0 Mengapa Pemerintah Bukan Jawaban ?


Ilustrasi : Parpol peserta pemilu Indonesia 2014

John Adams, Presiden Amerika Serikat kedua berkata, “Kita tidak memiliki pemerintah yang dipersenjatai dengan  kekuatan yang mampu bertarung dengan  dengan  nafsu-nafsu  manusia yang tak memiliki kekang moralitas dan agama. Ketamakan, ambisi, balas dendam, atau kenekatan, akan menghancurkan senar-senar terkuat Undang-Undang Dasar kita seperti seekor Paus yang menerobos sebuah jaring.  Konstitusi kita  telah dibuat hanya untuk orang yang bermoral dan religius. Konstitusi kita sepenuhnya tidak memadai untuk  memerintah  selain daripada itu.”

Tidakkah anda  menangkapnya? ” Konstitusi kita  telah dibuat hanya untuk orang yang bermoral dan religius.” Itulah alasan Amerika Serikat dan banyak negara-negara lain di dunia dalam keadaan yang  buruk sekali. Dunia kita telah menjadi semakin jahat. Meskipun sebagian besar  orang di dunia percaya kepada keberadaan Tuhan, sebuah mayoritas yang menjalankan kehidupan mereka seolah-olah Tuhan tidak ada meningkat.  Meskipun prinsip-prinsip yang sama juga berlaku pada negara-negara lain, untuk sebagian besar dari artikel ini, kita akan mendiskusikan Amerika Serikat secara spesifik.


Saya tidak pernah memiliki hasrat untuk melaju ke posisi politik. Ada banyak alasan-alasan lain tetapi pada intinya saya sangat yakin bahwa pemerintah bukanlah jawaban. Tidak ada pemerintah yang sempurna, karena setiap pemerintah dipenuhi dengan orang-orang  yang tidak sempurna. Dan meskipun saya percaya Amerika Serikat memiliki (dulunya  memiliki) pemerintahan yang terbaik dalam sejarah dunia, gagal  dikarenakan tepat seperti apa yang telah dideklarasikan John Adams. Pemerintahan kita sepenuhnya tidak memadai untuk memerintah orang yang amoral, jahat, dan egois.



Tidak ada partai-partai politik yang memahami hal ini. Tidak satupun dari mereka  nampaknya memahami sudut pandang Kristen mengenai betapa  celakanya keberdosaanmanusia tanpa Kristus ( Yeremia 17:9; Roma 1”18-32; 3:10-23). Adakah    penggambaran   masyarakat non Kristen yang lebih  tepat   daripada Kejadian 6:5? “Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata.”

Keruntuhan finansial 2008 sebagai contoh. Tentu saja penyebabnya multisisi, tetapi keruntuhan itu pada intinya disebabkan oleh bank-bank   yang mengambil  resiko selangit pada pinjaman-pinjamannya. Sumber dari semuanya, pada puncaknya adalah kerakusan. Solusi  Demokratik adalah menambahkan  ratusan regulasi baru. Solusi dari Republikan adalah  melakukan penyesuaian-penyesuaian  regulasi-regulasi yang telah ada. Solusi Libertarian adalah   menyingkirkan hampir semua peraturan. Tidak satupun dari  solusi-solusi ini adalah  solusi-solusi jitu untuk apapun juga. Problemnya adalah kerakusan. Tidak peduli betapa banyaknya  undang-undang  yang  anda buat.  Orang jahat dan rakus akan menemukan jalan-jalan menjauhi hukum atau mencari para pengacara untuk menyelamatkan mereka setelah mereka melanggar hukum. Menciptakan hukum-hukum, atau menyingkirkan hukum-hukum  tidak akan pernah memecahkan masalah kerakusan. Kerakusan adalah sebuah akibat dari kita semua yang telah diinfeksi dosa (Matius 6:19-24; Lukas 12”15; Efesus 5:5; 1 Timotius 6:9-10; Ibrani 13:5). Pemerintah tidak dapat menyembuhkannya. Hanya Yesus Kristus yang dapat melepaskan kita dari hal ini!


Saya tidak memerlukan sebuah pemerintahan untuk  mengatakan kepada saya bahwa membunuh adalah salah atau berbohong adalah salah. Saya tahu tentang hal-hal ini adalah salah karena Tuhan telah menuliskan hukumnya didalam hatiku. Tentu saja, penghukuman pemerintah adalah sebuah penggentar, tetapi pada puncaknya saya  berupaya  untuk  menghindari tindakan dosa karena saya mengasihi Tuhan dan ingin menjalani hidupku dalam sebuah cara yang menyenangkan Tuhan.  Itulah satu-satunya penggentar yang  biblikal dan  valid—bukan denda-denda atau  hukuman-hukuman penjara  tetapi sebuah hasrat untuk menyenangkan Tuhan. Itulah hal  yang  kurang pada masyarakat kita dan itu menjelaskan mengapa  negara kita sedang menggelepar!

Saya tidak sedang mengatakan bahwa semua orang Amerika mula-mula  atau bahkan para bapak pendiri Negara kita adalah Kristen. Tetapi setidaknya mereka semua  memiliki sebuah pandangan  yang  terinformasikan secara biblikal dan sebuah   pemahaman moralitas yang Kristen. Konstitusi bisa dibilang  keping terbaik dari legislasi pemerintahan dalam sejarah dunia.  Tetapi hal itu tidaklah memadai, karena konstitusi tidak berfungsi sepenuhnya dalam sebuah negara yang semakin lama dipenuhi dengan orang yang berhasrat hanya pada kejahatan  sepanjang waktu.

Ilustrasi : kabartop.com
Perubahan sejati hanya dapat diperoleh melalui Yesus Kristus ( Yohanes 14:6; Kisah Para Rasul 4:12). Satu-satunya reformasi yang akan benar-benar berdampak pada  masyarakat kita adalah reformasi orang menjadi ciptaan-ciptaan baru ( 2 Korintus 5:17) dan  memiliki pikiran-pikiran kita yang telah ditransformasi ( Roma 12:1-2). Anda dapat berteriak “ berikanku kemerdekaan atau berikanku kematian” sepanjang hari, tetapi kecuali kemerdekaan itu adalah  kemerdekaan dari dosa melalui Yesus, setiap hal dalam dunia ini akan menuju  kematian ( Roma 3:23; 6:23). Apakah  anda telah membangunnya atau tidak membangunnya, anda harus menanyakan ini; apakah membangung diatas pasir yang tenggelam (Matius 7:26) atau diatas batu karang (Matius 7:24), Yesus Kristus,  Batu Penjuru Utama (Efesus 2:20)?


Memerintah sebuah rakyat yang tidak  mengenal Tuhan, egois, dan rakus adalah seperti mencoba untuk menahan angin atau menangkap  minyak  dengan tanganmu (Amsal 27:16). Atau seperti John Adams yang secara jitu menyatakannya, itu seperti menahan paus dengan sebuah jaring. Jaring-jaring kita telah semakin membaik secara signifikan  sejak era John Adams, tetapi dikarenakan  semakin meningkatnya kejahatan (  Roma 6:19) di masyarakat kita, paus itu semakin lebih besar secara eksponensial dan lebih berbahaya. Dapatkah anda mengatakannya leviathan (mahkluk laut raksasa)?

“Letakkan tanganmu ke atasnya! Ingatlah pertarungannya! --Engkau takkan melakukannya lagi! Sesungguhnya, harapanmu hampa! Baru saja melihat dia, orang sudah terbanting. Orang yang nekatpun takkan berani membangkitkan marahnya. Siapakah yang dapat bertahan di hadapan Aku?” (Ayub 41:8-10)


Why Government is not The Answer? Diterjemahkan dan diedit oleh : Martin Simamora

P O P U L A R - "Last 7 days"