0 Yudas Iskariot (Bagian 4 selesai) : Penghianatan Terhadap Kasih yang Suci !

Saat perjamuan terahir, Yudas duduk di meja satu sisi bersama dengan Yesus, Yohanes dan murid yang lainnya. Yesus  mengutip Mazmur 41 dan mengaitkannya dengan Yudas dalam Yohanes 13:18. Ayat selengkapnya yang dikutip dari Mazmur 41 "Bahkan sahabat karibku yang kupercayai, yang makan rotiku, telah mengangkat tumitnya terhadap aku" ayat 9.

Perhatikan bahwa Yudas pernah menjadi sahabat karib Yesus yang dipercayainya!(Juga, Mazmur 41:9 menyatakan penghianat itu adalah sahabat karib Yesus). Oleh karena Yesus "telah mengetahui apa yang ada didalam seorang manusia" (Yohanes 2:25), didalam hatinya, bagaimana bisa Yesus masih mempercayai Yudas sejak permulaan jika Yudas tidak  termasuk yang diselamatkan? Yohanes 13:16-21 Yesus berkata ia tidak bersih. Dengan kata lain Yudas mendengarkan perkataan Yesus hari demi hari namun tidak pernah masuk kedalam hatinya, ia benar-benar tidak mempercayainya atau melaksanakannya. Yudas tidak memiliki iman yang hidup.

Sebelumnya : Bagian 3


Ketika Yesus berkata salah satu diantara mereka akan menghianatinya, mereka semua keheranan jika Yesus sedang berbicara tentang mereka. Mereka semua berkata "Tuhan apakah itu aku," tetapi Yudas berkata guru. Yudas mengetahui hal itu!

Lukas 22:3 "Maka masuklah Iblis ke dalam Yudas, yang bernama Iskariot, seorang dari kedua belas murid itu." Sangat  jelas disini bahwa Yudas telah berada dalam pengaruh Setan, dia memberi peluang bagi setan untuk memasukinya. Yudas  mengetahui bahwa pelayanan Yesus akan segera berahir. Yudas menyukai semua hal duniawi (uang) dan sekalipun ia berada diantara para murid dan bersama dengan Yesus secara pribadi, ia adlaah  target yang dapat dengan mudah dipengaruhi untuk melakukan penghianatan terbesar dalam sejarah.

Matius 26:23-24 Yesus menjawab dan berkata, "(23) Ia menjawab: "Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku.(24) Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan."

Kemudian Yudas, yang  telah menghianati Yesus, menjawab dan berkata, "Guru, akukah itu?" Ia menjawab kepadanya,"Engkau telah menyatakannya" (Matius 26:25). Yudas ingin mengetahui apakah Yesus telah mengetahui apa yang telah ia perbuat. Tidak masalah apabila Yesus telah mengetahuinya, Setan memiliki sebuah misi.

Matius 26:25
Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: "Bukan aku, ya Rabi?" Kata Yesus kepadanya: "Engkau telah mengatakannya."

Setan begitu lancang  memasuki diri Yudas saat perjamuan ahir (Paskah Yahudi), tepat didepan Yesus, dan kemudian membawa Yudas untuk  mengidentifikasi Yesus secara langsung muka berhadapan muka, dengan cara menciumnya   hangat untuk menandainya  sebagai yang ditangkap dan kemudian disalibkan.


Pada perjamuan ahir kita melihat Yudas ikut ambil bagian memakan roti (lambang tubuh Yesus-daging), Yudas  mencelupkan roti bersama-sama dengan Yesus namun ia pergi sebelum mengambil bagian meminum anggur (lambang darah  Kristus yang tercurah di salib) Yohanes 13:26-30 :

(26) Jawab Yesus: "Dialah itu, yang kepadanya Aku akan memberikan roti, sesudah Aku mencelupkannya." Sesudah berkata  demikian Ia mengambil roti, mencelupkannya dan memberikannya kepada Yudas, anak Simon Iskariot.(27) Dan sesudah  Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis. Maka Yesus berkata kepadanya: "Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah  dengan segera."(28) Tetapi tidak ada seorangpun dari antara mereka yang duduk makan itu mengerti, apa maksud Yesus  mengatakan itu kepada Yudas.(29) Karena Yudas memegang kas ada yang menyangka, bahwa Yesus menyuruh dia membeli apa-apa yang perlu untuk perayaan itu, atau memberi apa-apa kepada orang miskin.(30) Yudas menerima roti itu lalu segera pergi. Pada waktu itu hari sudah malam.

Yudas mengenali kamanusiaan Yesus tetapi tidak mengenali misi utama Yesus. Yudas pergi untuk menjalankan penghianatannya sebelum anggur itu tiba padanya dan mengambil bagian sebagai Pejanjian Baru. Jadi ia mengambil  bagian dalam Yesus sejauh apa yang dikandung dalam roti itu, tetapi tidak penah mengambil bagian dalam komuni, sebuah simbol  untuk darah yang dapat membersihkan/menguduskannya.


Yohanes 13:27-30 :
(27) Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis. Maka Yesus berkata kepadanya: "Apa yang hendak  kauperbuat, perbuatlah dengan segera."(28) Tetapi tidak ada seorangpun dari antara mereka yang duduk makan itu  mengerti, apa maksud Yesus mengatakan itu kepada Yudas.(29) Karena Yudas memegang kas ada yang menyangka, bahwa  Yesus menyuruh dia membeli apa-apa yang perlu untuk perayaan itu, atau memberi apa-apa kepada orang miskin.(30)  Yudas menerima roti itu lalu segera pergi. Pada waktu itu hari sudah malam.

Yudas pergi dan tidak ada saat Yesus memberikan janji dalam Yohanes 14 kepada murid-muridnya, bahwa Ia akan pergi dan akan datang kembali untuk membawa mereka yang percaya kepadanya ketempat yang ia persiapkan di surga.

Yohanes 18:1-3 :
(1) Setelah Yesus mengatakan semuanya itu keluarlah Ia dari situ bersama-sama dengan murid-murid-Nya dan mereka pergi ke seberang sungai Kidron. Di situ ada suatu taman dan Ia masuk ke taman itu bersama-sama dengan  murid-murid-Nya.(2) Yudas, yang mengkhianati Yesus, tahu juga tempat itu, karena Yesus sering berkumpul di situ dengan murid-murid-Nya.(3) Maka datanglah Yudas juga ke situ dengan sepasukan prajurit dan penjaga-penjaga Bait Allah yang disuruh oleh imam-imam kepala dan orang-orang Farisi lengkap dengan lentera, suluh dan senjata.

Yudas telah menjual Yesus senilai 30 keping perak, nilai seharga seorang budak yang telah mati. Jika lembu jantanmu  membunuh budak tetanggamu, budak itu dinilai seharga 30 keping perak dan pemilik lembu jantan harus membayar kepada pemilik budak. Sementara para murid tertidur, Yesus sedang berdoa untuk pengorbanan yang akan dilakukannya, Yudas bangun dan menghianatinya. Iblis tidak pernah tidur, Yudas menggunakan cara yang paling akrab untuk memperlihatkan  penghianatannya, dengan sebuah ciuman. Karena penghianatan Yudas, Petrus menghunus pedang untuk melindungi Yesus dari upaya penangkapan dirinya, dan para murid terserak.

Menjual Yesus tidak hanya berdampak kepada yang menjual tetapi juga kepada yang lainnya. Sekalipun Petrus berani dengan sebilah senjata ditanganya, ia kemudian berlaku seperti seorang pengecut dengan menyangkal mengenal Yesus sebanyak tiga  kali yang dilakukannya diluar persidangan  terhadap diri Yesus.


Matius 27:3-10 menceritakan kepada kita Yudas menggantung dirinya. Tetapi Kisah Para Rasul 1:18-19 menyatakan bahwa ia terjatuh di tebing yang curam dan  isi perutnya terburai. Adakah sebuah kontradiksi dalam Alkitab antara dua kisah ini? Ketika ia mengembalikan uang tersentak oleh kesadarannya akan keluasan  akan apa yang telah ia lakukan, ia diliputi rasa bersalah. Sehingga ia menggantung dirinya saat apa yang telah ia lakukan tidak dapat diterima oleh  dirinya sendiri.

Malam pertama Paskah Yahudi adalah Kamis malam ( hari dalam Yahudi diahiri saat matahari terbenam dan 3 bintang terlihat). Hari pertama Paskah adalah Jumat pagi, satu hari sebelum Sabbath (malam). Hukum Yahudi mengatakan bahwa tidak boleh ada  jasad orang mati didalam tembok Yerusalem atau hal itu akan mengakibatkan nazis, tidak suci dan korban Paskah tidak dapat dipersembahkan. Sehingga mereka mengambil tubuh Yudas yang telah tergantung dan melemparkannya keluar dari tembok kedalam lembah Hinom dan isi perutnya terburai keluar, dengan demikian tidak ada kontradiksi dalam Alkitab terkait hal ini.



Sebagaimana jatuhnya Setan dari kedudukannya demikian juga dengan Yudas, ia terhitung didalam 12 murid. "Dahulu ia  termasuk bilangan kami dan mengambil bagian di dalam pelayanan ini (Kisah Para Rasul 1:17)." Ketika kelompok 12 murid yang mula-mula menjadi sebelas, para rasul mencari yang lainya untuk mengisi posisi Yudas.

Kisah Para Rasul 1:20 "Sebab ada tertulis dalam kitab Mazmur: Biarlah perkemahannya menjadi sunyi, dan biarlah tidak ada penghuni di dalamnya: dan: Biarlah jabatannya diambil orang lain. Kisah Para Rasul 1 :21-22 "(21) Jadi harus  ditambahkan kepada kami seorang dari mereka yang senantiasa datang berkumpul dengan kami selama Tuhan Yesus bersama-sama dengan kami,(22) yaitu mulai dari baptisan Yohanes sampai hari Yesus terangkat ke sorga meninggalkan kami, untuk menjadi saksi dengan kami tentang kebangkitan-Nya.

Kisah Para Rasul 1 :25 "untuk menerima jabatan pelayanan, yaitu kerasulan yang ditinggalkan Yudas yang telah jatuh ke tempat yang wajar baginya."

Matius 26:13 "Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil ini diberitakan di seluruh dunia, apa yang  dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia."

Dengan kata lain, penghianatan akan selalu terkaitkan dengan nama Yudas. Dan oleh sebab itulah ia ada didalam daftar 12 murid dan selalu dalam urutan terahir dalam daftar.

Martin Simamora | Letusreason.org

P O P U L A R - "Last 7 days"