0 Skandal Kekristenan (Yohanes 14:6): Kebenaran Absolut Adalah Fakta, Bukan Ilusi! (3)

Truth Vs Relativism - ripfreak.com
Tentu saja banyak skeptis dan sinis akan keberatan dengan argument-argumen yang melibatkan  dasar-dasar yang tidak langsung. Mereka benar! Tetapi, argumen-argumen tadi  semakin diperlukan lebih daripada sebelumnya  karena gereja   lemah dalam pengetahuan biblikal dan mengabaikannya. Oleh karena itu, ini hal yang kritikal, bahwa kita memang mengetahui apa yang kita percayai dan mengapa kita  mempercayainya. Lebih lanjut, Alkitab adalah buku supernatural yang mengubah  kehidupan-kehidupan. Logika manusia dan argumentasi kerap gagal untuk  membujuk orang yang pikiran-pikirannya telah terbentuk. Tetapi Firman Tuhan dapat menghancurkan  hati yang paling keras dan menarik seseorang kepada iman dalam Kristus. Sehingga merupakan wajib bahwa anda dan saya masih bergantung kepada firman Tuhan untuk berarguman bagi kekristenan.

Bacalah  terlebih dahulu bagian-bagian sebelumnya :


Nampaknya anda menyetujui  apa yang telah anda baca sejauh ini. Tantangan anda bukan pada memercayai fakta-fakta mengenai Kristus; tantangan anda adalah menyuarakan pesan ini dalam sebuah budaya yang sepenuhnya menolak pandangan-pandangan anda. Tujuan saya dalam halaman-halaman berikut ini adalah untuk menyediakan kepada anda empat prinsip dan beberapa argumen dan penggambaran-penggambaran  yang akan membantu anda untuk secara berani dan secara santun membagikan Kristus dengan tetangga-tetangga , rekan-rekan sekerja, rekan-rekan  sekelas, sahabat-sahabat dan keluarga anda yang belum percaya.

  1. Menegakan Kebenaran Absolut. Kecuali anda dapat menegakan sebuah poin kesepakatan umum, kebenaran absolut, tidak ada yang didiskusikan. Sementara budaya kita sangat menentang istilah kebenaran absolut. Jika anda memasuki kamar telepon umum, anda tidak dapat menekan nomor telepon sembarangan dan menyambungkannya kerumah anda. Setiap  rumah dan  tempat bisnis memiliki sebuah nomor tersendiri  yang harus ditekan untuk menjangkau lokasinya. Jika anda  hendak mengendarai mobil  menuju California, anda tidak dapat mengendarai melalui jalan manapun  yang anda sukai, melakukan belokan yang anda inginkan, melalui jalan antarnegara bagian yang  kelihatan menarik, dan sampai ditujuan yang anda inginkan. Jika anda sedang  pusing, anda tidak dapat melakukan pengobatan sembarangan agar dapat sembuh. Beberapa pil mungkin menolong;  yang lainnya dapat membunuh. Tidak ada satu area pun dalam hidup ini dimana anda dapat membuat pilihan  apapun yang anda maui dari serangkaian pilihan-pilihan yang luas dan mencapai hasil atau pengalaman yang sama.(6) “ Dua tambah dua sama dengan empat” adalah sebuah pernyataan yang sempit. Tetapi kebenaran itu sempit. Ketika saya  berada dalam sebuah penerbangan, saya ingin pilotku untuk mendaratkan pesawat di landasan, bukan di jalan raya bebas hambatan; dalam posisi menghadap keatas, bukan dalam posisi menghadap ke bawah; dan dilakukan bila pilot menyatakannya; tidak lebih cepat atau lebih lambat.

    Andaikan seorang guru  mengadakan  sebuah ujian yang telah ia siapkan selama seminggu bagi murid-muridnya. Satu dari murid-muridnya menjawab setiap pertanyan dengan tepat, kecuali untuk pertanyaan nomor sepuluh : “Apakah ibu kota New York?” Jawabannya, “Kota New York,” dinilai tidak benar. Ketika dia menentang  si guru, dia mengingatkannya bahwa jawaban yang benar  adalah Albany. Tetapi si murid tidak puas. Dia datang kepada teman-teman sekelasnya dan bertanya, “ Berpa banyak dari kalian yang berpikir bahwa ibu kota New York adalah Kota New York? Setengah dari para murid dalam kelas tersebut mengangkat tangannya. Si murid lantas kembali kepada gurunya dan berkata, “Jadi, apa yang membuat anda berpikir opini anda lebih  sahih daripada opini kami? Anda sangat tidak toleran. Bukankah semua opini sama sahihnya? Jelas bahwa hanya ada satu saja jawaban  yang benar untuk pertanyaan itu terlepas dari berapa banyak opini yang tidak benar ada. Tetapi sekarang anggaplah bahwa murid yang sama itu berkata kepada gurunya, “saya piker di sini terlalu panas disini. Maukah anda menurunkan pengukur suhu itu?” Si guru  berkata, “Suhunya memang benar demikian; kita tidak akan mengubah apapun.” Opini siapakah yang benar? Jelas, kedua opini sama sahihnya karena tidak  standar obyektif untuk suhu yang “benar”.

    Hampir semua agama-agama utama berupaya  untuk menjawab pertanyaan ini, “Bagaimana seseorang dapat memiliki hubungan yang benar dengan Tuhan?” Tetapi budaya kita berupaya menggeser jawaban atas pertanyaan tersebut dari arena kebenaran yang obyektif (seperti pada   pertanyaan ibukota  negara bagian tadi) ke arena opini ( seperti pada suhu yang dapat diperbandingkan). Ini berarti bahwa siapapun yang mencoba untuk mengalihkan jawaban-jawaban dari  area opini kembali ke area kebenaran obyektif  akan dipandag sebagai  seorang yang tidak bertoleransi yang berupaya memasukan opini-opini tentang suhu, musik, atau politik.(7)

    Walau demikian, saya  masih  yakin bahwa orang-orang yang tidak percaya  dapat dan akan mengakui legitimasi kebenaran absolut. Saya menemukan  salah satu cara  yang sangat hebat dalam membantu orang memahami hal  ini dengan mengacu kepada  anak-anak mereka. Orang-orang  percaya dan tidak percaya sama-sama menyayangi anak-anaknya dan  akan melakukan apapun bagi mereka. Sehingga disini saya menemukan sebuah pendekatan yang sangat membantu. Bayangkan anakmu menderita sebuah  penyakit mengerikan. Sebagai orang tua yang mengasihinya, apa yang akan anda lakukan? Anda akan membawa anak anda kepada dokter. Sekarang bayankan jika anda dokter berkata, “Ada ratusan potensi penyembuhan untuk kondisi anakmu. Setiap cara penyembuhan adalah pilihan yang dapat dilakukan. Saya telah mempelajari semua kemungkinan ini dan saya merekomendasikan setiap opsi ini  untuk anda pertimbangkan. Saya tidak akan memberikan anjuran  kepada   anda cara penyembuhan bagi  pemulihan anak anda karena  jika saya lakuan merupakan  tindakan arogan dan tidak toleran. Ada begitu banyak jurnal-jurnal medikal yang dapat mempertentangkan rekomendasi saya. Saya dapat menyinggung  banyak mitra kerjaku. Jadi anda harus harus membuat keputusan anda sendiri keran pada ahirnya tindakan medik apapun  akan membawa kesembuhan dan penyembuhan anak anda.” Apa yang akan anda katakana kepada doktermu? Orang-orang tidak percaya/non Kristen harus menerima , “Saya akan berdiri didepan wajahnya dan berteriak, “Apakah anda gila? Saya belum pernah mendengar omong kosong seperti ini dalam kehidupan saya! Dok, anda seharusnya membantuku. Hentikan  saran-saran relativistik dan pluralistic yang aneh ini dan bantu saya menyembuhkan anakku!” Diahir hari itu, ketika tekanan datang melindas, kita semua akan berpegang kepada kebenaran absolute.

    Adalah hal yang baik bahwa  jauh didalam diri manusia mengakui adanya kebenaran absolut karena agama-agama di dunia saling bertentangan satu sama lain.(8) Islam berkata bahwa Yesus tidak disalibkan. Kekristenan mengatakan bahwa Yesus disalibkan. Hanya salah satu dari kita yang dapat menjadi benar. Judaisme menyatakan bahwa Yesus bukan Messias. Kekristenan mengatakan bahwa Yesus adalah Messias. Hanya salah satu dari kita yang dapat menjadi benar. Hinduisme berkata  Tuhan telah kerap berinkarnasi. Kekristenan berkata  Tuhan telah berinkarnasi hanya didalam Yesus. Kita berdua tidak dapat sama-sama benar.  Budisme berkata bahwa misteri-misteri dunia akan berakhir ketika kita percaya apa yang benar. Jelas, pandangan-pandangan ini tidak dapat semuanya benar, karena bila demikian  maka kita sedang berurusan dengan Tuhan yang sungguh-sungguh sakit jiwa. Oleh karena itu kita harus kembali kepada fakta bahwa 2+2=4, bukan 3 atau 5.  Sekali lagi, jika kita bersabar dan oleh anugerah menegakan kebenaran absolute dan mendemonstrasikan  bahwa semua orang menerima  realitas kebenaran, kita akan membentangkan sebuah fondasi yang menarik untuk berdiskusi.

    Mari anggaplah bahwa para   peneliti di University of Washington pada minggu ini telah menemukan penyembuhan penyakit kanker. Setelah bertahun-tahun penelitian, mereka mengembangkan sebuah pengobatan yang dapat menyembuhkan secara instant semua bentuk kanker. Pengobatannya tidak menyakitkan, dilakukan satu kali, dan 100 persen efektif. Apakah arogan  bagi mereka untuk berkata,” Ini adalah satu-satunya pengobatan bagi kanker yang sangat anda perlukan?” Atau bukankah itu hal yang sangat kasih pernah diucapkan oleh mereka?(9) Saya  akan menduga bahwa banyak orang-orang tidak percaya/non Kristen yang menderita kanker akan lebih dari mau untuk menerima pengobatan itu dan melalui semua pengobatannya. Saya tidak berpikir ada sangat banyak orang yang akan mengeluh, “ Bagaimana dengan semua potensi/kemungkinan  pengobatan lainnya?” Ketika pengobatan itu menyembuhkan tubuh-tubuh kita, hampir semua orang mencari solusi “peluru perak”. Sama halnya juga, Alkitab dan pengalaman manusia mengajarkan bahwa manusia memiliki kanker rohani yaitu dosa.  Penyakit ini harus disembuhkan. Kebenaran absolut dalam  hal-hal rohani menuntut kita mencari sebuah solusi. Kekristenan menyediakan baik diagnosa dan penyembuhan.

    Mari kita lihat filem di bawah ini : " Truth Vs Relativism", selamat menonton dan mempelajarinya.
Bersambung

The Scandal of Christianity (John 14:6) Study By: Keith Krell | Martin Simamora


P O P U L A R - "Last 7 days"