Oleh : DR. R.C Sproul
Saya tidak dapat
membayangkan ada sebuah afirmasi yang
dapat menimbulkan resistensi yang lebih
besar dari orang-orang Barat masa kini
dibandingkan dengan afirmasi yang Paulus
buat dalam 1 Timotius 2:5 :” Karena Allah itu
esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu
manusia Kristus Yesus.” Deklarasi ini sempit dan benar-benar
bukan lazimnya pandangan orang Amerika. Kita telah demikian dibanjiri dengan sudut pandang bahwa ada banyak jalan yang menuju ke surga, dan Tuhan itu
tidaklah sesempit itu sehingga Dia mensyaratkan kesetiaan hanya pada satu jalan
keselamatan. Jika ada yang menyerang pada akar pohon pluralisme dan relativisme, inilah klaim eksklusifitas terhadap agama manapun. Sebuah
pernyataan seperti yang telah dibuat Paulus
dalam suratnya yang pertama kepada Timotius dipandang sebagai fanatik dan penuh kebencian.