Oleh : Robin
Schumacher, Ph.D
Is the Old Testament God Evil? |
Abstraksi :
Orang-orang non Kristen terkadang menyatakan bahwa Tuhan yang dipotret dalam Perjanjian Lama sebagai sebuah ketuhanan yang kasar dan bengis yang tanpa pandang bulu memerintahkan penghukuman terhadap orang-orang yang nampaknya tidak bersalah, para perempuan, dan anak-anak, atau secara langsung menyebabkan kematian mereka melalui berbagai macam sarana. Tuhan semacam ini, lanjut argumen ini, tidak mungkin dalam cara bagaimanapun mewakili Pencipta yang kasih atau figur Bapa yang ditawarkan oleh Perjanjian Baru, dan semestinya dalam cara apapun tidak disembah atau dimuliakan. Akan tetapi, sebuah pemeriksaan yang lebih dekat terhadap Yahweh dalam Perjanjian Lama menganulir tuduhan bahwa Pencipta adalah seorang tirani dan sebaliknya menyingkapkan Tuhan yang benar, sabar, penuh belas kasih, dan mengasihi, benar-benar Tuhan yang mencerminkan gambar yang dilukiskan oleh Yesus dan semua penulis Perjanjian Baru lainnya.
Orang-orang non Kristen terkadang menyatakan bahwa Tuhan yang dipotret dalam Perjanjian Lama sebagai sebuah ketuhanan yang kasar dan bengis yang tanpa pandang bulu memerintahkan penghukuman terhadap orang-orang yang nampaknya tidak bersalah, para perempuan, dan anak-anak, atau secara langsung menyebabkan kematian mereka melalui berbagai macam sarana. Tuhan semacam ini, lanjut argumen ini, tidak mungkin dalam cara bagaimanapun mewakili Pencipta yang kasih atau figur Bapa yang ditawarkan oleh Perjanjian Baru, dan semestinya dalam cara apapun tidak disembah atau dimuliakan. Akan tetapi, sebuah pemeriksaan yang lebih dekat terhadap Yahweh dalam Perjanjian Lama menganulir tuduhan bahwa Pencipta adalah seorang tirani dan sebaliknya menyingkapkan Tuhan yang benar, sabar, penuh belas kasih, dan mengasihi, benar-benar Tuhan yang mencerminkan gambar yang dilukiskan oleh Yesus dan semua penulis Perjanjian Baru lainnya.