Sekarang
kita kembali ke bab 5. Dan sebagaimana kita telah tiba di kesimpulan sederhana
pada saat ini saya ingin agar anda mengarahkan perhatian anda kepada
pemikiran tentang apakah yang harus
dilakukan gereja terhadap hal ini. Ini adalah aspek korporat. Aspek personal
telah kita lihat pada bab 6, aspek korporat ada pada bab 5. Apa yang kita
lakukan tentang hal ini sebagai sebuah gereja
ketika kita mengetahui hal ini? Ibu yang periang ini berbicara kepada Patricia dan saya, dan dia berkata,
“Saya tidak dapat membawa
pastur/pendetaku bertemu dengan suamiku.
Suamiku telah pergi meninggalkan diriku. Suamiku sekarang tinggal dengan wanita
lain. Saya tidak dapat mempertemukan
pasturku dengan suamiku. Saya telah
bertanya kepadanya, saya telah menanyai pendeta-pendeta terkait, tak
seorangpun akan pergi. Tak seorangpun akan menemuinya dan menanyainya. Apa yang
sedang saya coba lakukan adalah memperlihatkan
kepadanya konsekuensi dosanya?”Ada
orang-orang yang menyarankan untuk bersikap lemah lembut. Mereka yang berpikir bahwa Tuhan akan mengampuni dan
memulihkan dan Ia akan melakukannya dalam waktunya dan kita tidak seharusnya
terlibat dan masalah ini bukan urusan kita, dan lain sebagainya. Apakah yang harus dilakukan gereja?
Dimanakah posisi gereja dalam hal ini? Kita menemukan jawabannya pada bab 5. Paulus sangat jelas menyatakannya dan anda akan melihatnya, saya yakin, bukti yang kuat akan ditemukan saat kita memperhatikan teks ini.
Dimanakah posisi gereja dalam hal ini? Kita menemukan jawabannya pada bab 5. Paulus sangat jelas menyatakannya dan anda akan melihatnya, saya yakin, bukti yang kuat akan ditemukan saat kita memperhatikan teks ini.
Bacalah terlebih dahulu bagian-bagian sebelumnya :

