0 Tanya :Apakah Argumen-Argumen Alkitabiah Terkuat Yang Menunjukan Keilahian Yesus Kristus?


Pilate presenting Jesus to the crowd.  Ecce Homo, by Antonio Ciseri (1821-91).
Jawab : Perjanjian Baru dipenuhi dengan berbagai referensi  mengenai keilahian Yesus Kristus yang sulit untuk  dibantah. Dari keempat Injil hingga ke kitab Kisah Para Rasul dan surat-surat rasul Paulus, Yesus tak hanya dipandang sebagai Messias (atau Kristus), tetapi juga disetarakan dengan Tuhan sendiri. Rasul Paulus menunjukan keilahian Yesus Kristus kala ia memanggil Yesus "Tuhan kita yang besar dan Juru Selamat" (Titus 2:13 dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus,) dan bahkan mengatakan bahwa Yesus  telah ada dalam "wujud Tuhan" sebelum ia berinkarnasi.


Filipi 2:5-8 (5) Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,(6) yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,(7) melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.(8) Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.Allah Bapa terkait Yesus menyatakan :"TahtaMu, O Tuhan, akan berlangsung selama-lamanya.

Ibrani 1:8Tetapi tentang Anak Ia berkata: "Takhta-Mu, ya Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaan-Mu adalah tongkat kebenaran.

Yesus secara langsung dinyatakan sebagai Pencipta itu sendiri.
Yohanes 1:3Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.

Kolose 1:16-17karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia.

Ayat-ayat lainnya didalam Alkitab yang mengajarkan keilahian Yesus Kristus
Wahyu 1:7Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan dan setiap mata akan melihat Dia, juga mereka yang telah menikam Dia. Dan semua bangsa di bumi akan meratapi Dia. Ya, amin.

Wahyu 2:8Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Smirna: Inilah firman dari Yang Awal dan Yang Akhir, yang telah mati dan hidup kembali:

1 Korintus 10:4dan mereka semua minum minuman rohani yang sama, sebab mereka minum dari batu karang rohani yang mengikuti mereka, dan batu karang itu ialah Kristus.

1 Petrus 5:4Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu.

Sementara kutipan-kutipan diatas menjadi dasar yang memadai bahwa Alkitab mengklaim Yesus adalah Tuhan, ada lebih banyak lagi pendekatan tak langsung yang meneguhkannya. Yesus berulangkali menempatkan diri-Nya pada posisi  Tuhan (YHWH) dengan mengasumsikan hak prerogatif Bapa. Yesus kerap bertindak dan berkata berbagai hal yang menjadi hak Tuhan saja untuk dilakukan dan dikatakan. Yesus juga mengacu kepada diri-Nya dalam berbagai cara yang memperlihatkan keilahiannya. Beberapa contoh ini  memberikan kepada kita bukti terkuat dalam memahami keilahian Yesus.

Dalam Markus 14, Yesus berdiri menghadapi tuduhan dalam pengadilan yang dilakukan oleh Imam besar.  Markus 14:61-62:Tetapi Ia tetap diam dan tidak menjawab apa-apa. Imam Besar itu bertanya kepada-Nya sekali lagi, katanya: "Apakah Engkau Mesias, Anak dari Yang Terpuji?"Jawab Yesus: "Akulah Dia, dan kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di tengah-tengah awan-awan di langit." Disini Yesus  menggemakan kembali Perjanjian Lama, pada Kitab Daniel dimana nabi Daniel mengatakan :

Daniel 7:13-14(13) Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya.(14) Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan musnah.

Dalam ayat yang menggambarkan penglihatan Daniel, Yesus mengidentifikasikan dirinya sebagai Anak Manusia, pribadi yang  telah menerima "kekuasaan, kemuliaan dan sebuah kerajaan dimana semua orang, bangsa dan manusia dari setiap bahasa akan melayani-Nya". Anak Manusia memiliki sebuah kekuasaan yang kekal dan tak akan berakhir. Siapapu akan heran, manusia seperti apakah dia yang memiliki kekuasaan kekal. Manusia manakah yang diberikan sebuah kerajaan dan semua manusia melayani-Nya? Imam Besar yang segera menyadari bahwa Yesus mengklaim keilahiannya, merobek jubahnya dan menyatakan Yesus bersalah kerena menghujat.

Penggunaan gelar Anak Manusia pada Yesus  telah menjadi nilai apologetik yang luar biasa. Bagi para skeptik terhadap keilahian Yesus, tidak dapat begitu saja dengan mudahnya mengabaikan gelar Anak Manusia ini. Bahwa Kristus merujuk diri-Nya dalam multi cara  , sebagaimana ditemukan dalam berbagai sumber Injil. Kata "Anak Manusia" dikenakan pada Yesus hanya beberapa kali diluar Injil itu sendiri.

Kisah Para Rasul 7:56 Lalu katanya: "Sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah."

Wahyu 1:13Dan di tengah-tengah kaki dian itu ada seorang serupa Anak Manusia, berpakaian jubah yang panjangnya sampai di kaki, dan dadanya berlilitkan ikat pinggang dari emas.

Wahyu 14:14Dan aku melihat: sesungguhnya, ada suatu awan putih, dan di atas awan itu duduk seorang seperti Anak Manusia dengan sebuah mahkota emas di atas kepala-Nya dan sebilah sabit tajam di tangan-Nya.

Memperhatikan penggunaan gelar "Anak Manusia" yang jarang dalam gereja apostolik mula-mula, maka nampaknya gelar ini tak pernah terucapkan oleh  Yesus, faktanya, Ia tidak pernah menggunakan gelar ini. Dan lagi pula, bila gelar Anak Manusia dibentuk oleh Yesus dan menggunakan gelar ini bagi diri-Nya sendiri, maka jelas terlihat bahwa Yesus memandang diri-Nya sendiri memiliki kuasa yang abadi dan sebuah otoritas unik yang melampaui manusia biasa.

Terkadang, tindakan-tindakan Yesus sendirilah yang menyingkapkan identitasnya. Penyembuhan yang dilakukan Yesus terhadap orang lumpuh dalam Markus 2, dilakukan untuk memperlihatkan otoritasnya dan kemampuannya untuk mengampuni dosa-dosa.

Markus 2:3-12(3) ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang.(4) Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring.(5) Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!"(6) Tetapi di situ ada juga duduk beberapa ahli Taurat, mereka berpikir dalam hatinya:(7) Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?(8) Tetapi Yesus segera mengetahui dalam hati-Nya, bahwa mereka berpikir demikian, lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu berpikir begitu dalam hatimu?(9) Manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh ini: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalan?(10) Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" --berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu--:(11) Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!(12) Dan orang itupun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu, sehingga mereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya: "Yang begini belum pernah kita lihat."

Dalam benak orang-orang Yahudi yang menyaksikan Yesus kala itu, berbagai kemampuan yang diperlihatkan oleh Yesus hanya dapat dilakukan oleh Tuhan sendiri. Yesus juga beberapa kali menerima penyembahan terhadap diri-Nya dalam Injil.

Matius 2:11Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Merekapun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur.

Matius 28:9, 17Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: "Salam bagimu." Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya.
(17) Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu.

Lukas 24:52Mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita.

Yohanes 9:38Katanya: "Aku percaya, Tuhan!" Lalu ia sujud menyembah-Nya.

Yohanes 20:28Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!"

Yesus tidak pernah menolak penyembahan terhadap diri-Nya, Ia menerima penyembahan terhadap dirinya sebagai yang pantas. Di tempat lain, Yesus mengajarkan bahwa Anak Manusia pada ahirnya akan menghakimi manusia (Matius 25:31-46dan mengajarkan bahwa keadaan kekekalan kita bergantung pada respon kita kepada-Nya.

Markus 8:34-38(34) Lalu Yesus memanggil orang banyak dan murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.(35) Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya.(36) Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya.(37) Karena apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?(38) Sebab barangsiapa malu karena Aku dan karena perkataan-Ku di tengah-tengah angkatan yang tidak setia dan berdosa ini, Anak Manusiapun akan malu karena orang itu apabila Ia datang kelak dalam kemuliaan Bapa-Nya, diiringi malaikat-malaikat kudus."

Perilaku semacam ini adalah indikasi lebih lanjut pemahaman akan keilahian diri Yesus.

Hal lainnya lagi, Yesus yakin bahwa Ia memiliki otoritas  baik untuk mengubah dan bahkan mengesampingkan beberapa bagian dalam Perjanjian Lama.

Markus 7:15Apapun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya."


Matius 5:21-22Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum.(22) Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.

Matius 19:8-9(8) Kata Yesus kepada mereka: "Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian.(9) Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah."

Pernyataan-pernyataan yang terdengar mennggelikan itu bukan keluar dari mulut siapapun, tetapi dari  sesosok Pribadi yang ilahi dengan otoritas yang ilahi. Yesus juga menyatakan bahwa kebangkitannya dari orang mati meneguhkan klaim-klaim yang sangat khusus yang dinyatakan bagi diri-Nya sendiri.

Matius 12:38-40
Pada waktu itu berkatalah beberapa ahli Taurat dan orang Farisi kepada Yesus: "Guru, kami ingin melihat suatu tanda dari pada-Mu."Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam.

Setelah Yesus disalibkan dan dikuburkan dalam kuburan milik Yusuf Arimatea, Yesus telah melakukannya, faktanya, ia bangkit dari kematian, menegakan klaim-klaim keilahiannya.

Bukti-bukti mujizat ini sunggung luar biasa. Sejumlah sumber kontemporer melaporkan  penampakan Yesus pasca penyaliban.

1 Korintus 15:3-7
Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci,(4) bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci;(5) bahwa Ia telah menampakkan diri kepada Kefas dan kemudian kepada kedua belas murid-Nya.(6) Sesudah itu Ia menampakkan diri kepada lebih dari lima ratus saudara sekaligus; kebanyakan dari mereka masih hidup sampai sekarang, tetapi beberapa di antaranya telah meninggal.(7) Selanjutnya Ia menampakkan diri kepada Yakobus, kemudian kepada semua rasul.



Matius 28:9
Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: "Salam bagimu." Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya.

Lukas 24:36-43
(36) Dan sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka: "Damai sejahtera bagi kamu!"(37) Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu.(38) Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu?(39) Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku."(40) Sambil berkata demikian, Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka.(41) Dan ketika mereka belum percaya karena girangnya dan masih heran, berkatalah Ia kepada mereka: "Adakah padamu makanan di sini?"(42) Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng.(43) Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka.

Yohanes 20:26-30
(26) Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!"(27) Kemudian Ia berkata kepada Tomas: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah."(28) Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!"(29) Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya."(30) Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini,

Yohanes 21:1-14
(1) Kemudian Yesus menampakkan diri lagi kepada murid-murid-Nya di pantai danau Tiberias dan Ia menampakkan diri sebagai berikut.(2) Di pantai itu berkumpul Simon Petrus, Tomas yang disebut Didimus, Natanael dari Kana yang di Galilea, anak-anak Zebedeus dan dua orang murid-Nya yang lain.(3) Kata Simon Petrus kepada mereka: "Aku pergi menangkap ikan." Kata mereka kepadanya: "Kami pergi juga dengan engkau." Mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa.(4) Ketika hari mulai siang, Yesus berdiri di pantai; akan tetapi murid-murid itu tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus.(5) Kata Yesus kepada mereka: "Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?" Jawab mereka: "Tidak ada."(6) Maka kata Yesus kepada mereka: "Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh." Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan.(7) Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus: "Itu Tuhan." Ketika Petrus mendengar, bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau.(8) Murid-murid yang lain datang dengan perahu karena mereka tidak jauh dari darat, hanya kira-kira dua ratus hasta saja dan mereka menghela jala yang penuh ikan itu.(9) Ketika mereka tiba di darat, mereka melihat api arang dan di atasnya ikan dan roti.(10) Kata Yesus kepada mereka: "Bawalah beberapa ikan, yang baru kamu tangkap itu."(11) Simon Petrus naik ke perahu lalu menghela jala itu ke darat, penuh ikan-ikan besar: seratus lima puluh tiga ekor banyaknya, dan sungguhpun sebanyak itu, jala itu tidak koyak.(12) Kata Yesus kepada mereka: "Marilah dan sarapanlah." Tidak ada di antara murid-murid itu yang berani bertanya kepada-Nya: "Siapakah Engkau?" Sebab mereka tahu, bahwa Ia adalah Tuhan.(13) Yesus maju ke depan, mengambil roti dan memberikannya kepada mereka, demikian juga ikan itu.(14) Itulah ketiga kalinya Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya sesudah Ia bangkit dari antara orang mati.

Kisah Para Rasul 1:3-6
(3) Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.(4) Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang--demikian kata-Nya--"telah kamu dengar dari pada-Ku.(5) Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus."(6) Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: "Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?"

Banyak dari mereka yang menjadi saksi peristiwa ini bersedia mati demi apa yang mereka yakini, dan beberapa dari mereka memang mengalami kematian demi kepercayaannya! Clement dari Roma dan ahli sejarah Roma bernama Yosephus menyajikan laporan-laporan para martir abad pertama. Semua teori-teori yang digunakan menjauhkan peristiwa kebangkitan jauh dari bukti (seperti teori halusinasi), telah gagal menjelaskan semua data yang diketahui. 

Kebangkitan Yesus dalah sebuah pendirian fakta sejarah, dan ini telah menjadi bukti terkuat terhadap keilahian Yesus. 

Martin Simamora|gotquestions.org







P O P U L A R - "Last 7 days"