0 Apakah Orang Baik Masuk Surga, Meskipun Bukan Seorang Yang Diselamatkan oleh Yesus? - 4

Oleh : Martin Simamora


Apakah Orang Baik Masuk Surga, Meskipun  Bukan Seorang Yang Diselamatkan  oleh Yesus?
Lukas 2:8-20
"Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam.
Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan.Lalu kata malaikat itu kepada mereka: "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa:..." - Credit : Leeds Museums and Galleries


Bacalah lebih dulu bagian3

Yesus Sumber Keselamatan. Apakah Satu-Satunya?

Tahukah anda, kalau dikatakan satu-satunya, maka artinya anda tidak dimungkinkan untuk memikirkan adanya sebuah alternatif. Jika dikatakan ‘satu-satunya,’ itu berarti sebuah fakta yang sangat unik. Persis seperti ketika  saya mengatakan bahwa Natan adalah  ‘satu-satunya’ anak yang saya miliki, anakku. Mengatakan bahwa Natan adalah  ‘satu-satunya’ anakku maka memang hanya dia saja yang akan tercatat dalam Kartu Keluarga dan  semua hal yang  berhubungan dengan dokumen sipil yang direkam oleh negara. Sehingga tidak mungkin ada anak  lain, selain Natan, tidak akan pernah ada anak lain yang akan  saya akui sebagai satu-satunya anak kandung saya. Tidak akan pernah juga Natan memiliki seorang adik atau kakak, dan pastilah Natan mengetahui bahwa dialah satu-satunya anak ayah dan ibunya.


Yesus sumber keselamatan, bahkan satu-satunya, pun adalah sebuah fakta bukan sebuah argumentasi apalagi hanya sebuah konsep yang dibatasi oleh apapun juga. Mengatakan Yesus satu-satunya sumber keselamatan adalah sebuah realita, bukan  realita yang diadakan dunia oleh manusia-manusia tetapi sebuah realita yang datang dari surga, sebuah ketetapan dari surga kepada dunia, sebuah ketetapan dari Yang Maha Tinggi kepada dunia. Ketika surga mengatakan bahwa Yesus adalah sumber keselamatan, bahkan satu-satunya, maka HANYA Yesus saja sumber itu dan secara bersamaan dia bukanlah sebuah opsi atau semata variabel  kala anda berbicara mengenai keselamatan, ini juga mencakup konsekuensi-konsekuensi penolakan oleh setiap manusia untuk  percaya kepadanya.



Mari kita  lihat apa kata Yesus tentang dirinya sendiri :


  • Yohenes 14:6Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.


  • Yohanes 8:23-24 “Lalu Ia berkata kepada mereka: "Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini. Karena itu tadi Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu."


Terkait siapakah  dirinya, dia dengan teramat berani (bahkan  ungkapan ini berangkali tidak memadai), mengatakan  pernyataan yang tak pernah terlintas oleh  manusia baik dulu bahkan sekarang: “Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada” (Yohanes 8:58). Dan tahukah anda apa dampak pernyataan Yesus  yang terlihat angkuh, arogan, dan memandang dirinya kekal? “Lalu mereka mengambil batu untuk melempari Dia; tetapi Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Allah” ( Yohanes 8:59).



Kita telah melihat  sebuah fakta yang jelas, bahwa sejak awal, pernyataan atau klaim-klaim eksklusif semacam ini telah dikumandangkannya dalam berbagai kesempatan, dia sedang  mengindikasikan dirinya sebagai satu-satunya, bukan sebuah opsi, bukan salah satu dari begitu banyak variabel keselamatan yang tersediri, ini sukar diterima!  Dan Yesus sendiri  pun mempertanyakan mereka yang  melempari Dia dengan  batu :


Yohanes 10:30-33

(30) Aku dan Bapa adalah satu." (31) Sekali lagi orang-orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Yesus. (32) Kata Yesus kepada mereka: "Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku?" (33) Jawab orang-orang Yahudi itu: "Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah."


Apakah permasalahan utama pada diri Yesus sehingga perkataan dan tindakannya HARUS berujung pada aksi kekerasan : melempari dia dengan batu? Nampaknya Yesus cukup akrab dengan kekerasan HANYA OLEH KARENA PERNYATAANNYA SAJA!

Secara sederhana   saya dapat bahasakan demikian: bagi orang Yahudi kala itu, PERKATAAN-PERKATAAN YESUS BERKATEGORI HUJATAN, PELECEHAN, PERENDAHAN! Kepada siapakah?

Kepada TUHAN! Bukan  terhadap manusia. Bagi mereka, Yesus  hanyalah  manusia SAJA, mereka tidak sanggup menerima Yesus dan Bapa adalah satu! Tidak sanggup memahami Yesus ada didalam  Bapa dan Bapa didalam Yesus! Tidak sanggup memahami bahwa pekerjaannya berasal dari Bapa! Oleh sebab itu, perkataan-perkataan Yesus dipahami sebagai perkataan manusia yang sedang menyamakan dirinya dengan Allah!


Nah, apakah perkataan-perkataan Yesus masih dapat dipandang sebagai hujatan dan sempit terkait keselamatan, dalam pandangan masyarakat moderen yang majemuk  saat ini? Bagaimana jika Yesus lahir di Jakarta pada era kita? Kira-kira apakah yang dapat terjadi menurut anda?


BAGAIMANA JIKA YESUS LAHIR  DI   JAKARTA  SAAT INI?





Bagaimana jika  Yesus tidak lahir di Betlehem, 2000an tahun lampau, tetapi lahir di  Jakarta di masa kini-era kita hidup, dan pada suatu  kesempatan Yesus tampil di muka umum dan berkata  dengan deklarasi-deklarasi seperti ini :

Yohanes 8:24
“Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu


Yohanes 10:9
Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput.

Yohanes 13:33
Hai anak-anak-Ku, hanya seketika saja lagi Aku ada bersama kamu. Kamu akan mencari Aku, dan seperti yang telah Kukatakan kepada orang-orang Yahudi: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang, demikian pula Aku mengatakannya sekarang juga kepada kamu.




Yohanes 14:2-4
Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada. Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ."


Yohanes 14:6
"Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.



Bahkan saya sendiri tidak bisa  membayangkan skala kekacauan sosial yang dapat ditimbulkannya. Jika saja,  dahulu reaksinya adalah : Yesus dilempari dengan batu, maka   reaksi minimalnya  juga sama, tidak mungkin lebih lunak! [Tetapi tentu jika kita melihat pernyataan Yesus bahwa Dia dan Bapa adalah Satu, dia ada didalam Bapa dan Bapa didalam dia, maka memikirkan sedikit saja   resiko semacam ini adalah hal konyol sebab semua resiko ada dalam kendalinya dan Bapa berdaulat untuk menetapkan segala sesuatunya termasuk resiko-resiko sekecil apapun, termasuk upaya menangkap Yesus dan kematian Yesus melalui cara yang tidak seperti Bapa  telah tetapkan. Yesus tidak mungkin mati karena dilempari batu, Yesus tidak mungkin ditangkap sebelum genap waktunya! Semua perkataan dan tindakan Yesus berdasarkan ketetapan Bapa, jika sudah tiba saatnya maka barulah semua boleh terjadi-- bandingkan  perihal ini, misal dengan Markus 1:14-15]

Atau berangkali,  akan ada upaya hukum  terhadap Yesus, dan mungkin, yang paling populer  adalah : klaim Yesus tersebut dapat dipahami bahwa semua orang karena tidak percaya kepada Yesus akan mati dalam dosanya. Yesus dalam hal ini tidak peduli seberapa baiknya  orang tersebut! Dan dengan demikian, ada sebuah kemungkinan teramat besar bagi Yesus untuk didakwa melakukan pelecehan terhadap tokoh-tokoh hebat yang ada di dunia ini.


Bagaimana sebenarnya Yesus menilai orang baik, orang yang memiliki moralitas yang bernilai tinggi dalam pandangan dunia? Yesus dalam dialognya dengan Nikodemus telah menunjukan: bahwa kebaikan manusia tidak memadai untuk TIDAK DIHUKUM, TIDAK BINASA agar dapat HIDUP KEKAL, mau dimanapun  kerbaradaan manusia itu berada setelah kematian, tidak ada posisi netral, bahkan dalam pandangan tanpa Yesus, orang dapat masuk kedalam surga!

Yesus bahkan tanpa basa-basi berkata, jika seseorang tidak percaya maka PASTI DIHUKUM, PASTI BINASA. Jika demikian bagaimana bisa ada orang-orang Kristen beranggapan jika orang tetap bisa hidup kekal, tidak turut dihukum, tidak binasa,  tanpa perlu percaya / beriman pada Yesus Kristus asalkan orang itu berperilaku baik, memiliki kebaikan yang berkualitas?


Mari kita melihat  kasus Nikodemus, untuk mendapatkan perspektif Alkitab  yang kokoh terkait isu ini:



NIKODEMUS

[Nikodemus adalah anggota Sanhedrin atau   semacam Dewan Tinggi di era Israel kuno yang beranggotakan 70 orang, ditambah dengan iman besar yang  berperan sebagai presidennya. Anggota Sanhedrin ini berasal dari para imam besar, para ahli taurat dan para pemimpin agama Yahudi. Pada era Yesus, Sanhedrin memiliki yuridiksi hanya atas  provinsi Yudea, memiliki  kesatuan polisi tersendiri yang dapat menahan orang, seperti yang telah mereka lakukan terhadap Yesus ( perihal ini dapat dibaca secara lebih lengkap di sini ). Sanhedrin ini  jugalah yang  menuding Yesus melakukan penghujatan dalam Markus 14:53-65.]



Bagaimana Yesus menilai Nikodemus, apakah menurut Yesus, dia dapat masuk ke neraka atau ke surga. Ini adalah hal yang menarik dan tidak pantas untuk dilewatkan.

Yohanes 3: 1-21
(1) Adalah seorang Farisi yang bernama Nikodemus, seorang pemimpin agama Yahudi. (2) Ia datang pada waktu malam kepada Yesus dan berkata: "Rabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah; sebab tidak ada seorangpun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya."(3) Yesus menjawab, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah."(4) Kata Nikodemus kepada-Nya: "Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?" (5) Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. (6) Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.

(7) Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali.(8) Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh."(9) Nikodemus menjawab, katanya: "Bagaimanakah mungkin hal itu terjadi?"(10) Jawab Yesus: "Engkau adalah pengajar Israel, dan engkau tidak mengerti hal-hal itu?(11) Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kami berkata-kata tentang apa yang kami ketahui dan kami bersaksi tentang apa yang kami lihat, tetapi kamu tidak menerima kesaksian kami.(12) Kamu tidak percaya, waktu Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal duniawi, bagaimana kamu akan percaya, kalau Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal sorgawi?
(13) Tidak ada seorangpun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu  Anak Manusia.(14) Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan,(15) supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.(16) Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (17) Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.(18) Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.

(19) Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.(20) Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak;(21) tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah." 


Kalau kita mengamati secara cermat, maka kita  akan mendapatkan, Yesus mengajarkan: Nikodemus sekalipun seorang yang lahir dari bangsa pilihan, yang melalui bangsa ini Mesias datang, dan Nikodemus melaksanakan semua ketetapan-ketetapan Allah dengan benar dalam Perjanjian Lama, itu bukan sama sekali jaminan bagi dirinya untuk selamat.

Dilahirkan dari air bermakna dilahirkan secara jasmani. Dan makna semacam ini dibenarkan dengan bagaimana Nikodemus meresponnya dalam sebuah pengertian yang jasmaniah  juga sifatnya, dalam ayat 4, inilah tanggapan Nikodemus :” Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?"  Ini adalah tanggapan Nikodemus terhadap pernyataan Yesus dalam ayat 3, Yesus mengatakan bahwa dia harus dilahirkan kembali! 

Respon Nikodemus memang tepat, maksudnya memang apa yang ditetapkan oleh  Yesus adalah mustahil untuk dilakukan oleh manusia, dan apa yang ditetapkan  oleh Yesus adalah hal yang melampaui pengertian manusia.

Yesus kemudian meneruskan penjelasannya sebagai berikut dalam ayat 5 :” jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah,” Bagi Nikodemus  masuk kedalam kerajaan Allah dengan dilahirkan dari air dan Roh  adalah hal yang tak dapat dipahami. Baginya, sebagai seorang  pemimpin agama  Yahudi, pengajar agama, dia percaya bahwa dengan mematuhi dan menjalani sepenuhnya ketetapan Tuhan dan kelahirannya sebagai  orang Yahudi ( bangsa pilihan SECARA BIOLOGIS) akan membuatnya secara otomatis masuk kedalam kerajaan Allah .  Pada ayat 7, Yesus mengatakan kepada Nikodemus bahwa dia tidak  perlu heran.

Yesus terlihat jelas  menyatakan bahwa  orang-orang  yang masuk dalam kerajaan Allah adalah: hanyamereka yang telah dilahirkan dari Roh. [ istilah kerajaan Allah dan kerajaan surga adalah dua terminologi yang muncul dalam injil. Kedua istilah ini  juga merupakan sinonim seperti yang terlihat dalam  Matius 19:23-24. Markus dan Lukas menggunakan istilah “Kerajaan Allah”, sementara itu Matius menggunakan  istilah “kerajaan surga,” dan jelas kedua istilah ini  merujuk hal yang sama, What is the difference between the Kingdom of God and the Kingdom of Heaven?], bukan seperti apa yang dipahami oleh Nikodemus.

Bagi Yesus, apa yang telah dimiliki dan dilakukan Nikodemus,kebaikannya, keteladanannya, dan posisi dia sebagai pengajar Israel, sama sekali tidak memadai untuk seseorang dapat masuk kedalam kerajaan Allah.

Yesus bahkan meneruskan dialognya dengan Nikodemus, dengan sebuah  pernyataan yang  senilai dengan apa yang Yesus deklarasikan dalam Yohanes 5:24. Dalam Yohanes 3:13, Yesus kembali berbicara mengenai  sorga dan dirinya yang berasal dari sorga, dan  apa  tujuan kedatangannya dari sorga. Inilah tujuan kedatangannya dari sorga :



Yoh 3:15-18
(15)supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal (16) Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.(17) Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.(18) Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.


Singkatnya Yesus seperti ingin mengatakan kepada  Nikodemus, jika engkau memercayai pemberitaan kedatangan Mesias dalam Perjanjian lama, maka kala engkau  bertatap muka dengan  Mesias yang  telah lama dinantikan, maka engkaupun harus percaya kepada Dia yang telah datang, BAHKAN KINI PADA APA YANG DAPAT DIA LAKUKAN PADA NIKODEMUS UNTUK DIALAMI ( Dilahirkan KEMBALI!), sama seperti engkau percaya kepada dia yang telah dijanjikan/telah dinubuatkan akan datang dalam kitab para nabi – Mesias yang telah dijanjikan akan datang. Jika demikian, maka Nikodemus pasti  TIDAK BINASA, TIDAK DIHUKUM dan dengan demikian PASTI HIDUP  KEKAL!

 

Dengan kata lain, kepada Nikodemus , Yesus mengungkapkan fundamental-fundamental yang teramat bersentral pada dirinya sendiri, mengacu pada Yohanes 3:15-18:

1.Hanya setiap orang yang percaya kepada diri-Nya, maka  beroleh HIDUP KEKAL
2.Hanya setiap orang yang percaya  kepada diri-Nya, maka TIDAK BINASA
3.Hanya setiap orang yang percaya kepada diri-Nya, maka TIDAK AKAN DIHUKUM


Yesus mendeklarasikan dirinya sebagai DETERMINATOR ATAU PENENTU ABSOLUT dalam sebuah  kemutlakan yang tidak  dapat direduksi oleh  kebaikan, perbuatan baik, keunggulan karakter  bahkan keteladanan seseorang, entah dia seorang Kristen atau bukan.



Sangat penting untuk  kita camkan disini, Nikodemus, sekalipun,  seorang Yahudi atau dengan kata lain oleh sebab KELAHIRAN  atau KETURUNAN adalah  bangsa pilihan,  yang melalui bangsa inilah sang Mesias datang,  seorang yang menjaga ketetapan-ketetapan Tuhan yang dipercayakan pada bangsa Israel di era  Perjanjian Lama (bandingkan dengan Roma 3:2) , dia, juga adalah seorang pengajar Israel (bahkan Yesus mengakui bahwa dia seorang pengajar Israel, namun sekalipun demikian dia ternyata tidak mengetahui perihal ini- bacalah ayat 10), pun  dalam hal ini pun Yesus menganggap Nikodemus HARUS dilahirkan kembali!  Jika pada Nikodemus saja,  Yesus menuntut  atau mewajibkan sebuah hal yang mutlak / tidak bisa  ditawar, maka terlebih lagi kepada semua manusia.

Yesus menyatakan, jika manusia ingin HIDUP KEKAL, TIDAK BINASA, TIDAK DIHUKUM maka  SETIAP orang   HARUS percaya kepada YESUS, sang Mesias yang telah datang, jika tidak maka PASTI BINASA. Jika PASTI BINASA bagaimana bisa kita berkata orang baik, orang dengan teladan moral yang unggul dapat kita katakan dapat    selamat, dapat masuk surga tanpa  perlu percaya kepadaYesus?


Apa yang pokok dari  dialog antara Yesus dan Nikodemus? Bagi Yesus, percaya kepada diri-Nya adalah hal esensial tanpa  dapat ditawar sama sekali. Dan percaya-beriman kepada Yesus bukan bermula daripengetahuan akan Yesus, melakukan perbuatan baik, melakukan perintah-perintah Tuhan,  kelahiran BIOLOGIS sebagai bangsa PILIHAN, kelahiran seseorang dari keluarga kristen”,  tetapi menjadi percaya kepada Yesus adalah sebuah peristiwa dilahirkan kembali oleh Roh yang terjadi pada diri seorang manusia, sehingga dapat memiliki keselamatan kekal dalam Yesus, sang Mesias dan Anak Allah ( bandingkan dengan Yohanes 3 :3-10).


Menjadi percaya kepada Yesus agar  PINDAH DARI  MAUT KE HIDUP sebagaimana yang Yesus katakan  dalam Yohanes 5:24, jelas mustahil dilakukan manusia, dan hanya dapat dilakukan oleh Tuhan. Dan pada Yohanes 3: 15-18, Yesus menegaskan bahwa:  agar setiap manusia dapat HIDUP KEKAL, pastilah  setiap manusia itu HARUS TIDAK DIHUKUM, HARUS TIDAK BINASA. Dan untuk menghindari TIDAK DIHUKUM dan TIDAK BINASA agar HIDUP KEKAL, maka setiap manusia harus percaya kepada Yesus.

Apakah perkataan Yesus ini memiliki dampak pada seluruh umat manusia tanpa kecuali? Ya! Sebab dia adalah  sang Firman  yang datang ke dunia dalam wujud manusia. Ketika Yesus lahir di Bethlehem dia   datang untuk seluruh dunia dan memberikan  implikasi kepada seluruh dunia tanpa kecuali!


Apakah anda, jika anda seorang hamba Tuhan/pendeta, masih  tetap menyampaikan kembali perkataan Yesus yang sama?
Perkataan-perkataan-Nya yang menimbulkan gejolak, dan kadang dimata kita manusia moderen yang menilai dirinya lebih bijak, berkata bahwa Yesus tidak bijak dan kurang berhikmat dalam berkata-kata. Dia terlampau membesar-besarkan dirinya seolah dialah Tuhan! Jika demikian tidakkah anda tidak ada bedanya dengan  orang-orang Yahudi di era  Yesus sehingga ingin melemparinya dengan batu, menangkapnya dan tentu saja pada akhirnya disalib.

Apakah anda demikian? Renungkanlah apa yang hendak anda utarakan dari atas mimbar dalam khotbah natal anda, jika  bengkok dari apa yang Yesus katakan  maka Bapa sedang memandang anda dengan sangat tajam!

Semoga gereja masih menggaungkan gema suara  abadi yang telah dikumandang oleh Yesus sendiri 2000an tahun lampau, dan bukannya membengkokkan atau membungkamkannya,  agar nampak tidak sempit, intoleran dan kuno! Ini bukan soal kuno atau bukan, toleran atau intoleran, apalagi modern atau  kuno. Ini adalah  menyatakan kebenaran yang diucapkan oleh Yesus yang bukan manusia SAJA, kecuali anda bukan Kristen, maka dapat dipahami untuk menilai semua perkataan Yesus adalah sampah.
S E L E S A I

***




P O P U L A R - "Last 7 days"