0 Ora Et Labora

Oleh :Pdt. Budi Asali, M.Div

ORA ET LABORA
-
Biblical illustrations by Jim Padgett, courtesy of Sweet Publishing, Ft. Worth, TX, and Gospel Light, Ventura, CA. Copyright 1984 - wikimedia.org

Kebaktian   G. K. R. I. ‘GOLGOTA’

Minggu, tgl 27 Oktober 2013, pk 08.00



Kej 32:1-32 - “(1) Yakub melanjutkan perjalanannya, lalu bertemulah malaikat-malaikat Allah dengan dia. (2) Ketika Yakub melihat mereka, berkatalah ia: ‘Ini bala tentara Allah.’ Sebab itu dinamainyalah tempat itu Mahanaim. (3) Sesudah itu Yakub menyuruh utusannya berjalan lebih dahulu mendapatkan Esau, kakaknya, ke tanah Seir, daerah Edom. (4) Ia memerintahkan kepada mereka: ‘Beginilah kamu katakan kepada tuanku, kepada Esau: Beginilah kata hambamu Yakub: Aku telah tinggal pada Laban sebagai orang asing dan diam di situ selama ini. (5) Aku telah mempunyai lembu sapi, keledai dan kambing domba, budak laki-laki dan perempuan, dan aku menyuruh memberitahukan hal ini kepada tuanku, supaya aku mendapat kasihmu.’ (6) Kemudian pulanglah para utusan itu kepada Yakub dan berkata: ‘Kami telah sampai kepada kakakmu, kepada Esau, dan iapun sedang di jalan menemui engkau, diiringi oleh empat ratus orang.’ (7) Lalu sangat takutlah Yakub dan merasa sesak hati; maka dibaginyalah orang-orangnya yang bersama-sama dengan dia, kambing dombanya, lembu sapi dan untanya menjadi dua pasukan. (8) Sebab pikirnya: ‘Jika Esau datang menyerang pasukan yang satu, sehingga terpukul kalah, maka pasukan yang tinggal akan terluput.’ (9) Kemudian berkatalah Yakub: ‘Ya Allah nenekku Abraham dan Allah ayahku Ishak, ya TUHAN, yang telah berfirman kepadaku: Pulanglah ke negerimu serta kepada sanak saudaramu dan Aku akan berbuat baik kepadamu - (10) sekali-kali aku tidak layak untuk menerima segala kasih dan kesetiaan yang Engkau tunjukkan kepada hambaMu ini,
sebab aku membawa hanya tongkatku ini waktu aku menyeberangi sungai Yordan ini, tetapi sekarang telah menjadi dua pasukan. (11) Lepaskanlah kiranya aku dari tangan kakakku, dari tangan Esau, sebab aku takut kepadanya, jangan-jangan ia datang membunuh aku, juga ibu-ibu dengan anak-anaknya. (12) Bukankah Engkau telah berfirman: Tentu Aku akan berbuat baik kepadamu dan menjadikan keturunanmu sebagai pasir di laut, yang karena banyaknya tidak dapat dihitung.’ (13) Lalu bermalamlah ia di sana pada malam itu. Kemudian diambilnyalah dari apa yang ada padanya suatu persembahan untuk Esau, kakaknya, (14) yaitu dua ratus kambing betina dan dua puluh kambing jantan, dua ratus domba betina dan dua puluh domba jantan, (15) tiga puluh unta yang sedang menyusui beserta anak-anaknya, empat puluh lembu betina dan sepuluh lembu jantan, dua puluh keledai betina dan sepuluh keledai jantan. (16) Diserahkannyalah semuanya itu kepada budak-budaknya untuk dijaga, tiap-tiap kumpulan tersendiri, dan ia berkata kepada mereka: ‘Berjalanlah kamu lebih dahulu dan jagalah supaya ada jarak antara kumpulan yang satu dengan kumpulan yang lain.’ (17) Diperintahkannyalah kepada yang paling di muka: ‘Apabila Esau, kakakku, bertemu dengan engkau dan bertanya kepadamu: Siapakah tuanmu? dan ke manakah engkau pergi? dan milik siapakah ternak yang di depanmu itu? - (18) jawablah: milik hambamu Yakub; inilah persembahan yang dikirim kepada tuanku Esau, dan Yakub sendiripun ada di belakang kami.’ (19) Begitulah diperintahkannya baik kepada yang kedua maupun kepada yang ketiga dan kepada sekalian orang yang berjalan menggiring kumpulan hewan itu, katanya: ‘Seperti perkataanku tadilah kamu katakan kepada Esau, apabila kamu berjumpa dengan dia; (20) dan kamu harus mengatakan juga: Hambamu Yakub sendiri ada di belakang kami.’ Sebab pikir Yakub: ‘Baiklah aku mendamaikan hatinya dengan persembahan yang diantarkan lebih dahulu, kemudian barulah aku akan melihat mukanya; mungkin ia akan menerima aku dengan baik.’ (21) Jadi persembahan itu diantarkan lebih dahulu, tetapi ia sendiri bermalam pada malam itu di tempat perkemahannya. (22) Pada malam itu Yakub bangun dan ia membawa kedua isterinya, kedua budaknya perempuan dan kesebelas anaknya, dan menyeberang di tempat penyeberangan sungai Yabok. (23) Sesudah ia menyeberangkan mereka, ia menyeberangkan juga segala miliknya. (24) Lalu tinggallah Yakub seorang diri. Dan seorang laki-laki bergulat dengan dia sampai fajar menyingsing. (25) Ketika orang itu melihat, bahwa ia tidak dapat mengalahkannya, ia memukul sendi pangkal paha Yakub, sehingga sendi pangkal paha itu terpelecok, ketika ia bergulat dengan orang itu. (26) Lalu kata orang itu: ‘Biarkanlah aku pergi, karena fajar telah menyingsing.’ Sahut Yakub: ‘Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku.’ (27) Bertanyalah orang itu kepadanya: ‘Siapakah namamu?’ Sahutnya: ‘Yakub.’ (28) Lalu kata orang itu: ‘Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang.’ (29) Bertanyalah Yakub: ‘Katakanlah juga namamu.’ Tetapi sahutnya: ‘Mengapa engkau menanyakan namaku?’ Lalu diberkatinyalah Yakub di situ. (30) Yakub menamai tempat itu Pniel, sebab katanya: ‘Aku telah melihat Allah berhadapan muka, tetapi nyawaku tertolong!’ (31) Lalu tampaklah kepadanya matahari terbit, ketika ia telah melewati Pniel; dan Yakub pincang karena pangkal pahanya. (32) Itulah sebabnya sampai sekarang orang Israel tidak memakan daging yang menutupi sendi pangkal paha, karena Dia telah memukul sendi pangkal paha Yakub, pada otot pangkal pahanya.”.

  • Kej 33:1-20 - “(1) Yakubpun melayangkan pandangnya, lalu dilihatnyalah Esau datang dengan diiringi oleh empat ratus orang. Maka diserahkannyalah sebagian dari anak-anak itu kepada Lea dan sebagian kepada Rahel serta kepada kedua budak perempuan itu. (2) Ia menempatkan budak-budak perempuan itu beserta anak-anak mereka di muka, Lea beserta anak-anaknya di belakang mereka, dan Rahel beserta Yusuf di belakang sekali. (3) Dan ia sendiri berjalan di depan mereka dan ia sujud sampai ke tanah tujuh kali, hingga ia sampai ke dekat kakaknya itu. (4) Tetapi Esau berlari mendapatkan dia, didekapnya dia, dipeluk lehernya dan diciumnya dia, lalu bertangis-tangisanlah mereka. (5) Kemudian Esau melayangkan pandangnya, dilihatnyalah perempuan-perempuan dan anak-anak itu, lalu ia bertanya: ‘Siapakah orang-orang yang beserta engkau itu?’ Jawab Yakub: ‘Anak-anak yang telah dikaruniakan Allah kepada hambamu ini.’ (6) Sesudah itu mendekatlah budak-budak perempuan itu beserta anak-anaknya, lalu mereka sujud. (7) Mendekat jugalah Lea beserta anak-anaknya, dan merekapun sujud. Kemudian mendekatlah Yusuf beserta Rahel, dan mereka juga sujud. (8) Berkatalah Esau: ‘Apakah maksudmu dengan seluruh pasukan, yang telah bertemu dengan aku tadi?’ Jawabnya: ‘Untuk mendapat kasih tuanku.’ (9) Tetapi kata Esau: ‘Aku mempunyai banyak, adikku; peganglah apa yang ada padamu.’ (10) Tetapi kata Yakub: ‘Janganlah kiranya demikian; jikalau aku telah mendapat kasihmu, terimalah persembahanku ini dari tanganku, karena memang melihat mukamu adalah bagiku serasa melihat wajah Allah, dan engkaupun berkenan menyambut aku. (11) Terimalah kiranya pemberian tanda salamku ini, yang telah kubawa kepadamu, sebab Allah telah memberi karunia kepadaku dan akupun mempunyai segala-galanya.’ Lalu dibujuk-bujuknyalah Esau, sehingga diterimanya. (12) Kata Esau: ‘Baiklah kita berangkat berjalan terus; aku akan menyertai engkau.’ (13) Tetapi Yakub berkata kepadanya: ‘Tuanku maklum, bahwa anak-anak ini masih kurang kuat, dan bahwa beserta aku ada kambing domba dan lembu sapi yang masih menyusui, jika diburu-buru, satu hari saja, maka seluruh kumpulan binatang itu akan mati. (14) Biarlah kiranya tuanku berjalan lebih dahulu dari hambamu ini dan aku mau dengan hati-hati beringsut maju menurut langkah hewan, yang berjalan di depanku dan menurut langkah anak-anak, sampai aku tiba pada tuanku di Seir.’ (15) Lalu kata Esau: ‘Kalau begitu, baiklah kutinggalkan padamu beberapa orang dari pengiringku.’ Tetapi Yakub berkata: ‘Tidak usah demikian! Biarlah aku mendapat kasih tuanku saja.’ (16) Jadi pulanglah Esau pada hari itu berjalan ke Seir. (17) Tetapi Yakub berangkat ke Sukot, lalu mendirikan rumah, dan untuk ternaknya dibuatnya gubuk-gubuk. Itulah sebabnya tempat itu dinamai Sukot. (18) Dalam perjalanannya dari Padan-Aram sampailah Yakub dengan selamat ke Sikhem, di tanah Kanaan, lalu ia berkemah di sebelah timur kota itu. (19) Kemudian dibelinyalah dari anak-anak Hemor, bapa Sikhem, sebidang tanah, tempat ia memasang kemahnya, dengan harga seratus kesita. (20) Ia mendirikan mezbah di situ dan dinamainya itu: ‘Allah Israel ialah Allah.’”.



I) Problem Yakub.

Dalam Kej 31 Yakub baru saja lolos dari Laban, dan sekarang dalam Kej 32 ia harus menghadapi problem baru yaitu Esau.

Sesuatu yang menarik adalah: berbeda dengan problem Laban, yang tidak ditimbulkan karena kesalahan / dosa Yakub, maka problem Esau ini timbul karena kesalahan / dosa Yakub (Kej 27:1-41).

Karena kita semua adalah orang berdosa, maka hal yang dialami Yakub ini pasti juga pernah dan akan kita alami. Kalau kita menghadapi problem yang timbul bukan karena kesalahan kita, maka dengan mudah kita bisa berdoa. Tetapi kalau kita mengalami problem yang muncul karena kesalahan kita, seringkali kita takut / malu untuk berdoa! Karena itu kita perlu belajar dari pengalaman dan tindakan Yakub pada waktu ia mengalami problem gara-gara kesalahannya.


II) Tindakan Yakub untuk memecahkan problem.

Yakub takut sekali (32:7a), tetapi ia bukannya tidak berbuat apa-apa saking takutnya.
32:7 - “Lalu sangat takutlah Yakub dan merasa sesak hati; maka dibaginyalah orang-orangnya yang bersama-sama dengan dia, kambing dombanya, lembu sapi dan untanya menjadi dua pasukan.”.


Tindakan Yakub:

1)   Ia berdoa (32:9-12).
  • 32:9-12 - “(9) Kemudian berkatalah Yakub: ‘Ya Allah nenekku Abraham dan Allah ayahku Ishak, ya TUHAN, yang telah berfirman kepadaku: Pulanglah ke negerimu serta kepada sanak saudaramu dan Aku akan berbuat baik kepadamu - (10) sekali-kali aku tidak layak untuk menerima segala kasih dan kesetiaan yang Engkau tunjukkan kepada hambaMu ini, sebab aku membawa hanya tongkatku ini waktu aku menyeberangi sungai Yordan ini, tetapi sekarang telah menjadi dua pasukan. (11) Lepaskanlah kiranya aku dari tangan kakakku, dari tangan Esau, sebab aku takut kepadanya, jangan-jangan ia datang membunuh aku, juga ibu-ibu dengan anak-anaknya. (12) Bukankah Engkau telah berfirman: Tentu Aku akan berbuat baik kepadamu dan menjadikan keturunanmu sebagai pasir di laut, yang karena banyaknya tidak dapat dihitung.’”.

Ia meminta supaya Tuhan melepaskan dia dari tangan Esau (32:11). Perhatikan bahwa sekalipun Yakub mengalami problem gara-gara kesalahannya sendiri, tetapi ia tetap berdoa!

Seringkali kalau kita mengalami problem gara-gara kebodohan / kesalahan / dosa kita, maka kita beranggapan bahwa tidak ada gunanya kita memohon pertolongan Allah. Kita tidak berdoa, atau kita takut untuk berdoa, karena kita merasa bahwa kita memang layak mendapatkan problem itu sebagai ganjaran atas kesalahan kita.


Tetapi itu tidak benar! Ada 2 hal yang harus kita ingat, yaitu:

a)   Ingat bahwa karena Kristus sudah mati untuk menebus dosa kita, maka Allah memang sering memberikan kepada kita, yang adalah anak-anakNya, apa yang tidak selayaknya kita terima. Andaikata Allah selalu memberikan apa yang layak kita terima, menurut saudara dimanakah kita berada sekarang ini?


b)   Yakub tetap berani berdoa sekalipun ia mengalami problem gara-gara kesalahannya sendiri. Karena itu, kitapun juga harus demikian.

Catatan: Ini tentu tidak berarti bahwa kita boleh meremehkan kesalahan / dosa yang kita lakukan itu. Tentu untuk kesalahan / dosa itu kita harus mengaku dosa dengan sungguh-sungguh dan bertobat.


Permintaan Yakub itu ia landaskan pada:
1.   32:9 - Tuhan yang menyuruh dia pulang kepada sanak saudaranya, dan Tuhan berjanji akan berbuat baik kepadanya.
2.   32:10 - kasih dan kesetiaan Allah [NIV: ‘kindness and faithful­ness’ (= kebaikan dan kesetiaan)].
Selama ini Tuhan sudah menunjukkan kasih / kebaikan dan kese­tiaanNya kepada Yakub, padahal ia tidak layak mendapatkan. Karena itu sekarang, sekalipun ia mendapat problem dengan Esau karena kesalahan / dosanya, dan karenanya ia sebetulnya tidak layak ditolong Tuhan, ia tetap meminta pertolongan Tuhan!
Bdk. 2Tim 2:13 yang mengatakan bahwa sekalipun kita tidak setia, tetapi Allah tetap setia!
2Tim 2:13 - “jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diriNya.’”.

3.   32:12 - janji Tuhan bahwa ia akan mendapatkan banyak keturunan (bdk. Kej 22:17 dan Kej 28:3,14). Kalau sekarang Esau membasmi Yakub dan anak-anaknya, maka tentu janji Tuhan itu tidak akan digenapi.

2)   Ia berusaha.
Tidak salah Yakub berusaha, karena sekalipun ada doa dan iman, kita harus tetap melakukan apa yang bisa kita lakukan, selama itu bukan suatu usaha yang bersifat dosa.

Apa saja usaha Yakub?

a)   32:7-8 - ia membagi pasukannya menjadi 2, dengan pemikiran bahwa kalau yang satu diserang, maka yang lain masih bisa selamat.
  • 32:7-8 - “(7) Lalu sangat takutlah Yakub dan merasa sesak hati; maka dibaginyalah orang-orangnya yang bersama-sama dengan dia, kambing dombanya, lembu sapi dan untanya menjadi dua pasukan. (8) Sebab pikirnya: ‘Jika Esau datang menyerang pasukan yang satu, sehingga terpukul kalah, maka pasukan yang tinggal akan terluput.’”.

b)      32:13b-21 - ia memberi persembahan untuk Esau.
  • 32:13-21 - “(13) Lalu bermalamlah ia di sana pada malam itu. Kemudian diambilnyalah dari apa yang ada padanya suatu persembahan untuk Esau, kakaknya, (14) yaitu dua ratus kambing betina dan dua puluh kambing jantan, dua ratus domba betina dan dua puluh domba jantan, (15) tiga puluh unta yang sedang menyusui beserta anak-anaknya, empat puluh lembu betina dan sepuluh lembu jantan, dua puluh keledai betina dan sepuluh keledai jantan. (16) Diserahkannyalah semuanya itu kepada budak-budaknya untuk dijaga, tiap-tiap kumpulan tersendiri, dan ia berkata kepada mereka: ‘Berjalanlah kamu lebih dahulu dan jagalah supaya ada jarak antara kumpulan yang satu dengan kumpulan yang lain.’ (17) Diperintahkannyalah kepada yang paling di muka: ‘Apabila Esau, kakakku, bertemu dengan engkau dan bertanya kepadamu: Siapakah tuanmu? dan ke manakah engkau pergi? dan milik siapakah ternak yang di depanmu itu? - (18) jawablah: milik hambamu Yakub; inilah persembahan yang dikirim kepada tuanku Esau, dan Yakub sendiripun ada di belakang kami.’ (19) Begitulah diperintahkannya baik kepada yang kedua maupun kepada yang ketiga dan kepada sekalian orang yang berjalan menggiring kumpulan hewan itu, katanya: ‘Seperti perkataanku tadilah kamu katakan kepada Esau, apabila kamu berjumpa dengan dia; (20) dan kamu harus mengatakan juga: Hambamu Yakub sendiri ada di belakang kami.’ Sebab pikir Yakub: ‘Baiklah aku mendamaikan hatinya dengan persembahan yang diantarkan lebih dahulu, kemudian barulah aku akan melihat mukanya; mungkin ia akan menerima aku dengan baik.’ (21) Jadi persembahan itu diantarkan lebih dahulu, tetapi ia sendiri bermalam pada malam itu di tempat perkemahannya.”.

Bdk. Amsal 21:14 - “Pemberian dengan sembunyi-sembunyi memadamkan marah, dan hadiah yang dirahasiakan meredakan kegeraman yang hebat.”.


c)  33:3 - ia menghormati Esau dengan sujud.
33:3 - “Dan ia sendiri berjalan di depan mereka dan ia sujud sampai ke tanah tujuh kali, hingga ia sampai ke dekat kakaknya itu.”.

Ada penafsir yang berkata bahwa sujud disini tidak sama dengan sujud dalam Kej 19:1.
  • Kej 19:1 - “Kedua malaikat itu tiba di Sodom pada waktu petang. Lot sedang duduk di pintu gerbang Sodom dan ketika melihat mereka, bangunlah ia menyongsong mereka, lalu sujud dengan mukanya sampai ke tanah,”.

Ia berkata bahwa sujud disini merupakan ‘a deep Oriental bow, in which the head approaches the ground, but does not touch it’ (= bungkukan Timur yang dalam, dimana kepala mendekati tanah tetapi tidak menyentuhnya) - Keil & Delitzch.

Catatan: tetapi kata Ibrani yang dipakai adalah persis sama!

Hal yang juga perlu diperhatikan adalah: pada saat itu, Mat 4:10 yang menyatakan bahwa kita hanya boleh menyembah / berbakti kepada Allah, belum ada.
  • Mat 4:10 - “Maka berkatalah Yesus kepadanya: ‘Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!’”.


3)   Ia bergumul dengan Allah (32:22-32).

a)   32:22-24a - Yakub menyeberangkan semua, dan tinggal seorang diri, supaya bisa sendirian dengan Tuhan, supaya bisa berdoa (bdk. Yesus dalam Mat 14:22-23).

32:22-24 - “(22) Pada malam itu Yakub bangun dan ia membawa kedua isterinya, kedua budaknya perempuan dan kesebelas anaknya, dan menyeberang di tempat penyeberangan sungai Yabok. (23) Sesudah ia menyeberangkan mereka, ia menyeberangkan juga segala miliknya. (24) Lalu tinggallah Yakub seorang diri. Dan seorang laki-laki bergulat dengan dia sampai fajar menyingsing.”.

Catatan: kata ‘Yabok’ berasal dari kata Ibrani ABAK, yang dalam bentuk Niphal berarti ‘to wrestle’ (= bergulat / bergumul). Jadi nama Yabok dipakai secara berlaku surut dalam ay 22 ini.


b)  32:24b-29 - pergumulan Yakub dengan Allah.
  • 32:24-29 - “(24) Lalu tinggallah Yakub seorang diri. Dan seorang laki-laki bergulat dengan dia sampai fajar menyingsing. (25) Ketika orang itu melihat, bahwa ia tidak dapat mengalahkannya, ia memukul sendi pangkal paha Yakub, sehingga sendi pangkal paha itu terpelecok, ketika ia bergulat dengan orang itu. (26) Lalu kata orang itu: ‘Biarkanlah aku pergi, karena fajar telah menyingsing.’ Sahut Yakub: ‘Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku.’ (27) Bertanyalah orang itu kepadanya: ‘Siapakah namamu?’ Sahutnya: ‘Yakub.’ (28) Lalu kata orang itu: ‘Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang.’ (29) Bertanyalah Yakub: ‘Katakanlah juga namamu.’ Tetapi sahutnya: ‘Mengapa engkau menanyakan namaku?’ Lalu diberkatinyalah Yakub di situ.”.

1.  32:24b - Yakub bergumul dengan seseorang.

2.   32:25 - orang itu tidak bisa mengalahkan Yakub, tetapi akhirnya ia memukul sendi Yakub sehingga terpelecok.
Ini menunjukkan:

a.         Tadi orang itu bukannya tidak bisa menang, tetapi tidak mau menang.

b.         Bahwa orang kristen bisa menang hanya dengan terluka.

  • Pulpit Commentary: “So God frequently accompanies spiritual enrichment with material and temporal deprivation, in order both to evince his own sovereignty and to keep his saints humble” (= Demiki­anlah Allah sering menyertai pengayaan rohani dengan kerugian yang bersifat materi dan sementara, untuk menunjukkan dengan jelas kedaulatanNya sendiri dan untuk menjaga agar orang suciNya tetap rendah hati).

Bdk. 2Kor 4:16 - “Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.”.


  • 2Kor 12:7-10 - “(7) Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri. (8) Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku. (9) Tetapi jawab Tuhan kepadaku: ‘Cukuplah kasih karuniaKu bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasaKu menjadi sempurna.’ Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. (10) Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.”.

3.   32:26a - pada waktu fajar menyingsing, orang itu ingin pergi.
Editor dari Calvin’s Commentary berkata bahwa alasannya untuk mau pergi adalah: Allah tidak mau pergulatan itu disaksi­kan orang lain.

4.   32:26b - bahwa Yakub minta berkat menunjukkan bahwa ia sadar akan keilahian ‘orang’ itu (bdk. 32:30).
Bahwa Yakub mengatakan: ‘Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku’ (ay 26b), tidak bisa diartikan bahwa Yakub memaksa Allah. Yakub bukannya memaksa Allah memenuhi permintaannya, tetapi Yakub bertekun dengan gigih sampai ia mendapatkan apa yang dimintanya. Memang antara memaksa Tuhan dan bertekun dengan gigih dalam berdoa, hanya ada batasan yang sangat tipis. Perbedaannya adalah dalam sikap hatinya. Kalau kita memaksa Tuhan, maka sikap hati kita adalah merasa berhak, bahkan memberontak / marah kalau tidak dikabulkan, dsb. Sedangkan kalau bertekun dalam doa, kita bersikap memohon belas kasihan Tuhan!


5.   32:27-28a - nama Yakub diubah menjadi Israel, yang artinya adalah: ‘having power with God’ (= mempunyai kekuatan dengan Allah) atau ‘God’s fighter’ (= pejuang Allah).


6.   32:28 - ‘engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang’. Ini ayat yang sukar!
Ada yang berkata bahwa Allah yang bergumul dengan Yakub di sini adalah Yesus, yang memang adalah Allah dan manusia. Tetapi terhadap penafsiran ini perlu diingat bahwa peristiwa ini terjadi pada jaman Perjanjian Lama, dimana Allah Anak belum berinkarnasi, se­hingga saat itu manusia Yesus belum ada!

Ada juga yang mengartikan: engkau telah bergumul dengan Allah dan engkau menang, karena itu engkau pasti juga akan menang dalam bergumul dengan manusia.

7.   32:29 - Yakub minta diberitahu nama orang itu, tetapi orang itu menolak memberi tahu. Ini menunjukkan bahwa Allah tidak selalu mau menjawab pertanyaan kita untuk memuaskan rasa ingin tahu kita.

8.   Ketekunan Yakub dalam bergumul dengan Allah dan dalam menda­patkan berkat dari Allah harus menjadi teladan bagi kita. Kitapun harus bergumul dengan Allah sampai menang!

Tetapi bagaimana manusia bisa mengalahkan Allah? Calvin berkata bisa, karena “He (God) both fights against us and for us” [= Ia (Allah) berkelahi baik melawan kita maupun untuk kita].
Disamping itu, Allah memberi kita kekuatan yang lebih besar dari pada kekuatan yang Ia pakai untuk melawan kita.

  • Calvin: “He fights against us with his left hand, and for us with his right hand” (= Ia berkelahi melawan kita dengan tangan kiri­Nya, dan untuk kita dengan tangan kananNya).
Memang dalam setiap ujian yang diberikan oleh Allah kepada kita, kita sebetulnya sedang bergumul dengan Allah. Tetapi Allah juga membantu kita supaya kita bisa menang. Awas! Jangan berpikir bahwa Allah membantu kita sedemikian rupa sehingga kemenangan itu bisa didapatkan dengan mudah / tanpa pergumulan! Sama sekali tidak! Kita harus tetap bergu­mul habis-habisan untuk bisa menang!



III) Tindakan Allah.

1)   Allah menampilkan malaikat-malaikat untuk menguatkan Yakub (32:1-2).
  • 32:1-2 - “(1) Yakub melanjutkan perjalanannya, lalu bertemulah malaikat-malaikat Allah dengan dia. (2) Ketika Yakub melihat mereka, berkatalah ia: ‘Ini bala tentara Allah.’ Sebab itu dinamainyalah tempat itu Mahanaim.”.
Kata ‘Mahanaim’ dalam 32:2 berarti ‘two camps’ (= 2 perkemahan) atau ‘two hosts’ (= 2 pasukan). Calvin menganggap bahwa malaikat-malaikat itu terdiri dari 2 pasukan, tetapi kebanyakan penafsir menganggap bahwa 2 pasukan itu adalah pasukan Yakub dan pasukan malaikat.
Tidak terlalu jadi soal yang mana tafsiran yang benar, karena yang penting adalah bahwa Yakub dikawal oleh banyak malaikat.
Bandingkan ini dengan Maz 34:8 yang berbunyi: “Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka.”.


Penerapan:
a)   Pada waktu menghadapi musuh yang banyak dan berbahaya, jangan­lah menjadi takut seperti bujang Elisa dalam 2Raja 6:15 - “Ketika pelayan abdi Allah bangun pagi-pagi dan pergi ke luar, maka tampaklah suatu tentara dengan kuda dan kereta ada di sekeliling kota itu. Lalu berkatalah bujangnya itu kepadanya: ‘Celaka tuanku! Apakah yang akan kita perbuat?’”.

Sebaliknya bersikaplah seperti Elisa yang berkata kepada bujangnya itu: “Jangan takut, sebab lebih banyak yang menyertai kita dari pada yang menyertai mereka” (2Raja 6:16).
Bdk. Ro 8:31b - “Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?”.


b)   Sekalipun kita tidak melihat pasukan malaikat mengawal kita, tetapi kita perlu ingat kata-kata Yesus yang berkata “Berbaha­gialah mereka yang tidak melihat, namun percaya!” (Yoh 20:29).

Jadi, maukah saudara percaya pada Maz 34:8 sekalipun saudara tidak melihat seorang malaikatpun?


2)   Memindahkan Esau ke tanah Seir (32:3).
  • 32:3 - “Sesudah itu Yakub menyuruh utusannya berjalan lebih dahulu mendapatkan Esau, kakaknya, ke tanah Seir, daerah Edom.”.
a)   Mula-mula Seir adalah milik orang Hori (Kej 14:6), tetapi Esau merampasnya (Ul 2:22). Ini menggenapi nubuat ‘Engkau akan hidup dari pedangmu’ (Kej 27:40).
b)   Rupanya saat ini Esau belum pindah total. Baru pada Kej 36:5-8 ia pindah secara total.
c)   Apapun alasannya Esau meninggalkan Kanaan dan pindah ke Seir, pasti dibalik itu ada Providence of God (= pelaksanaan Rencana Allah) yang mengatur supaya tanah Kanaan menjadi milik Yakub dan keturunannya. Dosa Yakub tidak membatalkan Rencana Allah!


IV) Hasil akhir.


1)   Esau ternyata menerima Yakub dengan sangat baik (33:1-4).
  • 33:1-4 - “(1) Yakubpun melayangkan pandangnya, lalu dilihatnyalah Esau datang dengan diiringi oleh empat ratus orang. Maka diserahkannyalah sebagian dari anak-anak itu kepada Lea dan sebagian kepada Rahel serta kepada kedua budak perempuan itu. (2) Ia menempatkan budak-budak perempuan itu beserta anak-anak mereka di muka, Lea beserta anak-anaknya di belakang mereka, dan Rahel beserta Yusuf di belakang sekali. (3) Dan ia sendiri berjalan di depan mereka dan ia sujud sampai ke tanah tujuh kali, hingga ia sampai ke dekat kakaknya itu. (4) Tetapi Esau berlari mendapatkan dia, didekapnya dia, dipeluk lehernya dan diciumnya dia, lalu bertangis-tangisanlah mereka.”.

Ini jelas merupakan pekerjaan Tuhan yang menjawab doa Yakub.
Bdk. Amsal 16:7 - “Jikalau TUHAN berkenan kepada jalan seseorang, maka musuh orang itupun didamaikanNya dengan dia.”.
Amsal 21:1 - “Hati raja seperti batang air di dalam tangan TUHAN, dialirkanNya ke mana Ia ingini.”.

Jadi, sekalipun problem Yakub itu timbul karena dosa Yakub, tetapi Allah tetap mau menolong Yakub!


2)   Dialog Yakub dengan Esau (33:5-15):

a)   33:5,11 - pengakuan Yakub bahwa Allahlah yang memberikan anak, dan ternak / harta. Padahal Yakub bekerja keras untuk ternak itu. Ini menunjukkan kesalehan Yakub.
  • 33:5,11 - “(5) Kemudian Esau melayangkan pandangnya, dilihatnyalah perempuan-perempuan dan anak-anak itu, lalu ia bertanya: ‘Siapakah orang-orang yang beserta engkau itu?’ Jawab Yakub: ‘Anak-anak yang telah dikaruniakan Allah kepada hambamu ini.’ … (11) Terimalah kiranya pemberian tanda salamku ini, yang telah kubawa kepadamu, sebab Allah telah memberi karunia kepadaku dan akupun mempunyai segala-galanya.’ Lalu dibujuk-bujuknyalah Esau, sehingga diterimanya.”.

b)   33:10-11: “(10) Tetapi kata Yakub: ‘Janganlah kiranya demikian; jikalau aku telah mendapat kasihmu, terimalah persembahanku ini dari tanganku, karena memang melihat mukamu adalah bagiku serasa melihat wajah Allah, dan engkaupun berkenan menyambut aku. (11) Terimalah kiranya pemberian tanda salamku ini, yang telah kubawa kepadamu, sebab Allah telah memberi karunia kepadaku dan akupun mempunyai segala-galanya.’ Lalu dibujuk-bujuknyalah Esau, sehingga diterimanya.”.
  1. Yakub mendesak Esau untuk menerima, karena menerima pemberian menunjukkan acceptance / friendship (= penerimaan / persahabatan).
  2. ‘serasa melihat wajah Allah’ (33:10).

  • Calvin mengatakan bahwa artinya adalah: Yakub mengasihi dan menghormati Esau.

c)   33:13-15 Yakub menolak bersama-sama dengan Esau karena tidak percaya kepada Esau, atau, karena takut ia akan menyalahi Esau lagi. Calvin menganggap ini tidak / kurang beriman.

  • 33:13-15 - “(13) Tetapi Yakub berkata kepadanya: ‘Tuanku maklum, bahwa anak-anak ini masih kurang kuat, dan bahwa beserta aku ada kambing domba dan lembu sapi yang masih menyusui, jika diburu-buru, satu hari saja, maka seluruh kumpulan binatang itu akan mati. (14) Biarlah kiranya tuanku berjalan lebih dahulu dari hambamu ini dan aku mau dengan hati-hati beringsut maju menurut langkah hewan, yang berjalan di depanku dan menurut langkah anak-anak, sampai aku tiba pada tuanku di Seir.’ (15) Lalu kata Esau: ‘Kalau begitu, baiklah kutinggalkan padamu beberapa orang dari pengiringku.’ Tetapi Yakub berkata: ‘Tidak usah demikian! Biarlah aku mendapat kasih tuanku saja.’”.

Tetapi ada juga yang menganggap bahwa Yakub tidak mau bersama-sama dengan Esau, karena kalau ia bersama-sama dengan Esau, pasti Esaulah yang jadi pemimpin, sedangkan Esau adalah orang kafir.
Dalam Kitab Suci tidak diceritakan apakah akhirnya Yakub menepati janjinya (dalam 33:14) dengan pergi ke Seir. Ada penafsir yang berkata: mungkin Yakub menepati janjinya, tetapi tidak diceri­takan dalam Kitab Suci.


3)   Yakub tiba dengan selamat di Kanaan (33:18).
  • 33:17-18 - “(17) Tetapi Yakub berangkat ke Sukot, lalu mendirikan rumah, dan untuk ternaknya dibuatnya gubuk-gubuk. Itulah sebabnya tempat itu dinamai Sukot. (18) Dalam perjalanannya dari Padan-Aram sampailah Yakub dengan selamat ke Sikhem, di tanah Kanaan, lalu ia berkemah di sebelah timur kota itu.”.
  • 33:17 - Yakub sampai di Sukot. Sukot belum termasuk Kanaan.
  • 33:18 - Yakub sampai di Sikhem yang termasuk Kanaan. Dengan sampainya Yakub dengan selamat di Sikhem, Allah sudah menepati janjiNya dalam 28:15.

4)   Yakub membeli tanah (33:19).
  • 33:19 - “Kemudian dibelinyalah dari anak-anak Hemor, bapa Sikhem, sebidang tanah, tempat ia memasang kemahnya, dengan harga seratus kesita.”.
Ini sama dengan Yos 24:32, tetapi berbeda dengan Kis 7:16 dimana Stefanus berkata bahwa Abrahamlah yang membeli.
Kis 7:16 itu salah, karena tanah yang dibeli oleh Abraham bukan­lah di Sikhem, tetapi gua Makhpela untuk mengubur Sara. Dan ini dibeli dari orang Het (Kej 23:1-20).

Beberapa cara untuk mengharmoniskan pertentangan ini:

a)   Kesalahan dalam Kis 7:16 merupakan kesalahan Stefanus.
Jadi kesalahan Stephanus tetap dituliskan sebagaimana adanya (secara akurat) oleh Lukas (penulis kitab Kisah Rasul). Jadi, ini tidak menunjukkan Kitab Sucinya salah.
Ada orang yang keberatan kalau dikatakan Stefanus salah, karena saat itu dikatakan Stephanus penuh dengan Roh Kudus / didorong Roh Kudus dalam berbicara (Kis 6:10  Kis 7:55).

Tetapi saya berpendapat bahwa kepenuhan Roh Kudus tetap berbeda dengan pengil­haman dari Roh Kudus, yang menyebabkan seseorang bisa menulis secara infallible / inerrant (= tidak bisa salah).

b)   Kata ‘Abraham’ dalam Kis 7:16 diartikan ‘keturunan Abraham’ (yaitu Yakub).
Hal seperti ini sering terjadi dalam Kitab Suci. Misalnya dalam 1Raja 12:16 rakyat marah dan memaki-maki ‘Daud’, padahal jelas bahwa yang dimaksud adalah ‘keturunan Daud’ (yaitu Reha­beam).

1Raja 12:16 - “Setelah seluruh Israel melihat, bahwa raja tidak mendengarkan permintaan mereka, maka rakyat menjawab raja: ‘Bagian apakah kita dapat dari pada Daud? Kita tidak memperoleh warisan dari anak Isai itu! Ke kemahmu, hai orang Israel! Uruslah sekarang rumahmu sendiri, hai Daud!’ Maka pergilah orang Israel ke kemahnya,”.

c)   Kesalahan dalam Kis 7:16 itu merupakan kesalahan pengcopyan mula-mula.

5)   Yakub mendirikan mezbah (33:20).
  • 33:20 - “Ia mendirikan mezbah di situ dan dinamainya itu: ‘Allah Israel ialah Allah.’”.
Ini menunjukkan:
a)   Betapa pentingnya ibadah bagi Yakub! Bagaimana dengan saudara?
b)   Keberanian Yakub mengakui Allah ditengah-tengah orang kafir!
c)   Yakub menepati janjinya kepada Allah dalam Kej 28:21.
  • Kej 28:21 - “sehingga aku selamat kembali ke rumah ayahku, maka TUHAN akan menjadi Allahku.”.

Penutup / kesimpulan:

Semua berakhir dengan Happy End, sekalipun tadinya keadaan begitu gelap, dan kegelapan itu bahkan disebabkan dosa Yakub. Tetapi dalam keadaan demikianpun, Allah menjawab doa Yakub, sehingga akhirnya semua jadi baik.

Jangan menjadikan peristiwa ini sebagai dasar untuk berani berbuat dosa. Tetapi, kalau saudara mendapat problem gara-gara dosa saudara, maka janganlah ragu-ragu untuk datang kepada Tuhan dan meminta perto­longanNya. Ia tetap mau menolong saudara!




-AMIN-

P O P U L A R - "Last 7 days"