0 Providence / Penentuan Dosa dan Tanggung Jawab Manusia (8)

By. Pdt. Budi Asali, M.Div

Bacalah Lebih dahulu bagian 7
VI. Keberatan terhadap doktrin ini
"Roma 9:19-21"

Kebanyakan dari serangan / keberatan di bawah ini sudah saya bahas dan jelaskan di depan, kecuali keberatan / serangan no 6 dan 7. Saya memberikan semua ini hanya untuk memudahkan saudara mencari jawaban terhadap keberatan / serangan yang ditujukan terhadap doktrin ini.

1)  Doktrin ini menjadikan manusia seperti robot / wayang.
Jawab: Lihat pelajaran V, point B, 2 di atas.


2)   Kalau Allah sudah menetapkan segala sesuatu, bagaimana mungkin manusia masih bisa mempunyai kebebasan, dan bahkan harus bertanggung jawab atas dosanya?

Jawab: Lihat  pelajaran V di atas.


  • Bandingkan juga dengan Ro 9:19-21 - “Sekarang kamu akan berkata kepadaku: ‘Jika demikian, apa lagi yang masih disalahkanNya? Sebab siapa yang menentang kehendakNya?Siapakah kamu, hai manusia, maka kamu membantah Allah? Dapatkah yang dibentuk berkata kepada yang membentuknya: ‘Mengapakah engkau membentuk aku demikian?’ Apakah tukang periuk tidak mempunyai hak atas tanah liatnya, untuk membuat dari gumpal yang sama suatu benda untuk dipakai guna tujuan yang mulia dan suatu benda lain untuk dipakai guna tujuan yang biasa?”.


-
Nebula "Mata Kucing", julukan untuk NGC 6543
Citra: teleskop ruang angkasa Hubble, citra ini merupakan
planetari nebula paling kompleks yang pernah dilihat

CREDIT: J.P. Harrington and K.J. Borkowski (University of Maryland),
dan NASA -  esa

  • Dalam tafsirannya tentang Kej 50:20 Calvin mengatakan sebagai berikut: “If  human minds can not reach these depths, let them rather suppliantly adore the mysteries they do not comprehend, than, as vessels of clay, proudly exalt them selves against their Maker”


    (= Jika pikiran manusia tidak bisa menjangkau hal-hal yang dalam ini, hendaklah mereka dengan rendah hati memuja misteri yang tidak mereka mengerti, dari pada, sebagai bejana tanah liat,dengan sombong meninggikan diri mereka sendiri terhadap Pencipta mereka)
    - hal 488.


3)   Bagaimana Allah yang maha suci bisa  menciptakan dosa?
Jawab:

a)  Allah memang menetapkan terjadinya dosa dan mengatur sehingga dosa terjadi, tetapi Allah bukan pencipta dosa. Lihat pelajaran IV, point B, 1,2 di atas.


b)  Dalam menetapkan dan mengatur terjadinya dosa Allah mempunyai tujuan yang baik. Lihat  pelajaran IV, point D di atas.


4)  Allah menentukan karena Ia tahu bahwa hal itu akan terjadi.
Jawab:  lihat pelajaran III, point A, 2 di atas.



5)  Allah bukan menentukan dosa, tetapi mengijinkan dosa.

Jawab:  lihat  pelajaran IV, point B, 3 di atas.



6)   Kalau Allah menetapkan terjadinya dosa, padahal Ia melarang kita untuk berbuat dosa, bukankah ini menunjukkan adanya suatu kontradiksi dalam diri Allah?

Jawab:  Harus diakui bahwa di sini keterbatasan otak / pengertian kita membuat kita tidak bisa mengerti Allah. Tetapi jelas bahwa Allah tidak bertentangan dengan diriNya sendiri.


Credit : NASA

  • Calvin:  “Yet God’s will is not therefore  at war with it self, nor does it change, nor does it pretend not to will what he wills. But even though his will is one and simple in him, it appears manifold to us because, on account of our mental incapacity, we do not grasp how in divers ways it wills and does not will something to take place. ... when we do not grasp how God wills to take place what he forbids to be done, let us recall our mental incapacity, and at the same time consider that the light in which God dwells is not without reason called unapproachable(1Tim 6:16), because it is overspread with darkness”


    [= Tetapi itu tidak menyebabkan kehendak Allah berperang / bertentangan dengan dirinya sendiri, juga tidak menyebabkan kehendak Allah itu berubah, atau hanya berpura-pura tidak menghendaki apa yang Ia kehendaki. Tetapi sekalipun kehendakNya adalah satu dan sederhana di dalam Dia, tetapi itu terlihat bermacam-macam bagi kita karena, disebabkan oleh ketidakmampuan otak kita, kita tidak mengerti bagaimana dalam cara yang berbeda kehendakNya menghendaki dan tidak menghendaki sesuatu untuk terjadi.... pada waktu kita tidak mengerti bagaimana Allah menghendaki terjadi apa yang Ia larang untuk dilakukan, biarlah kita mengingat ketidakmampuan otak kita, dan pada saat yang sama memikirkan bahwa terang dimana Allah tinggal bukan tanpa alasan disebut tak terhampiri (1Tim 6:16), karena itu dilingkupi dengan kegelapan]
    - ‘Institutes of the Christian Religion’,Book I, Chapter XVIII, no 3.

7)   Ada banyak orang yang keberatan dengan diajarkannya doktrin ini karena bisa menimbulkan tanggapan yang negatif, misalnya malah berbuat dosa karena toh sudah ditentukan, marah kepada Allah seba­gai penentu penderitaan kita, malas berdoa / memberitakan Injil karena semua toh sudah ditentukan, dsb.
Jawab:
a)   Harus diakui bahwa tanggapan salah seperti itu bisa saja terjadi, tetapi itu adalah kesalahan dari orang yang mendengar ajaran ini, bukan kesalahan ajarannya!

  • John Murray:“... perversion does not refute the truth of the doctrine perverted”(= ... penyimpangan tidak menyangkal kebenaran dari doktrin yang disimpangkan) - ‘Collected Writings of John Murray’, vol II, hal 87.

b)  Jangan lupa bahwa Injil pun bisa menimbulkan tanggapan yang salah / negatif.  Misal­nya: Kalau ada orang yang mendengar bahwa Yesus sudah mati untuk menebus dosa-dosanya, baik yang dulu, yang sekarang, maupun yang akan datang, maka bisa saja ia lalu malah berbuat dosa karena toh sudah dibayar / ditebus oleh Yesus.  Lalu, apakah Injilsebaiknya tidak diajarkan karena bisa menimbulkan tanggapan salah / negatif seperti ini? Tanggapan salah yang sama juga bisa diberikan terhadap pemberitaan bahwa keselamatan tidak bisa hilang. Lalu, apakah ini pun tidak boleh diajarkan?


  • Dalamkomentarnya tentang 1Pet 2:16William Barclay berkata: Any great Christian doctrine can be perverted into an excuse for evil. The doctrine of grace can be perverted into an excuse for sinning to one’s heart’s content. The doctrine of the love of God can be sentimentalized into an excuse for breaking his law. The doctrine of the life to come can be perverted into an excuse for neglecting life in this world. And there is no doctrine so easy to pervert as that of Christian freedom”

    "Ilustrasi"
    Criminal Thinking - cornerstonecounsel

    (= Doktrin besar Kristen manapun bisa diselewengkan / disimpangkan menjadi suatu alasanuntuk kejahatan. Doktrin tentang kasih karunia bisa disimpangkan menjadi suatu alasan untuk berdosa bagi kepuasan hati seseorang. Doktrin tentang kasih Allah bisa disentimentilkan menjadi suatu alasan untuk melanggar hukumNya. Doktrin tentang kehidupan yang akan datang bisa disimpangkan menjadi suatu alasan untuk mengabaikan kehidupan dalam dunia ini. Dan tidak ada doktrin yang begitu mudah untuk disimpangkan seperti doktrin kebebasan / kemerdekaan Kristen)
    - hal207.
Ada banyak jejak yang menunjukkan bahwa doktrin kebebasan / kemerdekaan Kristen ini memang sering disalahgunakan, seperti yang terlihat dari ayat-ayat di bawah ini.


  • Gal 5:1,13 - “Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan. ... Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkanlayanilah seorang akan yang lain oleh kasih”.
  • 2Pet 2:19 - “Mereka menjanjikan kemerdekaan kepada orang lain, padahal mereka sendiri adalah hamba-hamba kebinasaan, karena siapa yang dikalahkan orang, ia adalah hamba orang itu”.



VII. manfaat doktrin ini bagi kita
Doktrin ini mempunyai banyak manfaat yang penting dalam hidup kita, seperti:


1)   Pada saat kita mengalami penderitaan, kesedihan, bahkan penganiayaan dan kejahatan orang lain terhadap diri kita, dsb, kita harus ingat bahwa segala sesuatu terjadi karena kehendak / Rencana Allah, dan kita juga harus percaya bahwa semua itu terjadi untuk kebaikan kita yang adalah anak-anakNya / orang pilihanNya (Ro 8:28). Ini akan merupakan penghiburan yang luar biasa di tengah-tengah segala penderitaan / kesedihan.


  • Charles Haddon Spurgeon: All events are under the control of Providence; consequently all the trials of our outward life are traceable a tonce to the great First Cause” (= Semua peristiwa ada di bawah kontrol dari Providensia;dan karenanya semua pencobaan dari kehidupan luar / lahiriah kita bisa segeradiikuti jejaknya sampai kepada sang Penyebab Pertama yang agung) - ‘Morning and Evening’, September 3, evening.


  • John Owen:Amidst all our afflictions and temptations, under whose pressure we should else faint and despair, it is no small comfort to be assured that we do nor can suffer nothing but what his hand and counsel guides unto us, what is open and naked before his eyes, and whose end and issue he knoweth long before; which is a strong motive to patience, a sure anchor of hope, a firm ground of consolation


    (= Ditengah-tengah semua penderitaan dan pencobaan, yang tekanannya bisa membuat kita lemah / takut dan putus asa, bukan penghiburan kecil untuk yakin bahwa kita tidak bisa menderita apapun kecuali apa yang tangan dan rencanaNya pimpin kepada kita, apa yang terbuka dan telanjang di depan mataNya, dan yang akhirnya dan hasilnya Ia ketahui jauh sebelumnya; yang merupakan motivasi yang kuat pada kesabaran, jangkar pengharapan yang pasti, dasar penghiburan yang teguh)
    - ‘The Works of John Owen’, vol 10, hal29.


  • Dalam tafsirannya tentang Kej 50:20 Calvin mengatakan sebagai berikut: “Let the impious busy themselves as they please, let them rage, let them mingle heaven and earth; yet they shall gain nothing by their ardour; and not only shall their impetuousity prove in effectual, but shall be turned to an issue the reverse of that which they intended, so that they shall promote our salvation, though they do it reluctantly. So that whatever poison Satan produces, God turns it into medicine for his elect”

    (= Biarlah orang jahat menyibukkan diri mereka sendiri semau mereka, biarlah mereka marah, biarlah mereka mencampur-adukkan langit dan bumi; tetapi mereka tidak akan mendapatkan keuntungan apapun oleh semangat mereka; dan bukan hanya gerakan mereka terbukti tidak berhasil, tetapi bahkan akan dibelokkan pada suatu hasil yang berlawanan dengan yang mereka maksudkan, sehingga mereka akan memajukan keselamatan kita, sekalipun mereka melakukan hal itu dengan segan. Sehingga apapun racun yang dihasilkan oleh Setan, Allah membalikkannya menjadi obat untuk orang pilihanNya)
    - hal 488.


2)   Dalam keadaan bahaya / kritis, doktrin ini memberikan ketenangan kepada kita.

"BMW M3 Fatal Accident"  - Credit :Carlovers Magazine
Misalnya anak saudara mengalami kecelakaan dan pendarahan yang parah. Ini dengan mudah membuat saudara menjadi kuatir, takut dan bahkan panik. Tetapi kalau pada saat itu saudara bisa mengingat dan mempercayai bahwa Allah toh sudah menetapkan segala sesuatu (termasuk apakah anak itu akan sembuh atau akan mati), dan bahwa Allah mengontrol segala sesuatu sehingga ketetapanNya itu pasti terjadi, maka saudara akan berhenti kuatir. Mengapa?


a)   Karena kekuatiran toh tidak akan mengubah ketetapan Allah.
Bandingkan ini dengan Mat 6:27 - “Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?”.

b)   Karena ketetapan Allah itu pasti ditujukan untuk kebaikan saudara (Ro 8:28). Tetapi ingat bahwaini hanya berlaku kalau saudara  adalah anak Allah.

Saudara memang tetap harus melakukan yang terbaik untuk anak saudara itu, tetapi saudara bisa melakukannya dengan tenang.


3)   Pada saat kita mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan dari orang lain, kita lebih bisa mengampuni dan tidak mendendam, kalau kita mengingat bahwa dibalik semua itu ada Rencana Allah dan Providence of God.


Contoh:

  • Yusuf dalam Kej 45:5,7,8  Kej 50:20. 
  • Ayub dalamAyub 1:21. 
  • Daud dalam2Sam 16:5-11. 
  • Yesus dalamYoh 18:11.



4)   Bisa mencegah kita dari tindakan berbuat dosa dalam ‘keadaan terpaksa’.

Contoh: Yesus sendiri dalam Mat 4:1-4. Ia digoda untuk mengubah batu menjadi roti. Kalau Yesus mau menuruti godaan itu, maka:

  • Ia menggunakan kekuatanNya secara egois. 
  • Ia bersandarpada kekuatanNya dan usahaNya sendiri, bukan kepada BapaNya.


Yesus menolak godaan itu dengan berkata: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah” (Mat 4:4). Ada2 penafsiran tentang arti dari kata-kata ‘setiap firman yang keluar dari mulut Allah’:


a)   Ini menunjuk pada Firman Allah atau pengajaran Kitab Suci.
Kalau diambil arti ini, maka seluruh jawaban Yesus itu maksudnya adalah: karena manusia terdiri dari tubuh dan jiwa / roh, maka manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi juga dari Firman Allah / pengajaran Kitab Suci.
Tetapi penafsiran ini rasanya tidak cocok dengan:

  •  konteks Mat4:3-4 / Luk 4:3-4.
Setan menyuruh Yesus mengubah batu menjadi roti, dan Yesus menjawab: manusia hidup bukan dari roti saja tetapi dari pengajaran Kitab Suci.Ini tidak cocok.

  • Ul 8:3 (dari mana Yesus mengutip kata-kata itu), yang lengkapnya berbunyi: “Jadi Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi engkau makan manna, yang tidak kau kenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkanTUHAN”.
Kalau kata-kata ‘segala yang diucapkan TUHAN’ itu diartikan pengajaran Kitab Suci, maka Ul 8:3 itu juga menjadi kacau artinya.

b)   Ini menunjuk pada kehendak Allah (Calvin).
Jadi maksud Yesus adalah: sekalipun tidak ada roti, kalau Allah menghendaki Ia hidup, Ia akan hidup. Penaf­siran ini lebih cocok dengan konteks Mat 4:3-4 maupun Ul 8:3!

  • Calvin: “In like manner, the Apostle says, that he ‘upholdeth all things by his powerful word’ (Heb i. 3); that is, the whole world is preserved, and every part of it keeps its place, by the will and decree of Him, whose power, above and below ,is everywhere diffused”

    [=  Dengan cara yang sama, sang rasul berkata bahwa Ia ‘menopang segala yang ada dengan firmanNya yang penuh kekuasaan’ (Ibr 1:3); artinya, seluruh dunia / alam semesta dipelihara, dan setiap bagiannya  dijaga pada  tempatnya, oleh kehendak dan ketetapanNya, yang kuasaNya, di atas dan di bawah, tersebar dimana-mana].
Maksud Calvin adalah: kalau kata ‘firman’ dalam Ibr 1:3 itu bisa diartikan ‘kehendak Allah’, maka tentu dalam Mat 4:4 ini juga bisa.

Kalau kita menerima penafsiran Calvin ini, maka ini menunjukkan bahwa kepercayaan Yesus terhadap kehendak / rencana Allah itu ternyata berguna untuk mencegah Dia dari berbuat dosa sekalipun keadaan kelihatannya memaksa Dia untuk melakukan hal itu. Karena itu, pada waktu saudara ada dalam keadaan dimana saudara kelihatannya harus berbuat dosa, apakah itu mencuri, berdusta atau apapun juga, renungkan doktrin Providence of God ini!



Bersambung ke Bagian 9

P O P U L A R - "Last 7 days"