Oleh : Prof. John Gruzelier
Catatan Editor: Pada semua aspek, editor tidak menyetujui Hypnosis. Artikel ini bernilai sebagai referensi akademis dan kritis terhadap bahaya-bahayanya, sehingga selain bernilai informatif diharapkan dapat mengedukasi pembaca.
Ini adalah artikel pertama dari rangkaian utama topik ini yang terdiri 3 artikel yang telah dipilih untuk memberikan wawasan yang memadai. Dua artikel lainnya yang kelak akan disajikan merupakan penjelasan: JOHN F. KIHLSTROM Department of Psychology, University of California, Berkeley, dan Tim Bayne - University of Oxford
Efek-Efek Bahaya Hypnosis : Sebuah
Tinjauan Bukti Dan
Implikasi-Implikasinya
Induksi-Induksi
Kognitif Versus Ideomotor
[Catatan : ideomotor sederhananya adalah efek dalam sebuah fenomena psikologi dimana dalam fenomena ini sebuah subyek membuat gerakan-gerakan yang dilakukan secara tak disadarinya; sebagai contoh, tubuh memproduksi air mata dalam merespon pada emosi-emosi yang sangat kuat, tanpa orang tersebut secara sadar memutuskan untuk menangis-editor Anchor]
Sebuah eksaminasi
formal terhadap pengaruh tipe induksi hipnotik
pada natur efek-efek yang tak dikehendaki telah dilakukan oleh Crawford dkk (
1982), yang telah membandingkan Harvard Group Scale, dengan muatan utamanya
ideomotor, yang telah menjadi Standford Form C, dengan pembobotan kognitifnya yang kuat, termasuk
sebuah mimpi hipnotik dan regresi usia,
seperti yang telah digunakan oleh pionir
hipnosis Hilgard - siapakah Hilgard? Baca ini ( 1974). Efek-efek buruk telah menjadi
hal yang lebih umum dengan skala
yang lebih berorientasi Kognitif (29%)
dibandingkan dengan skala ideometer (5%). Susceptibility ( kerentanan untuk
dengan mudah dipengaruhi oleh sesuatu) baik pada item atau perihal-perihal
kognitif dan ideomotor juga telah diasosiasikan dengan distorsi-distorsi kognitif dan
kebingungan-kebingungan dibandingkan dengan efek-efek non kognitif seperti
kelelahan hebat yang membuat kantuk/ kengantukan dan sakit kepala/mual.