0 Mari Kita Berperkara ! : Tetapi Saya kan Orang Yang Baik.

ilustrasi :cloudave.com
Anda berangkali berkata, saya seorang yang baik, saya tidak melakukan hal- hal jahat. Saya tidak pernah membunuh  siapapun atau melakukan perzinahan. Tuhan juga meminta kebenaran pada bagian-bagian dalam pribadi kita. Alkitab berkata tidak seorangpun melakukan yang baik; melakukan hal yang baik bukanlah kecenderungan jiwa yang ada didalam diri kita.

Bahkan jika anda tidak melakukannya secara jasmani salah satu dari dosa-dosa ini, Yesus menyatakan bahwa pikiran-pikiran kita  memikirkan hal-hal dosa ini. Pernahkah anda menjadi begitu marah pada seseorang, atau berhasrat terhadap seseorang didalam benakmu. Disinilah semuanya ini bermula sebelum terjadi secara fisik.

Jika anda  tulus terhadap dirimu sendiri, anda dapat melihat bahwa anda tidak semurni yang anda pikir, anda memiliki apa yang  Tuhan sebut sebuah natur keberdosaan. Anda tidak unik dalam hal ini, kita semua melakukannya.

Jika kita mengukur diri sendiri dengan diri kita sendiri; kita dapat selalu menemukan hal yang lebih buruk pada diri seseorang daripada diri kita. Bagaimana jika saya menggunakan sebuah skala perbandingan perbuatan-perbuatan baik terhadap perbuatan-perbuatan jahat, anda berangkali berada di skala yang baik. Tetapi bagaimana jika saya menggunakan skala atau pengukur yang lain untuk perbuatan-perbuatan baikmu dan membandingkanmu dengan standar yang sesungguhnya, Kristus. Anda tidak dapat yakin akan hasilnya.

Pernahkan anda melihat tumpukan-tumpukan kertas anggota DPR yang harus dibaca untuk diloloskan menjadi sebuah undang-undang? Bayangkan setiap waktu anda berdosa tidak hanya dalam tindakan tetapi dalam pikiranmu, ini dicatat. Andaikan hal ini dituliskan diatas kertas, seberapa besarkan tumpukan kertas yang akan dihasilkan? Ini tepat sebagaimana alkitab nyatakan tentang masa depan kita--penghakiman. Dalam  Wahyu 20:12-13 "Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu."Maka laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan maut dan kerajaan maut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan mereka dihakimi masing-masing menurut perbuatannya."

Paulus menuliskan bahwa kita semua akan dihakimi menurut perbuatan yang dilakukan orang didalam tubuhnya yang dengannya ia hidup dalam kehidupan ini dan setelah ini penghakiman (Ibrani 9:27-28). Inilah kematian ke-dua, siapapun yang masuk kedalam kematian kedua yang tidak berada "didalam Kristus" adan Tuhan akan menetapkan tipe penghakiman yang akan diterima seseorang. Semua memiliki tujuan yang sama--hanya berbeda-beda dalam penghukuman. Ya Tuhan melakukan penghakiman, karena ia adil dan benar dan benar  yang sempurna.

Beberapa orang berkata bahwa Tuhanku adalah Tuhan yang kasih, ia tidak akan pernah menciptakan sebuah neraka atau mengirimkan seseorang ke neraka. Jadi anda berpikir setiap orang, tak peduli betapa jahatnya akan pergi ke surga?

Apakah hal ini sungguh masuk akal bagimu? Anda tidak bergaul dengan orang yang tidak menyukai dirimu  dalam kehidupan; anda tidak membiarkan mereka masuk kedalam rumahmu. Anda pikir Tuhan akan menerima dan akan bergaul dengan mereka yang membencinya dan keluarganya?

Tuhan dengan kasih semacam ini adalah sebuah rekaan imajinasi orang-orang, Ia yang seperti ini tidak ada. Tuhan yang seperti ini adalah gambaran manusia sebagaimana mereka menghendaki agar Tuhan menjadi seperti yang diinginkan. Dan hal ini tidaklah mengagetkan, Yeremia 17:9 menyatakan kepada kita "Hati ini begitu liciknya," (penyakit yang tidak dapat disembuhkan). Dan penyakit ini datang dari sebuah sumber utama, dosa, kita semua memilikinya.

Dosa adalah penyakit fatal yang dimiliki semua manusia. Dosa adalah sesuatu yang tidak dipercayai dalam masyarakat kita atau tidak ingin didengarkan keberadaannya. Dosa telah  menjadi kata yang jorok ketimbang kata-kata yang menjijikan yang terlontar dari mulut orang-orang. Tetapi  yang harus dilakukan semua orang adalah melihat apa itu aktivitas dan ekspresi dosa  disekitarnya. Membunuh, tindakan-tindakan tidak manusiawi, bahkan  terhadap tubuh dan darah mereka. Semuanya adalah pertunjukan dosa manusia, dosa yang mengekspresikan dirinya sendiri dalam kehidupan orang-orang, dan ini dapat menjadi teramat buruk.

Aktivitas dan ekspresi dosa ini akan menjadi jauh lebih buruk  seiring kita bergerak maju menuju hari dimana Tuhan akan menghakimi dunia dalam kebenaran oleh Manusia yang Tuhan telah tetapkan sebelumnya," (Kisah Para Rasul 17:31) "Hal itu akan nampak pada hari, bilamana Allah, sesuai dengan Injil yang kuberitakan, akan menghakimi segala sesuatu yang tersembunyi dalam hati manusia, oleh Kristus Yesus"  (Roma 2:16).

Jika kita pergi ke seorang dokter karena kita merasakan sakit dan menjalani x-ray yang menyingkapkan sesuatu yang teramat bermasalah dengan tubuh kita. Apakah kita menjadi marah kepada dokter yang memberitahukan kepada kita  hasil-hasil yang ditunjukan oleh hasil x-ray? Apakah rasional, kita tidak melakukan x-ray lainnya karena melakukannya akan menunjukan penyakit-penyakit kita! Ataukah kita berterimakasih bahwa x-ray memperlihatkan apa yang ada disana sehingga penyakit dapat disembuhkan dalam waktu yang tepat. Nuh lelah dan mereka menolak mendengarkannya, ia ditertawakan karena membangun sebuah kapal. Orang-orang Kristen masa kini ditertawakan karena mengatakan penghakiman manusia sedang datang. Waktu yang tersedia kembali habis.

Bersambung

Isaiah speaks to us today, Let Us Reason | Martin Simamora

P O P U L A R - "Last 7 days"