Anda harus membaca bagian 1 di sini terlebih dahulu untuk dapat memahami bagian 2
Posisi Hyper Calvinis pada titik ini sama dengan penolakan pada hal yang paling esensi dari 2 Korintus 5:20 :”Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah.” Seluruh kekuatan injil, secara tepat digambarkan untuk menyampaikan sebuah tawaran (dalam pengertian sebuah penawaran umum, atau sebuah tawaran yang dapat didengar dan dilihat untuk diterima, atau sebuah lamaran) damai dan belas kasih Tuhan kepada semua yang datang karena mendengarnya. Bahasa yang digunakan rasul Paulus bahkan lebih kuat, menyatakan pemberita injil sejati memohon kepada orang-orang berdosa agar diperdamaikan dengan Tuhan—atau lebih baik dia berdiri “ pada posisi Kristus,” sehingga melakukan pembelaan bagi orang-orang berdosa. Hyper Calvinisme pada intinya menyangkal atau menolak konsep tanggung jawab manusia, dan oleh sebab itu pasti melenyapkan pembelaan yang seperti apapun juga, hal ini berakibat pada sebuah penyampaian injil yang tidak akurat.
Mari kira periksa satu-persatu dari lima variasi hyper Calvinisme
1. Penyangkalan panggilan Injil. Jenis hyper Calvinisme pertama dan paling ekstrim menolak bahwa panggilan-panggilan injil pada semua orang berdosa untuk bertobat dan beriman. Panggilan injil (undangan untuk datang kepada Kristus agar selamat—Wahyu 22:17; Matius 11:28-29; Yesaya 45:22; 55:1-7) disangkal ditawarkan kepada semua manusia, hanya ditawarkan untuk yang dipilih.
Posisi Hyper Calvinis pada titik ini sama dengan penolakan pada hal yang paling esensi dari 2 Korintus 5:20 :”Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah.” Seluruh kekuatan injil, secara tepat digambarkan untuk menyampaikan sebuah tawaran (dalam pengertian sebuah penawaran umum, atau sebuah tawaran yang dapat didengar dan dilihat untuk diterima, atau sebuah lamaran) damai dan belas kasih Tuhan kepada semua yang datang karena mendengarnya. Bahasa yang digunakan rasul Paulus bahkan lebih kuat, menyatakan pemberita injil sejati memohon kepada orang-orang berdosa agar diperdamaikan dengan Tuhan—atau lebih baik dia berdiri “ pada posisi Kristus,” sehingga melakukan pembelaan bagi orang-orang berdosa. Hyper Calvinisme pada intinya menyangkal atau menolak konsep tanggung jawab manusia, dan oleh sebab itu pasti melenyapkan pembelaan yang seperti apapun juga, hal ini berakibat pada sebuah penyampaian injil yang tidak akurat.
Mari kira periksa satu-persatu dari lima variasi hyper Calvinisme
1. Penyangkalan panggilan Injil. Jenis hyper Calvinisme pertama dan paling ekstrim menolak bahwa panggilan-panggilan injil pada semua orang berdosa untuk bertobat dan beriman. Panggilan injil (undangan untuk datang kepada Kristus agar selamat—Wahyu 22:17; Matius 11:28-29; Yesaya 45:22; 55:1-7) disangkal ditawarkan kepada semua manusia, hanya ditawarkan untuk yang dipilih.