Bacalah terlebih dahulu Dua bagian sebelumnya di sini untuk bagian 1 dan di sini untuk bagian 2
Oleh : Daniel B. Wallace, Ph.D
Kedua, Pengakuan dosa melibatkan sebuah pengakuan akan ketidakcukupan dan kebutuhan kita. Ketika saya mengaku, “Tuhanku, Aku mengakui dosa-dosaku. Dan aku berjanji, aku tidak akan melakukannya lagi! Saya sesungguhnya sedang bertindak tidak jujur dengan Tuhan. Dengan nafas yang sama kita mengatakan kepada Tuhan kita telah kacau dan bahwa kita memiliki kemampuan untuk tidak melakukan kekacauan lagi! Tetapi bukankah Yesus berkata,”Diluar Aku , tidak ada yang dapat kamu lakukan”? Dan bukankah Paulus berkata bahwa “tidak satupun yang berbuat baik, tidak seorangpun”—dan bahkan orang-orang percaya secara konstan “kehilangan kemuliaan Tuhan”?
Oleh : Daniel B. Wallace, Ph.D
Kedua, Pengakuan dosa melibatkan sebuah pengakuan akan ketidakcukupan dan kebutuhan kita. Ketika saya mengaku, “Tuhanku, Aku mengakui dosa-dosaku. Dan aku berjanji, aku tidak akan melakukannya lagi! Saya sesungguhnya sedang bertindak tidak jujur dengan Tuhan. Dengan nafas yang sama kita mengatakan kepada Tuhan kita telah kacau dan bahwa kita memiliki kemampuan untuk tidak melakukan kekacauan lagi! Tetapi bukankah Yesus berkata,”Diluar Aku , tidak ada yang dapat kamu lakukan”? Dan bukankah Paulus berkata bahwa “tidak satupun yang berbuat baik, tidak seorangpun”—dan bahkan orang-orang percaya secara konstan “kehilangan kemuliaan Tuhan”?
Pada sisi
lain, adalah baik untuk mengungkapkan
keguncangan dan kengerian atas dosa kita dihadapan Tuhan. Tetapi ketika
kita mengungkapkan ketidakpercayaan (“Bagaimana bisa saya dapat melakukan hal
itu?”) maka kita nyaris dalam bahaya untuk berpikir bahwa kita memiliki
kemampuan untuk kembali ke jalurnya terlepas dari Roh Kudus. Pada dasarnya, pengakuan adalah menjadi jujur dengan Tuhan
mengenai siapakah kita.