0 Orang Percaya & Pencobaan (Part 1)

Gereja Kristen Injili Nusantara (GKIN)
R E V I V A L

Kebaktian Minggu : Jam 09.00 di Hotel Sylvia Lt.4; Pemahaman Alkitab : Rabu, Jam 17.00 di Hotel Dewata

 

Khotbah Minggu, 12 Ferbuari 2012.

ORANG PERCAYA & PENCOBAAN  (Part 1)

By. Pdt. Esra Alfred Soru, STh, MPdK.


Mat 4:1-12 – (1) Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis. (2) Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus. (3) Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti." (4) Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah." (5) Kemudian Iblis membawa-Nya ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, (6) lalu berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu." (7) Yesus berkata kepadanya: "Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!" (8) Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, (9) dan berkata kepada-Nya: "Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku." (10) Maka berkatalah Yesus kepadanya: "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!" (11) Lalu Iblis meninggalkan Dia, dan lihatlah, malaikat-malaikat datang melayani Yesus. (12) Tetapi waktu Yesus mendengar, bahwa Yohanes telah ditangkap, menyingkirlah Ia ke Galilea.



Ini adalah kisah di mana Yesus dicobai oleh iblis di padang gurun. Sebuah kisah yang sangat terkenal yang akan kita pelajari selama dalam beberapa kali pembahasan. Kisah tentang pencobaan Yesus di padang gurun ini dicatat dalam 3 Injil Sinoptik (Matius, Markus, Lukas). Markus mencatat kisah ini dengan singkat (hanya 2 ayat), tidak seperti Matius dan Lukas yang mencatatnya lebih panjang.


Mark 1:12-13 – (12) Segera sesudah itu Roh memimpin Dia ke padang gurun. (13) Di padang gurun itu Ia tinggal empat puluh hari lamanya, dicobai oleh Iblis. Ia berada di sana di antara binatang-binatang liar dan malaikat-malaikat melayani Dia

Tetapi dari mana mereka tahu kisah ini? Bukankah pada saat itu hanya Yesus seorang diri di padang gurun itu dan sama sekali tidak ada saksi mata dari peristiwa ini? Sudah pasti mereka mengetahuinya dari Yesus. Yesus sendirilah yang menceritakan pengalaman ini kepada mereka.

William Barclay – Oleh karena itu kita perlu membaca cerita ini dengan penghormatan yang khusus. Di dalam cerita ini Yesus membeberkan diri-Nya sendiri secara terbuka. Di situ Ia menceritakan hal-hal yang dialami-Nya secara pribadi. Jadi cerita ini adalah cerita yang paling berharga, sebab di situ Yesus mengatakan bahwa ia dapat menolong orang lain yang mengalami pencobaan. Jadi sekali lagi Yesus membuka rahasia pengalaman perjuangan-Nya sendiri untuk menolong kita di dalam perjuangan kita. (Pemahaman Alkitab Setiap Hari – Matius 1-10, hal. 109).

Kira-kira di mana persisnya Yesus dicobai? Di padang gurun mana? Matthew Henry berpendapat bahwa peristiwa ini terjadi di padang gurun Sinai :

Matthew Henry – Kemungkinan di padang gurun Sinai, tempat Musa dan Elia berpuasa 40 hari, 40 malam, sebab tidak ada bagian di seluruh padang gurun Yudea yang disebut begitu gersang dan penuh binatang buas seperti tempat ini (Mark 1:13) - (Injil Matius 1-14, hal. 95).

Penafsir yang lain seperti Barclay mengatakan bahwa ini adalah padang gurun Yeshimmon, dekat laut mati.

William Barclay – Di antara kota Yerusalem dan laut mati memang terbentang padang gurun. Di dalam PL padang gurun itu disebut Yeshimmon, yang berarti pembinasaan, dan nama itu cocok dengan keadaan padang gurun itu sendiri. Padang gurun itu berukuran panjang kira-kira 50 km dan lebarnya kira-kira 20 km. Padang gurun itu merupakan suatu lahan yang tanahnya cokelat berkapur, dengan semak-semak di sana sini. Permukaan padang gurun itu naik turun, dan berlereng-lereng sehingga memberikan kesan yang sangat menakutkan. Bukit-bukitnya nampak berdebu tebal, dan tanah kapurnya menyeruak di sana-sini. Batu-batunya berserakan Kadang kala orang yang berjalan di situ seolah-olah mendengar suara dari dalam tanah yang menggemakan bunyi langkah dan derap kakinya sendiri. Panas yang tinggi dan keadaan permukaan tanah padang gurun seperti itu sering menyebabkan adanya fatamorgana. Padang gurun Yeshimmon itu membentang ke Laut mati secara agak terjal, dan akhrinya membentuk suatu lereng curam yang dalamnya 400 m lebih. (Pemahaman Alkitab Setiap Hari – Matius 1-10, hal. 104).


William Barclay – Padang gurun itu disebut Yeshimmon, yang berarti pembinasaan. Bukit-bukitnya laksana timbunan abu; batu kapur nampaknya bagaikan melepu dan mengelupas, karang-karang kelihatan gundul dan bergerigi, suasana terasa hampa dan kosong; udaranya panas bagaikan tempat peleburan yang maha besar sehingga sulit untuk bernapas, tingginya 1200 kaki, yang menukik tajam ke Laut Mati. Di tempat yang sangat mengerikan inilah Yesus dicobai. (Pemahaman Alkitab Setiap Hari – Injil Lukas, hal. 61).



Sebelum kita membahas inti pencobaan yang dialami Yesus ini, kita akan terlebih dahulu mempelajari beberapa fakta menarik dalam kisah pencobaan ini yang nampak dalam ayat 1 bacaan kita :

Mat 4:1 - Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis.

Dari ayat 1 ini  ada beberapa hal yang bisa kita pelajari :

I. KAPAN TERJADINYA PENCOBAAN INI?

Kapan peristiwa pencobaan ini dialami oleh Yesus? Perhatikan ayat 1 :

Mat 4:1 : Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis.

Kisah ini diawali dengan kata “maka” yang dalam bahasa Yunaninya adalah “TOTE” yang bisa diartikan “kemudian” (Ing. “then”). Bandingkan dengan Alkitab Terjemahan Lama :

TL - Kemudian daripada itu, lalu Yesus dibawa oleh Roh masuk ke padang belantara supaya dicobai oleh Iblis.

Adanya kata “maka” atau “kemudian” ini menunjukkan bahwa cerita ini adalah kelanjutan dari cerita sebelumnya. Atau cerita ini terjadi persis setelah cerita sebelumnya. Nah, dilihat dari konteksnya, kisah sebelumnya adalah kisah pembaptisan Yesus oleh Yohanes Pembaptis. Itu berarti pencobaan Yesus di padang gurun terjadi sesaat setelah Ia dibaptis.

Mat 3:16-17; 4:1 – (3:16) Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, (3:17) lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan." (4:1) Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis.

Bahkan Markus menyatakannya dengan kata-kata yang lebih tegas : “segera sesudah itu”  :

Mark 1:10-12 – (10) Pada saat Ia keluar dari air, Ia melihat langit terkoyak, dan Roh seperti burung merpati turun ke atas-Nya. (11) Lalu terdengarlah suara dari sorga: "Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan." (12) Segera sesudah itu Roh memimpin Dia ke padang gurun.
Tetapi mengapa Yesus meminta dibaptis oleh Yohanes? Di dalam tradisi Yahudi, seseorang baru benar-benar dianggap dewasa jika dia berumur 30 tahun. Karena itu juga maka seorang keturunan Lewi / keturunan imam baru boleh melaksanakan tugas-tugas keimamannya saat berumur 30. 

Bil 4:2-3 – (2) "Hitunglah jumlah bani Kehat sebagai suatu golongan tersendiri di antara bani Lewi,…. (3) Hitunglah yang berumur tiga puluh tahun ke atas sampai yang berumur lima puluh tahun, semua orang yang kena wajib tugas, supaya mereka melakukan pekerjaan di Kemah Pertemuan

Lihat juga : Bil 4:46-47.

Itulah sebabnya Yesus baru memulai pelayanannya saat berumur 30 tahun dan itu ditandai dengan Ia datang kepada Yohanes dan meminta dibaptis. Jadi saat dibaptis Yesus berumur 30 tahun. Itu juga adalah saat di mana Ia hendak memulai pelayanan-Nya.

Luk 3:22-23 – (22) dan turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atas-Nya. Dan terdengarlah suara dari langit: "Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan." (23) Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun …”

Jadi saat Yesus berumur 30 tahun, Ia hendak memulai pelayanan-Nya dan itu diawali-Nya dengan meminta Yohanes untuk membaptis-Nya. Setelah dibaptis itu lalu Ia dicobai di padang gurun. Dari sini kita bisa simpulkan bahwa pencobaan yang dialami Yesus terjadi pada saat Ia hendak memulai pelayanan-Nya di bumi.

Selanjutnya pada saat Yesus dibaptis, ada suatu pengalaman supranatural yang Ia alami di mana langit terbuka, Roh Allah turun ke atas-Nya dan Allah Bapa bersuara dari sorga dan menyatakan Yesus adalah Anak-Nya yang terkasih di mana Ia berkenan kepada-Nya.

Mat 3:16-17 – (16) Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, (17) lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.

Sesaat setelah mengalami pengalaman rohani yang luar biasa itulah, Ia dibawa untuk dicobai di padang gurun.

Matthew Henry – Segera setelah langit terbuka bagi-Nya dan Roh Allah turun ke atas-Nya, dan Ia dinyatakan sebagai Anak Allah serta Juruselamat dunia, berita selanjutnya yang kita dengar tentang Dia adalah bahwa Dia dicobai…” (Injil Matius 1-14, hal. 94).

Jadi pencobaan yang dialami oleh Yesus terjadi setelah 2 hal yakni setelah Ia memutuskan untuk memulai pekerjaan pelayanan-Nya dan setelah Ia mengalami pengalaman rohani yang luar biasa di mana Roh Kudus turun atas-Nya dan Bapa di sorga memberikan penyataan kepada-Nya. Jikalau ini dibalik, dapat dikatakan bahwa sekalipun Yesus memiliki niat untuk melayani Allah Bapa dan umat manusia, sekalipun Ia telah dipenuhi dengan Roh Kudus sebagaimana kata Luk 4:1 (Yesus, yang penuh dengan Roh Kudus, kembali dari sungai Yordan, lalu dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun), sekalipun Sang Bapa memberikan penyataan kepada-Nya bahwa Ia adalah Anak-Nya, sekalipun Ia berkenan kepada Bapa-Nya, itu semua tidak membuat-Nya bebas dari pencobaan setan.


Ini semua mengajarkan kepada kita bahwa kalau kita sudah menerima suatu pernyataan dari Tuhan, kalau kita mempunyai status sebagai anak Tuhan, kalau kita mempunyai keinginan untuk menyenangkan Tuhan lewat pelayanan, belajar Firman Tuhan, lebih banyak berdoa, dsb, itu bukan jaminan bahwa kita tidak akan diserang oleh setan. Justru sebaliknya semua itu akan membuat setan bertekad untuk menyerang saudara. Bandingkan :


Karena itu jangan percaya dengan ajaran-ajaran populer yang mengatakan bahwa kalau kita menjadi Anak Allah maka hidup kita akan enak, sehat, makmur dan berkelimpahan, dsb. Tidak! Kisah Yesus menunjukkan bahwa justru ketika seseorang menjadi Anak Allah, mau mendekat kepada Allah / mau hidup menyenangkan Allah, setan pasti akan menyerang dia. Ingat, setan tidak akan menyerang anak-anaknya sendiri, ia tidak perlu mencobai mereka karena toh mereka sudah dengan sukarela menuruti semua keinginannya.

Yoh 8:44 - Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu….”

Karena itu kalau hidup saudara aman-aman saja tanpa pernah diserang setan dengan berbagai macam persoalan, kesulitan, musibah, dll, jangan-jangan saudara adalah anaknya. Tapi kalau saudara adalah anak Tuhan, terlebih lagi kalau saudara dekat dengan Tuhan dan melayani Tuhan, saudara pasti jadi “target man” dan “target woman” nya setan.

Yesus Bin Sirakh – Anakku, jikalau engkau bersiap untuk mengabdi kepada Tuhan, maka bersedialah untuk pencobaan” (Sirakh 2:1).

Karena itu kita pun sebenarnya bisa bersyukur setiap kali kita dicobai / diserang setan karena itu membuktikan siapa kita dan berada di pihak mana kita (Allah). Karena setan pasti akan menyerang anak-anak Tuhan, dia pasti akan menyerang orang-orang yang dekat dengan Tuhan dan melayani Tuhan, maka kita harus senantiasa waspada atau berjaga-jaga.

1 Pet 5:8 - Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.
II. SIAPAKAH YANG DICOBAI?

Siapakah yang dicobai setan di sini? Yesus!

Mat 4:1 - Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis.

Siapakah Yesus? Dia adalah Allah / Anak Allah sendiri yang menjelma menjadi manusia. Dan dari kata-kata setan terlihat bahwa setan tahu siapa Dia sesungguhnya. Bandingkan :

Mark  1:23-24 – (23) Pada waktu itu di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan roh jahat. Orang itu berteriak: (24) "Apa urusan-Mu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah."

Luk 4:41 - Dari banyak orang keluar juga setan-setan sambil berteriak: "Engkau adalah Anak Allah." Lalu Ia dengan keras melarang mereka dan tidak memperbolehkan mereka berbicara, karena mereka tahu bahwa Ia adalah Mesias.
Biarpun demikian ini tidak lantas membuat setan menyerah lebih dahulu. Dia pernah mengalahkan Adam, dia pernah mengalahkan Daud, dia pernah mengalahkan orang-orang hebat dalam sejarah, tapi sekarang dia berhadapan dengan Anak Allah sendiri dan ia tetap nekad untuk mencobai-Nya. Ini sesuatu yang luar biasa. Setan-setan tahu siapa Yesus, dan sebenarnya mereka takut sekali pada Yesus.

Mark 5:7 - dan dengan keras ia berteriak: "Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi? Demi Allah, jangan siksa aku!"
Luk 8:27-28 – (27) Setelah Yesus naik ke darat, datanglah seorang laki-laki dari kota itu menemui Dia; orang itu dirasuki oleh setan-setan dan sudah lama ia tidak berpakaian dan tidak tinggal dalam rumah, tetapi dalam pekuburan. (28) Ketika ia melihat Yesus, ia berteriak lalu tersungkur di hadapan-Nya dan berkata dengan suara keras: "Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus Anak Allah Yang Mahatinggi? Aku memohon kepada-Mu, supaya Engkau jangan menyiksa aku."
Anehnya, biar pun takut tetapi tetap saja nekad untuk mencobai-Nya. Ini menunjukkan bahwa setan tidak pandang bulu. Jadi kalau saudara suka pandang bulu, saudara lebih buruk dari setan dalam hal ini. Dan ini juga mengajarkan kepada kita bahwa tidak ada 1 orang dari antara kita pun, sehebat apa pun dia yang bisa tidak diserang oleh setan (kecuali dia memang anak / kawannya setan). Jikalau Yesus Anak Allah saja tidak membuat setan mengurungkan semangat untuk mencobai-Nya, apalagi kita? Jikalau terhadap Yesus yang mereka takuti saja mereka tetap menyerang, apalagi kepada kita yang sama sekali bukan tandingannya? Ia tidak takut kepada kita, kita yang sering takut kepada dia. Ingat setan itu jenisnya adalah malaikat sehingga ia bukan tandingan kita. Jadi ia sama sekali tidak takut pada kita. Ia bahkan disebut dengan julukan “penguasa kerajaan angkasa”.

Efs 2:2 - Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka.
Karena itu tidak ada kita yang bisa kebal terhadap serangan setan.

Tetapi lebih dari itu mengapa setan sepertinya begitu ngotot menjatuhkan Yesus? Karena dia tahu bahwa Yesus adalah ancaman bagi dia dan kerajaannya. Yesus akan memberitakan Injil dan ini akan mengakibatkan setan kehilangan banyak pengikut.

Mat 4:23 - Yesus pun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah…”.
Yesus juga akan mengusir mereka sehingga mereka akan kehilangan banyak “tempat tinggal”.

Mat 12:28 - Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.
Sampai-sampai mereka tidak punya tempat dan harus mencari “penginapan” baru itu pun harus atas ijin Yesus :

Luk 8:31-32 – (31) Lalu setan-setan itu memohon kepada Yesus, supaya Ia jangan memerintahkan mereka masuk ke dalam jurang maut. (32) Adalah di sana sejumlah besar babi sedang mencari makan di lereng gunung, lalu setan-setan itu meminta kepada Yesus, supaya Ia memperkenankan mereka memasuki babi-babi itu. Yesus mengabulkan permintaan mereka.
Bahkan kadang-kadang Yesus tidak ijinkan mereka berbicara :

Mark 1:34 – Ia… mengusir banyak setan; Ia tidak memperbolehkan setan-setan itu berbicara,….
Bukan hanya itu, Yesus juga memberikan kuasa-Nya kepada murid-murid-Nya sehingga mereka ikut-ikutan mengusir setan :

Mat 10:8 - Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. …”
Pada akhirnya Yesus akan menebus dosa manusia di atas kayu salib yang berarti kekalahan mereka.  Itu berarti bahwa Yesus adalah seorang yang sangat penting dalam kerajaan Allah dan sekaligus itu menjadi ancaman terbesar bagi kerajaan setan. Karena itulah setan berusaha sedemikian rupa, menyerang dengan berbagai cara, berbagai strategi dalam kesempatan-kesempatan yang paling menentukan supaya kalau bisa Ia dijatuhkan. Ingat bahwa kalau Yesus berdosa 1 kali saja, Ia tidak layak lagi menjadi penebus dosa dan itu berarti kemenangan setan. Karena itu setan menyerang-Nya dengan hebat. Di sini kita dapati 1 prinsip penting bahwa sekalipun setan akan menyerang semua anak Tuhan, ia akan mengarahkan panah-panah terbaiknya yang paling berbahaya kepada orang-orang penting dalam Kerajaan Allah yang dirasa akan menjadi ancaman besar bagi kerajaannya. Semakin penting seseorang dalam Kerajaan Allah, semakin bermanfaat seseorang bagi gereja Tuhan, semakin giat seseorang memenangkan jiwa-jiwa, setan akan berjuang sedemikian rupa untuk menghancurkannya.

Matthew Henry – Iblis menaruh dendam khusus kepada orang-orang yang bermanfaat,...” (Injil Matius 1-14, hal. 94).

Matthew Henry – Perhatikanlah, ketika kita telah menjalin persekutuan yang sangat menyenangkan dengan Allah dan memperoleh pernyataan kasih-Nya sedalam-dalamnya, maka kita harus sadar bahwa iblis akan terdorong  untuk menyerang kita (kapal yang paling kaya selalu menjadi sasaran utama para perampok)…”  (Injil Lukas,  hal. 149).

Secara kolektif, setan juga akan memfokuskan serangannya pada gereja-gereja yang sungguh-sungguh memberitakan Injil karena gereja itu adalah ancaman bagi kerajaan setan. Itulah sebabnya setan biasanya mengarahkan serangannya yang paling hebat kepada hamba-hamba Tuhan atau gereja-gereja yang dengan sungguh-sungguh melayani dan memberitakan Injil dan kadang mengabaikan atau memberikan serangan seadanya bagi hamba-hamba Tuhan atau gereja yang dianggap bukan ancaman, yang melayani tidak sungguh-sungguh, yang melayani dengan motivasi salah, dsb. Karena itulah maka kita sering mendengar ada banyak hamba Tuhan yang hebat akhirnya jatuh dan hancur karena serangan setan. Ada begitu banyak gereja yang bagus dikacaubalaukan oleh setan. Karena itu biarlah semua hamba Tuhan yang terjun di dalam pelayanan apalagi pelayanan yang berkaitan dengan pemberitaan Injil harus berhati-hati dan bertekun di dalam doa agar tidak jatuh dalam pencobaan setan.

Mat 26:41 - Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah."
Tetapi juga bagi kita semua, biarlah kita tidak hanya berdoa untuk diri kita sendiri tetapi secara khusus mau berdoa untuk hamba-hamba Tuhan yang sedang Tuhan pakai secara heran, yang dengan gigih melayani Tuhan, memberitakan Injil, dsb karena orang-orang seperti itu menjadi fokus serangan setan. Mereka menerima pencobaan lebih banyak dan lebih berat dari saudara-saudara yang lain.

1 Tes 5:25 - Saudara-saudara, doakanlah kami.
Maukah saudara melakukan itu dalam doa-doa saudara secara rutin?

III. SIAPAKAH INISIATOR PENCOBAAN INI?

Lalu siapakah yang adalah inisiator pencobaan yang dialami Yesus ini?

Mat 4:1 - Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis.

Dari sini terlihat bahwa Roh Kuduslah yang menjadi inisiator pencobaan tersebut. Perhatikan bahwa bukan Yesus sendiri yang membawa diri-Nya menuju pencobaan itu melainkan Roh Kudus yang membawa-Nya.

Matthew Henry – Kristus dituntun pada pertempuran itu. Ia tidak dengan sengaja membawa diri-Nya ke sana, tetapi dibawa oleh Roh …””  (Injil Matius 1-14, hal. 96).

Ini harusnya menjadi pelajaran bagi kita bahwa kita tidak boleh membawa diri kita sendiri ke dalam pencobaan. Jikalau kita harus dicobai, biarlah itu merupakan kehendak Allah sendiri yang menuntun kita kepada pencobaan itu tetapi bukan kita yang membawa diri kita sendiri ke dalam pencobaan-pencobaan itu. Misalnya lemah di dalam perzinahan tetapi suka jalan-jalan ke kompleks pelacuran, lihat gambar-gambar porno di internet, dll. Lemah di dalam fitnahan tetapi suka ngumpul bersama-sama tukang gosip. Lemah di dalam kemabukan tetapi suka bergaul dengan para peminum, dll. Ini semua namanya membawa diri sendiri ke dalam pencobaan. Alkitab mengatakan pergaulan yang jahat merusakkan kelakuan yang baik.

1 Kor 15:33 - Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.
Karena itu baiklah kita menjaga diri kita dan menahan langkah kita agar tidak menerjunkan diri sendiri ke dalam pencobaan itu. Dalam ayat kita dikatakan bahwa Roh-lah yang membawa Yesus ke padang gurun untuk dicobai iblis. Di sini kelihatannya ada kerjasama antara Roh Kudus dan iblis di mana Roh membawa Yesus ke padang gurun itu dan iblis yang akan mencobai-Nya. Kita tidak perlu heran dengan pola semacam ini karena kasus seperti ini pernah terjadi pada Ayub (Ayub 1:6-12; 2:1-6) di mana Tuhan dan setan seolah-olah sepakat untuk menimpakan penderitaan pada Ayub. Mengapa bisa terjadi semacam ini? Karena baik Tuhan maupun setan, sama-sama mempunyai kepentingan di dalamnya. Tuhan melihat itu sebagai sebuah ujian bagi Ayub sedangkan setan melihat itu sebagai cobaan bagi Ayub. Demikian juga dengan yang dialami oleh Yesus. Roh Kudus melakukan itu karena dari kaca mata Allah itu adalah sebuah ujian kepada Yesus tetapi dari kaca mata iblis, itu adalah cobaan kepada-Nya.

Kalau begitu apa bedanya ujian dan pencobaan? Ada 4 perbedaan :

1.Perbedaan sumber : Ujian dari Allah, pencobaan dari setan.
2.Perbedaan motivasi : Ujian bermaksud baik, mau mendekatkan kita kepada Tuhan agar kita hidup dalam kesucian. Pencobaan bermaksud jelek, mau membuat kita meninggalkan Tuhan dan hidup di dalam dosa.
3.Perbedaan tujuan : Ujian bertujuan untuk menyempurnakan iman kita. Pencobaan bertujuan memisahkan kita dari Allah, menjadikan kita memihak kepada setan dan memberontak kepada Tuhan.
4.Perbedaan fenomena : Ujian dimulai dengan segala kepahitan, kesengsaraan, penderitaan dan diakhiri dengan kemanisan, kebahagiaan, kemenangan, dan keindahan rohani. Pencobaan dimulai dengan keindahan, kecantikan, kenikmatan, dan berakhir dengan kepahitan, penyesalan, dan kerusakan.

Tetapi sebagaimana yang disebutkan di atas, pencobaan maupun ujian bisa terjadi bersamaan seperti kasus Yesus dan Ayub.

Stephen Tong : Ketika Tuhan sedang menguji Saudara, saat yang sama setan sedang menggunakan kesulitan yang Saudara alami untuk mencobai Saudara. Dengan ini kita mengerti bahwa ujian dan pencobaan bisa terjadi pada peristiwa yang sama.

Karena itu tentulah dalam kasus pencobaan Yesus iblis menginginkan hal yang jelek yakni agar berdosa tetapi Allah (Roh) menginginkan hal yang baik agar Yesus menjadi suci. Iblis menginginkan agar Yesus menjadi lemah, tetapi Allah (Roh) menginginkan agar Yesus menjadi kuat. Iblis menginginkan agar Yesus menjadi tercemar, tetapi Allah (Roh) menginginkan agar Yesus menjadi murni. Iblis menginginkan agar Yesus kalah tetapi Allah (Roh) menginginkan agar Yesus menang. Jadi dilihat dari tujuan-tujuan yang mulia dari sebuah ujian ini maka kadangkala Allah mengijinkan anak-anak-Nya untuk dicobai setan supaya itu menjadi ujian bagi mereka sebagaimana yang dialami oleh Kristus. Tujuan Allah pasti baik supaya nyata kemurnian iman kita. Ada banyak orang menjadi lebih kuat, menjadi lebih dekat dengan Tuhan, menjadi lebih bergantung pada Tuhan ketika diuji Tuhan dengan berbagai macam cobaan setan. Akhirnya kiranya kita mengaminkan kata-kata Firman Tuhan :

1 Pet 1:6-7 – (6) Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. (7) Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu -- yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api …”


- AMIN -


P O P U L A R - "Last 7 days"