F O K U S

Nabi Daud Tentang Siapakah Kristus

Ia Adalah Seorang Nabi Dan Ia Telah   Melihat Ke Depan Dan Telah Berbicara Tentang Kebangkitan Mesias Oleh: Blogger Martin Simamora ...

Showing posts with label R.C. Sproul. Show all posts
Showing posts with label R.C. Sproul. Show all posts

0 Kejatuhan Orang Percaya



Oleh: Dr. R.C. Sproul

Kejatuhan  Orang Percaya


Kita mungkin hidup dalam sebuah budaya yang percaya bahwa setiap orang akan diselamatkan, bahwa kita “dibenarkan oleh kematian” dan yang perlu anda lakukan  untuk pergi ke sorga adalah mati, tetapi firman Tuhan secara pasti tidak memberikan kepada kita kenyamanan hebat semacam ini untuk dipercayai. Sebuah pembacaan Perjanjian Baru yang  seksama dan tulus memperlihatkan bahwa Rasul-Rasul telah diyakinkan bahwa tak seorangpun dapat pergi ke sorga  kecuali mereka percaya kepada Kristus saja demi keselamatan mereka:


Yohanes 14:6 Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

Roma 10:9-10 Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.

Mengacu pada sejarah, orang-orang Kristen Injili pada umumnya sepakat pada poin ini. Posisi mereka menjadi berbeda kala pada posisi soal keamanan keselamatan. Orang yang bersepakat bahwa hanya mereka yang percaya kepada Yesus akan diselamatkan telah mengalami ketaksepakatan pada apakah setiap orang yang sungguh-sungguh percaya kepada Kristus dapat kehilangan keselamatannya.

0 Kelegaan Pada Doa Yesus



Oleh: Dr. R.C. Sproul

Kelegaan Pada Doa Yesus


Sebagai pelayan yang ditahbiskan, saya memiliki pengalaman  menjelajahi firman-firman Tuhan dengan sejumlah orang untuk membantu mereka melihat apa yang Tuhan  pasti katakan mengenai beragam subyek.


Selama bertahun-tahun, salah satu pertanyaan yang paling umum yang telah ditanyakan kepadaku, berkaitan dengan makna karya Kristus bagi keamanan keselamatan orang percaya. Perjanjian Baru memberikan kita banyak kategori untuk memahami bahwa  mereka yang sungguh-sungguh telah diselamatkan akan dipelihara/dijagai tetap bertahan (persevere) oleh Tuhan. Ada kategori justifikasi, yang mengatakan kepada kita bahwa kita telah menerima kebenaran yang dikerjakan oleh dan dimiliki oleh Kristus pada diri kita sendiri sehingga memiliki kebenaran yang sekualitas dengan Kristus manakala kita beriman kepada Yesus, sehingga kita memiliki kesempurnaan Allah pada diri kita ( 2 Korintus 5:21, Roma 3:21-22) dan dengan demikian  berdamai dengan Allah—bukan sebuah  gencatan senjata yang dapat dirusak oleh provokasi yang terkecil sekalipun, tetapi sebuah damai kekal dimana Tuhan tidak pernah mengacungkan tangan menentang kita kembali :


Roma 5:1 Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus.
NIV Therefore, since we have been justified through faith, we have peace with God through our Lord Jesus Christ,
KJV Therefore being justified by faith, we have peace with God through our Lord Jesus Christ:

0 Meneropong Hal Buruk Dalam Tujuan-Tujuan Allah



Oleh : Dr. RC Sproul

Meneropong  Hal Buruk Dalam Tujuan-Tujuan  Allah


Mengapa?” Pertanyaan sederhana ini dijejali dengan asumsi-asumsi  yang   disebut “teleology”oleh para filosofer. Teleology, yang berasal dari kata Yunani untuk “sasaran yang hendak dicapai” atau  arah yang dibidik” (telos), adalah   studi tujuan. Pertanyaan-pertanyan “mengapa” adalah pertanyaan-pertanyaan tujuan. Kita mencari alasan- alasan untuk  hal-hal yang terjadi sebagaimana adanya. Mengapa hujan turun? Mengapa bumi berputar pada porosnya? Mengapa kamu berkata demikian?


Ketika kita mengangkat pertanyaan tujuan, kita sedang memedulikan sasaran-sasaran, maksud-maksud, dan tujuan-tujuan. Semua istilah ini menyiratkan  intensi atau kehendak. Kata-kata ini  membawa makna ketimbang ketidakbermaknaan. Meskipun upaya-upaya para filosofer nihilis untuk menyangkali  bahwa apapun juga memiliki makna dan signifikansi ultimat. Pertanyaan  mengapa?” yang selalu ada di setiap masa , memperlihatkan bahwa para  filsuf itu belum jua sukses sepenuhnya dalam menjawab. Faktanya  bahkan  pertanyaan gegabah dilemparkan oleh si sinis dengan “mengapa tidak?” yang merupakan sebuah selubung tipis yang menutupi komitmen terhadap tujuan. Untuk menjelaskan  mengapa, kita tidak sedang melakukan sesuatu, yaitu  untuk memberikan  sebuah alasan atau maksud untuk tidak melakukannya. Tujuan masih tetap ada dalam latar belakang. Manusia adalah  mahkluk hidup yang  berkomitmen terhadap tujuan. Kita melakukan hal-hal untuk sebuah tujuan—dengan sejumlah macam  sasaran yang hendak dicapai  dalam pikiran.

0 Q&A : Apakah Alkitab mengatakan bahwa manusia pada dasarnya baik atau pada dasarnya jahat?

Oleh : Doug Ledbetter





Apakah Alkitab  mengatakan bahwa  manusia pada dasarnya baik atau pada dasarnya jahat?




Kita semua adalah orang-orang berdosa. Kita semua secara total (namun belum secara gamblang atau blak-blakan terlihat)  sangat jahat atau rusak secara moral. Dosa pertama Adam dan Hawa telah   mempengaruhi semua manusia masa mendatang. Akibat dosa ini adalah:  bahwa setiap orang  lahir dengan  sebuah  natur berdosa dan rusak.  Akibat ini dikenal sebagai dosa asal.

Roma 5:12-19
(12) Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa. (13) Sebab sebelum hukum Taurat ada, telah ada dosa di dunia. Tetapi dosa itu tidak diperhitungkan kalau tidak ada hukum Taurat. (14) Sungguhpun demikian maut telah berkuasa dari zaman Adam sampai kepada zaman Musa juga atas mereka, yang tidak berbuat dosa dengan cara yang sama seperti yang telah dibuat oleh Adam, yang adalah gambaran Dia yang akan datang.

0 SEBUAH PENGHARAPAN PASTI AKAN MASA DEPAN

Oleh : Dr. R.C Sproul

"...Saya sedang membicarakan manusia  sabar  yang paling terkenal di sepanjang masa—Ayub. Jika pernah ada seorang pria dipanggil untuk menggantungkan imannya dan  pengabdiannya kepada Tuhan ditengah-tengah  penderitaan, itu adalah Ayub...

...Ayub bukan sabar dalam arti bahwa dia memiliki sebuah senyum plastik  pada wajahnya dan bersiul-siul disepanjang kesengsaraan dan penderitaan. Sebaliknya, Ayub sabar dalam arti bahwa dia telah melakukan dua hal: dia telah bergantung pada Tuhan dan dia telah menolak untuk mengutuk Tuhan.


...Ditengah-tengah kesengsaraan yang luar biasa buruk dia berteriak,”Walaupun dia (Tuhan) membunuhku, aku akan berharap padanya”..."


S
aya telah  berbicara di  lebih banyak konferensi-konferensi daripada apa yang dapat saya ingat, dan salah satu peristiwa yang sangat  menarik dari  acara-acara tersebut adalah  menandatangani buku para peserta acara yang  mendatangi para pembicara konferensi dan para pembicara menandatangani buku-buku mereka.  Hal menandatangani ini  sebuah kesempatan khusus karena  mereka sekilas menunjukan dampak pada diri mereka  dari kata-kata yang telah disampaikan oleh pembicara. Saya telah bercakap-cakap dengan para seminaris, para ibu yang telah bercucu,para pebisnis, dan siapa saja yang dapat kamu pikirkan selama menandatangani buku-buku ini. Pada satu kesempatan, anak-anak bahkan memberikanku gambar-gambar yang mereka gambarkan untukku.

0 Martin Luther dan Justifikasi Hanya Oleh Iman

Oleh : Budi Asali, M.Div

Dalam Diet of Worms itu, pada waktu ia diminta untuk menarik kembali buku-bukunya / ajarannya, ia berkata:

“Unless I am refuted and convicted by testimonies of the Scriptures or by clear arguments (since I believe neither the Pope nor the councils alone; it being evident that they have often erred and contradicted themselves), I am conquered by the Holy Scriptures quoted by me, and my conscience is bound in the word of God: I can not and will not recant any thing, since it is unsafe and dangerous to do any thing against the conscience”




I) Kelahiran dan masa muda Luther:

Martin Luther dilahirkan pada tanggal 10 Nopember 1483, di Eisleben, di propinsi Saxony, Prussia / Jerman (dimana ia nantinya mati pada tanggal 18 Februari 1546), dan keesokan harinya ia dibaptiskan. Ia adalah anak pertama dan ia mempunyai 3 saudara laki-laki dan 3 saudara perempuan. 6 bulan setelah kelahirannya, keluarganya pindah dan menetap di Mansfield. Keluarganya adalah orang-orang kelas bawah yang amat miskin, tetapi jujur, rajin, dan saleh. Luther tidak pernah merasa malu terhadap asal usulnya yang rendah itu.

Luther mengalami masa kecil yang keras, tanpa kenangan manis, dan ia dibesarkan dibawah disiplin yang sangat keras. Ibunya pernah menghajarnya sehingga mengeluarkan darah hanya karena ia mencuri kacang, dan ayahnya pernah mencambuknya dengan begitu hebat sehingga menyebab-kan ia lalu lari meninggalkan rumahnya, tetapi ia mengerti akan maksud baik mereka.

0 Kapankah Kita Menyikapinya Secara Tegas atau Lemah Lembut?

Oleh : Dr. R.C Sproul


…. terhadap para ahli taurat dan orang-orang Farisi. Ketika Yesus berurusan dengan orang-orang ini, Dia tidak  memberi ruang sama sekali bagi mereka dalam menghadapinya…. Ada banyak ketidaksepakatan-ketidaksepakatan yang kita miliki dengan saudara-saudara kita… tetapi juga yang kita miliki dengan mereka yang mengklaim menjadi saudara-saudara kita   tetapi yang pada kenyataannya  adalah serigala-serigala  berpakaian domba.

Setiap kali saya membaca  Injil-Injil, saya terpana oleh bagaimana Yesus terlihat mendapatkan dirinya sendiri  ada di tengah-tengah kontroversi kemanapun Dia pergi. Saya juga  terperanjat oleh bagaimana Yesus telah menangani  setiap kontroversi secara berbeda. Dia tidak mengikuti Leo ‘Sang Bibir” DeRosier, mantan manajer New York Giants dan memperlakukan setiap orang yang dia temui dalam cara yang sama. Walaupun Dia   mengharapkan setiap orang untuk bermain dengan aturan-aturan yang sama, Dia telah menggembalakan orang berdasarkan kebutuhan-kebutuhan spesifik mereka.


Perjanjian Lama menggambarkan Gembala yang Baik sebagai Orang yang  membawa sebuah  gada dan sebuah tongkat, karena tanggungjawab-Nya adalah untuk memandu domba-Nya dan untuk melindungi mereka dari serigala-serigala yang rakus sekali ( Mazmur 23:4).

0 Yesus Kristus, Dia yang Diurapi

Oleh : Dr. R.C Sproul


Messiah
. Mashiach pada gilirannya berkaitan dengan kata kerja  Ibrani masach, yang berarti “mengurapi.” Oleh karena itu, ketika Perjanjian Baru berbicara Yesus Kristus, hendak mengatakan “Yesus sang Mesias,” yang secara harfiah bermakna, “ Yesus  Dia yang diurapi.”…. Tetapi orang Israel   mengharapkan  individual yang telah dijanjikan itu tidak sekedar menjadi seorang mesiah tetapi sang Mesiah, … menjadi Nabi, Imam, dan Raja mereka.


Di seluruh Perjanjian Baru, kita menemukan banyak  gelar bagi Yesus dari Nazaret—“Anak Allah,” “Anak Manusia,” “Tuan,” dan lain-lain. Akan tetapi, gelar yang diberikan kepada Yesus yang paling sering dalam Perjanjian Baru adalah yang  familiar bagi kita, tetapi ada satu yang tidak kita mengerti dengan baik.  Itu adalah gelar “Kristus.”



Mengapa saya mengatakan kita tidak memahami gelar ini secara baik? Dikatakan demikian karena “Kristus”  kerap digunakan  bersama dengan “ Yesus”  sehingga kita cenderung berpikir bahwa Kristus adalah nama belakangnya. Akan tetapi , “Kristus” bukan sebuah nama kedua bagi Yesus; Dia   dikenal sebagai “Yesus Bar-Yusuf,” artinya “Yesus , putera Yusuf.”  Sebaliknya, “Kristus” adalah gelar tertinggi. Tetapi apakah maknanya?

0 REVOLUSI BUDAYA

Oleh : DR. R.C Sproul

Hari ini orang sangat sulit membaca sebuah novel, menonton program televisi, menonton sebuah filem di layar perak, atau bahkan melihat iklan-iklan di majalah-majalah dan di toko-toko tanpa secara  nyata dan gamblang menyadari pergeseran radikal ini. Seks adalah penjual nomor satu

Credit :http://blogs.lt.vt.edu

Pada awal tahun 1950-an fenomena siaran televisi mulai menyapu Amerika.  Akan tetapi pada awal era tersebut, hanya segelintir rumah tangga Amerika yang bangga memiliki seperangkat  televisi. Pada masa tersebut, sebuah  larangan diberlakukan dengan melarang jaringan-jaringan televisi menggunakan  kata “virgin” (perawan) dalam siaran televisi. Penyensoran kata ini dijelaskan dalam hubungannya dengan istilah-istilah yang lekat berhubungan dengan  hal-hal seksualitas. Menjadi demikian sensitifnya, para produser  televisi mula-mula cenderung menyinggung etika dan  adat istiadat masyarat Amerika bahwa kata-kata itu terlihat tidak berbahaya seperti halnya kata “virgin” yang  telah  disingkirkan dalam siaran untuk menjaga  kemungkinan lebih jauh  sindiran-sindiran seksual yang mungkin.


Secara menyolok, kita kini telah begitu jauh dari era Ozzie and Harriet  dan pemunculan perdana siaran televisi( ini adalah sebuah serial sitcom perdana yang pada perkembangannya merekam kehidupan aktual para pemainnya, disiarkan pertama kali oleh ABC pada 3 Oktober 1952- 26 Maret 1966, info lebih lanjut bisa dibaca di sini).  Akan tetapi, sejak saat itu, budaya Amerika telah   melintasi revolusi budaya yang paling radikal dalam sejarahnya. Revolusi budaya pada dekade enampuluhan dipenuhi dengan pergolakan terkait adat istiadat seksual. Pantangan-pantangan yang  lama terhadap hubungan seksual pramarital (sebelum menikah) dan ekstramarital ( diluar ikatan pernikahan) telah dihancurkan oleh etika seks yang baru. 

0 BERPIKIR SEPERTI YESUS

Oleh : DR. R.C Sproul



Beberapa tahun lampau, saya diminta untuk menyampai pidato pembuka dalam sebuah prosesi wisuda di sebuah seminari teologia terkemuka di Amerika. Dalam pidato tersebut, saya berbicara mengenai peran logika dalam interpretasi bibilikal, dan saya  memohon kepada para seminari untuk  memasukan program  Logika dalam kurikulum yang mereka perlukan. Dihampir semua program studi seminari, para siswa disyaratkan untuk mempelajari sesuatu yang terkait dengan bahasa asli Alkitab, Ibrani dan  Yunani. Mereka diajarkan untuk melihat latar belakang sejarah teks, dan mereka belajar prinsip-prinsip dasar interpretasi. Semua ini penting dan merupakan kemahiran-kemahiran yang bernilai untuk menjadi pelayan-pelayan Firman Tuhan yang baik.  Akan  tetapi, alasan utama mengapa kesalahan-kesalahan dalam interpretasi biblikal terjadi bukan karena pembaca terbatas pengetahuan bahasa Ibrani atau lingkup situasi  kitab biblikal itu ditulis.  Penyebab nomor satu kekeliruan memahami  kitab suci menghasilkan kesimpulan yang tidak sah dari  teks. Ini adalah keyakinanku yang kokoh bahwa kesalahan-kesalahan penyimpulan ini  kelihatannya tidak akan terjadi  jika  para  penafsir biblikal lebih diperlengkapi dengan prinsip-prinsip dasar logika.


Mari saya berikan sebuah contoh  dari jenis kesalahan penyimpulan yang  terpikirkan. Saya meragukan, saya  pernah berdiskusi  mengenai pertanyaan atas  kedaulatan pemilihan Tuhan tanpa pernah  ada seseorang tidak mengutipkan Yohanes 3:16 dan berkata, “Tetapikan Alkitab berkata bahwa Tuhan begitu mengasihi dunia  sehingga Dia telah memberikan Anak-Nya yang tunggal sehingga barang siapa yang percaya kepada-Nya tidak akan binasa tetapi memiliki hidup yang kekal”? Saya   akan segera menyetujui memang demikian Alkitab berkata.

0 Ketika Menara-Menara Runtuh

Oleh : DR. R.C Sproul

Foto : © Reuters/CORBIS

Ketika  sebuah malapetaka terjadi di dunia kita, peristiwa ini  pada dasarnya pasti  memunculkan sebuah pertanyaannya : “Dimanakah Tuhan saat itu?” Orang kelihatannya selalu mempertanyakan bagaimana Tuhan yang baik  membiarkan sebuah hal mengerikan terjadi.


Pertanyaan yang sama juga mengemuka  pada era Yesus, seperti yang kita lihat dari sebuah insiden yang dicatat dalam Injil Lukas:
(1) Pada waktu itu datanglah kepada Yesus beberapa orang membawa kabar tentang orang-orang Galilea, yang darahnya dicampurkan Pilatus dengan darah korban yang mereka persembahkan. (2) Yesus menjawab mereka: "Sangkamu orang-orang Galilea ini lebih besar dosanya dari pada dosa semua orang Galilea yang lain, karena mereka mengalami nasib itu? (3) Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian. (4) Atau sangkamu kedelapan belas orang, yang mati ditimpa menara dekat Siloam, lebih besar kesalahannya dari pada kesalahan semua orang lain yang diam di Yerusalem? (5) Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian."

0 JANGAN TAKUT !


Oleh : DR. R.C Sproul



Kita adalah manusia-manusia fana yang rapuh, dipenuhi dengan  ketakutan-ketakutan yang seperti apapun juga. Kita memiliki ketidakamanan yang  memang  menjadi bagian tak terpisahkan sehingga  seberapa banyakpun siulan dalam kegelapan  tak mampu meredakan ketakutan kita. Kita mencari jaminan atau kepastian terkait hal-hal yang  paling menakutkan.


Larangan  tersebut telah disuarakan lebih sering daripada larangan lainnya oleh Yesus Kristus yang  merupakan perintah,   Jangan takut …” Dia telah mengatakan hal ini begitu seringnya kepada murid-murid-Nya dan orang-orang lain yang Dia jumpai sehingga larangan ini menjadi terdengar bagaikan sebuah ucapan salam. Dimana orang pada umumnya  mengucapkan salam kepada orang lain dengan berkata “Hai” atau “Halo,” kata-kata pertama  yang diucapkan Yesus paling sering adalah “Jangan takut.”

0 Yesus : Satu-Satunya Juru Selamat

Oleh : DR. R.C Sproul

Saya tidak dapat membayangkan ada sebuah afirmasi  yang dapat menimbulkan   resistensi yang lebih besar dari orang-orang  Barat masa kini dibandingkan dengan  afirmasi yang Paulus buat dalam 1 Timotius 2:5 :” Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus.” Deklarasi ini sempit dan  benar-benar  bukan lazimnya pandangan orang Amerika.  Kita telah demikian dibanjiri dengan  sudut pandang bahwa ada banyak  jalan yang menuju ke surga, dan Tuhan itu tidaklah sesempit itu sehingga Dia mensyaratkan kesetiaan hanya pada satu jalan keselamatan. Jika ada yang menyerang pada akar pohon pluralisme  dan relativisme, inilah klaim  eksklusifitas terhadap agama manapun. Sebuah pernyataan seperti yang telah  dibuat  Paulus dalam suratnya yang pertama kepada Timotius dipandang sebagai  fanatik  dan penuh kebencian.

0 LEBIH DARIPADA PENAKLUK

ilustrasi foto : redbull.com

“Jika anda memilikinya, anda tidak pernah kehilangannya; jika anda kehilangannya, anda tidak akan pernah memilikinya.” Kata bernas atau bijak ini memberikan ungkapan pada doktrin dalam gereja yang beberapa gereja menyebutnya doktrin keamanan kekal, sementara yang lainnya merujuknya sebagai “ketekunan orang-orang kudus.” Diantara kelompok yang terakhir ini, ketekunan orang –orang kudus –Perseverence of the saints-melengkapi poin kelima dari apa yang disebut “lima poin  Calvinisme” yang dikemas dalam akronim TULIP- “P” poin yang terakhir, untuk “perseverance of the saints” Cara lainnya untuk mengungkapkan doktrin dalam kategori amsal adalah dengan frasa, “ sekali didalam anugerah, selalu didalam anugerah.”


Ide ketekunan orang-orang kudus dibedakan dari doktrin  jaminan keselamatan ( assurance of salvation), walaupun  doktrin ini tidak pernah dipisahkan satu sama lain. Ada orang-orang Kristen dalam sejarah  gereja yang menegaskan bahwa seorang Kristen dapat memiliki jaminan keselamatannya, tetapi jaminannya ini hanya sementara. Orang dapat tahu bahwa dia dalam sebuah kondisi anugerah pada hari ini, tetapi dengan pengetahuan itu, atau jaminan, tidak  ada jaminan lebih lanjut bahwa dia akan tetap berada dalam kondisi anugerah pada esok hari atau pada hari berikutnya, atau hingga meninggal. Pada sisi lain,mereka yang percaya pada ketekunan orang-orang kudus juga percaya bahwa orang dapat memiliki jaminan keselamatan, tidak hanya untuk hari ini, tetapi selama-lamanya. Sehingga, kembali, kita melihat ketekunan dibedakan dari jaminan tetapi tidak pernah dapat diceraikan satu sama lain.

0 Atribut-Atribut Tuhan (6) : Tuhan Kita yang Tidak Terbatas


Oleh : DR. R.C.Sproul

Bacalah terlebih dahulu bagian pertamakedua , ketiga. keempat dan kelima dari serial perkuliahan oleh  R.C Sproul. Tidak dianjurkan mempelajarinya secara parsial mengingat semua terminologi yang dimunculkan  saling  bertemalian.


 
NASA : M51 Hubble Remix

Kata Pengantar

Ketakterbatasan adalah salah satu dari konsep-konsep yang paling sukar bagi kita -mahluk manusia untuk  mempertimbangkannya dengan perhatian yang  terus-menerus. Secara definisi ketakterbatasan adalah sebuah konsep yang bekerja melampaui keterbatasan pemahaman kita. Dalam pelajaran ini, DR. Sproul  memperkenalkan konsep atribut Tuhan, ketakterbatasan.



Tujuan-Tujuan Belajar

1. Untuk memperkenalkan konsep ketakterbatasan
2. Untuk memahami dan menjadi mampu untuk menjelaskan kesulitan memahami konsep ini.
3. Menjadi mampu untuk mendefinisikan makna atribut-atribut ini

0 Menangani Secara Bijaksana Perkataan-Perkataan Hikmat Dalam Alkitab

Oleh : DR. R.C.Sproul


Setiap budaya nampaknya memiliki keunikan sendiri, kebijaksanaan yang dikumpulkan, pandangan-pandangan orang bijak yang sangat bernas. Kerap kali,   hikmat-hikmat pilihan ini diawetkan dalam bentuk Amsal. Kita memiliki perkataan-perkataan yang Amsal dalam kultur Amerika. Saya memikirkan perkataan seperti “A stitch in time saves nine” (maksudnya : jika anda memperbaiki sebuah masalah kecil secepatnya, masalah itu tidak akan menjadi masalah yang lebih besar nantinya- editor) atau “ A penny saved is a penny earned” ( maksudnya : adalah bijak untuk menabung uang).


Alkitab, tentu saja, pada keseluruhan bukunya memiliki kata-kata bernas/penuh makna semacam ini—Kitab Amsal. Akan  tetapi, kompilasi hikmat amsal ini berbeda dari semua kumpulan-kumpulan kata-kata bijak lainnya yang  tidak  hanya merefleksikan hikmat manusia tetapi hikmat ilahi, karena amsal-amsal ini diisnpirasikan oleh Tuhan.

0 Atribut- Atribut Tuhan (5) : Tuhan adalah Roh


Bacalah terlebih dahulu bagian pertamakedua , ketiga  dan keempat dari serial perkuliahan oleh  R.C Sproul. Tidak dianjurkan mempelajarinya secara parsial mengingat semua terminologi yang dimunculkan  saling  bertemalian.



Pesan Pengantar
Studi atribut-atribut Tuhan  terkadang dapat menjadi hal yang besar sekali dikarenakan sifat diskusinya yang begitu  abstrak dan teknis.  Namun demikian ada beberapa subyek studi yang  begitu menyenangkan. Dalam pelajaran ini, DR. Sproul mendiskusikan  apakah artinya mengaku bahwa Tuhan adalah Roh.


Tujuan-Tujuan Belajar

  1. Untuk memahami apakah yang kita maksud dan tidak maksudkan ketika kita merujuk Tuhan sebagai “Roh.”
     
  2. Menjadi mampu menjelaskan perbedaan antara roh kita dan Roh Tuhan.
  3. Untuk memahami  bagaimana menyembah Tuhan dalam roh dan kebenaran.

0 Atribut- Atribut Tuhan (4) : “AKU ADALAH” yang Agung

Oleh : DR. R.C.Sproul


Bacalah terlebih dahulu bagian pertamakedua   dan ketiga dari serial perkuliahan oleh  R.C Sproul


FOTO : earthgauge.net


Pesan Pengantar

Siapakah Tuhan yang kita sembah ini? Alkitab menyingkapkan banyak deskripsi tentang Tuhan, tetapi apakah Dia memiliki sebuah nama? Dalam pelajaran ini, DR. Sproul mendiskusikan nama pribadi Tuhan dan apakah maknanya bagi orang-orang Kristen untuk mengetahui Dia yang berkata tentang diri-Nya sendiri, “AKU ADALAH.”


Tujuan- Tujuan Belajar

  1. Untuk memahami signifikansi nama-nama biblikal. 
  2. Menjadi mampu mendefinisikan makna nama Yahweh  
  3. Menjadi mampu  mengiktisarkan konsep eksistensi atau keberadaan berasal  dirinya sendiri dan tidak memiliki sumber lain selain dirinya sendiri- aseity (latin)

0 Atribut-Atribut Tuhan (3) : Mirip, Tetapi Sangat Berbeda


Bacalah terlebih dahulu bagian pertama dan  kedua dari serial perkuliahan oleh  R.C Sproul

Tibet - maxgarber.com

Kata Pengantar:

Salah satu doktrin-doktrin utama yang kita jumpai ketika kita mulai membaca Kitab suci adalah: bahwa manusia diciptakan dalam citra Tuhan. Meskipun doktrin ini  dalam bab-bab pertama Genesis/Kejadian memberitahukan kepada kita banyak  hal mengenai manusia, juga memberitahukan kepada kita sesuatu  tentang  Tuhan. Dalam pelajaran ini, DR. Sproul mengeksplorasi bagaimana keserupaan kita dengan Tuhan membuat bahasa yang dapat dimengerti mengenai Tuhan menjadi mungkin.


Tujuan-Tujuan Belajar

  1. Untuk memperkenalkan konsep citra Tuhan. 
  2. Menjadi mampu mendefinsikan tiga bentuk  berbeda dalam bahasa.
  3. Menjadi mampu menjelaskan penggunaan analogi dalam hubungannya dengan bahasa kita mengenai Tuhan.


Kutipan-Kutipan

Our greatest claim to nobility is our created capacity to know God, to be in personal relationship with him, to love him and to worship him. — John R.W. Stott


Klaim  kita yang terbesar untuk  kualitas kemuliaan adalah  kapasitas kita yang telah diciptakan untuk mengenal Tuhan, berada dalam hubungan personal dengan dia, untuk mencintai dia dan untuk menyembah dia.—John R.W Stott

0 Atribut-Atribut Tuhan (2) : Sempurna Secara Sempurna

Oleh : DR. R.C.Sproul

Bacalah terlebih dahulu bagian pertama dari serial perkuliahan oleh  R.C Sproul

www.astro.keele.ac.uk

Kata Pengantar

Istilah paling fundamental dalam kosa orang Kristen manapun adalah “Tuhan.”  Tetapi siapa atau apakaha Tuhan? Bagaimana kita sebagai orang-orang Percaya mendefinisikan Tuhan, DR.Sproul mendiskusikan  beberapa kesulitan yang melingkupi manusia dalam upaya untuk mendefinisikan Dia yang  secara absolut sempurna.

Tujuan-Tujuan Belajar

  1. Menjadi dapat menjelaskan  kesulitan-kesulitan  melekat yang terdapat dalam berbagai upaya manusia untuk mendefinisikan Tuhan.
  2. Untuk memahami apa yang kita maksudkan ketika kita  berkata “manusia” sebagai berlawanan terhadap “ Yang Tertinggi.”
  3. Untuk memperkenalkan gagasan  Tuhan sebagai Yang  paling sempurna.


Kutipan-Kutipan

Kami percaya pada satu Allah, Bapa, Yang Mahakuasa, Pencipta surga dan bumi, semua yang, terlihat dan tak terlihat.   – Pengakuan Iman Nicea
Anchor of Life Fellowship , Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri - Efesus 2:8-9