F O K U S

Nabi Daud Tentang Siapakah Kristus

Ia Adalah Seorang Nabi Dan Ia Telah   Melihat Ke Depan Dan Telah Berbicara Tentang Kebangkitan Mesias Oleh: Blogger Martin Simamora ...

0 Pikiran-Ku Bukan Pikiranmu (7): Kekuatan KEBENARAN Bukan Ditentukan Oleh Daya Nalar Tetapi DIRI Yesus Sendiri



Oleh: Martin Simamora


Pikiran-Ku Bukan Pikiranmu (7):   Kekuatan KEBENARAN  Bukan Ditentukan Oleh Daya Nalar Tetapi DIRI Yesus Sendiri


Bacalah lebih dulu bagian 6
Harus  menjadi peringatan bagi siapapun, sekalipun sangat berguna dan sangat baik untuk bernalar dan berargumentasi secara mendalam dan meluas kala memberitakan dan mejelaskan kebenaran, namun itu bukan samakali parameter untuk menilai bahwa sebuah kebenaran adalah lebih baik dibandingkan dengan kebenaran-kebenaran lainnya. Yesus sendiri bahkan secara absolut menyatakan bahwa dirinya bukanlah salah satu kebenaran diantara kebenaran-kebenaran lainnya, namun satu-satunya. Bahkan dia, Yesus merujukan dirinya sendiri-bukan semata gagasannya, bukan semata perkataanya, bukan semata dia berfirman. Itu sebabnya dia kerap berkata AKULAH atau AKU ADALAH, seperti:

  • Yohanes 6:35 “Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi..” (juga diulangi Yesus sebagaimana ayat 48,51)

  • Yohanes 8:12 “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan “

  • Yohanes 10:7 “sesungguhnya Akulah pintu ke domba-domba itu” (diulanginya pada ayat 9)

  • Yohanes 10:11 “Akulah gembala yang baik...”(diulanginya pada ayat 14)

  • Yohanes 11:25 “Akulah kebangkitan dan hidup..”

  • Yohanes 14:6 “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup...”

  • Yohanes 15:1 “Akulah pokok anggur yang benar...” (diulanginya pada ayat 5)

Dengan kata lain  Yesus hendak berkata AKU ADALAH KEBENARAN, nyata hadir saat ini dan sebuah hal kongkrit tersedia. Bukan lagi  gagasan, pemikiran, konsepsi  yang memerlukan sebuah argumentasi yang meluas. 

1 Awas Nabi-Nabi Palsu Di Gerejamu!



Oleh: Pdt. Budi Asali, M.Div
Awas Nabi-Nabi Palsu Di Gerejamu!



Mat 7:15-23 - “(15) ‘Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas. (16) Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri? (17) Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. (18) Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik. (19) Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. (20) Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. (21) Bukan setiap orang yang berseru kepadaKu: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak BapaKu yang di sorga. (22) Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepadaKu: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi namaMu, dan mengusir setan demi namaMu, dan mengadakan banyak mujizat demi namaMu juga? (23) Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari padaKu, kamu sekalian pembuat kejahatan!’”.

1) Nabi-nabi palsu itu berbahaya!
Ay 15: “‘Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas”.
Bahwa mereka berbahaya bisa terlihat dari:
Anchor of Life Fellowship , Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri - Efesus 2:8-9