Bacalah terlebih dahulu bagian pertama di sini
oleh : Greg Herrick, Ph.D
Kesempurnaan (Ketakbercelaan-Tidak Dapat Melakukan Dosa) Kristus
Dengan pemahaman keilahian yang sejati dan kemanusiaan yang sesungguh-sungguhnya pada Kristus, pertanyaan yang mengemuka terkait apakah godaan-godaan yang dialaminya merupakan godaan yang memang aktual dan mungkinkah godaan-godaan itu benar-benar membuatnya mungkin untuk berbuat dosa. Apakah Kristus mampu untuk tidak berdosa atau tidak mampu untuk berdosa? Beberapa orang berkata kemanusiaannya yang sejati meliputi ide bahwa dia dapat saja berbuat dosa. Sementara yang lainnya mengklaim bahwa keilahiannya membuat hal ini tidak mungkin bagi dia untuk berbuat dosa. Semua sarjana evangelikal mengakui realita godaan-godaan dan fakta bahwa dia tidak berbuat dosa, tetapi lebih jauh dari ini tidak tersedia kesepakatan yang cukup besar.
oleh : Greg Herrick, Ph.D
Kesempurnaan (Ketakbercelaan-Tidak Dapat Melakukan Dosa) Kristus
Dengan pemahaman keilahian yang sejati dan kemanusiaan yang sesungguh-sungguhnya pada Kristus, pertanyaan yang mengemuka terkait apakah godaan-godaan yang dialaminya merupakan godaan yang memang aktual dan mungkinkah godaan-godaan itu benar-benar membuatnya mungkin untuk berbuat dosa. Apakah Kristus mampu untuk tidak berdosa atau tidak mampu untuk berdosa? Beberapa orang berkata kemanusiaannya yang sejati meliputi ide bahwa dia dapat saja berbuat dosa. Sementara yang lainnya mengklaim bahwa keilahiannya membuat hal ini tidak mungkin bagi dia untuk berbuat dosa. Semua sarjana evangelikal mengakui realita godaan-godaan dan fakta bahwa dia tidak berbuat dosa, tetapi lebih jauh dari ini tidak tersedia kesepakatan yang cukup besar.