F O K U S

Nabi Daud Tentang Siapakah Kristus

Ia Adalah Seorang Nabi Dan Ia Telah   Melihat Ke Depan Dan Telah Berbicara Tentang Kebangkitan Mesias Oleh: Blogger Martin Simamora ...

0 "Engkaukah Yang Akan Datang Itu Atau Haruskah Kami Menantikan Orang Lain?" (6)

Oleh: Martin Simamora

Perkataan–Ku Menghakimimu Di Sini Dan Setelah Ini-2

 
Mereka menutupi muka-Nya dan bertanya: "Cobalah katakan siapakah yang memukul Engkau?"- Lukas 22:64
Bacalah lebih dulu: “bagian5
Kemanusiaan Yesus tidak bisa ditakar sebagai yang memiliki properti-properti atau semacam kebendaan yang yang tunduk pada atau menjadi taklukan hukum-hukum kerajaan iblis yang realitas kerjanya tersembunyi bagi manusia dan hanya dapat disingkapkan oleh hukum-hukum kudus Allah yang bersabda melawan keterpenjaraan manusia dalam perhambaan dosa dan maut selama hidupnya [Ibrani 2:14]:

Keluaran 20:3-5,7-8,12-17  Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku. Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku,[…]  Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan. Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat[…]Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu. Jangan membunuh. Jangan berzinah. Jangan mencuri. Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu. Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apapun yang dipunyai sesamamu."

Sabda larangan “jangan” dalam deretan semacam ini, menunjukan pemerintahan apakah yang secara internal menduduki kemanusiaan para manusia. Jadi pertama-tama di dalam kemanusiaan manusia berlangsung sebuah pemerintahan yang begitu menjijikan bagi Tuhan namun tidak dapat dikenali sebagai dosa dan tidak dapat dikenali sebagai siapakah yang memerintah manusia itu, sampai Allah bersabda dengan bunyi jangan “berbuat dosa ‘x’.” Siapakah yang mengajarkan manusia atau  bersabda kepada jiwa manusia untuk: berzinah, membunuh, mengingini isteri, dan banyak dosa lagi? Apa yang begitu jelas adalah: Allah bersabda agar manusia tidak mentaati sabda-sabda yang begitu menentang Tuhan, dengan berkata: jangan “berbuat dosa ‘x’.” Hanya karena Allah bersabda demikianlah maka tersingkaplah realitas manusia itu, bahkan ini bukan problem moralitas belaka, sebab ini semua adalah problem dosa, dosa melawan Tuhan. Bahwa setiap kali hanya berkeinginan berbuat dosa ‘x’ tertentu maka itu sudah senilai dengan melakukan atau berbuat dosa ‘x’ tertentu, bukan saja terhadap sesamanya manusia tetapi terhadap Tuhan:

0 "Engkaukah Yang Akan Datang Itu Atau Haruskah Kami Menantikan Orang Lain?" (5)

Oleh: Martin Simamora

Perkataan–Ku Menghakimimu Di Sini Dan Setelah Ini - 1



Bacalah lebih dulu: “bagian 4

Manusia jenis apakah Ia?
Lukas memberikan sebuah catatan yang luar biasa mengenai Yesus yang baru saja menggenapi apa yang  harus digenapi-Nya bersama dengan nabi Yohanes Pembaptis (Lukas 3:21-22), sebuah catatan yang menunjukan bagaimana Yesus Kristus pada permulaan pelayanannya di bumi telah menunjukan siapakah Ia di hadapan iblis::

Lukas 4:1 Yesus, yang penuh dengan Roh Kudus, kembali dari sungai Yordan, lalu dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun.


Sebuah peristiwa yang terjadi segera setelah peristiwa ini:

Matius 3:16-17 Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan."

Ia dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun  sebagai Dia yang dikasihi Bapa dan Dia yang kepadanya saja Bapa berkenan, sebagaimana Bapa telah bersabda kepada dunia.

Roh Kudus yang sama yang telah turun ke pada-Nya sehingga memenuhi diri-Nya dengan seluruh kuasa, otoritas untuk menggenapi segenap kehendak dan maksud Allah dan sebagaimana pada Allah, kini, tanpa keliru, membawa Yesus untuk melakukan apa yang dikehendaki Allah. Pertama-tama dalam Ia PENUH DENGAN Roh Kudus, Ia DIBAWA OLEH Roh Kudus ke  padang  gurun.


Untuk apakah?
Anchor of Life Fellowship , Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri - Efesus 2:8-9