| Image: courtesy of NASA |
Pengantar
Inskonsistensi diperlihat oleh kita, umat manusia dengan tak henti-hentinya, mengagumkan dan terkadang membingungkanku. Sebagai contoh, saya mencatat hampir semua teolog kini anehnya tak berkata apapun ketika manusia berupaya untuk bertindak bagaikan Tuhan dalam hal pembentukan janin manusia dalam kandungan. Manusia kini mengintervensi proses natural reproduksi manusia dengan berbagai metode seperti kloning, penentuan jenis kelamin dan fertilisasi dalam tabung. Dan, walaupun, para teolog yang sama ini tidak memrotes terhadap intervensi manusia dalam hal yang sangat sakral seperti hal reproduksi, mereka ini jugalah yang pertama-tama melarang Tuhan melakukan intervensi dalam kelahiran Juru Selamat pada sekitar 2000 tahun lalu. Seperti saya katakan, inkonsistensi semacam ini membingungkan saya. Mereka bersikukuh bahwa Tuhan tidak dapat, tidak seharusnya, dan tidak dapat melakukan intervensi dalam terbentuknya janin bayi Kristus, untuk membuat janin Yesus tidaklah lebih dari hal yang normal dan fenomena yang alamiah.
Inskonsistensi diperlihat oleh kita, umat manusia dengan tak henti-hentinya, mengagumkan dan terkadang membingungkanku. Sebagai contoh, saya mencatat hampir semua teolog kini anehnya tak berkata apapun ketika manusia berupaya untuk bertindak bagaikan Tuhan dalam hal pembentukan janin manusia dalam kandungan. Manusia kini mengintervensi proses natural reproduksi manusia dengan berbagai metode seperti kloning, penentuan jenis kelamin dan fertilisasi dalam tabung. Dan, walaupun, para teolog yang sama ini tidak memrotes terhadap intervensi manusia dalam hal yang sangat sakral seperti hal reproduksi, mereka ini jugalah yang pertama-tama melarang Tuhan melakukan intervensi dalam kelahiran Juru Selamat pada sekitar 2000 tahun lalu. Seperti saya katakan, inkonsistensi semacam ini membingungkan saya. Mereka bersikukuh bahwa Tuhan tidak dapat, tidak seharusnya, dan tidak dapat melakukan intervensi dalam terbentuknya janin bayi Kristus, untuk membuat janin Yesus tidaklah lebih dari hal yang normal dan fenomena yang alamiah.
