0 Nabi-Nabi Palsu-1 (bagian 2) : Menguji Nabi-Nabi Palsu

Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka

Teks Kita Dalam Konteksnya

Manakala saya mempersiapkan   khotbah ini, saya  merencanakan untuk memulai tepat di bab 13 dalam kitab Ulangan. Ketika saya membaca teks-teks lebih awal dalam kitab Ulangan, saya melihat peringatan terkait nabi-nabi palsu sebagai bagian  dari sebuah gambaran yang lebih besar, sekarang izinkan saya menempatkan pengajaran dari teks kita kedalam konteksnya dengan melihat pada sejumlah peringatan-peringatan lebiah awal pada kitab Ulangan.

Bahaya Kesombongan Mencapai sukses Dengan Kekuatan Diri Sendiri

(Ulangan 8:11-17)
(11) Hati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan TUHAN, Allahmu, dengan tidak berpegang pada perintah, peraturan dan ketetapan-Nya, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini; (12)dan supaya, apabila engkau sudah makan dan kenyang, mendirikan rumah-rumah yang baik serta mendiaminya, (13) dan apabila lembu sapimu dan kambing dombamu bertambah banyak dan emas serta perakmu bertambah banyak, dan segala yang ada padamu bertambah banyak, (14)jangan engkau tinggi hati, sehingga engkau melupakan TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan,. (15) dan yang memimpin engkau melalui padang gurun yang besar dan dahsyat itu, dengan ular-ular yang ganas serta kalajengkingnya dan tanahnya yang gersang, yang tidak ada air. Dia yang membuat air keluar bagimu dari gunung batu yang keras,  (16) dan yang di padang gurun memberi engkau makan manna, yang tidak dikenal oleh nenek moyangmu, supaya direndahkan-Nya hatimu dan dicobai-Nya engkau, hanya untuk berbuat baik kepadamu akhirnya. (17)  Maka janganlah kaukatakan dalam hatimu: Kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini.

Bacalah lebih dahulu bagian  terdahulu :

Ayat-ayat ini secara kuat mendorong orang-orang Israel  rajin menaati hukum-hukum  Tuhan yang telah ditetapkan bagi mereka, khususnya setelah mereka memiliki tanah dan mulai menjadi makmur didalam negeri baru itu. Bahayanya bahwa waktu mereka mulai makmur di tanah itu, orang-orang Israel akan mulai memperhitungkan kemakmuran itu sebagai usaha mereka dan akan berhenti untuk bergantung pada Tuhan.  Dengan demikian, mereka akan melupakan semua bahwa Tuhan telah mengerjakannya bagi mereka  agar mereka tiba di tanah ini, menyediakannya untuk mereka, dan melindungi mereka. Sebagai akibatnya, mereka akan tergoda untuk mengabaikan Firman-Nya dan tidak lagi mematuhi perintah-perintah-Nya. Ketika mereka berhenti untuk menyembah dan melayani Tuhan dengan segenap  hati, mereka akan mulai beralih kepada tuhan-tuhan lain. Kunci untuk berjalan dalam kepatuhan terhadap perintah-perintah Tuhan adalah mengingat dan mengajarkan perintah-perintah itu secara terus-menerus kepada anak-anak mereka juga :



Ulangan 11:13-21
(13) Jika kamu dengan sungguh-sungguh mendengarkan perintah yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, sehingga kamu mengasihi TUHAN, Allahmu, dan beribadah kepada-Nya dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, (14) maka Ia akan memberikan hujan untuk tanahmu pada masanya, hujan awal dan hujan akhir, sehingga engkau dapat mengumpulkan gandummu, anggurmu dan minyakmu, (15) dan Dia akan memberi rumput di padangmu untuk hewanmu, sehingga engkau dapat makan dan menjadi kenyang. (16) Hati-hatilah, supaya jangan hatimu terbujuk, sehingga kamu menyimpang dengan beribadah kepada allah lain dan sujud menyembah kepadanya. (17)Jika demikian, maka akan bangkitlah murka TUHAN terhadap kamu dan Ia akan menutup langit, sehingga tidak ada hujan dan tanah tidak mengeluarkan hasil, lalu kamu lenyap dengan cepat dari negeri yang baik yang diberikan TUHAN kepadamu. (18) Tetapi kamu harus menaruh perkataanku ini dalam hatimu dan dalam jiwamu; kamu harus mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu. (19) Kamu harus mengajarkannya kepada anak-anakmu dengan membicarakannya, apabila engkau duduk di rumahmu dan apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun; (20) engkau harus menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu, (21) supaya panjang umurmu dan umur anak-anakmu di tanah yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu untuk memberikannya kepada mereka, selama ada langit di atas bumi.

Ketika orang-orang Israel mencapai tanah yang dijanjikan, mereka menghancurkan semua tanpa kecuali gambar-gambar dan pelaksanaan-pelaksanaan penyembahan bangsa Kanaan :


Ulangan 12:1-3
(1) "Inilah ketetapan dan peraturan yang harus kamu lakukan dengan setia di negeri yang diberikan TUHAN, Allah nenek moyangmu, kepadamu untuk memilikinya, selama kamu hidup di muka bumi. (2) Kamu harus memusnahkan sama sekali segala tempat, di mana bangsa-bangsa yang daerahnya kamu duduki itu beribadah kepada allah mereka, yakni di gunung-gunung yang tinggi, di bukit-bukit dan di bawah setiap pohon yang rimbun. (3) Mezbah mereka kamu harus robohkan, tugu-tugu berhala mereka kamu remukkan, tiang-tiang berhala mereka kamu bakar habis, patung-patung allah mereka kamu hancurkan, dan nama mereka kamu hapuskan dari tempat itu.

Mereka tidak boleh mengimitasi praktek-praktek  ibadah Kanaan yang seperti apapun, tetapi terkait hal agama mereka mengikuti instruksi-instruksi Tuhan (secara cermat hingga ke hal-hal terkecil) terkait   ibadah mereka (12:4-28). Mereka dilarang keras melakukan ibadah kepada Tuhan “dengan cara ibadah pagan,” tetapi harus  beribadah kepada Tuhan sebagaimana Tuhan telah perintahkan :

Ulangan 12:29-32
(29) "Apabila TUHAN, Allahmu, telah melenyapkan dari hadapanmu bangsa-bangsa yang daerahnya kaumasuki untuk mendudukinya, dan apabila engkau sudah menduduki daerahnya dan diam di negerinya, (30) maka hati-hatilah, supaya jangan engkau kena jerat dan mengikuti mereka, setelah mereka dipunahkan dari hadapanmu, dan supaya jangan engkau menanya-nanya tentang allah mereka dengan berkata: Bagaimana bangsa-bangsa ini beribadah kepada allah mereka? Akupun mau berlaku begitu. (31) Jangan engkau berbuat seperti itu terhadap TUHAN, Allahmu; sebab segala yang menjadi kekejian bagi TUHAN, apa yang dibenci-Nya, itulah yang dilakukan mereka bagi allah mereka; bahkan anak-anaknya lelaki dan anak-anaknya perempuan dibakar mereka dengan api bagi allah mereka. (32) Segala yang kuperintahkan kepadamu haruslah kamu lakukan dengan setia, janganlah engkau menambahinya ataupun menguranginya.

Dalam semua ini, Tuhan sangat jelas bahwa Dia satu-satunya Tuhan, dan bahwa Dia satu-satunya  yang harus disembah sebagai Tuhan oleh umatnya. Lebih lanjut, Dia mengharapkan Israel untuk  menyembah Dia  persis  dalam cara yang Dia telah perintahkan dalam hukum-hukum dan perintah-perintahnya, yang telah diberikan di Gunung Sinai. Disinilah dimana “nabi-nabi palsu” masuk. Nabi-nabi Palsu akan berupaya mengalihkan orang-orang Israel dari menyembah Tuhan ke menyembah tuhan-tuhan palsu. Nabi-nabi palsu akan mempengaruhi Israel untuk tidak lagi  beribadah sebagaimana Tuhan telah perintahkan dan  menjadi menyembah sebagaimana dilakukan para penganut pagan. Nabi-nabi palsu ini akan berlaku, berbicara seolah-olah mereka sedang melakukannya dengan otoritas ilahi. Tidak  mengherankan nabi-nabi palsu begitu berbahaya bagi Israel. Dengan mengetahui hal ini dalam  pikiran, mari kita beranjak ke teks kita di Ulangan 13 untuk melihat apa yang Tuhan  katakana kepada kita terkait nabi-nabi palsu.

Menguji Nabi-Nabi


Ulangan 13:1-5
(1) Apabila di tengah-tengahmu muncul seorang nabi atau seorang pemimpi, dan ia memberitahukan kepadamu suatu tanda atau mujizat, (2) dan apabila tanda atau mujizat yang dikatakannya kepadamu itu terjadi, dan ia membujuk: Mari kita mengikuti allah lain, yang tidak kaukenal, dan mari kita berbakti kepadanya, (3) maka janganlah engkau mendengarkan perkataan nabi atau pemimpi itu; sebab TUHAN, Allahmu, mencoba kamu untuk mengetahui, apakah kamu sungguh-sungguh mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu. (4) TUHAN, Allahmu, harus kamu ikuti, kamu harus takut akan Dia, kamu harus berpegang pada perintah-Nya, suara-Nya harus kamu dengarkan, kepada-Nya harus kamu berbakti dan berpaut. (5) Nabi atau pemimpi itu haruslah dihukum mati, karena ia telah mengajak murtad terhadap TUHAN, Allahmu, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir dan yang menebus engkau dari rumah perbudakan--dengan maksud untuk menyesatkan engkau dari jalan yang diperintahkan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk dijalani. Demikianlah harus kauhapuskan yang jahat itu dari tengah-tengahmu.


Kita tidak perlu kaget, dikatakan bahwa nabi-nabi palsu akan tampil dari luar, mencoba untuk “masuk kedalam” diantara umat Tuhan. Namun, sedih untuk mengatakan, baik didalam Perjanjian Lama (ayat diatas) dan Perjanjian Baru (Lihat Kisah Para Rasul 20:28-30; 2 Korintus 11:1-15; 2 Petrus 2:1 dan seterusnya), kita diperingatkan bahwa nabi-nabi palsu akan muncul “dari dalam” umat Tuhan. Dalam teks kita ini (Ulangan 13:1), kita diberitahu bahwa “nabi-nabi palsu” ini  mampu  melakukan “tanda-tanda dan keheranan-keheranan,” yang akan meyakinkan  jemaat  bahwa mereka benar-benar berbicara bagi Tuhan.


Kisah Para Rasul 20:28-30
(28) Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri (29) Aku tahu, bahwa sesudah aku pergi, serigala-serigala yang ganas akan masuk ke tengah-tengah kamu dan tidak akan menyayangkan kawanan itu. (30) Bahkan dari antara kamu sendiri akan muncul beberapa orang, yang dengan ajaran palsu mereka berusaha menarik murid-murid dari jalan yang benar dan supaya mengikut mereka.


2 Korintus 11:1-15
(1) Alangkah baiknya, jika kamu sabar terhadap kebodohanku yang kecil itu. Memang kamu sabar terhadap aku! (2) Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus. (3) Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya….(13) Sebab orang-orang itu adalah rasul-rasul palsu, pekerja-pekerja curang, yang menyamar sebagai rasul-rasul Kristus. (14) Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblispun menyamar sebagai malaikat Terang…



2 Petrus 2:1-…
(1) Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka. (2) Banyak orang akan mengikuti cara hidup mereka yang dikuasai hawa nafsu, dan karena mereka Jalan Kebenaran akan dihujat. (3) Dan karena serakahnya guru-guru palsu itu akan berusaha mencari untung dari kamu dengan ceritera-ceritera isapan jempol mereka. Tetapi untuk perbuatan mereka itu hukuman telah lama tersedia dan kebinasaan tidak akan tertunda….

Kita seharusnya mewaspadai bahwa nabi-nabi palsu, jika diberi kuasa oleh Setan,  dapat memiliki kemampuan melakukan hal yang luar biasa (lihat, sebagai contoh, peramal di Kisah Para Rasul 16:6 dan seterusnya). Tidak heran ada “ cenayang-cenayang.”


Tes terpenting seorang nabi adalah apakah dia membawa anda untuk  menyembah Satu-satunya Tuhan yang Benar atau tidak didalam cara yang telah Dia uraikan. Dan demikianlah dalam ayat 2 bahwa kita diberitahukan sekalipun seorang “nabi” melakukan tanda-tanda heran, dia tetaplah nabi palsu jika dia mendorong orang-orang untuk mengikuti  tuhan-tuhan yang lain, tuhan-tuhan baru yang tidak mereka kenal sebelumnya. Nabi-nabi semacam ini tidak  boleh diberi ruang untuk didengarkan. Sementara mereka tidak menyadarinya, nabi-nabi palsu ini, seperti tuannya, Setan, digunakan oleh Tuhan untuk menguji umatnya. Dengan mengizinkan mereka untuk muncul, Tuhan  meletakan umat-Nya  untuk diuji, untuk melihat apakah mereka akan mengikuti Tuhan  dengan segenap hati dan jiwa  atau tidak (ayat 3).

Nabi-nabi palsu  menghadapi umat Tuhan dengan sebuah pilihan—entah mereka akan mendengarkan dan mematuhi Tuhan, atau mereka akan mengikuti  tuhan-tuhan palsu yang dipromosikan oleh nabi-nabi palsu. Jika  orang-orang Israel memilih untuk  melekat kepada Tuhan dan pada perintah-perintahnya, maka  mereka harus menangkap nabi-nabi palsu ini dan mematikan mereka. Mereka tidak boleh memberi toleransi kepada nabi-nabi palsu.

Tidak boleh ada “pluralisme agama” di tanah Israel. Mereka harus mengikuti Dia yang telah menebus mereka dari perbudakan mereka di Mesir, dengan melenyapkan  mereka yang  akan mencoba membujuk mereka untuk meninggalkan Tuhan mereka ke tuhan yang lain, Dalam hal ini, Israel akan memusnahkan si jahat dari antara mereka.

Bersambung ke Bagian 3 selesai

False Prophets, Part1, Study By : Bob Deffinbaugh | diterjemahkan oleh : Martin Simamora

P O P U L A R - "Last 7 days"