0 Khotbah Menyambut Tahun Baru 2016: “Masa Depan”

Oleh: Martin Simamora


"Matahari terbit di Hawaii"
Di dunia ini apa yang paling berharga bagi manusia adalah “masa depan.” Orang dapat berkata “tamat sudah masa depanku” atau “habis sudah karirku” atau “aku sudah tidak punya nilai lagi” sekalipun ia bertubuh sehat, tak dijangkiti  penyakit - penyakit tak tersembuhkan.

Problem manusia terkait  masa depan adalah: “tak ada manusia yang tak terkurung oleh ruang dan waktu.” Ini sungguh berbeda dengan  Yesus yang berjalan di dalam ruang dan waktu dan sekaligus di atas ruang dan waktu, dengan kata lain masa depan dalam spektrumnya yang begitu kompleks, berada di dalam genggamannya:


Yohanes 1:47-48 Kata Filipus kepadanya: "Mari dan lihatlah!" Yesus melihat Natanael datang kepada-Nya, lalu berkata tentang dia: "Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!" Kata Natanael kepada-Nya: "Bagaimana Engkau mengenal aku?" Jawab Yesus kepadanya: "Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara."


Yohanes 2:24-25 Tetapi Yesus sendiri tidak mempercayakan diri-Nya kepada mereka, karena Ia mengenal mereka semua, dan karena tidak perlu seorangpun memberi kesaksian kepada-Nya tentang manusia, sebab Ia tahu apa yang ada di dalam hati manusia.


Markus 2:8 Tetapi Yesus segera mengetahui dalam hati-Nya, bahwa mereka berpikir demikian, lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu berpikir begitu dalam hatimu?


Yohanes 3:13 Yesus tahu, bahwa Bapa-Nya telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya dan bahwa Ia datang dari Allah dan kembali kepada Allah.


Yohanes 13:11 Sebab Ia tahu, siapa yang akan menyerahkan Dia. Karena itu Ia berkata: "Tidak semua kamu bersih."


Yohanes 6:64 Tetapi di antaramu ada yang tidak percaya." Sebab Yesus tahu dari semula, siapa yang tidak percaya dan siapa yang akan menyerahkan Dia.


Yohanes 18:4 Maka Yesus, yang tahu semua yang akan menimpa diri-Nya, maju ke depan dan berkata kepada mereka: "Siapakah yang kamu cari?"


Yohanes 13:1 Sementara itu sebelum hari raya Paskah mulai, Yesus telah tahu, bahwa saat-Nya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa. Sama seperti Ia senantiasa mengasihi murid-murid-Nya demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai kepada kesudahannya.


Berbeda dengan manusia, pengetahuan Allah akan masa depan bukan untuk menciptakan masa depan, atau dengan kata lain masa depan Allah tidak ditentukan oleh apakah yang akan dilakukan oleh manusia atau sejarah apakah yang dihasilkan oleh manusia. Allah tidak pernah dikurung oleh “ruang dan waktu yang mengurung masa depan manusia” sementara di saat yang sama Allah itu sendiri berada di atas ruang dan waktu yang merupakan ciptaan-Nya. Mengenai hal ini, Yesus pernah secara demonstratif  mengunjukannya kepada Petrus yang “sok tahu” :

Yohanes 13:7 Jawab Yesus kepadanya: "Apa yang Kuperbuat, engkau tidak tahu sekarang, tetapi engkau akan mengertinya kelak."


Yesus berada di dalam sebuah titik ruang dan waktu bersama-sama dengan Petrus, namun secara bersamaan ia sedang melakukan sesuatu yang melampaui atau melewati “kekinian” ruang dan waktu saat hal itu dibicarakan dan dilakukan. Akibatnya Petrus tak memahaminya sebab ia tak mampu untuk menjangkau hal  yang mustahil untuk dijangkaunya sementara ia tak berada didalamnya, yaitu masa depan. “Apa yang kuperbuat engkau tidak tahu sekarang.” Betapa misteriusnya masa depan itu bagi manusia sekalipun Sang Kristus sedang melakukan sesuatu terkait masa depan bahkan bagi Petrus. Allah memiliki pengetahuan sebelumnya-pengetahuan akan masa depan atas dunia, manusia dan tertinggi  masa depan keselamatan manusia demi manusia. Dan dalam hal itu, pengetahuan sebelumnya yang dimiliki Kristus sama sekali tak bergantung pada apakah Petrus akan bertindak seharusnya atau tidak. Respon paling negatif  sekalipun: tidak tahu, bukan sama sekali dasar bagi Allah untuk menahan akan apa yang harus dilakukan, menantikan respon positif manusia sehingga maksud-Nya sukses. Ia bertindak berdasarkan pengetahuan sebelumnya atau pengetahuan masa depan pada saat manusia tak memberikan respon yang diharapkan.


Masa depan bukanlah sebuah bentangan  waktu yang ujungnya atau kesudahannya tak diketahui dan ditentukan oleh diri-Nya, sebaliknya ia adalah TUAN atas bentang waktu itu:

Wahyu 22:13 Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir."



Masa depan bukanlah repetisi waktu dan sejarah, seperti kala anda memandang arloji tangan dengan jarumnya yang mengitari atau memutari waktu, seolah tak ada kesudahan atau keakhirannya. Di dunia ini, untuk segala sesuatu ada kesudahan atau keakhirannya:

Pengkhotbah 3:1-8 Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya. Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal, ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam; ada waktu untuk membunuh, ada waktu untuk menyembuhkan; ada waktu untuk merombak, ada waktu untuk membangun; ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa; ada waktu untuk meratap; ada waktu untuk menari; ada waktu untuk membuang batu, ada waktu untuk mengumpulkan batu; ada waktu untuk memeluk, ada waktu untuk menahan diri dari memeluk; ada waktu untuk mencari, ada waktu untuk membiarkan rugi; ada waktu untuk menyimpan, ada waktu untuk membuang; ada waktu untuk merobek, ada waktu untuk menjahit; ada waktu untuk berdiam diri, ada waktu untuk berbicara; ada waktu untuk mengasihi, ada waktu untuk membenci; ada waktu untuk perang, ada waktu untuk damai.


Masa depan bergerak dalam langkah-langkah Tuhan atas perjalanan dan kesudahan dunia ini. Tak satupun manusia dapat melepaskan dirinya dari  apa yang disebut “waktunya telah tiba.” Saat  “masa depan” tiba pada dirinya, entah itu sebuah permulaan atau sebuah pengakhiran atas sesuatu didalam kehidupannya.


Bukankah Yesus sendiri sebagai manusia pun mengalami apa yang bagi manusia “sudah tiba waktunya” atau “belum tiba saatnya?”


Saatnya belum tiba:
Yohanes 8:20 Kata-kata itu dikatakan Yesus dekat perbendaharaan, waktu Ia mengajar di dalam Bait Allah. Dan tidak seorangpun yang menangkap Dia, karena saat-Nya belum tiba.


Yohanes 2:4  Kata Yesus kepadanya: "Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba."

Yohanes 8:30  Mereka berusaha menangkap Dia, tetapi tidak ada seorangpun yang menyentuh Dia, sebab saat-Nya belum tiba.



Saatnya telah tiba:
Yohanes 12:23 Tetapi Yesus menjawab mereka, kata-Nya: "Telah tiba saatnya Anak Manusia dimuliakan.

[ini, maksudnya, telah tiba saat baginya untuk menjalani kesengsaraan dan kematian: Yohanes 12:24]



Matius 26:45 Sesudah itu Ia datang kepada murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Tidurlah sekarang dan istirahatlah. Lihat, saatnya sudah tiba, bahwa Anak Manusia diserahkan ke tangan orang-orang berdosa.


Markus 14:41 Kemudian Ia kembali untuk ketiga kalinya dan berkata kepada mereka: "Tidurlah sekarang dan istirahatlah. Cukuplah. Saatnya sudah tiba, lihat, Anak Manusia diserahkan ke tangan orang-orang berdosa.


Yohanes 12:27 Sekarang jiwa-Ku terharu dan apakah yang akan Kukatakan? Bapa, selamatkanlah Aku dari saat ini? Tidak, sebab untuk itulah Aku datang ke dalam saat ini.


Ia yang berada  di dalam atau mengatasi ruang dan waktu, masuk ke dalam dunia ini untuk mengalami sebuah masa depan yang telah ditetapkan oleh Bapa yang telah membawanya masuk ke dalam dunia ini.  Ia masuk ke dalam ruang dan waktu dan ia memerintah didalamnya, secara absolut dan berdaulat menentukan kapankah saatnya harus terjadi dan tak pernah dapat digelincirkan oleh berbagai peristiwa  yang dihasilkan oleh sejarah manusia semacam ini:


Mereka berusaha menangkap Dia, tetapi tidak ada seorangpun yang menyentuh Dia, sebab saat-Nya belum tiba.”



Yesus bukanlah taklukan ruang dan waktu manusia; Yesus adalah pemerintah atas ruang dan waktu manusia sementara sejarah manusia boleh bergulir dalam sebuah kealamian yang terkeras sekalipun, seperti: “mereka berusaha menangkap.” Dalam manusia berusaha, kita melihat Kristus memerintah:”tidak ada seorangpun yang menyentuh.”


Saat Pengkhotbah menuliskan “Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya,” ini bukan sama sekali keberserahan yang fatalisme atau ketololan yang menista daya dan kreasi manusia itu sendiri, sebaliknya hendak menunjukan bahwa manusia tak pernah dapat memerintah atas ruang dan waktu itu harus apa dan bagaimana melayani manusia. Sebaliknya, setiap manusia, suka tak suka, berjalan dalam realitanya yang menjadi subordinat atas ruang dan waktu.


Pada Yesus, kita melihat sesuatu yang sungguh berbeda, dan kita bisa melihat secara lebih jelas bahwa tak ada sama sekali fatalisme, selain menunjukan betapa Ia berkuasa atas ruang dan waktu. Bahkan bagaimana ia harus mati dan dimanakah kematian itu harus berlangsung, bukankan Ia sendiri yang menentukannya? 

Perhatikan hal ini:

Matius 12:40 Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam.


Matius 16:21 Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.


Yohanes 10:17-18 Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali. Tidak seorangpun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku."


Ini bukan kisah Kristus yang fatalistik, sebaliknya ini adalah Kristus yang hidup mengatasi ruang dan waktu dan segala peristiwa kefanaan di dunia ini, seperti  kelahiran-kematian, kesukaan-kesedihan, keberhasilan-kegagalan, kerugian-keuntungan dan segala peristiwa kemanusiaan lainnya. Yesus bukanlah Mesias dan Tuhan yang hidup dan takluk dalam neraca-neraca kehidupan semacam ini, sebaliknya ia adalah:

Markus 12:27 Ia bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup


Apa yang dilakukan oleh Yesus sejatinya memorakmorandakan  fatalisme  pada manusia: takluk dan tak berdaya pada kematian. Yesus menghancurkan kepasrahan manusia yang menjadi budak kematian. Yesus memiliki kepastian atas maut sebab maut bahkan tak berkuasa untuk memiliki nyawanya saat maut meremukan tubuh fananya hingga tak lagi dapat menopang kehidupan jasmaninya di salib itu. Maut dapat mencabik-cabik dan menghantamkan derita-derita mematikan pada tubuhnya hingga tubuh fisik itu kehilangan kemampuannya untuk hidup, namun tak sama sekali pada jiwa Kristus:“Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri.” Adakah manusia yang dapat berkata demikian atas kematian? Kala saatnya tiba untuk kematian menjamahnya, maka itulah yang dilakukan Yesus didalam kematian itu sendiri.


Epistel Ibrani menuliskan realita ini dalam sebuah penggambaran Yesus yang berkuasa didalam kematian:

Ibrani 2:14 Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut;


Masa depan. Faktanya Yesus berkuasa atas masa depan dibalik kubur!




Selagi kita hidup di dalam ruang dan waktu dengan tubuh fana ini, maka sangat benar apa yang dikatakan oleh Pengkhotbah:” Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya,” dan ini, oleh karena Yesus, haruslah menjadi dasar kokoh untuk tak kuatir akan apapun juga, sekalipun memang daging ini akan memendarkan sinyal-sinyal kekuatiran, namun dalam hal itupun harus menjadi pandu untuk melabuhkan diri ke dalam pelukan atau dekapan aman Sang Kristus Tuhan kita. Karena didalam Dialah sekarang masa depan kita ada didalam genggaman-Nya. Kapankah waktunya, apakah telah tiba saatnya atau belum tiba saatnya untuk apapun juga ada didalam-Nya. Itu jugalah dasar bagi orang percaya untuk berdoa atau meminta perkenanan Allah atas apa yang kumaui, anda maui. Mengapa? Sebab anda dan saya bukan tuan atas ruang dan waktu didalam keinginan yang bulat dan dalam upaya gigihmu sekalipun! 


Hanya Tuhan:

Yakobus 4:13-16 Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: "Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung", sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Sebenarnya kamu harus berkata: "Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu." Tetapi sekarang kamu memegahkan diri dalam congkakmu, dan semua kemegahan yang demikian adalah salah.



Siapa yang tahu akan besok? Siapa yang tahu akan masa depan? Siapa yang tahu  besok masih ada bagimu? Siapa yang tahu masa depan masih Tuhan adakan? Tidak ada yang tahu, sebab tak satupun manusia menjadi penguasa atau pemerintah atas besok atau masa depan.
Hanya Tuhan saja penguasa atau pemerintah atas besok  atau masa depan:

Yeremia 29:11-12 Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu;


Ia bahkan pemilik masa depan saya dan anda. Bukankah anda berkata pada dirimu “saya adalah anak-anak Bapa?” Jika demikian adanya, maka ketahuilah Ia memiliki  rencana-rencana yang mengatasi rencana-rencana saya dan anda. Sebagai penguasa atau pemerintah ruang dan waktu maka ketika Ia berkehendak maka tak memerlukan sama sekali upaya keras dan apalagi kesehatian dengan manusia yang telah ditebus-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri di kayu salib.


Jika Ia berkuasa atas kebebasan manusia-manusia yang berniat jahat atas dirinya dan bahkan mengetahui semua isi hati manusia sehingga Ia adalah satu-satunya manusia yang tak memerlukan manusia lainnya untuk menasihati dia akan perilaku-perilakua manusia lain yang tersembunyi, maka apakah yang begitu sukar baginya untuk menjadi penguasa atas ruang dan waktu dalam sebuah bentangan waktu yang kesudahannya sudah berada didalam simpulan tangan-Nya. Tangan-Nya lah sejak semula sudah menyimpulkan kesudahan waktu yang memang memiliki keakhirannya.


Masa depan memang dapat menyusahkan hati, tetapi janganlah bersusah hati jika memang benar engkau memiliki Kristus didalammu. Hal terpenting dari semua ini adalah, janganlah pernah berpikir bahwa masa depanmu ada di dunia ini, karena di dunia  ada kesudahan untuk segala sesuatunya. Hanya satu dan satu-satunya yang tak akan pernah ada kesudahan di dunia ini bagi setiap orang beriman: kasih setia Kristus dan janji keselamatan-Nya bagi kita yang senantiasa dikerjakan-Nya bagi kita:

Yohanes 14:1-4 Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada. Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ."



Apakah kecemasanmu dalam memasuki 2016 yang tinggal beberapa hari lagi. Barangkali itu adalah kecemasan atau kegelisahan yang belum menemukan jawabannya  sebab saatnya belum tiba pada 2015 yang akan usai ini. Apa yang paling penting dipikirkan dan harus menjadi kehidupan yang hakiki bagi setiap anak-anak Bapa adalah: kehidupan di dunia bukanlah persinggahan kekal dimana  Bapa memberikan kebahagiaan kekal pada kita. Sebab sakit penyakit dapat merampas kemerdekaan dan kebahagiaan kita, bahkan usia lanjut  akan membuat kehidupan semakin bergantung pada kasih sayang orang-orang terkasih. Dunia ini bisa dengan sekonyong-konyong mendatangkan kekacauan. Bukankah Yesus selama di dunia tak pernah sama sekali menjanjikan damai abadi di dunia yang fana ini? Bukankah, bahkan rasul Petrus  menuliskan bahwa penderitaan merupakan kasih karunia yang juga diberikan kepada kita untuk dipikul:

Filipi 1:29 Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia


Masa depan bersama Yesus, bukan hal yang menakutkan bahkan untuk hal yang paling menakutkan, karena Ia  bahkan dalam kehadirannya di bumi ini berjalan mengatasi ruang dan waktu bersamaan ia berjalan di dalam ruang dan waktu. Baginya tak ada yang namanya sebuah kejutan; baginya tak ada hal yang tak  berada didalam kedaulatan-Nya sebab Ialah yang menentukan kapankah saatnya untuk terjadi. Apakah sudah waktunya ataukah belum waktunya, secara presesi dan tanpa sedikit saja sebuah penyimpangan. Ialah dasar yang kokoh bagi setiap doa yang akan begitu panjang untuk diucapkan didalam hatimu masing-masing menyambut tahun yang baru, semangat yang baru, dan kegairahan yang baru untuk berjalan bersama Tuhan dan bagi Tuhan saja. Berdoa sebagaimana Yesus  begitu tekun berdoa, sebuah teladan emas bagi saya dan anda:

Lukas 6:12 Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah

Sebuah doa yang dipanjatkannya untuk memulai sebuah masa depan yang telah ditetapkan Bapa atas dirinya:

Lukas 6:13 Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul:



Mari berdoa kepada Dia Sang Penguasa Ruang dan Waktu sebab Ialah yang mengadakan hal semacam ini: “Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya.” Berbahagialah kita, sebab kita memiliki Allah yang demikian sehingga kita dapat melakukan dalam dasar kokoh untuk mematuhi, untuk menaati sabda titah Yesus seperti ini:

Matius 6:25-34 Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian? Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu? Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya? Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."


Jangan Kuatir-  karya cipta dan oleh Bonar Gultom



Marilah hidup dengan penuh kerendahan hati dihadapan Bapa, jangan berlagak hidup bagaikan tuan atas hari esok sampai-sampai anda berpikir dan berlaku dalam hidup ini pada sebuah realita Allah tak pernah benar-benar mahakuasa dan mahatahu atas segenap perjalanan hidup ini. Bahwa Ia tak pernah benar-benar menjadi tuan atas ruang dan  waktu dimana setiap manusia hidup didalamnya.


Berdoa, bukan sebuah tindakan spekulatif  yang dikarenakan Dia telah diimani oleh anda sebagai tak sungguh-sungguh mahakuasa dan mahatahu. Apakah dasar bagi manusia untuk datang dan bersujud kepada Tuhan jika Ia tidak mahakuasa dan mahatahu? Karena jika demikian adanya maka “Yesus-mu” adalah ini:


Ulangan 4:28 Maka di sana kamu akan beribadah kepada allah, buatan tangan manusia, dari kayu dan batu, yang tidak dapat melihat, tidak dapat mendengar, tidak dapat makan dan tidak dapat mencium.


Yesaya 44:19 Orang-orang yang membentuk patung, semuanya adalah kesia-siaan, dan barang-barang kesayangan mereka itu tidaklah memberi faedah. Penyembah-penyembah patung itu tidaklah melihat dan tidaklah mengetahui apa-apa; oleh karena itu mereka akan mendapat malu.


Sekalipun anda menyembah Yesus yang bahkan kini sudah bertakhta di sebalah kanan Yang Mahabesar di tempat tinggi, menjadi Imam Besar kekal bagi kita dihadapan Bapa [Ibrani 1:3, Ibrani 7:24-28; Ibrani 8:1-4], namun jika berpikir dan beriman bahwa Ia [di sorga] tak senantiasa mahatahu dan tidak senantiasa mahakuasa atas kehidupan para tebusan-Nya, maka anda sungguh manusia-manusia  celaka, sebab Kristus bukanlah buatan tangan dan pikiran manusia, tetapi datang dari Bapa di sorga, Sang Pencipta dan Penguasa alam semesta ini. Jika Yesus yang demikian, yang anda imani maka itu adalah Yesus yang lain, yang tak memberikan faedah.


Yesus yang baru saja kita lihat adalah Yesus penguasa atas ruang dan waktu, bahkan sejarah para manusia. Ia adalah Yesus yang berkuasa penuh dan menjadi dasar yang kokoh untuk berdoa bukan dalam sikap dan keyakinan yang spekulatif:

Filipi 4:6 Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.


Bersama Yesus, masa depan kita hadapi dalam sebuah keyakinan dan pengharapan kokoh. Apakah pengharapanmu? Janganlah hendaknya kamu kuatir  tentang apapun juga. Tetapi nyatakanlah segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Ini hanya dapat dilakukan bila anda memiliki Tuhan yang mahatahu dan mahakuasa, didalam hal itu tak akan ada ruang spekulasi, sebab segala sesuatu akan terjadi berdasarkan pemerintahan-Nya di dunia ini sebagaimana di sorga.



Selamat Menyambut Tahun Yang Baru, 2016
Bersama Sang Kristus Tuhan atas Ruang Dan Waktu Dan Apapun Juga


Salam dalam kasih Kristus  kepada para pembaca budiman dan yang dikasihi Kristus dari saya beserta isteri dan Natan, putera kami


P O P U L A R - "Last 7 days"