0 Yesus Sang Penguasa Atas Iblis : ± 2000 roh jahat Vs Yesus Kristus



Oleh: Martin Simamora

 

Seperti apakah Yesus menaklukan Iblis? Adakah gambaran didalam Alkitab yang secara vulgar menunjukan hal itu? Dalam hal itu, apakah  penaklukan itu seperti dua kekuatan yang saling berhadap-hadapan, dimana masing-masing memiliki kekuatan untuk saling mengalahkan. Jadi tinggal bagaimana saja strategi masing-masing. Atau adakah, baik pada Yesus dan pihak  bala tentara iblis memiliki elemen-elemen penggentarnya seperti halnya  pada politik dan militer [ atau deterence, lihat di Encyclopedia Britannica].  Mari kita  melihat perihal ini:

Markus 5:1-20
(1) Lalu sampailah mereka di seberang danau, di daerah orang Gerasa. (2) Baru saja Yesus turun dari perahu, datanglah seorang yang kerasukan roh jahat dari pekuburan menemui Dia.(3) Orang itu diam di sana dan tidak ada seorangpun lagi yang sanggup mengikatnya, sekalipun dengan rantai, (4) karena sudah sering ia dibelenggu dan dirantai, tetapi rantainya diputuskannya dan belenggunya dimusnahkannya, sehingga tidak ada seorangpun yang cukup kuat untuk menjinakkannya.(5) Siang malam ia berkeliaran di pekuburan dan di bukit-bukit sambil berteriak-teriak dan memukuli dirinya dengan batu.(6) Ketika ia melihat Yesus dari jauh, berlarilah ia mendapatkan-Nya lalu menyembah-Nya,(7) dan dengan keras ia berteriak: "Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi? Demi Allah, jangan siksa aku!"(8) Karena sebelumnya Yesus mengatakan kepadanya: "Hai engkau roh jahat! Keluar dari orang ini!"(9) Kemudian Ia bertanya kepada orang itu: "Siapa namamu?" Jawabnya: "Namaku Legion, karena kami banyak."(10) Ia memohon dengan sangat supaya Yesus jangan mengusir roh-roh itu keluar dari daerah itu.(11) Adalah di sana di lereng bukit sejumlah besar babi sedang mencari makan,(12) lalu roh-roh itu meminta kepada-Nya, katanya: "Suruhlah kami pindah ke dalam babi-babi itu, biarkanlah kami memasukinya!"(13) Yesus mengabulkan permintaan mereka. Lalu keluarlah roh-roh jahat itu dan memasuki babi-babi itu. Kawanan babi yang kira-kira dua ribu jumlahnya itu terjun dari tepi jurang ke dalam danau dan mati lemas di dalamnya.(14) Maka larilah penjaga-penjaga babi itu dan menceriterakan hal itu di kota dan di kampung-kampung sekitarnya. Lalu keluarlah orang untuk melihat apa yang terjadi.(15) Mereka datang kepada Yesus dan melihat orang yang kerasukan itu duduk, sudah berpakaian dan sudah waras, orang yang tadinya kerasukan legion itu. Maka takutlah mereka.(16) Orang-orang yang telah melihat sendiri hal itu menceriterakan kepada mereka tentang apa yang telah terjadi atas orang yang kerasukan setan itu, dan tentang babi-babi itu.(17) Lalu mereka mendesak Yesus supaya Ia meninggalkan daerah mereka.(18) Pada waktu Yesus naik lagi ke dalam perahu, orang yang tadinya kerasukan setan itu meminta, supaya ia diperkenankan menyertai Dia. (19) Yesus tidak memperkenankannya, tetapi Ia berkata kepada orang itu: "Pulanglah ke rumahmu, kepada orang-orang sekampungmu, dan beritahukanlah kepada mereka segala sesuatu yang telah diperbuat oleh Tuhan atasmu dan bagaimana Ia telah mengasihani engkau!"(20) Orang itupun pergilah dan mulai memberitakan di daerah Dekapolis segala apa yang telah diperbuat Yesus atas dirinya dan mereka semua menjadi heran.
Apa yang menarik dan sangat bernilai untuk segera disorot adalah, bagaimana masyarakat setempat dan juga Markus menggambarkan kehebatan roh-roh jahat yang menguasai orang yang kerasukan tersebut. Ini dapat dikatakan sebagai poin-poin penggentar yang dimiliki roh-roh jahat yang berdiam pada diri manusia tersebut:

Elemen-elemen penggentar iblis:
a. tidak ada seorangpun lagi yang sanggup mengikatnya, sekalipun dengan rantai
b. sudah sering ia dibelenggu dan dirantai
c. tetapi rantainya diputuskannya .
d. belenggunya dimusnahkannya
e. tidak ada seorangpun yang cukup kuat untuk menjinakkannya
f. Siang malam ia berkeliaran di pekuburan dan di bukit-bukit sambil berteriak-teriak dan memukuli dirinya dengan batu

Siapakah  manusia yang berani mendekatinya dan menaklukannya. Siapakah manusia yang dapat menandingi kekuatan supranatural atau gaib yang dimilikinya, dapat memutuskan rantai dan menghancurkan belenggu?? 

thefilmco.org

Tidakkah ini seperti kekuatan yang dimiliki tokoh-tokoh hero di dalam komik atau filem-filem baik layar lebar seperti x-men atau filem-filem seri tv seperti Heroes?? Siang malam berteriak-teriak, dan memukuli dirinya dengan batu? Bukan satu-dua kali dia dirantai dan memutuskannya, tetapi sering; bukan satu dua saat dia memukuli dirinya dengan batu, tetapi sering. Ini adalah perilaku yang akan menggentarkan siapapun yang memandangnya. Melihat betapa perkasanya bala tentara iblis di dunia ini menyandera atau memperbudak manusia. Adakah harapan baginya?


Pada faktanya, menurut catatan injil Markus, bukan tidak ada orang yang peduli dengan situasi ini walau jelas tak ada satu keberdayaan yang bagaimanapun dari pihak manusia untuk dapat mengatasi invasi iblis pada salah satu kemanusiaan mereka. Satu  penjajahan iblis pada seorang manusia, sudah sangat cukup dan sangat efektif untuk menyandera dan memperbudak manusia secara keseluruhan, bahwa tak ada satupun dari manusia yang dapat mengusirku apalagi menaklukanku. Berapa kali pun manusia menyanderaku, dengan mudah aku memutuskan rantai itu, dan dalam  hal itu hanya menunjukan bahwa semua manusia adalah para pecundang dihadapannya. Tak ada satu upaya yang dapat dilakukan untuk menyembuhkan dan membebaskan salah satu anggota kemanusiaan mereka  selain hanya merantai untuk kemudian digentarkan setiap kali rantai dipasang dan kemudian diputuskan. Tak terbayangkan sebesar apakah ketakutan dan penjajahannya memiliki wibawa di hadapan para manusia yang telah dijajah oleh kekuatan si iblis, tak berdaya berbuat apapun!


Tak ada seorangpun manusia pada dirinya sendiri akan pernah cukup kuat untuk menjinakan iblis. Manusia, siapapun juga, tak memiliki arsenal perang apalagi daya penggentar yang cukup hebat untuk menandingi “senjata-senjata nuklir” si iblis rantai diputus berulang kali, belenggu dihancurkan berulang kali, sepanjang malam berteriak-teriak dan memukul batu sambil menguasai sebuah teritorial wilayah,  hal -hal semacam ini merupakan sebuah representasi dominasi iblis atas jiwa-jiwa manusia yang tak berdaya atassenjata-senjata nuklir kegelapanyang sudah meradiasi semua manusia manusia baik pada korban di daerah perang dan pada daerah non perang. Setiap orang yang mengetahui ini akan senantiasa dihantui realita ini, bahwa iblis sangat perkasa dalam menjajah manusia, bahwa tak ada seorang manusia pun yang cukup kuat untuk menjinakannya, menunjukan bahwa semua manusia pada dasarnya  berada didalam penjajahan iblis!


Dan sekarang, di dalam kegelapan semacam ini atau dalam jenis kegelapan yang mana tak satu manusia pun dapat mengatasinya, datanglah seorang manusia yang bernama Yesus Kristus.

Dan ini seharusnya bukanlah pertemuan biasa-biasapertemuan  yang amat janggal,  pertemuan yang dapat saya gambarkan  sebagai berderajat  lebih rendah, ini  tidak seperti: dua kekuatan perang  negara dengan kekuatan militer penuh saling mengarahkan moncong-moncong  tembak pada tank-tank tempur utama [MBT] Leopard dan  alat-alat utama perang lainnya dalam posisi “battle station” atau dalam status siap berperang untuk saling menghancurkan

Namun, pada banyak skenario di dalam benak manusia, maka inilah kira-kira situasi yang terjadi kala Yesus berhadapan dengan bala tentara iblis : iblis memiliki kesetaraan kuasa di dalam medan perang! Iblis bukan lawan lemah bagi Yesus Kristus!


Tetapi, Benarkah demikian??




± 2000 roh jahat Vs Yesus Kristus
Kala dikisahkan oleh Injil Markus bahwa Yesus  tiba di seberang Danau [Markus 5:1-2], saya terlintas dalam benak untuk membayangkan situasi ini bagaikan Sekutu yang berjuang mati-matian dan  berupaya keras untuk mendaratkan pasukan dan segenap kekuatan militer lainnya di pantai Normandia – Prancis pada 6 Juni 1944 dalam cuaca yang luar biasa buruk [ ini memang strategi sekutu memperdaya Nazi sebab sebetulnya akan lebih mudah jika mendarat di pantai Calais] dan dalam tantangan militer yang mematikan, dalam sebuah operasi Overlord yang sangat  fundamental dalam menjatuhkan Nazi di Eropa kelak kala itu. Sekutu, akibat, keunggulah strateginya itu plus kelambanan pasukan Nazi merespon, bahkan memiliki keunggulan udara dengan  suksesnya pesawat-pesawat tempur Typhoon, Mustang, dan Mosquito menguasai udara Normandia dan menghancurkan apapun kekuatan musuh yang bergerak di darat [ saat itu tak ada satupun divisi tank Jerman yang bergerak sekalipun tahu dan siap, sebab hanya akan bergerak jika diperintah oleh Hitler yang saat subuh masih tidur!].

Tetapi apakah Yesus perlu berjuang keras  seperti halnya pasukan sekutu terhadap Nazi? Apakah Yesus menghadapi tantang hebat dari orang yang dirasuki lebih kurang 2000 roh jahat?

Demikian kisahnya:
Baru saja Yesus turun dari perahu, datanglah seorang yang kerasukan roh jahat dari pekuburan menemui Dia

Setidaknya 2000 roh  jahat yang disebut Legion datang menemui Yesus SEKETIKA Yesus mendudukinya. Ini adalah  perjumpaan yang luar biasa namun juga menunjukan satu hal: bahwa yang mendarat adalah sebuah kekuatan tanpa tanding, bahwa yang mendarat adalah dia yang memiliki kuasa yang melampaui kuasa penjajah atau pebudak manusia-manusia. BARU SAJA Yesus turun, Yesus belum melakukan apapun, namun kala  Yesus menapakan kakinya di  tanah kekuasaan si  200an roh jahat, itu sudah sungguh terlampau dahsyat dan terlampau menggentarkan si iblis, bergegas  menemui Yesus, dia pergi meninggalkan markasnya yaitu perkuburan!


Si iblis tahu sekali siapakah Yesus!  Yesus tak  perlu melakukan unjuk kekuatan militer secara lahiriah dengan menggelarkan bala tentara sorganya; Yesus bahkan tak perlu memperkenalkan siapakah dirinya. Si orang yang kerasukan sudah sangat mengenalinya bahkan dari kejauhan:


Markus 5:6-7 Ketika ia melihat Yesus dari jauh, berlarilah ia mendapatkan-Nya lalu menyembah-Nya, dan dengan keras ia berteriak: "Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi? Demi Allah, jangan siksa aku!"

Ayat ini bukan satu-satunya ayat yang menyaksikan siapakah Yesus itu sebenarnya [Anak Allah]. Kerap, jikalau ayat  ini digunakan untuk menunjukan siapakah Yesus, dijadikan sebagai salah satu bukti bahwa Yesus  memang adalah Anak Allah, akan dituding  bahwa itu adalah kesaksian iblis. Bagaimana bisa orang Kristen mempercayainya? 


Perlu diingat bahwa Yesus sendiri mengakui bahwa dirinya memang adalah Anak Allah, hal  yang membuat dirinya dituding sebagai menghujat Allah:

Matius 16:15-17 Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.

Yohanes 19:7 Jawab orang-orang Yahudi itu kepadanya: "Kami mempunyai hukum dan menurut hukum itu Ia harus mati, sebab Ia menganggap diri-Nya sebagai Anak Allah."

Yohanes 10:36 masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena Aku telah berkata: Aku Anak Allah?

Yohanes 10:33 Aku dan Bapa adalah satu." Sekali lagi orang-orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Yesus. Kata Yesus kepada mereka: "Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku?" Jawab orang-orang Yahudi itu: "Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah."

Jadi, bahwa Yesus adalah Anak Allah, bukan datang dari iblis atau manusia, , tetapi dari Bapa yang di sorga!

Jadi sebetulnya kita sedang melihat bahwa Yesus sangat dikenali oleh iblis, bahkan menyembahnya dan membuat pengakuan afirmasi akan siapakah Yesus: hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi? [Markus 5:6-7]
Tetapi jelas, ini bukan penyembahan dan pengakuan akan siapakah Yesus dalam sebuah relasi keberimanan kepada  Yesus, atau dalam konteks seperti Petrus yang dapat  mengakui bahwa Yesus adalah Anak Allah. Yang membedakan iblis dan Petrus [dan semua orang beriman] dalam penyembahan dan pengakuan akan siapakah  Yesus adalah:

Iblis menyembah dan mengakui bahwa Yesus adalah Anak Allah adalah sebagai yang mengetahui dirinya, dalam kedudukannya sebagai terhukum  kekal di hadapan Allah. Tak ada sebuah relasi kasih antara Yesus dengan 2000 roh-roh jahat itu. Bahkan 2000 roh jahat itu sadar diri bahwa  pengakuannya itu semata diucapkan sebagai seorang yang tak berkuasa apapun juga terhadap Yesus, sebaliknya sebagai pihak yang sudah pasti berada di dalam penghukumannya:
-2000 roh jahat itu menyembah dan mengakui  Yesus sebagai Anak Allah  sebagai terhukum: “Demi Allah, jangan siksa aku!"- Markus 5:7

-2000 roh jahat itu  menyembah dan mengakui Yesus sebagai Anak Allah sebagai yang terhukum dan terusir dari hadiratnya ke tempat yang terhina:
* Ia memohon dengan sangat supaya Yesus jangan mengusir roh-roh itu keluar dari daerah itu.- Markus 5:10
* lalu roh-roh itu meminta kepada-Nya, katanya: "Suruhlah kami pindah ke dalam babi-babi itu, biarkanlah kami memasukinya!"- Markus 5:12
* Yesus mengabulkan permintaan mereka. Lalu keluarlah roh-roh jahat itu dan memasuki babi-babi itu.- Markus 5:13
* Kawanan babi yang kira-kira dua ribu jumlahnya itu terjun dari tepi jurang ke dalam danau dan mati lemas di dalamnya.- Markus 5:13


Sementara itu, pada Petrus dan segenap orang beriman, pengakuan bahwa  Yesus adalah Anak Allah di dalam penyembahan dan pengimanan dapat terjadi didalam relasi Allah yang mengasihi dan menyelamatkan mereka di dalam Kristus dari belenggu kegelapan. Menjadikan mereka dari orang-orang terhukum menjadi  orang-orang yang turut menerima berkat yang dimiliki Yesus Kristus.




Permusuhan adalah relasi antara Yesus dengan 2000 roh-roh jahat itu:
Markus 5:8 Karena sebelumnya Yesus mengatakan kepadanya: "Hai engkau roh jahat! Keluar dari orang ini!"

Berakhir sudah relasi antara orang yang dirasuki tadi dengan perasuk tadi, sebagai penjajah dan yang terjajah. Yesus mengusirnya tanpa susah payah dan dengan begitu mudahnya, tak ada perlawanan apapun, bahkan eksistensi si 2000 roh jahat itu ada dalam gengaman tangannya dalam kedaulatannya secara absolut. Kemana keberakhiran  2000 roh jahat itu dan kemana dia boleh berada sangat bergantung pada Yesus. Bahkan untuk merasuki Babi  sekalipun,  2000 roh jahat itu membutuhkan perkenanan  Yesus.

Sebagaimana akibat yang ditimpakan oleh 2000 roh jahat kepada manusia yang dirasuki tadi adalah sungguh mematikan, demikian juga kala 2000an roh jahat itu menguasai  2000an babi pun berakhir lebih menggenaskan:

Markus 5:13 Kawanan babi yang kira-kira dua ribu jumlahnya itu terjun dari tepi jurang ke dalam danau dan mati lemas di dalamnya.
Bukan saja Yesus mengusir si Jahat, tetapi menujukan kekuasaan yang dapat menghinakan iblis ke derajat terhina: dari  mendiami manusia, kini mendiami babi-babi. Dari mendiami ciptaan yang  pada mulanya dirancang dalam citra Allah, kini mendiami ciptaan Allah yang tidak dirancang untuk memberitakan kabar baik dari Allah.

Tak ada Perjumpaan Dalam Sebuah Keseimbangan, Namun Antara Penguasa Semesta Alam Dengan Yang Terhukum
Sehingga sangat nyata bahwa ini bukan bagaikan perjumpaan Sekutu dengan Nazi di medan perang, dimana kedua-duanya memiliki daya penggentar militer yang dapat saling menghancurkan.

Si Jahat yang  memiliki kuasa hebat atas manusia dan tak ada satu manusia pun yang berdaya terhadapnya, bukan saja keok  kala berjumpa dengan Yesus, namun sadar diri bahwa dirinya adalah seorang terhukum yang sedang menantikan waktu penyiksaannya.

Si Jahat dengan demikian tak memiliki kuasa atas diri Yesus, sebaliknya kala Yesus mendatangi manusia yang sedang  berada di dalam belenggu kegelapan dan disandera di pekuburan [Markus 5:2], tempat dimana kematian bersemayam dan bertakhta  bersama-sama dengan si Jahat, Yesus  melucuti kuasa kegelapan dan kubur yang menyandera kehidupan si orang yang terusir tadi, begitu saja memerintahkan si Jahat untuk keluar; Yesus sudah mematahkan kuasa belenggu kubur yang menjauhkan orang itu dari sebuah kehidupan yang dapat mengenal Tuhan Sang Sumber Hidup [Yoh 10:11, 11:25, 14:6]. Hanya Yesus  yang dapat melakukannya karena tak ada satu orangpun yang dapat menjinakan situasi ini [Markus 5:4]. Kunjungan Yesus ke wilayah pekuburan telah memorak-morandakan kerajaan kegelapan; tatanan kekuasaannya atas manusia yang begitu kuat sehingga tak ada satu manusiapun dapat menjinakannya, telah diguncangkan dan telah dihinakannya dalam sebuah cara yang sangat menjijikan dan menistakan: dari manusia yang dapat digunakan Allah untuk memberitakan kemuliaan Allah, berpindah ke 2000 babi yang sama sekali tak dapat memuliakan Allah. Sebuah penjajahan yang tak ada gunanya; ini adalah sebuah keberakhiran tatanan kerajaan iblis oleh Yesus Anak Allah yang sedang mengaktualkan invasi terhadap domain iblis yang sudah begitu kokoh [Yohanes 1:5].

Dan pemerdekaan manusia yang tadinya terasuki itu sungguh luar biasa, bukan saja aktualisasi pada kuasa Yesus yang berktakhta begitu tinggi dan mulia sehingga kegelapan tak dapat menguasainya, namun  pemerdekaan oleh Yesus pada orang yang dibelenggu kegelapan, orang yang tanpa kebenaran dan pembenaran itu sungguh ajaib! Yesus mengutus orang itu memberitakan kepada banyak orang BETAPA ALLAH TELAH MENGASIHINYA! Memberitakan betapa ia kini memiliki relasi yang begitu indah dengan Allah sejak Allah membebaskannya [Markus 5:19].


Ia, setelah diutus [Markus 5:19] oleh Yesus sebagai yang bukan turut serta mengiringi dia pergi kemanapun juga, namun sebagai orang yang telah dimerdekakan untuk kepentingan Kristus, telah berubah menjadi pekabar injil yang hebat: “Orang itupun pergilah dan mulai memberitakan di daerah Dekapolis segala apa yang telah diperbuat Yesus atas dirinya dan mereka semua menjadi heran” [Markus 5:20].

Jika anda memang  telah dibebaskan oleh Yesus dari kegelapan, apakah anda memiliki semangat dan kehidupan untuk memberitakan betapa kasihnya Yesus itu kepadamu? Jika anda menilai bahwa tidak perlu memberitakan Injil karena orang-orang lain mungkin lebih baik keadaannya, maka itu sungguh menyesatkan!

Ingat, tiada satupun yang dapat menjinakan orang yang terasuki tadi, berapa kalipun ia dirantai [manusia] akan selalu sukses diputuskannya. Tak ada yang dapat menjinakan teror si iblis yang menyandera manusia dengan teriakan-teriakan dan memukuli dirinya dengan batu. Itulah nasib  manusia terhadap iblis. Anda memang dapat melihat ada begitu banyak manusia yang tak terasuki seperti orang yang kerasukan hebat tadi, tetapi percayalah bahwa tanpa Yesus, maka semua manusia adalah jajahan iblis [Yesus berkata pada kesempatan lain: "Aku bersaksi tentang dia, bahwa pekerjaan-pekerjaannya jahat -Yoh 7:7;  Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang-Yoh 3:19; Sekarang berlangsung penghakiman atas dunia ini: sekarang juga penguasa dunia ini akan dilemparkan ke luar-Yoh 12:31"], sebab tanpa kebenaran yang membebaskan dan tanpa relasi kasih yang sangat personal antara dirinya dengan Yesus Sang Pembebas.

Jadi renungkanlah semuanya itu, betapa Bapa begitu kasih kepadamu di dalam Yesus Kristus yang telah berkenan datang jauh-jauh dari tempatnya yang mulia [Yohanes 1:1,14] ke tempatmu yang tak lain adalah pekuburan dimana kegelapan dan duka bertakhta [Yohanes 8:12].Tempatmu pada dasarnya adalah kematian, sebab tanpa Yesus [Yohanes 1:4, Yohanes 8:12, Yohanes 11:25, Yohanes 14:6], yang ada hanyalah kematian belaka!

Adakah manusia yang memiliki kuasa atas kuasa kubur? Adakah manusia yang memiliki kuasa untuk menjinakan kuasa dan pekerjaan Iblis? Adakah manusia yang memiliki  kuasa sedemikian perkasa nan tak  terpahami sehingga iblis pun memerlukan  penentuan Kristus apakah dia boleh masuk,sekedar ke 2000 babi. Bagaimanapun, babi-babi itu adalah ciptaan Allah, dirancang dan ditetapkan untuk mempermalukan Iblis dalam derajat yang tak terbayangkan, dari manusia  ke babi. Tak ada  yang dapat membayangkan  akan ada sebuah kemuliaan yang lebih tinggi dalam menjajah  babi-babi dibandingkan dengan manusia-manusia? Tak ada yang dapat berpikir bahwa babi-babi dapat bersaksi kepada manusia dan dapat menceritakan kasih Allah kepada segenap manusia.

Yesus bukan saja dengan  begitu gampangnya melucuti iblis, membebaskan tawanan, menaklukan kuasa kubur. Namun secara sempurna menghinakan iblis dalam  cara yang luar biasa kelam dan luar biasa tanpa harapan apapun dengan mengijinkannya mendiami babi-babi itu dalam kedaulatan Yesus baik atas babi-babi ciptaan-Nya dan iblis yang telah dilucuti kekuasaannya.      

                                                                  AMIN
Segala Pujian Hanya Kepada TUHAN


Referensi untuk Pendaratan Sekutu di Pantai Normandia:

-40 Amazing D-Day facts – express.co.uk
 








P O P U L A R - "Last 7 days"