F O K U S

Nabi Daud Tentang Siapakah Kristus

Ia Adalah Seorang Nabi Dan Ia Telah   Melihat Ke Depan Dan Telah Berbicara Tentang Kebangkitan Mesias Oleh: Blogger Martin Simamora ...

0 TUHAN Tidak Mahatahu Karena “Sang Juru Selamat Bukan Dipilih Sebelumnya??” (Bagian 3)



Oleh: Martin Simamora

TUHAN Tidak Mahatahu Karena “Sang Juru Selamat Bukan  Dipilih  Sebelumnya??”
(Bagian 3)


1 Petrus 1:20  Ia telah dipilih sebelum dunia dijadikan, tetapi karena kamu baru menyatakan diri-Nya pada zaman akhir.



Bacalah lebih dulu bagian 2B


“Ia Telah Dipilih Sebelum... (proegnōsmenou)”
Teks ini  sendiri sudah demikian luar biasa sebab sedang membicarakan “hal” masa depan atau akan datang nun jauh di sana namun dalam bingkai sebelum dunia dijadikan atau diciptakan. 


Ketika berbicara “pengetahuan Allah  sebelumnya”  maka haruslah diketahui bahwa tidak ada hal apapun yang dapat kita ketahui terkait jenis  pengetahuan ini selain  dari informasi yang disingkapkan oleh Tuhan sendiri, dalam Alkitab saya dan anda. Teks ini juga menjadi sebuah peringatan bahwa pengetahuan sebelum pada Tuhan tidaklah sama  dengan manusia memiliki pengetahuan sebelumnya. Pada manusia “pengetahuan sebelumnya” dapat terjadi karena terlebih dahulu memiliki atau menggali informasi berdasarkan data aktual atau pada peristiwa aktual dan bahkan perlu mengalami interaksi dengan orang aktual agar dapat memiliki semacam “pengetahuan sebelumnya” secara cukup baik dan spesifik. Misal saja, seorang kandidat pegawai harus terlebih dahulu mengirimkan CV agar perusahaan atau bagian SDM dapat memiliki pengetahuan sebelumnya atas diri anda, untuk kemudian dapat menentukan apakah kira-kira anda akan dipanggil untuk wawancara sebab dinilai layak dan bernilai berdasarkan  "pengetahuan sebelumnya" tersebut. Pengetahuan sebelumnya semacam ini, penting bilamana kandidat tertentu  pada akhirnya dipilih dan diterima. Sedari awal perusahaan mengupayakan dapat mengukur sejumlah kemungkinan terkait bagaimana kandidat tersebut akan berkontrubusi memenuhi pengharapan perusahaan. Pada Tuhan, tidak demikian dan sama sekali tidak demikian sebab “pengetahuan sebelum yang dimilikinya” tak memerlukan keberadaan aktual subyek dan peristiwa aktual yang dilakukan subyek dan sebagai sebuah peristiwa didalam sejarah. Allah tidak perlu lebih dahulu melihat anda secara visual sepemandangan mata untuk berbuat sesuatu baru kemudian Dia dapat tahu dan berencana untuk bertindak. Faktanya tidak! Bahkan Dia memutuskan tindakan kasihNya bukan karena Dia tahu manusia akan menerimaNya, tetapi karena tahu bahwa manusia akan menyalibkanNya! Kasih KaruniaNya berdasarkan kemauanNya sendiri!

Sebab terkait Sang Penebus yang muncul dalam proginosko atau pengetahuan Allah sebelumnya, maka kemunculan Sang Penebus bukan sekedar sebuah pengetahuan sebelumnya  untuk hal akan datang  namun.Sang Penebus itu sendiri secara aktual telah ada, sudah ada  sebagaimana Allah ada. Pengetahuan Allah sebelumnya terkait hal di masa mendatang menjadi lebih dari sekedar pengetahuan namun sudah mengandung rencana dan kehendak pada hal yang paling substansi: Sang Penebus telah ada sementara bumi, waktu, manusia dan sejarah pun belum ada. Apalagi dosa.

0 TUHAN Tidak Mahatahu Karena Dia “Tidak Selalu Tahu??” (Bagian 2B)




Oleh : Martin Simamora

TUHAN Tidak Mahatahu Karena Dia  “Tidak Selalu Tahu??”
(Bagian 2B)

Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian... Siapakah yang mengabarkan dari dahulu kala hal-hal yang akan datang?- Yesaya 44:6-8


Bacalah lebih dulu bagian2A


Pertanyaan penting yang perlu ditanyakan adalah: siapakah? Siapakah yang berkata perihal-perihal akan  datang  kepada Yehezkiel yang di dalamnya terkandung sebuah kosa kata “berangkali”? Bisakah anda menjawabnya? Yehezkiel 12  pada pangkalnya telah memberikan jawabannya:

Yehezkiel 12:1 “Lalu datanglah firman TUHAN kepadaku:”

dan kemudian  ayat 2-28, kita akan melihat dan membaca apa yang menjadi isi FIRMAN itu. Yesaya 43:11-12 menegaskan bahwa AKU ADALAH AKU saja yang berfirman atau berkata, Bukan allah asing. 


Mengapa penting memperhatikan 12:1? Mengapa penting untuk mengetahui sumber perkataan-perkataan (yang di dalamnya mengandung kata “barangkali”) pada ayat 2-18? Itu penting, sebab TUHAN sendiri mengatakan penting untuk mengetahui bahwa hanya Dia satu-satunya yang mengatakan firman berkuasanya yang penuh dengan kemahatahuanNya kepada manusia. Dia menginginkan manusia-manusia yang kepadanya Dia pilih kepada mereka Dia berbicara untuk juga mengetahui bahwa Dialah yang berbicara:

Yesaya 44:6-8
Beginilah firman TUHAN, Raja dan Penebus Israel, TUHAN semesta alam: "Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada Allah selain dari pada-Ku. Siapakah seperti Aku? Biarlah ia menyerukannya, biarlah ia memberitahukannya dan membentangkannya kepada-Ku! Siapakah yang mengabarkan dari dahulu kala hal-hal yang akan datang? Apa yang akan tiba, biarlah mereka memberitahukannya kepada kami! Janganlah gentar dan janganlah takut, sebab memang dari dahulu telah Kukabarkan dan Kuberitahukan hal itu kepadamu. Kamulah saksi-saksi-Ku! Adakah Allah selain dari pada-Ku? Tidak ada Gunung Batu yang lain, tidak ada Kukenal!"


Salah satu karakteristik  pada AKU ADALAH AKU  yang berfirman adalah: Dia memegang kendali hal-hal yang akan datang sebagai yang ketibaannya atau keterwujudan hal yang akan datang itu sebagai sebuah kepastian. Sebab masa depan berasal atau keluar dari dalam dirinya, dan peristiwa-peristiwa kosmos terjadi dalam ruang dan waktu yang berasal atau keluar dari dirinya. Sebelum sejarah ada Dia sudah menuliskan sejarah dunia akan seperti apakah. Sejarah yang berdinamika oleh aktivitas-aktivitas manusia dan aktivitas-aktivitas alam  ada di dalam perkataanNya- firmanNya;  semua berlangsung dalam sebuah kendali kuasa firmannya atau kendali kuasa perkataannya, dan perhatikanlah hal ini:
Anchor of Life Fellowship , Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri - Efesus 2:8-9