0 Apakah Engkau Mengikuti Pengajaran Sesat?

Galatia 5:20

Perbuatan daging telah nyata, yaitu: roh pemecah

Pertanyaan Besar hari ini : Apakah engkau mengikuti pengajaran sesat?

Sebelum anda menjawab pertanyaan ini,ijinkanlah saya untuk menjelaskan bagaimana istilah Pengajaran sesat  didefinisikan dalam renungan kali ini. Kata yang diterjemahkan sebagai "heresies"-"pengajaran sesat" berasal dari  istilah dalam bahasa Yunani "haireseis, yang merujuk kepada pemisahan atau perpecahan dalam sebuah kelompok. Pada  Kitab suci, istilah ini mengacu kepada seseorang yang memperkenalkan atau menganut doktrin yang bertentangan dengan  pengajaran-pengajaran Kristus dan rasul-rasul-Nya.
  • 2 Petrus 2:1
Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada  guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka.


Apakah dengan demikian tidak ada ruang untuk perbedaan dalam Kekristenan? Bahkan Paulus menyadari akan adanya  perselisihan diantara orang-orang Kristen ( 2 Timotius 2:23 "Hindarilah soal-soal yang dicari-cari, yang bodoh dan tidak layak. Engkau tahu bahwa soal-soal itu menimbulkan pertengkaran."), dan gereja mula-mula memperlihatkan kepada kita bagaimana menangani berbagai ketaksepahaman (Kisah Para Rasul 15). Kita dipanggil untuk sepikiran (Filipi 1:27'Hanya, hendaklah hidupmu berpadanan dengan Injil Kristus, supaya, apabila aku datang aku melihat, dan apabila aku tidak datang aku mendengar, bahwa kamu teguh berdiri dalam satu roh, dan sehati sejiwa berjuang untuk iman yang timbul dari Berita Injil,'), tetapi kita adalah orang-orang berdosa dengan pemahaman yang terbatas. Sehingga selagi  kita disatukan dalam injil Kristus, sejujurnya, orang-orang Kristen yang percaya terhadap Alkitab dapat mengalami  berbagai kesimpulan yang berbeda pada berbagai hal lainnya.

Lalu. pada titik mana ketaksepahaman-ketaksepahaman bergerak ke area pengajaran sesat? Kita mungkin tidak dapat  memberikan sebuah jawaban definitif untuk setiap doktrin yang diperdebatkan, tetapi kita dapat melihat pada berbagai  pokok-pokok dalam kitab suci sebagai panduan. Paulus menyatakan bahwa pengajaran sesat adalah hal yang lahir dari kedagingan. Saya percaya titik inilah yang  krusial, membedakan mana pengajaran yang benar dan pengajaran palsu.

Jika pandangan seseorang berangkat dari hasrat untuk menyenangkan manusia ketimbang berupaya untuk dengan setia  menginterpretasikan Firman Tuhan, maka percaya yang dimilikinya, dihasilkan dari kedagingan manusia.

Dibagian lain, Paulus menuliskan,"Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong  dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus," Kolose 2:8. Paulus kepada jemaat di Kolose menyatakan agar jemaat memastikan bahwa mereka tidak mengikuti pengajaran-pengajaran manusia yang bersumber dari pemikiran dunia. Serupa dengan ini, yohanes menulis tentang orang yang percaya kepada Yesus, tetapi takut untuk mengakui-Nya karena 'mereka menyukai pujian manusia lebih daripada pujian dari Tuhan" (Yohanes 12:42-43)

Yohanes 12:42-43
(42) Namun banyak juga di antara pemimpin yang percaya kepada-Nya, tetapi oleh karena orang-orang Farisi mereka tidak mengakuinya berterus terang, supaya mereka jangan dikucilkan.(43) Sebab mereka lebih suka akan kehormatan  manusia dari pada kehormatan Allah.

Permasalahan dalam setiap kasus adalah titik berat seseorang. Apakah menjadi keinginanmu mengikuti ide-ide manusia, yang  mungkin juga termasuk idemu sendiri? Jika demikian, anda sedang menuruti sebuah keinginan daging karana anda sedang  meninggikan seseorang ketimbang Tuhan. Ini adalah pengajaran sesat, dan ini menyebabkan perpecahan dalam gereja.

Sebagai orang-orang Kristen, kita harus bersedia menundukan diri sepenuhnya dan membolehkan Firman Tuhan menentukan 
keyakinan-keyakinan kita. Daripada menggunakan ide-ide manusia yang selalu berubah dan dapat salah untuk  mereinterpretasikan kitab suci, kita sebaliknya harus mendasarkan  keyakinan  pada Alkitab. Kita akan kerap tak sepakat dengan orang-orang Kristen lainnya, tetapi bila kita mengijinkan kitab suci menjadi sumber otoritas maka  kita akan disatukan, bahkan jika kita tidak sepakat dalam setiap detail.

Pahamilah Firman Tuhan dengan kerendahan hati dan landaskan keyakinanmu pada Alkitab. Minta Tuhan untuk memiliki kerendahan hati sehingga anda tidak membawa penyesatan yang menghancurkan kedalam gereja.

Martin Simamora |Are You Following Heresies? - Tim Chaffey |answersingenesis.org

P O P U L A R - "Last 7 days"