Pemikulan Salib
Mat 27:32 - “Ketika mereka berjalan ke luar kota, mereka berjumpa dengan seorang dari Kirene yang bernama Simon. Orang itu mereka paksa untuk memikul salib Yesus”.
Mark 15:20b-21 - “(20b) Kemudian Yesus dibawa ke luar untuk disalibkan. (21) Pada waktu itu lewat seorang yang bernama Simon, orang Kirene, ayah Aleksander dan Rufus, yang baru datang dari luar kota, dan orang itu mereka paksa untuk memikul salib Yesus”.
Luk 23:26 - “Ketika mereka membawa Yesus, mereka menahan seorang yang bernama Simon dari Kirene, yang baru datang dari luar kota, lalu diletakkan salib itu di atas bahunya, supaya dipikulnya sambil mengikuti Yesus”.
Yoh 19:16-17 - “(16) Akhirnya Pilatus menyerahkan Yesus kepada mereka untuk disalibkan. Mereka menerima Yesus. (17) Sambil memikul salibNya Ia pergi ke luar ke tempat yang bernama Tempat Tengkorak, dalam bahasa Ibrani: Golgota”.
I) Pemikulan salib oleh Yesus.
1) Pelaksanaan hukuman mati yang dilakukan secepat mungkin.
Dari Kitab Suci, khususnya dari Injil Yohanes, terlihat bahwa begitu Pontius Pilatus menyetujui hukuman mati bagi Yesus, maka hukuman mati itu cepat-cepat dilakukan. Spurgeon mengatakan bahwa dalam semua negara yang beradab, selalu ada jangka waktu tertentu antara vonis hukuman mati dan pelaksanaan hukuman mati tersebut. Ini untuk memungkinkan adanya hal-hal baru yang muncul, yang bisa membatalkan hukuman mati tersebut. Tetapi dalam kasus Yesus, itu tidak terjadi. Mereka cepat-cepat berusaha melaksanakan hukuman mati tersebut.