0 Apa Salahnya dengan Menjalani Hidup "Sesuka" Saya?

Roma 8:5
Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh,  memikirkan hal-hal yang dari Roh.

Pertanyaan besar hari ini : Apa Salahnya dengan Cara Hidup "sesuka" Saya?


Pada artikel terdahulu diungkapkan bagaimana kekristenan sangat berbeda dengan agama atau pandangan dunia lainnya. Ketimbang memfokuskan pada apa yang dapat kita lakukan untuk Tuhan, kekristen biblikal didasarkan pada apa yang telah dilakukan Tuhan bagi kita di kayu salib. Mereka yang hidup seturut dengan Roh Kudus tidak perlu  takut terhadap penghukuman, tetapi apa yang sangat salah dengan cara hidup yang "sesuka" saya atau menuruti keinginan daging? Pada ahirnya, hidup menuruti keinginan daging merupakan keadaan almiah kita, lalu bila demikian mengapa kita menghadapi penghukuman bila kita hidup menuruti dunia?


  • Roma 8:6-8
(6) Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera.(7) Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya.(8) Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah.

Manusia berdosa tidak dapat menyenangkan Tuhan karena  mereka hidup untuk memenuhi keinginan-keinginan dagingnya. Juga tidak ada hal baik ada didalam daging kita (Roma 7:18), dan mereka yang hidup seturut denganhawa nafsunya, mereka hidup bagi dirinya sendiri bukan untuk Pencipta mereka.

Orang cenderung berpikir bahwa mereka dapat menjadi baik tanpa Tuhan, tetapi dengan mengamati pembacaan berbagai  berita di televisi, terungkap bahwa kejahatan manusia adalah hal yang tak terbantahkan. Dalam 2 Timotius, Paulus menuliskan bahwa akan datang saatnya dimana manusia akan "mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama,(3) tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik,(4) suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah," 2 Timotius 3:2-4.

Jika kita jujur kepada diri kita sendiri, maka kita harus mengakui bahwa karakteristik-karakteristik diatas secara jitu menggambarkan berbagai kecenderungan alami pada diri kita. Masyarakat kita dipenuhi dengan perilaku-perilaku semacam ini dan ada banyak ciri-ciri ini bahkan umum dijumpai pada mereka yang mengaku Kristen. Pikiran yang dipenuhi hawa nafsu ditandai oleh keangkuhan dan mencintai diri sendiri, yang membawa kepada praktik-praktik jahat lainnya seperti orang mencari pujian bagi dirinya sendiri melampaui Pencipta mereka.

Anda tak dapat mengatasi berbagai kecenderungan jahat ini dengan kekuatanmu sendiri. Anda harus dilahirkan kembali. Yohanes 3:3 :"Yesus menjawab, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah."

Mereka yang bertobat dari dosa-dosa dan meletakan iman mereka dalam Yesus Kristus, diberikan Roh Kudus. Hanya dengan demikan seseorang dapat hidup seturut dengan Roh Kudus, yang memberikan hasrat dan kekuatan untuk mengatasi kejahatan pikiran yang dipenuhi hawa nafsu.

HIDUP MENURUTI HAWA NAFSU ADALAH PEMBERONTAKAN TERHADAP TUHAN

Tim Chaffey, AiG–U.S. What Is Wrong with Living According to the Flesh? | answersingenesis.org| Martin Simamora

P O P U L A R - "Last 7 days"