0 APA SOLUSI TUHAN TERHADAP KEFASIKAN MANUSIA?

Sebab anjing-anjing mengerumuni aku, gerombolan penjahat mengepung aku, mereka menusuk tangan dan kakiku. Segala tulangku dapat kuhitung; mereka menonton, mereka memandangi aku.Mereka membagi-bagi pakaianku di antara mereka, dan mereka membuang undi atas jubahku. (Mazmur 22:16-18)


Pertanyaan besar hari ini : apa solusi Tuhan untuk kefasikan manusia?


Pada renungan-renungan terdahulu secara berturut-turut dijelaskan  di beberapa bagian Mazmur telah dinyatakan tentang kefasikan atau kejahatan manusia. Walau Mazmur 22 telah digenapi dalam kehidupan Daud, namun Mazmur ini juga dinilai sebagai sebuah Mazmur Mesianik atau mengenai Mesias dan kerap juga disebut sebagai "Injil Kelima", karena Mazmur 22 mengandung banyak kiasan yang mengacu kepada kehidupan Kristus.

Di Kayu salib, Yesus mengutip bagian dari Mazmur ini : "Tuhanku, Tuhanku, mengapa Engkau meninggalkanku?


Mazmur 22:1
Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? Aku berseru, tetapi Engkau tetap jauh dan tidak menolong aku.

Orang-orang Yahudi yang mendengarkan seruan Yesus dengan kata-kata ini pastilah akan teringat pada ayat ini yang dengan sangat kuat menggambarkan situasi yang melingkupi peristiwa Salib.

Ayat yang kita baca hari ini mengungkapkan bahwa kefasikan manusia pasti ternyatakan sepenuhnya selama penyaliban Yesus Kristus. Yesus menjalani kehidupannya tanpa dosa, menyembuhkan begitu banyak orang dari berbagai penyakit dan kelemahan-kelemahan tubuh lainnya, dan bahkan membangkitkan kembali orang mati sehingga hidup kembali. Yesus pantas dipuji karena kebaikannya yang tak terbataskan, cinta dan belas kasih-Nya; namun yang Dia terima adalah cemooh, pukulan, dan  manusia menyalibkan Tuhan Pencipta. Tuhan yang telah memberikan kehidupan kepada mereka telah menghukumnya  hingga mati. Para prajurit di sekitar salib membagi-bagikan kain pakaian Yesus dan mengundi jubah-Nya.

Yohanes 19:23-24

Sesudah prajurit-prajurit itu menyalibkan Yesus, mereka mengambil pakaian-Nya lalu membaginya menjadi empat bagian untuk tiap-tiap prajurit satu bagian--dan jubah-Nya juga mereka ambil. Jubah itu tidak berjahit, dari atas ke bawah hanya satu tenunan saja.
Karena itu mereka berkata seorang kepada yang lain: "Janganlah kita membaginya menjadi beberapa potong, tetapi baiklah kita membuang undi untuk menentukan siapa yang mendapatnya." Demikianlah hendaknya supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci: "Mereka membagi-bagi pakaian-Ku di antara mereka dan mereka membuang undi atas jubah-Ku." Hal itu telah dilakukan prajurit-prajurit itu.

Dalam kefasikan, manusia telah menyalibkan satu-satunya pribadi yang sanggup menyelematkan manusia dari dosa. Tak seorang pun dapat mengklaim tak bersalah dalam kematian Kristus. Kita semua telah berdosa, dan Yesus telah mati bagi semua dosa manusia.

Yohanes 1: 29
Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.

1 Yohanes 2:2
Dan Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia.

Yesus telah mengatakan kepada murid-murid-Nya bahwa baik orang Yahudi dan bukan orang Yahudi terlibat dalam penyaliban-Nya.

Matius 28:18-19
Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,

Ketika kefasikan manusia berada dititik terburuk, Kasih Tuhan bahkan bersinar lebih cemerlang. Saat Ia berada di kayu Salib, Yesus berkata ," Bapa, ampuni mereka, karena mereka tak  tahu apa yang mereka perbuat.

Lukas 23:34
Yesus berkata: "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat."* Dan mereka membuang undi untuk membagi pakaian-Nya. Kita tak mampu untuk memahami dalamnya kasih Kristus kepada kita kepada kita yang telah Ia demonstrasikan "sementara itu kita masih berdosa, Kristus mati bagi kita".

Roma 5:8
Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.


Mengapa Yesus bersedia mati bagi orang berdosa? Jawabannya ditemukan pada salah satu ayat yang paling populer di Alkitab.
Yohanes 3:16
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.


Ide besar hari ini : Kasih Tuhan tak dapat kita pahami.


by Tim Chaffey, AiG–U.S. | Alih Bahasa : Martin Simamora

P O P U L A R - "Last 7 days"