F O K U S

Nabi Daud Tentang Siapakah Kristus

Ia Adalah Seorang Nabi Dan Ia Telah   Melihat Ke Depan Dan Telah Berbicara Tentang Kebangkitan Mesias Oleh: Blogger Martin Simamora ...

0 Meneropong Hal Buruk Dalam Tujuan-Tujuan Allah



Oleh : Dr. RC Sproul

Meneropong  Hal Buruk Dalam Tujuan-Tujuan  Allah


Mengapa?” Pertanyaan sederhana ini dijejali dengan asumsi-asumsi  yang   disebut “teleology”oleh para filosofer. Teleology, yang berasal dari kata Yunani untuk “sasaran yang hendak dicapai” atau  arah yang dibidik” (telos), adalah   studi tujuan. Pertanyaan-pertanyan “mengapa” adalah pertanyaan-pertanyaan tujuan. Kita mencari alasan- alasan untuk  hal-hal yang terjadi sebagaimana adanya. Mengapa hujan turun? Mengapa bumi berputar pada porosnya? Mengapa kamu berkata demikian?


Ketika kita mengangkat pertanyaan tujuan, kita sedang memedulikan sasaran-sasaran, maksud-maksud, dan tujuan-tujuan. Semua istilah ini menyiratkan  intensi atau kehendak. Kata-kata ini  membawa makna ketimbang ketidakbermaknaan. Meskipun upaya-upaya para filosofer nihilis untuk menyangkali  bahwa apapun juga memiliki makna dan signifikansi ultimat. Pertanyaan  mengapa?” yang selalu ada di setiap masa , memperlihatkan bahwa para  filsuf itu belum jua sukses sepenuhnya dalam menjawab. Faktanya  bahkan  pertanyaan gegabah dilemparkan oleh si sinis dengan “mengapa tidak?” yang merupakan sebuah selubung tipis yang menutupi komitmen terhadap tujuan. Untuk menjelaskan  mengapa, kita tidak sedang melakukan sesuatu, yaitu  untuk memberikan  sebuah alasan atau maksud untuk tidak melakukannya. Tujuan masih tetap ada dalam latar belakang. Manusia adalah  mahkluk hidup yang  berkomitmen terhadap tujuan. Kita melakukan hal-hal untuk sebuah tujuan—dengan sejumlah macam  sasaran yang hendak dicapai  dalam pikiran.

0 Yesus: satu-satunya jalan ke surga

Oleh : Pdt. Budi Asali, M.Div

Yesus: satu-satunya jalan ke surga



I) Yesus hanyalah salah satu jalan ke surga?


Ada pepatah yang mengatakan: ‘Ada banyak jalan menuju ke Roma’. Pepatah ini mungkin benar untuk banyak hal. Dan saya percaya bahwa pepatah ini berlaku untuk neraka. Memang, ada banyak jalan menuju ke neraka (Yakinkah saudara bahwa saudara tidak sedang berada pada jalan ke neraka ini?). Tetapi betul-betul menyedihkan kalau ada orang yang mengaku sebagai orang kristen, apalagi mengaku sebagai hamba Tuhan, yang menerapkan pepatah ini untuk surga. Dengan bermacam-macam alasan mereka mengatakan bahwa Yesus hanyalah salah satu jalan ke surga, dan orang yang tidak percaya kepada Yesuspun bisa masuk ke surga.

Alasan-alasan yang sering dipakai adalah:

  1. Kita tidak boleh menghakimi, hanya Allah yang berhak menghakimi.
  2. Kita tidak boleh menghina orang yang non kristen / beragama lain. 
  3. Kita harus bertoleransi terhadap agama lain. 
  4. Kita tidak maha tahu, jadi kita tidak tahu apakah orang yang tidak percaya kepada Yesus akan masuk ke neraka.
  5. Mempercayai Yesus sebagai satu-satunya jalan ke surga adalah sikap egois, tidak kasih dan mau menangnya sendiri.
  6. Orang yang beragama lain banyak yang hidupnya saleh, masakan semua harus masuk ke neraka?

Anchor of Life Fellowship , Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri - Efesus 2:8-9