0 Mengapa Berharap Pada Damai Yang Tidak Mungkin Terwujud?

Mazmur 28:3-4
(3) Janganlah menyeret aku bersama-sama dengan orang fasik ataupun dengan orang yang melakukan kejahatan, yang ramah dengan teman-temannya, tetapi yang hatinya penuh kejahatan.(4) Ganjarilah mereka menurut perbuatan mereka dan menurut kelakuan mereka yang jahat; ganjarilah mereka setimpal dengan perbuatan tangan mereka, balaslah kepada mereka apa yang mereka lakukan.

Do not take me away with the wicked and with the workers of iniquity, who speak peace to their neighbors, but evil is in their hearts. Give them according to their deeds, and according to the wickedness of their endeavors; give  them according to the work of their hands; render to them what they deserve.

Pertanyaan Besar hari ini : Mengapa Berharap Pada Damai Yang Tidak Mungkin Terwujud?


Dari waktu kewaktu saya melihat banyak stiker yang biasanya ditempel pada bagian belakang kendaraan dengan berbagai simbol keyakinan - seperti Kekristenan, Islam, dan Judaisme-yang menempatkan sebuah kata yang berbuni "Ko-eksis" atau "Berdampingan". Tujuan stiker-stiker ini untuk memberikan pemikiran bahwa kita sepatutnya memberikan toleransi kepada semua pandangan dan kepercayaan yang ada di dunia.

Memang kita dapat bertoleransi dengan berbagai orang dengan ragam keyakinan dan pandangan yang ada di dunia ini dalam pengertian bahwa kita dapat hidup  bersama-sama dengan mereka dan menjalankan kehidupan yang "ko-eksis" atau "berdampingan," tetapi kita tidak bertoleransi terhadap berbagai keyakinan/agama dan pandangan yang ada didunia ini dalam artian meredefinisi, menerimanya sebagai Kebenaran. Ada begitu banyak orang yang menyerukan "toleransi" dan "damai", namun yang mereka lakukan kerap tidak konsisten dengan apa yang mereka katakan.

Hampir semua yang menyerukan "toleransi" dan "damai" hanya mendeklarasikan bahwa mereka ingin yang lainnya bertoleransi kepada keyakinan-keyakinan mereka. Mereka tidak ingin tunduk kepada Tuhan. Sebaliknya, mereka menjalankan kehidupan yang sesukanya-menurut pandangan mereka, dan menghendaki yang lain agar menerima mereka. Namun dalam hal ini mereka sungguh keliru, sebab Yesus satu-satunya jalan menuju  Bapa.

  • Yohanes 14:6
Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

Jesus said to him, “I am the way, the truth, and the life. No one comes to the Father except through Me.

Kekristenan biblikal tidak dapat bertoleransi dengan  apa yang diyakini oleh keyakinan-keyakinan lainya di dunia ini. Paulus menuliskan demikian perihal ini ,"satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu,(5) satu Tuhan, satu iman, satu baptisan,(6) satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua - Efesus 4:4-6. Jadi mengapa mengapa orang-orang masih menghendaki damai yang tidak mungkin diwujudkan?

Ketika berbicara mengenai orang Farisi dan ahli Taurat, Yesus menyatakan,"Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu sama seperti kuburan yang dilabur putih, yang sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran" - Matius 23:27. [“Woe to you, scribes and Pharisees, hypocrites!  For you are like whitewashed tombs which indeed appear beautiful outwardly, but inside are full of dead men’s bones and all uncleanness".]

Banyak yang ingin tampil seolah-olah mereka sedang menjalani "jalan yang luhur," saat mereka sesungguhnya sedang melakukan kemunafikan dan melanggar hukum/melakukan kejahatan--pekerjaan-pekerjaan yang lahir dari keinginan daging. Sekalipun yang jahat menginginkan damai, waspadai motif-motif mereka. "Karena mereka tidak mengindahkan pekerjaan TUHAN," Mazmur 28:5., dan pada hari terahir, Tuhan akan menghakimi mereka.Orang-orang jahat tidak pernah menerima damai Sejati dari Tuhan, tetapi orang-orang percaya memiliki anugerah dan damai dari Tuhan melalui Yesus Kristus. Dengan pertolongan Roh Kudus, kita dapat, "menjauhi yang jahat dan melakukan yang baik....[dan] mencari perdamaian dan berusaha mendapatkannya,"- 1 Petrus 3:11.

Kita sepatutnya tidak bertoleransi  terhadap pandangan-pandangan lain, sebagaimana Tuhan tidak berkenan. TETAPI kita sepatunya ingat "Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!- Roma 12:18.

Dengan kata lain, hiduplah dalam damai jika hal itu mungkin, tetapi janganlah mengompromikan imanmu.



Martin Simamora | Why Would You Want an Impossible Peace?, Jeremy Ham |ansersingenesis.org






 

P O P U L A R - "Last 7 days"