1 Otoritas Alkitab (Bagian 1) : Beberapa Pandangan Terhadap Alkitab

Sesungguhnya topik tentang Alkitab sangat penting. Ini adalah salah satu doktrin gereja yang sangat penting. Mengapa? Jawabnya jelas: karena sebenarnya seluruh doktrin gereja berasal dan dibangun dari topik ini.

Mengapa gereja percaya bahwa keselamatan hanya ada di dalam Yesus Kristus? Mengapa gereja mengajarkan bahwa Yesus adalah Allah sejati dan manusia sejati? Mengapa kita percaya bahwa Yesus sungguh-sungguh mati untuk dosa manusia? Mengapa kita percaya bahwa Yesus sungguh-sungguh bangkit dalam bentuk tubuh? Mengapa kita percaya bahwa ada kebangkitan tubuh sesudah kematian? Mengapa kita percaya bahwa Yesus akan datang ke dunia yang kedua kalinya? Banyak lagi pertanyaan lain yang dapat kita daftarkan di sini.



Jawaban terhadap pertanyaan tersebut adalah: Karena Alkitab mengatakan demikian. Maka tepatlah syair sebuah lagu: Jesus loves me this I know, for the Bible tells me so. Dengan demikian, orang Kristen tidak membangun imannya di atas pandangan- pandangan bapak-bapak gereja atau para theolog, sekalipun pandangan mereka tidak dapat kita abaikan.
Don Parry, Professor of Hebrew at BYU has been appointed an editor for the Biblia Hebraica Quinta.

First Hebrew Bible Printed in AmericaPhiladelphia: Thomas Dobson, 1814.

Akan tetapi orang Kristen membangun ajarannya di atas ajaran Alkitab. Itulah sebabnya sikap orang terhadap Alkitab mempengaruhi seluruh doktrin atau ajarannya. Bagi mereka yang melihat Alkitab sebagai wahyu Allah yang bersifat mutlak, maka mereka akan tunduk terhadap segala pernyataan-pernyataan Alkitab, tanpa kecuali, sekalipun nampaknya pikiran mereka dan pandangan ahli theologia berbeda dengan itu.

Sedangkan bagi mereka yang melihat Alkitab sebagai buku biasa atau sekedar tradisi manusia belaka, maka pernyataan-pernyataan Alkitab tidak berarti apa-apa. Karena itu, marilah kita melihat berbagai pandangan yang diberikan kepada Alkitab.

1. Alkitab adalah tradisi manusia abad mula-mula

Bagi kelompok ini, yang hanya melihat Alkitab sebagai tradisi manusia abad mula-mula, tentu kurang menghargai Alkitab. Seorang hamba Tuhan pernah berbicara tentang Alkitab kepada seorang pemuda bahwa Alkitab tersebut benar dan penting untuk dibaca. Namun pemuda tersebut tetap menolak untuk melihat pentingnya membaca Alkitab.

Karena itu, hamba Tuhan tersebut bertanya, "Mengapa Anda tetap bersikap negatif terhadap Alkitab? Apakah Anda melihat bahwa Alkitab itu banyak berisi kesalahan?"
Maka pemuda tersebut menjawab, "Bagi saya, Alkitab tidak penting bukan karena banyak kesalahan.

Saya setuju bahwa Alkitab tersebut banyak mengandung kebenaran. Masalahnya adalah, Alkitab tersebut tidak relevan lagi untuk abad modern ini". Kemudian, pemuda tersebut bertanya: "Bagaimanakah Anda melihat relevansi Alkitab yang merupakan tradisi manusia zaman primitif tetap dapat diterapkan pada abad modern ini?"

Penulis juga memiliki pengalaman nyata tentang hal ini. Dalam sebuah diskusi bebas dengan seorang teman yang sedang mengambil program doktoralnya, kami mendiskusikan tentang topik Kristologi. Sebenarnya, topik tersebut adalah topik yang sedang Penulis bahas dalam penelitian Penulis.

Dalam diskusi tersebut Penulis menegaskan bahwa Yesus itu sungguh-sungguh adalah Allah dan manusia. Dia adalah Juruselamat seluruh dunia. Maka dia menyanggah Penulis dan mengatakan hal itu tidak benar. Ketika kami terus berdebat, Penulis menegaskan bahwa itulah hasil penelitian Penulis. Karena itu, Penulis mengatakan: "Jika kita sungguh-sungguh mengerti Injil Yohanes serta mempercayainya, maka kita
tidak bisa menyimpulkan lain dari pada itu. Sejak ayat permulaan (Yoh.1:1) telah ditegaskan bahwa Firman itu, bukan saja bersama dengan Allah, tetapi Firman itu sendiri juga adalah Allah".

Mendengar itu, saudara tersebut di atas, dengan nada kesal mengatakan, "Masa karena Yohanes mengatakan demikian, lantas saudara percaya begitu saja? Bagaimana kalau ternyata Injil Yohanes itu salah? Bagaimana Yesus yang hidup di Palestina in a small community dan hidup di abad pertama Saudara jadikan Allah seluruh dunia?…"
Jadi, bagi mereka yang menganut pandangan seperti di atas, Alkitab tidak memiliki otoritas dalam hidup mereka.

2. Alkitab adalah buku biasa yang tidak luput dari kesalahan

Seorang pernah menulis dalam bukunya bahwa kalau kita membaca Alkitab harus mendekatinya sebagaimana kita mendekati buku lainnya. Kita tidak boleh membaca Alkitab dengan sikap menerima saja, tetapi kita harus membacanya dengan sikap kritis. Karena itu, dia menulis, "Semuanya harus dikaji, sebab prinsip-prinsip baru mulai berlaku.

Prinsip itu mengatakan bahwa segala sesuatu harus 'mulai dengan keraguan, menuju kepemupukan pengetahuan berdasarkan dasar-dasar yang kokoh'. Alkitab pun tak
terkecuali dan harus dikaji ulang".

Jadi, dengan asumsi bahwa segala sesuatu harus "mulai dengan keraguan", bukankah ini bertentangan dengan seruan Alkitab itu sendiri agar pembacanya datang kepadanya dengan iman dan penyerahan penuh? Mari kita perhatikan penegasan Tuhan Yesus kepada orang-orang Yahudi di zamanNya:

"Dan firmanNya tidak menetap di dalam dirimu, sebab kamu tidak percaya kepada Dia yang diutusNya. Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa olehnya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku, namun kamu tidak mau datang kepadaKu untuk memperoleh hidup itu" (Yoh.5:38-40).

3. Alkitab bukanlah Firman Allah, tetapi catatan tentang Firman Allah

Bagi mereka yang menganut pandangan ini, wahyu Allah tidak bisa dituliskan. Logikanya adalah, Allah itu tidak terbatas, maka FirmanNya pun tidak terbatas. Jadi sebenarnya, menurut teori ini peristiwa Allah berfirman terhadap Musa, Elia dan nabi-nabi lainnya sudah berlalu.

Tetapi kemudian, peristiwa tersebut (baca: wahyu) dicatat. Itulah Alkitab. Jadi menurut pandangan ini, menyamakan Alkitab dengan Firman Allah adalah dosa. Jika Alkitab hanya sekedar catatan tentang wahyu Allah yang sudah berlalu, maka pertanyaan yang muncul adalah, sejauh manakah Alkitab tersebut memiliki kuasa dalam hidup mereka?

Pdt. Mangapul Sagala
(www.mangapul Sagala)

(bersambung).

P O P U L A R - "Last 7 days"