0 “Keselamatan Kristus Juga Untuk Mereka Yang Tak Beriman Kepada-Nya” (3Q-3g6- Selesai)

Oleh: Martin Simamora



Bacalah lebih dulu bagian3Q-3g5


Yesus bukan saja menunjukan siapakah dia, namun apa yang juga begitu pentingnya bagi dunia ini, yaitu menunjukan bagaimanakah keadaan manusia itu di hadapan Allah. Tak satupun manusia yang dapat menunjukan kehakikatannya adalah mahkluk-mahkluk mati terhadap kehendak dan menggenapi kudus Allah. Manusia tak memiliki suara-suara didalam jiwanya sendiri untuk memerintahkan pada dirinya dalam kuasa penuh: datangilah Yesus dan ikutilah dia, apapun juga yang dikehendakinya. Yesus juga menunjukan ketakberdayaan manusia itu untuk mendengar dan melakukan; untuk menaati dan bertekun di dalam ketaatannya, sebab tak ada kehidupan pada jiwanya yang sehakikat dengan kehendak Allah. Begitu jauh dan begitu dalamnya ketakterjangkauan jiwa manusia itu untuk menyambut perintah-Nya, sekalipun Sang Kerajaan Allah begitu dekat, yang berbunyi: “Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya-Matius 7:13.” Tragedi manusia yang dianggap abstrak, kini begitu otentik. Kejatuhan Adam yang dikatakan menjalari seluruh generasi manusia:

Roma 5:12,14 Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa, (14) Sungguhpun demikian maut telah berkuasa dari zaman Adam sampai kepada zaman Musa juga atas mereka, yang tidak berbuat dosa dengan cara yang sama seperti yang telah dibuat oleh Adam, yang adalah gambaran Dia yang akan datang

Memang dipertontonkan begitu keras oleh Yesus dalam khotbah-Nya di bukit.


Memang benar, semua manusia setelah Adam tidak berbuat dosa sebagaimana Adam telah lakukan, tetapi tegas dinyatakan bahwa dosa bukan sekedar soal perbuatan yang melanggar ketetapan Allah,tetapi momentum berkuasanya maut atas segenap manusia. Maut mencengkram semua manusia. Itu sebabnya dalam epistel Ibrani, kematian Yesus begitu bertaut dengan problem abadi bagi manusia yang mustahil ditanggulanginya: “maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut-Ibrani 2:14, atau dalam  ucapan Yesus sendiri: “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup- Yoh 5:24.”


Perhatikan, sekali lagi, pandangan yang mengatakan bahwa manusia-manusia setelah Adam tidak dapat begitu saja ditanggungkan atas kesalahan yang tak diperbuatnya memang benar, tetapi ketika Adam melanggar ketetapan Allah ada sebuah hukum yang kemudian bekerja mulai saat generasi Adam hingga ke semua generasi: “maut telah berkuasa.” Inilah pemerintahan atas manusia, yang mencengkeram jiwa manusia. Yesus menyingkapkan ini dalam sebuah cara yang begitu kerasnya menunjukan ketakberdayaan manusia itu: “barang siapa mendengar perkataan-Ku, percaya kepada Dia yang mengutus Aku…. Sudah pindah dari maut.” Jadi dimanakah kediaman semua manusia itu? Di kediaman maut. Dalam kesempatan lain, perihal ini dinyatakan dalam realita seperti: kamu dari bawah, Aku dari atas atau ke tempat Aku pergi, kamu tidak dapat datang:

Yohanes 8:21 Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak: "Aku akan pergi dan kamu akan mencari Aku tetapi kamu akan mati dalam dosamu. Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang."


“Tidak mungkin.” Apanya yang tak mungkin? Tak mungkin bagi manusia itu untuk melepaskan diri dari kematian kekalnya untuk kemudian mendatangi kediaman Yesus.

Yohanes 8:23 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini


Manusia tak dapat beranjak untuk meninggalkan kediaman maut menuju kediaman kehidupan kekal. Mustahil. Mengapa mustahil? Bukan saja karena manusia itu berada di dalam cengkeraman maut, tetapi karena manusia tak mau mempercayai Yesus dari atas (hal yang pada hakikatnya memang mustahil): “Karena itu tadi Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu- Yoh 8:24." 


Perhatikan sekarang ada 2 hal fundamental:

Pertama: semua manusia di dalam maut, tak satupun yang tidak. Ini akibat dosa Adam yang melahirkan pemerintahan maut

Kedua: Setiap orang yang tidak percaya atau tidak mau beriman kepada Yesus, maka situasinya mati dalam dosamu. Ini adalah kematian yang sudah tanpa pengharapan sama sekali! Sudah mati, menjadi permanen mati.


Itu sebabnya, orang tak bisa sekedar mengalami perjumpaan yang humanis dengan Yesus; tak bisa sekedar mengalami perjumpaan dalam penghormatan; tak bisa sekedar mengalami perjumpaan hanya dengan “mencomot” gaya hidup atau kemurnian diri Yesus tanpa beriman padanya; tak bisa sekedar  mengalami perjumpaan hanya dengan mengakomodasi pengajaran Yesus dalam akomodasi-akomodasi  yang berlangsung didalam perjumpaan-perjumpaan lintas agama atau kepercayaan. Mengapa demikian? Karena Yesus berkata: “Aku akan pergi dan kamu akan mencari Aku tetapi kamu akan mati dalam dosamu. Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang- Yoh 8:21 [ Yoh 7:34].”



Perjumpaan dengan Yesus itu haruslah sebuah perjumpaan yang membuat dirimu itu  bukan saja sekedar mengikut Yesus tetapi memiliki kehidupan yang hanya ada pada Yesus [mutiara dan barang kudus]:


♦Yohanes 7:37 Yesus berdiri dan berseru: "Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum!


♦Yohanes 7:38 Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup."


Bagaimana bisa manusia-manusia yang mati terhadap kehendak kudus Allah itu menjadi haus – orang mati menjadi haus?? Maka, Ia harus mengalami  kehidupan dari Allah itu sendiri agar dapat datang dan minum karena haus atau merupakan kerinduan jiwanya, dan beginilah Yesus menjawab perihal ini:

♦Yohanes 6:37 Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang.


♦Yohanes 6:39 Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman.


♦Yohanes 6:41-44 Maka bersungut-sungutlah orang Yahudi tentang Dia, karena Ia telah mengatakan: "Akulah roti yang telah turun dari sorga." Kata mereka: "Bukankah Ia ini Yesus, anak Yusuf, yang ibu bapanya kita kenal? Bagaimana Ia dapat berkata: Aku telah turun dari sorga?" Jawab Yesus kepada mereka: "Jangan kamu bersungut-sungut. Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman.


Yesus berkata, setiap orang harus datang dan minum dari dirinya agar Ia dapat datang ke tempat di mana Ia berada; Yesus juga berkata bahwa semua manusia pada hakikatnya mati atau berada dalam maut, dan realita ini sungguh mustahil untuk mengakibatkan ekspektasi Yesus terjadi. Lalu bagaimanakah? Yesus berkata bahwa manusia-manusia mati atau dalam cengkeraman maut itu haruslah diserahkan Bapa kedalam tangan-Nya atau ditarik Bapa untuk datang kepadanya; dengan demikian saat Bapa menyerahkan diri manusia ke dalam Yesus maka kehidupan Ilahi dari Bapa membangkitkan manusia itu atau telah dipindahkan dari maut ke dalam hidup.


Jadi, dikatakan bahwa seseorang itu percaya kepada Yesus bukan pekerjaan dirinya, itu bukan isu bahwa ini adalah sebuah penekanan yang berlebihan pada kedaulatan Allah atau anugerah Allah yang ekstrim. Tidak sama sekali, karena apa yang hendak dikatakan lagi oleh anda saya kala Yesus berkata bahwa saya dan anda dari bawah dan anda dan saya tak dapat/tak mungkin datang ke tempat di mana Ia berada.


Apa lagi yang hendak saya dan anda perdebatkan kala Yesus berkata:

■"Sebab itu telah Kukatakan kepadamu: Tidak ada seorangpun dapat datang kepada-Ku, kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya- Yoh 6:65"


Bisakah anda menangkap betapa Yesus sedang membenturkan realita manusia-manusia yang dalam pelukan maut, memang sama sekali tak berdaya, kala ia berkata “SEBAB ITU TELAH KUKATAKAN KEPADAMU: TIDAK ada SEORANGPUN dapat DATANG kepada-Ku, kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepada-Nya.”



Bagaimana manusia dapat melepaskan diri dari jalan kebinasaan yang sekalipun telah diajarkannya sebagai sangat mematikan, namun masih juga dipilihnya: Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya- Mat 7:13.” Realita ini betul-betul identik dengan ini: “Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku, namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu- Yoh 5:39-40 [ bandingkan dengan Lukas 24:25,27, 44-45].


Dan percaya kepada Yesus yang demikian [memindahkan dari maut ke hidup kekal] melibatkan pemberian kuasa untuk hidup didalam kuasa hidup yang datang dari Bapa, yang memelihara dirinya untuk senantiasa hidup berjalan dalam kehendak Bapa, bukan dunia. Inilah sumber kekuatan pertarungan setiap orang-orang yang telah dipindahkan dari maut kedalam hidup sementara masih hidup dibawah sebagai anak-anak dari atas (Yoh 15:19), perhatikan ini:


Yohanes 7:38 Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup."


Percaya kepada Yesus itu skripturalis sekaligus peristiwa ilahi dalam diri manusia beriman. Dua ini penting dan tak boleh diabaikan satu sama lain, sebab berdasarkan skriptur, Sang Kristus  sendiri  telah menghakimi, dan berdasarkan Skripturlah, maka setiap orang-orang beriman menerima segala berkat kehidupan beriman selama ia di dunia ini, agar ia hidup bagi Kristus; agar ia berlari dalam dinamika kehidupan Kristus. Mari lihat ini, penjelasan injil Yohanes ini: “Yang dimaksudkan-Nya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepada-Nya; sebab Roh itu belum datang, karena Yesus belum dimuliakan- Yoh 7:39”. [Yesus Skripturalis, bukan hendak mengatakan bahwa Ia tunduk kepada kitab suci sebagaimana saya dan anda, namun bahwa Ia adalah Sang Penggenap Skriptur Kudus itu. Rasul Petrus  dapat melihat apa yang dilihat oleh Yesus, mengenai siapakah Sang Penulis Skriptur itu: “Keselamatan itulah yang diselidiki dan diteliti oleh nabi-nabi, yang telah bernubuat tentang kasih karunia yang diuntukkan bagimu. Dan mereka meneliti saat yang mana dan yang bagaimana yang dimaksudkan oleh Roh Kristus, yang ada di dalam mereka, yaitu Roh yang sebelumnya memberi kesaksian tentang segala penderitaan yang akan menimpa Kristus dan tentang segala kemuliaan yang menyusul sesudah itu. Kepada mereka telah dinyatakan, bahwa mereka bukan melayani diri mereka sendiri, tetapi melayani kamu dengan segala sesuatu yang telah diberitakan sekarang kepada kamu dengan perantaraan mereka, yang oleh Roh Kudus, yang diutus dari sorga, menyampaikan berita Injil kepada kamu, yaitu hal-hal yang ingin diketahui oleh malaikat-malaikat”- 1Pet 1:10-12. Jika Yesus terlihat begitu Skripturalis, karena Ia tahu bahwa Sang Penulis Agung-Nya adalah Roh Kudus yang menyaksikan tentang Yesus yang belum datang; tak mengherankan jika Roh Kudus setelah Yesus naik kembali ke sorga tetap mewartakan Yesus beserta penghakiman atas penolakannya: “tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu- Yoh 14:26; “Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman; akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku- Yoh 16:8-9]



Yesus datang untuk menggenapi kitab Taurat dan Kitab Para nabi dalam kesempurnaan konten dan waktu sempurna: “satu iota dan hingga kesudahan bumi.” Dalam kedudukan inilah Ia menghakimi; Ia menyatakan kehedak Bapa akan keselamatan; Ia melakukan dan mewujudkan bagaimana kehendak Bapa yang kasih itu dipenuhi dan bekerja di dalam  dirinya di dunia ini; Ia menyatakan bagaimana kehidupan orang beriman itu dalam sebuah unitas kehidupan kekal sekalipun di bumi, sebagaimana Kitab suci menyatakan: “Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup.”


Saat Ia berkhotbah di bukit, pada keseluruhannya menunjukan apakah yang harus dilakukan agar manusia itu memiliki kehidupan Allah di dalam dirinya sendiri (dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup), dan semua itu adalah percaya seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci [ini berbicara Perjanjian Lama, mengenai berita keselamatan berdasarkan kasih karunia Allah di dalam Sang Mesias]!


Sehingga, sebetulnya kehendak Yesus adalah penggenapan akan apa yang tertulis di dalam Hukum Taurat dan Kitab Para nabi:




Beriman Berdasarkan Kehendak Yesus

Memang, tak terelakan, pada akhirnya apa yang sedang diajarkan oleh Hukum Taurat dan Kitab Para nabi bahkan tepat didalam perintah-perintah kudus Allah yang gagal dipenuhi oleh manusia, sebagaimana telah Yesus tunjukan, pada dasarnya adalah pemberitaan mengenai dirinya yang akan datang untuk menggenapi segala sesuatu yang dikehendaki dan dituntut Allah sebagaimana dinyatakan oleh Hukum Taurat dan Kitab para nabi; menunjukan bahwa Ia satu-satunya yang tak dikuasai oleh pemerintahan maut sekalipun tubuh  fananya takluk pada hukum-hukum maut [dapat mengalami penderitaan yang paling menyengsarakan dan berjumpa dengan kematian!]. Tak pernah sekali saja, khotbah di atas bukit itu tak menunjukan dirinya adalah mahkota kegemilangan penggenapan hukum Taurat dan Kitab para nabi; itulah sebabnya Ia dapat berkata:


 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"- Mat 7:23


Bukan lagi Kitab Taurat dan bukan lagi Kitab Para nabi yang menerima kemuliaan penghakiman ini, tetapi dirinya sendiri! Perhatikan ini: “Bapa tidak menghakimi siapapun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak- Yoh 5:22”, “Bapa tidak menghakimi siapapun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak- Yoh 5:27,” ucapan  atau perkataan Yesus adalah hakim  pada pengadilan akhir kelak: “Barangsiapa menolak Aku, dan tidak menerima perkataan-Ku, ia sudah ada hakimnya, yaitu firman yang telah Kukatakan, itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman- Yoh 12:48.”


Hingga sekarang, firman yang telah dikatakan Yesus itu, masih dapat dijumpai  sebagai sebuah catatan tertulis, apa yang yang menghakimi dunia ini  hingga sekarang ada tertulis di dunia ini bagi dunia:


Yohanes 21:24 Dialah murid, yang memberi kesaksian tentang semuanya ini dan yang telah menuliskannya dan kita tahu, bahwa kesaksiannya itu benar. Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.


Wahyu 1:1-3 Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu. Yohanes telah bersaksi tentang firman Allah dan tentang kesaksian yang diberikan oleh Yesus Kristus, yaitu segala sesuatu yang telah dilihatnya. Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah dekat.


Roma 1:1-2 Dari Paulus, hamba Kristus Yesus, yang dipanggil menjadi rasul dan dikuduskan untuk memberitakan Injil Allah. Injil itu telah dijanjikan-Nya sebelumnya dengan perantaraan nabi-nabi-Nya dalam kitab-kitab suci


1 Korintus 1:21 Oleh karena dunia, dalam hikmat Allah, tidak mengenal Allah oleh hikmatnya, maka Allah berkenan menyelamatkan mereka yang percaya oleh kebodohan pemberitaan Injil.


Galatia 1:8 Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia.


Galatia 1:11 bahwa Injil yang kuberitakan itu bukanlah injil manusia.


Efesus 3:2-7 --memang kamu telah mendengar tentang tugas penyelenggaraan kasih karunia Allah, yang dipercayakan kepadaku karena kamu, yaitu bagaimana rahasianya dinyatakan kepadaku dengan wahyu, seperti yang telah kutulis di atas dengan singkat. Apabila kamu membacanya, kamu dapat mengetahui dari padanya pengertianku akan rahasia Kristus, yang pada zaman angkatan-angkatan dahulu tidak diberitakan kepada anak-anak manusia, tetapi yang sekarang dinyatakan di dalam Roh kepada rasul-rasul dan nabi-nabi-Nya yang kudus, yaitu bahwa orang-orang bukan Yahudi, karena Berita Injil, turut menjadi ahli-ahli waris dan anggota-anggota tubuh dan peserta dalam janji yang diberikan dalam Kristus Yesus. Dari Injil itu aku telah menjadi pelayannya menurut pemberian kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku sesuai dengan pengerjaan kuasa-Nya.



Yesus menggenapi pemberitaan pemberian kasih karunia Allah yang selama ini menjadi rahasia bagi  anak-anak manusia terdahulu; dan kini para rasul memberitakan apa yang kini tak lagi menjadi rahasia bagi anak-anak manusia, sebab sudah dinyatakan bahwa”orang bukan Yahudi, karena Berita Injil, turut menjadi ahli-ahli waris dan anggota-anggota tubuh dan peserta dalam janji yang diberikan  Kristus Yesus.”


Semua manusia ada didalam genggaman maut. Untuk dapat datang kepada Yesus yang bermakna dapat datang ke kediaman Yesus, dengan demikian mustahil dilakukan oleh manusia, kecuali Allah memberikan kasih karunia kepadanya. Pun demikian dengan semua orang yang bukan Yahudi, dapat turut mengalami kasih karunia ini bukan karena mengusahakan diri, tetapi karena pemberian Kritus kepada saya dan anda.


Turut serta menjadi ahli-ahli waris dan anggota tubuh [unitas atau kesatuan orang percaya dalam Kristus dan kehidupan Kristus yang tunduk kepada Bapa], dengan demikian,bukan merupakan usaha. Tetapi pemberian.


Orang tak dapat menduplikasi kehidupan yang diajarkan Kristus tanpa memiliki Kristus dan hidup didalam-Nya; orang tak dapat menduplikasi kehidupan yang diajarkan Kristus tanpa melakukan perintah Allah: masuklah ke dalam jalan yang sempit itu, sebuah hal yang hanya dapat dilakukan jika anda sudah dihidupkan oleh Bapa dengan cara menyerahkan anda kedalam tangan Kristus. Tanpa ini, maka segala perbuatan-perbuatan baik dan mulia di mata manusia itu sama sekali tak berharga di mata Yesus, sebab bagi-Nya, nilaimu bukan pada apa yang dapat kamu buat dan dapat kamu berikan kepada Yesus, tetapi pada kesatuanmu dengan-Nya dan hidup bersama Yesus melakukan kehendak Bapa- bahwa Bapa dan Yesus mengenalmu:


■Matius 7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga


Sebagaimana Yesus datang ke dunia ini bukan melakukan kehendak dirinya, tetapi kehendak Bapa, maka demikianlah semua orang  yang mengakui dirinya dihadapan Yesus sebagai yang berhak masuk ke sorga. Ini hal yang mustahil dilakukan oleh manusia-manusia mati, selain yang dibangkitkan oleh Yesus. Coba lihat salah satu “melakukan kehendak Bapa-Ku”:


-Yohanes 6:27 Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya."

-Yohanes 6:29 Jawab Yesus kepada mereka: "Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah."


Kalau ada pendeta yang berani berkata, tak perlu menginjili atau memberitakan kabar baik kepada orang lain, yaitu percaya kepada Kristus sehingga jika menerima keselamatan dari Allah dalam Kristus akan selamat, dan tidak menerima maka telah dihukum - (Yoh 3:16-18: "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia. Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.")- maka dia adalah lawan Kristus! Sehingga percaya kepada Yesus, pada akhirnya, tak kuasa untuk dilakukan  sendiri oleh manusia, sebab, bahkan ada saja pendeta yang berani berkata, tak harus percaya kepada Kristus untuk memiliki kehidupan kekal.


Juga harus dikatakan, bahwa percaya kepada Yesus haruslah sebuah keberimanan yang lahir dari sebuah “pekerjaan yang dikehendaki Allah,” bukan yang dikehendaki oleh daging. Ini senilai dengan: “Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah- Yoh 1:12-13.


Anda sama sekali tak boleh mengatakan dan mengajarkan bahwa percaya atau beriman adalah sebuah proses atau bahkan sebuah implantasi psikologis kedalam jiwa dan pikiran manusia bahwa itulah kebenaran; keberimanan kepada Yesus bukanlah sebuah doktrinisasi berdasarkan sebuah sistematika teologis, bukan. Saya tak dilahirkan oleh produk bernama sistematika teologis, karena jika demikian, maka namanya bukan iman tetapi ideologi- hasil dari studi sains! Tidak, tetapi karena kehendak Allah. Ini penting karena, ini akan berdampak total pada kehidupan orang tersebut di hadapan Kristus di dunia ini, bagaimana ia dapat memenuhi kehendak Allah atas dirinya, apakah didalam Kristus ataukah tidak. Percaya kepada Yesus tak pernah sebuah performa  yang sanggup dilakukan bagi manusia.



Cobalah lihat ini:
■Yohanes 6:41- 44 Maka bersungut-sungutlah orang Yahudi tentang Dia, karena Ia telah mengatakan: "Akulah roti yang telah turun dari sorga." Kata mereka: "Bukankah Ia ini Yesus, anak Yusuf, yang ibu bapanya kita kenal? Bagaimana Ia dapat berkata: Aku telah turun dari sorga?" Jawab Yesus kepada mereka: "Jangan kamu bersungut-sungut. Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman.


Inilah dasar bagaimana Yesus mengenali seseorang itu milik Yesus atau bukan!




Keberimanan kepada Yesus bukan sebuah proses doktrinisasi atau sebuah proses studi teologis, kita sudah melihat Yesus menunjukan kegagalan para ahli Taurat melakukannya berdasarkan kehendak daging.


Beriman kepada Yesus sejak dahulu dan sekarang, mustahil dicapai dengan kedagingan jika hendak berkenan pada Bapa:

Lukas 24:13-21 Pada hari itu juga dua orang dari murid-murid Yesus pergi ke sebuah kampung bernama Emaus, yang terletak kira-kira tujuh mil jauhnya dari Yerusalem, dan mereka bercakap-cakap tentang segala sesuatu yang telah terjadi. Ketika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran, datanglah Yesus sendiri mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka. Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia. Yesus berkata kepada mereka: "Apakah yang kamu percakapkan sementara kamu berjalan?" Maka berhentilah mereka dengan muka muram. Seorang dari mereka, namanya Kleopas, menjawab-Nya: "Adakah Engkau satu-satunya orang asing di Yerusalem, yang tidak tahu apa yang terjadi di situ pada hari-hari belakangan ini?" Kata-Nya kepada mereka: "Apakah itu?" Jawab mereka: "Apa yang terjadi dengan Yesus orang Nazaret. Dia adalah seorang nabi, yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah dan di depan seluruh bangsa kami. Tetapi imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin kami telah menyerahkan Dia untuk dihukum mati dan mereka telah menyalibkan-Nya. Padahal kami dahulu mengharapkan, bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel. Tetapi sementara itu telah lewat tiga hari, sejak semuanya itu terjadi.


Jangan katakan, sekarang ini, zaman modern ini lebih mudah beriman karena tak ada dalam situasi penganiayaan dan perburuan! Ya, benar sekali dalam situasi semacam itu keberimanan seseorang akan Nampak murni, namun bukan itu mata air kemurnian itu! Tidak, sama sekali tidak! Karena beriman bukan  hal yang lahir dari situasi yang mengkondisikan sebuah keadaan  psikologis ideal untuk lahirnya sebuah keberimanan! Yesus sudah berkata: “yang diserahkan Bapa kepadanya, itulah yang beriman kepadanya!Namun,faktanya. Ditengah-tengah keberimanan adalah hal yang gampangan,ada saja pendeta besar  yang menunjukan bahwa dirinya sama sekali gagal melakukan hal yang katanya mudah, beriman. Sebab lantang mengajarkan, bahwa  orang yang tak beriman kepada Kristus dapat masuk ke dalam kehidupan yang akan datang-dunia yang akan datang, tanpa perlu  berjumpa dan beriman kepada Kristus. Ini saja, ia sebagai pendeta telah melawan kehendak  Bapa sendiri, dalam Yesus:

Yohanes 16:8-9 Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman; akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku


Kalau Roh Kudus saja menyatakan keberdosaan bagi manusia-manusia pasca Yesus naik ke sorga: adalah sebuah dosa jika tak percaya kepada Yesus, maka mengapa ada saja pendeta yang  berani berkata bahwa tanpa Yesus anda dapat masuk ke dalam dunia yang akan datang asalkan ia berjuang keras melakukan perbuatan-perbuatan baik dan mulia. Apakah dipikirnya, Roh Kudus akan tersenyum kepada dirinya?


Jika anda Kristen dan bahkan pendeta lagi, tetapi lancang melawan Roh Kudus, maka awasilah dirimu atas  peringatan Yesus ini:


■Matius 7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"


Mengapa pendeta yang demikian, dapat dikatakan pembuat kejahatan? Sebab dengan demikian ia bukannya memberitakan Injil sebagai maksud Yesus dan yang dilakukan oleh para Rasul dan bahkan oleh Roh Kudus! Tetapi juga menjerumuskan orang-orang menuju jalan-jalan kebinasaan: “Karena itu tadi Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu- Yoh 8:24"


Tahukah anda, bahwa beriman kepada Yesus itu bukan untuk hidup melakukan perbuatan-perbuatan baik, bukan! Tetapi untuk hidup didalam segala firman-Nya, yang dengan demikian melahirkan perbuatan-perbuatan yang memuliakan Bapa:


Yohanes 8:31-32 Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: "Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."


Yohanes 8:34-36 Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa. Dan hamba tidak tetap tinggal dalam rumah, tetapi anak tetap tinggal dalam rumah. Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka."


Yohanes 15:4-5 Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.


Yohanes 16:7-8 Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku."


Inilah kemerdekaan dari dosa itu; inilah dilepaskan dari maut dan dibawa kedalam hidup kekal.Kemerdekaan oleh Anak dari hamba dosa adalah kemerdekaan dari maut [ Ibrani 2:14; Yohanes 5:24] sehingga menerima kehidupan dari pokok anggur Kristus. Sang Pohon Kebenaran Allah yang  telah menghakimi semua pohon kebenaran lain apapun juga.


Jadi, tinggal di dalam Kristus itu menerima kehidupan yang melakukan kehendak Bapa [sang Pengusaha]: berbuah banyak. Ini sebuah kemampuan Ilahi [kehidupan dalam persekutuan dengan Yesus] yang mendorong saya untuk hidup patuh, hidup penuh dedikasi kepada kehendak-kehendak Bapa, bukan lagi diri; inilah sumber pertarungan dirimu untuk melepaskan diri dari segala jerat dan pesona dunia yang akan rajin mengintai dan siaga untuk menerkammu, jika anda lengah!

1 Petrus 5:8 Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya


Perhatikan, kini Iblis bukan lagi Pemilikmu, tetapi lawanmu! Ini sebuah re-posisi  yang dihasilkan oleh Penebusan Yesus  atas dirimu dari kepemilikan Penguasa Maut yaitu Iblis (Ibrani 2). Anda kini dapat melawan iblis sehingga prestasimu adalah kemuliaan bagi Allah! Ini adalah bagian dari buah-buah di dalam kehidupan yang anda terima sebagai cabang Pohon Kristus!


Kehidupan seseorang  yang berada didalam Kristus adalah kehidupan yang penuh perjuangan untuk melayani kehendak Sang Kasih [untuk memahaminya perhatikan hal-hal berikut ini:Efesus 6:12; 1Kor 9:25; 2 Kor 11:3-31; Kolose 1:3-12; 1 Korintus 9:1-27] dalam keamanan keselamatan dari Bapa, sebab sekalipun dari atas tapi masih di dunia ini [Yohanes 17:14-15, 20; Yohanes 15:19]: atas tantangan hidup diberbagai bidang yang dapat melemahkan diri dan iman kita, termasuk kebencian dunia terhadapmu dan penderitaan, juga, apapun wujudnya. Tetapi, sekali lagi, ingatlah, bahwa  kekuatanmu bukan darimu sendiri, tetapi berkat  Yesus adalah Pohon Anggurmu- menyertaimu atau tinggal menyertaimu:

1 Petrus 5:10 Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya.


Itu sebabnya, berbicara kemananan keselamatan iman seorang Kristen harus bersumber dari Bapa, tanpa harus berpikiran begitu buruknya, bahwa ini mengindikasikan kehidupan orang Kristen dengan demikian tak perlu lagi membangun sebuah kehidupan beriman yang berintegeritas dan teruji di dalam perjalanan hidup dan waktu di dunia ini.


Tentu, harus demikian, karena kalau ada cabang mau hidup semaunya, bukankah itu berarti Ia harus melepaskan diri dari  pohon-Nya; tentu saja Bapa akan memotongnya dan membuang ke dalam api lalu dibakar [Yohanes 15:8], Inilah orang-orang yang mengaku anak-anak Bapa, tetapi bahkan bisa berkata diluar Yesus ada keselamatan, sementara Yesus berkata akan mati dalam dosa; jadi mustahil dapat masuk ke dalam dunia dan langit yang baru, tanpa Yesus!; inilah orang-orang yang mengaku anak-anak Bapa tetapi senantiasa meragukan Tuhan dan mengajarkan mengenai Dia dalam cara yang menyurutkan kemuliaan-Nya. Jadi periksalah diri kita masing-masing sekarang ini juga!


Siapapun pendeta yang mengajarkan, bahwa tanpa Kristus, keselamatan juga tersedia bagi yang memilih untuk tak beriman; Ia dapat berpeluang masuk ke dalam dunia dan langit yang baru berdasarkan pengadilan berdasarkan perbuatan, itu  secara telak, Ia  sebagai pendeta tidak hidup dalam firman-Nya. Anda harus benar-benar setia kepada setiap perkataan Yesus, bukannya menyunting apa yang sesuai dengan kebenaranmu, seolah-olah anda sedang berkata “tetapi aku berkata kepadamu,” jika demikian, maka siapapun pendeta itu, akan jatuh pada kategorisasi yang dilakukan oleh Yesus: para nabi palsu.


Dengan kata lain,Inilah jalan sempit itutinggal didalam firman Kristus! Harus demikian, sebab diluar itu, tak ada keselamatan atau kehidupan kekal yang tak turut dihukum.


Jika tidak demikian, maka inilah penghakiman Kristus atasmu kepada setiap orang yang menjadi Guru Kebenaran:

■Matius 7:26-27 Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya."


Kalau anda tinggal didalam firman Yesus, setangguh apapun hujan, air dan angin melanda kehidupanmu, inilah yang terjadi:

■Matius 7:24-26 "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.


Kehidupan orang yang merupakan cabang Pohon Kristus adalah: mendengarkan dan melakukan perkataannya, ia akan memiliki ketangguhan yang datang dari Allah untuk menghadapi apapun masalah-masalah di dunia ini; sesukar apapun, segila apapun, seberuntun apapun dan sesedih apapun, karena anda hidup di atas BATU SABDA KRISTUS.

Tanpa ini maka omong kosong sama sekali, apa yang diajarkan itu adalah injil yang murni; untuk mengajarkan Injil yang murni maka anda harus tinggal di dalam firman Kristus secara utuh dan bulat sesuai kehendak Bapa di sorga, bukannya kehendakmu!


Jadi, jangan coba-coba berkata “ Keselamatan Kristus juga untuk mereka yang tak beriman kepadanya,” sebab dengan demikian, anda tak tinggal didalam Kristus atau anda hanya mendengarkan Kristus tetapi tidak melakukannya. Sebuah kehidupan rohani yang penuh kemunafikan.



Bagian 3: SELESAI


Sampai berjumpa kembali dalam  tinjauan bagian 4






AMIN
Segala Pujian Hanya Kepada TUHAN



1 Yohanes 2:18-29

Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang antikristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak antikristus. Itulah tandanya, bahwa waktu ini benar-benar adalah waktu yang terakhir. Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita. Tetapi hal itu terjadi, supaya menjadi nyata, bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita. Tetapi kamu telah beroleh pengurapan dari Yang Kudus, dan dengan demikian kamu semua mengetahuinya. Aku menulis kepadamu, bukan karena kamu tidak mengetahui kebenaran, tetapi justru karena kamu mengetahuinya dan karena kamu juga mengetahui, bahwa tidak ada dusta yang berasal dari kebenaran. Siapakah pendusta itu? Bukankah dia yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus? Dia itu adalah antikristus, yaitu dia yang menyangkal baik Bapa maupun Anak. Sebab barangsiapa menyangkal Anak, ia juga tidak memiliki Bapa. Barangsiapa mengaku Anak, ia juga memiliki Bapa. Dan kamu, apa yang telah kamu dengar dari mulanya, itu harus tetap tinggal di dalam kamu. Jika apa yang telah kamu dengar dari mulanya itu tetap tinggal di dalam kamu, maka kamu akan tetap tinggal di dalam Anak dan di dalam Bapa. Dan inilah janji yang telah dijanjikan-Nya sendiri kepada kita, yaitu hidup yang kekal. Semua itu kutulis kepadamu, yaitu mengenai orang-orang yang berusaha menyesatkan kamu. Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu--dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta--dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia. Maka sekarang, anak-anakku, tinggallah di dalam Kristus, supaya apabila Ia menyatakan diri-Nya, kita beroleh keberanian percaya dan tidak usah malu terhadap Dia pada hari kedatangan-Nya. Jikalau kamu tahu, bahwa Ia adalah benar, kamu harus tahu juga, bahwa setiap orang, yang berbuat kebenaran, lahir dari pada-Nya.






The cross
transforms present criteria of relevance: present criteria of relevance do not transform
the cross


[oleh seorang teolog yang saya lupa namanya]



P O P U L A R - "Last 7 days"