukan hal-hal yang memuliakan Bapa di sorga, hanya terjadi  jika memiliki Yesus dan kehidupan-Nya dalam keseharian hidup.

Soli Deo Gloria


Anchor of Life Fellowship , Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri - Efesus 2:8-9