F O K U S

Nabi Daud Tentang Siapakah Kristus

Ia Adalah Seorang Nabi Dan Ia Telah   Melihat Ke Depan Dan Telah Berbicara Tentang Kebangkitan Mesias Oleh: Blogger Martin Simamora ...

0 Menghakimi Keilahian Kristus Di Atas Bumi Di Bawah Langit:

Oleh: Martin Simamora

“Jikalau Engkau Anak Allah, Turunlah Dari Salib Itu!”

[Refleksi]
Lukisan Ilustrasi: James Jacques Tissot

Problem terbesar orang-orang Yahudi, tak terselesaikan dengan memastikan kematian Kristus bahkan dalam cara terhina sekalipun. Sebaliknya begitu menggusarkan dan menyusahkan jiwa mereka sekalipun kesengsaraan terkeras telah dapat dieksekusi berdasarkan pengadilan yang dipenuhi dengan muslihat dalam putusan pengadilan atasnya. Ini bukan sekedar kegusaran seperti menantikan sesuatu yang penuh tak kepastian, tetapi kegusaran atas apa yang dikatakan oleh Yesus dalam pernyataan-pernyataan penuh kepastian dan begitu dinantikan oleh dirinya, sementara bagi para pemimpin agama, itu hal yang sungguh menggusarkan dan gila, bahkan untuk sekedar didengarkan. Dan hal itulah yang dihempaskan ke mulut Yesus sementara ia terpaku di atas kayu salib didalam kesekaratan yang tak ada satupun manusia mau menyicipi kesakitan tiada henti tergantung di atas bumi di bawah langit: “selamatkanlah diri-Mu jikalau Engkau Anak Allah, turunlah dari salib itu!- Mat 27:40." Bagi mereka, mustahil Allah membiarkan hal itu  terjadi sebagai sebuah realita. Apakah Allah akan membiarkan Mesias-Nya tewas dalam cara yang begitu menggenaskan, terhina dan bukankah itu bukan kisah yang membanggakan apalagi mendatangkan pemujaan untuk dikisahkan? Kisah suci dari sorga?? Maka jelas “Jika Engkau Anak Allah, Turunlah Dari Salib itu” bukan sekedar oposisional pada seorang manusia yang ke-Kristusan-nya sedang dipertanyakan, namun juga sebuah gugatan pada klaim divinitasnya yang berkata “Aku Anak Allah” sementara ia dipajang di atas kayu salib menjulang ke langit, menantikan sebuah peristiwa yang akan menunjukan sungguhkah dikau Anak Allah dan akankah langit akan menjawab dengan malaikat-malaikat sorgawi yang akan membebaskannya?

0 Bukankah Menurut Taurat, Mesias Harus Hidup Selama-Lamanya? Tetapi Mengapa:

Oleh: Martin Simamora

“Ia Diserahkan Kepada Bangsa-Bangsa Yang Tidak Mengenal Allah Untuk Mati?”
(Refleksi)

Ini adalah perkataan Yesus yang berangkali telah terlampau usang di telinga manusia-manusia  yang mengaku pengikut Sang Kristus, sebab terlampau sering didengar dan mungkin di baca, namun malangnya bisa jadi tetap terkurung di dalam ketaktahuan yang begitu kelam dan pekat, seperti yang pernah dialami oleh murid-murid Sang Kristus:

Lukas 18:34 Akan tetapi mereka sama sekali tidak mengerti semuanya itu; arti perkataan itu tersembunyi bagi mereka dan mereka tidak tahu apa yang dimaksudkan.

Ada 2 vonis yang dipalukan oleh Sang Kristus [tentu saja tak semua orang mengaku Kristen mengakui Yesus adalah Sang Kristus yang datang dari sorga, sebab realitanya ada saja yang menyatakan Yesus bukanlah sebagaimana apa yang dinyatakan olehnya sendiri dan para murid, dan bahkan apapun yang tertulis di dalam apa yang disebut sebagai Alkitab tidaklah menunjukan sama sekali Yesus sekalipun Sang Kristus adalah kebenaran tunggal mengatasi kebenaran-kebenaran dunia], yaitu:

Pertama: Pada dasarnya tak ada bangsa yang mengenal Allah, dan sekalipun para murid adalah murid-muridnya, mengenalnya adalah problem yang tak terpecahkan oleh mereka, bagaimanapun. Sebabnya:“arti perkataan itu tersembunyi bagi mereka,” sehingga bagaimanapun dekatnya dan intensifnya mereka bersama Yesus, tetap sama sekali tidak mengerti


Kedua: Yesus adalah kebenaran dan kekudusan divinitas yang absolut dan satu-satunya sekalipun dunia memiliki beragam kebenaran atau spiritualitasnya sendiri yang dijunjung. Semua itu tak diakuinya sebab dikatakan “Ia akan diserahkan kepada bangsa-bangsa yang tak mengenal Allah.” Apa yang begitu tajam melawan semua dunia adalah: keterkaitan diri Sang Kristus itu begitu keras dan begitu mengatasi apapun juga kebenaran dan spiritualitas dunia ini, sehingga dinyatakan “bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah.”

Sehingga memang yang menjadi tantangan bagi orang-orang yang mengaku pengiman Kristus adalah kepenuhan dirinya untuk menerima bukan saja kedivinitasannya tetapi juga kemutlakan kebenarannya yang mendatangkan penghakiman final terhadap semua ragam kebenaran dan spiritualitas yang ada di dunia ini. Ini keras dan akan dapat menyudutkan siapapun yang mengaku Kristen untuk menjadikan dia sebagai Mahkota pikiranmu atau bukan sekedar  Pakaian diri belaka;  dengan kata lain: Yesus tak pernah menjadi Tuan pikiran atau perspektif atau wawasanmu, sehingga anda tak mampu menjadikan dia sebagai satu-satunya standard kebenaran berpikir kala memandang dunia sementara  bertoleransi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara penuh saling menghormati dan menghargai eksistensi kemanusiaannya sebagai tetanggamu hingga sebagai sesama anak bangsa
Anchor of Life Fellowship , Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri - Efesus 2:8-9