0 KEKUDUSAN TUHAN (2) : “"Siapakah yang tahan berdiri di hadapan TUHAN, Allah yang kudus ini?”


Uzzah touches the Ark and dies. High Res Picture available from the Ultimate ...
bibleencyclopedia.com
1 Samuel 6:20
"Siapakah yang tahan berdiri di hadapan TUHAN, Allah yang kudus ini?
Musa dan Kekudusan Tuhan
(Bilangan 20:1-13; 27:12-14)

Bilangan 20:1-13
(1) Kemudian sampailah orang Israel, yakni segenap umat itu, ke padang gurun Zin, dalam bulan pertama, lalu tinggallah bangsa itu di Kadesh. Matilah Miryam di situ dan dikuburkan di situ (2) Pada suatu kali, ketika tidak ada air bagi umat itu, berkumpullah mereka mengerumuni Musa dan Harun, (3) dan bertengkarlah bangsa itu dengan Musa, katanya: "Sekiranya kami mati binasa pada waktu saudara-saudara kami mati binasa di hadapan TUHAN! (4) Mengapa kamu membawa jemaah TUHAN ke padang gurun ini, supaya kami dan ternak kami mati di situ? (5) Mengapa kamu memimpin kami keluar dari Mesir, untuk membawa kami ke tempat celaka ini, yang bukan tempat menabur, tanpa pohon ara, anggur dan delima, bahkan air minumpun tidak ada?" (6) Maka pergilah Musa dan Harun dari umat itu ke pintu Kemah Pertemuan, lalu sujud. Kemudian tampaklah kemuliaan TUHAN kepada mereka (7) TUHAN berfirman kepada Musa: (8) "Ambillah tongkatmu itu dan engkau dan Harun, kakakmu, harus menyuruh umat itu berkumpul; katakanlah di depan mata mereka kepada bukit batu itu supaya diberi airnya; demikianlah engkau mengeluarkan air dari bukit batu itu bagi mereka dan memberi minum umat itu serta ternaknya." (9) Lalu Musa mengambil tongkat itu dari hadapan TUHAN, seperti yang diperintahkan-Nya kepadanya. (10) Ketika Musa dan Harun telah mengumpulkan jemaah itu di depan bukit batu itu, berkatalah ia kepada mereka: "Dengarlah kepadaku, hai orang-orang durhaka, apakah kami harus mengeluarkan air bagimu dari bukit batu ini?" (11) Sesudah itu Musa mengangkat tangannya, lalu memukul bukit batu itu dengan tongkatnya dua kali, maka keluarlah banyak air, sehingga umat itu dan ternak mereka dapat minum. (12) Tetapi TUHAN berfirman kepada Musa dan Harun: "Karena kamu tidak percaya kepada-Ku dan tidak menghormati kekudusan-Ku di depan mata orang Israel, itulah sebabnya kamu tidak akan membawa jemaah ini masuk ke negeri yang akan Kuberikan kepada mereka." (13) Itulah mata air Meriba, tempat orang Israel bertengkar dengan TUHAN dan Ia menunjukkan kekudusan-Nya di antara mereka.

Bacalah terlebih dahulu bagian sebelumnya :

-
"Dan mereka berseru seorang kepada seorang, katanya: "Kudus, kudus, kuduslah TUHAN semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!"
Bilangan 27:12-14
(12) TUHAN berfirman kepada Musa: "Naiklah ke gunung Abarim ini, dan pandanglah negeri yang Kuberikan kepada orang Israel. (13) Sesudah engkau memandangnya, maka engkaupun juga akan dikumpulkan kepada kaum leluhurmu, sama seperti Harun, abangmu, dahulu. (14) Karena pada waktu pembantahan umat itu di padang gurun Zin, kamu berdua telah memberontak terhadap titah-Ku untuk menyatakan kekudusan-Ku di depan mata mereka dengan air itu." Itulah mata air Meriba dekat Kadesh di padang gurun Zin.

Musa mempunyai alasan  yang baik untuk marah kepada orang-orang Israel. Mereka ini adalah “orang yang tegar tengkuk,” bahkan Tuhan sendiri yang mengatakan demikian, lihat :

Keluaran 33:5
Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Katakanlah kepada orang Israel: Kamu ini bangsa yang tegar tengkuk.
Orang-orang Israel tiba di Kadesh, sebuah tempat  dengan nama yang memiliki  arti  “kudus.” Disana, Miriam mati dan dikuburkan. Di Kadesh tidak ada air  untuk diminum orang. Penduduk disana   tidak bersahabat dan  sekelompok masa bertengkar dengan Musa dan Harun menginginkan mereka mati, atau bahkan lebih baik Musa dan Harun mati. Orang-orang Israel memprotes Musa dan Harun  karena keduanya tidak   menunjukan  bahwa mereka sedang  “memimpin”   malah lebih banyak  “salah memimpin,” membawa mereka  menuju sebuah tanah yang jauh dari  apa yang  telah dijanjikan. Di tanah ini tidak ada air, ini merupakan upaya terakhir ditengah-tengah situasi yang tidak menyenangkan.

Musa dan Harun pergi ke pintu  kemah pertemuan, dan ada kemuliaan Tuhan nampak   kepada mereka. Tuhan kemudian memerintahkan mereka untuk mengambil tongkat Musa dan berbicara kepada batu karang , yang dari situ air akan mengalir bagi orang Israel. Musa begitu marah terhadap orang-orang Israel  selagi dia mengumpulkan mereka dihadapan batu itu, “batu rohani” Paulus kemudian mengidentifikasinya sebagai diri Kristus sendiri :

1 Korintus 10:4
dan mereka semua minum minuman rohani yang sama, sebab mereka minum dari batu karang rohani yang mengikuti mereka, dan batu karang itu ialah Kristus

Alih-alih berbicara  kepada batu itu sebagaimana yang telah diperintahkan, dalam kemarahannya, Musa memukul batu itu dengan keras. Konsekuensinya  teramat tragis.
Siapa yang tidak akan kehilangan kendali emosinya dan melakukan hal yang lebih buruk ketimbang memukul sebuah batu dengan sebuah tongkat? Namun demikian tindakan ini begitu serius  dalam pandangan Tuhan sehingga Dia melarang Musa untuk masuk kedalam tanah  perjanjian. Musa  tidak pernah melihat tanah yang  sudah teramat dekat. Mengapa? Tuhan telah  memberitahu dia, dan Musa merekamnya bagi kita :

Bilangan 20:12
Tetapi TUHAN berfirman kepada Musa dan Harun: "Karena kamu tidak percaya kepada-Ku dan tidak menghormati kekudusan-Ku di depan mata orang Israel, itulah sebabnya kamu tidak akan membawa jemaah ini masuk ke negeri yang akan Kuberikan kepada mereka."

Dan dengan menyikapi  Musa sedemikian seriusnya  karena pelanggarannya, Tuhan dikatakan “menunjukkan kekudusan-Nya di antara mereka.”

Pada saat marah, Musa telah berdosa, dan karena dosa  ini, dia tidak bisa memasuki tanah perjanjian. Tindakanya  adalah memukul batu itu. Tetapi ini  lebih daripada memukul batu. Tindakan Musa adalah tindakan ketidakpatuhan, tindakan gagal menjalankan perintah-perintah Tuhan. Lebih jauh lagi, perbuatan  Musa dipandang oleh Tuhan sendiri sebagai tindakan ketidakpercayaan.

Ayat 12:
"Karena kamu tidak percaya kepada-Ku dan tidak menghormati kekudusan-Ku di depan mata orang Israel, itulah sebabnya kamu tidak akan membawa jemaah ini masuk ke negeri yang akan Kuberikan kepada mereka."

Saya selalu berpikir bahwa Musa telah berdosa semata karena memukul batu itu yang nampaknya   mirip dengan semak yang  berapi pada tahun-tahun awal (lihat Keluaran 3), yang merupakan manifestasi hadirat Tuhan. Akar dosa adalah  sikap tidak hormat/teledor, dan sikap ini  merupakan penyebab ketidakpatuhan Musa dan pemukulan batu yang dia lakukan. Kemarahan Musa terhadap orang-orang Israel mengalahkan   takutnya akan Tuhan. Takutnya terhadap Tuhan seharusnya menaklukan marahnya terhadap orang-orang Israel.  Tuhan menganggap  sikap tidak hormat Musa sebagai hal yang sangat serius.

Uza  dan Kekudusan Tuhan
2 Samuel 6:1-11
(1) Daud mengumpulkan pula semua orang pilihan di antara orang Israel, tiga puluh ribu orang banyaknya (2) Kemudian bersiaplah Daud, lalu berjalan dari Baale-Yehuda dengan seluruh rakyat yang menyertainya, untuk mengangkut dari sana tabut Allah, yang disebut dengan nama TUHAN semesta alam yang bertakhta di atas kerubim. (3) Mereka menaikkan tabut Allah itu ke dalam kereta yang baru setelah mengangkatnya dari rumah Abinadab yang di atas bukit. Lalu Uza dan Ahyo, anak-anak Abinadab, mengantarkan kereta itu. (4) Uza berjalan di samping tabut Allah itu, sedang Ahyo berjalan di depan tabut itu. (5) Daud dan seluruh kaum Israel menari-nari di hadapan TUHAN dengan sekuat tenaga, diiringi nyanyian, kecapi, gambus, rebana, kelentung dan ceracap. (6) Ketika mereka sampai ke tempat pengirikan Nakhon, maka Uza mengulurkan tangannya kepada tabut Allah itu, lalu memegangnya, karena lembu-lembu itu tergelincir. (7) Maka bangkitlah murka TUHAN terhadap Uza, lalu Allah membunuh dia di sana karena keteledorannya itu; ia mati di sana dekat tabut Allah itu. (8) Daud menjadi marah, karena TUHAN telah menyambar Uza demikian hebatnya; maka tempat itu disebut orang Peres-Uza sampai sekarang. (9) Pada waktu itu Daud menjadi takut kepada TUHAN, lalu katanya: "Bagaimana tabut TUHAN itu dapat sampai kepadaku?" (10) Sebab itu Daud tidak mau memindahkan tabut TUHAN itu ke tempatnya, ke kota Daud, tetapi Daud menyimpang dan membawanya ke rumah Obed-Edom, orang Gat itu. (11) Tiga bulan lamanya tabut Tuhan itu tinggal di rumah Obed-Edom, orang Gat itu, dan TUHAN memberkati Obed-Edom dan seisi rumahnya (12) Diberitahukanlah kepada raja Daud, demikian: "TUHAN memberkati seisi rumah Obed-Edom dan segala yang ada padanya oleh karena tabut Allah itu." Lalu Daud pergi mengangkut tabut Allah itu dari rumah Obed-Edom ke kota Daud dengan sukacita.
Orang-orang  Filistin telah menahan tabut Tuhan dan berupaya menyimpannya sebagai tropi kemenangan mereka.  Kemudian  menjadi terbukti bahwa tabut itu menjadi sumber penderitaan mereka   yang begitu banyak. Mereka kemudian  berupaya mengalihkannya dan akhirnya menetapkan untuk menyingkirkannya dengan mengirimkannya kembali kepada Israel.  Mereka mengirimkan tabut itu dengan sebuah cara yang direkomendasikan oleh para imam dan petenung Filistin. Mereka menempatkan persembahan  atas kesalahan berupa emas didalam tabut dan menempatkannya  pada sebuah kotak yang baru  bergambar dan ditarik oleh dua sapi yang sedangmenyusui ( lihat 1 Samuel 6).

Jika orang-orang  Filistin tidak dapat berdiri di hadapan Tuhan  Israel yang Kudus, maka juga orang-orang Bet  semes dimana  tabut itu tiba :
1 Samuel 6:19-21
(19) Dan Ia membunuh beberapa orang Bet-Semes, karena mereka melihat ke dalam tabut TUHAN; Ia membunuh tujuh puluh orang dari rakyat itu. Rakyat itu berkabung, karena TUHAN telah menghajar mereka dengan dahsyatnya. (20) Dan orang-orang Bet-Semes berkata: "Siapakah yang tahan berdiri di hadapan TUHAN, Allah yang kudus ini? Kepada siapakah Ia akan berangkat meninggalkan kita?" (21) Lalu mereka mengirim utusan kepada penduduk Kiryat-Yearim dengan pesan: "Orang Filistin telah mengembalikan tabut TUHAN; datanglah dan angkutlah itu kepadamu."
1 Samuel  7:1-2
(1) Lalu orang-orang Kiryat-Yearim datang, mereka mengangkut tabut TUHAN itu dan membawanya ke dalam rumah Abinadab yang di atas bukit. Dan Eleazar, anaknya, mereka kuduskan untuk menjaga tabut TUHAN itu. (2) Sejak saat tabut itu tinggal di Kiryat-Yearim berlalulah waktu yang cukup lama, yakni dua puluh tahun, dan seluruh kaum Israel mengeluh kepada TUHAN.

Akhirnya Daud  beserta dengan 3000 orang Israel pergi ke Kiryat-Yearim untuk membawa tabut menuju Yerusalem.

Tabut merupakan sebuah simbol kehadiran Tuhan, sebuah obyek yang amat kudus ( lihat 2 Samuel 6:2) yang harus disembunyikan dalam sebuah tempat yang paling kudus dalam  tabernakel,  yang kudus  diatas segala yang kudus.” Berdasarkan perintah-perintah Tuhan, tabut  harus dipindahkan oleh  orang-orang Kehat yang membawanya dengan dengan kayu-kayu pengusung yang dimasukan kedalam gelang-gelang yang ada pad tabut (lihat  Keluaran 25:10-22; Bilangan 4:1-20). Tidak seorangpun boleh melihat kedalam tabut atau mereka akan mati.

Di hari tabut itu dibawa  ke Yerusalem merupakan momen bahagia dan hebat. Tetapi mereka telah melupakan betapa kudusnya  tabut itu, karena tabut merupakan tempat dimana  hadirat  Tuhan berdiam.  Ketimbang membawa tabut itu sebagaimana yang dinstruksikan oleh kitab Hukum, tabut itu ditempatkan diatas gerobak sapi yang baru. Pemindahan tabut ke Yerusalem merupakan prosesi yang penuh dengan sukacita besar  selagi tabut itu dalam perjalanan pulang ke asalnya. Sungguh saat yang sangat bahagia. Tetapi ketika  sapi itu terjatuh, dan ketika kereta itu terlihat akan terbalik dan terhempas  ke tanah, Uza mengulurkan tangannya  untuk mengamankan tabut. Seketika itu juga, dia ditimpa kematian oleh Tuhan.

Respon pertama Daud adalah frustrasi dan marah kepada Tuhan. Mengapa Tuhan begitu kejam pada Uza? Daud nampaknya  telah  melupakan  instruksi-instruksi Tuhan dalam kitab Hukum mengenai bagaimana tabut harus dipindahkan. Daud juga  kelihatannya melupakan berapa  banyak orang yang telah mati sebelumnya akibat bersikap tidak hormat terhadap  hadirat Tuhan terkait dengan tabut agar tidak diperlihatkan. Tuhan  telah mengacaukan selebrasi mereka, dan Daud jengkel. Hanya dengan perenungan akhirnya Daud menyadari pusat kesalahan. Dan terkait Uza, Tuhan menimpakan kematian karena sikap tidak hormat /kesalahan yang diperbuatnya :

2 Samuel 6:7
Maka bangkitlah murka TUHAN terhadap Uza, lalu Allah membunuh dia di sana karena keteledorannya itu; ia mati di sana dekat tabut Allah itu.

NIV :
The Lord’s anger burned against Uzzah because of his irreverent act; therefore God struck him down, and he died there beside the ark of God.

ESV:
And the anger of the
Lord was kindled against Uzzah, and God struck him down there because of his error, and he died there beside the ark of God

Sikap tidak hormat atau membuat kesalahan atas apa yang telah ditentukan  Tuhan  merupakan  kesalahan yang serius. Bahkan ketika motif kita tulus dan ketika secara aktif terlibat didalam ibadah kepada Tuhan, kita harus secara terus-menerus memperhatikan kekudusan Tuhan dan menjaga sikap hormat terhadap  Dia dengan mewujudkannya dalam kepatuhan kita terhadap semua instruksi dan perintah-Nya.

Bersambung

The Holiness of God Study By: Bob Deffinbaugh | diterjemahkan oleh : Martin Simamora



P O P U L A R - "Last 7 days"