0 Taurat dan Anugerah, Perbuatan Baik dan Kristus (Bag. 4)


Salib tersembunyi bagi mereka yang berpendapat dirinya bijak. Salib adalah kebodohan bagi mereka yang akan musnah, namun bagi mereka yang diselamatkan  melalui Iman tahu bahwa salib adalah kuasa Tuhan. Salib menjadi  satu-satunya jalan  menuju Tuhan sebagaimana Yesus katakan bahwa Aku adalah jalan, kebenaran dan hidup, tak seorangpun datang kepada Bapa kecuali melalui Aku. Ia adalah sebuah kepastian menuju Tuhan. BUKAN SEKEDAR menjadikan Yesus sebagai teladan atau junjungan yang diikuti. Yesus adalah pribadi yang lebih besar daripada serangkaian etika dan moral. Juga bukan sekedar mengikuti dia sebagai seorang guru yang luar biasa atau  nabi terbesar, atau pembuat mujizat.

Melalui peristiwa penyaliban (dimana ada seorang yang mati diatasnya), terjadi pemulihanan hubungan antara Tuhan dan manusia. Inilah yang dilakukan oleh Yesus Kristus dan semua rasul juga menunjuk kepada Yesus Kristus.
Sebelumnya : Bagian 3


Dalam Yohanes 10:1 Kristus berkata (1) Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya siapa yang masuk ke dalam kandang domba dengan tidak melalui pintu, tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok; Yohanes 10:9(9) Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput. Pada ayat 11 Yesus berkata kepada mereka  Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya.

Malam sebelum perjamuan terakhir Yesus mengungkapkan makna profetis Paskah kepada para murid. Paskah berbicara mengenai dirinya dalam penyaliban. Yesus diperkenalkan oleh Yohanes kepada banyak orang sebagai domba Tuhan dan dan Yesus sekarang adalah domba itu. Yudas yang sedang duduk semeja telah dikuasai Setan dan ia menghianati Anak Manusia setelah ia makan roti. Tetapi Yudas tidak ambil bagian meminum anggur yang adalah darahnya. Roti adalah tubuhnya dan telah dipecah-pecahkan bagi mereka. Tetapi Yudas tidak ambil bagian dalam kematian darahnya yang dapat membersihkannya dari dosa. Setan benci kepada salib dimana dosa kita sudah dihapus diatasnya. Yudas berupaya agar Yesus terbunuh sebelum Yesus memenuhi mandat Bapa untuk menjalani salib. Jika Yesus mati dalam waktu atau cara yang lain, maka ini meniadakan penebusan atas dosa-dosa kita.

Ibrani 10:19-20 
(19) Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus,(20) karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri. 
Ia menjadi tempat kudus atau Tabernakel yang hidup dan seperti halnya Perjanjian Lama untuk menuju Tabernakel hanya tersedia satu jalan untuk masuk kedalamnya.

Pada saat yang sama Kristus wafat Matius 27:51 menyatakan : Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah. Bait suci lama yang  tak lagi menyimpan Tabut atau  memiliki hadirat Tuhan juga telah runtuh bersamaan dengan kematian Kristus.  Kini jalan telah terbuka bagi semua manusia oleh Kristus dan pengorbanan Kristus.

 
Bagi Roma salib adalah simbol kehinaan tetapi bagi orang Kristen - yang memperoleh keselamatan melalui peristiwa salib, adalah simbol kemuliaan. Ketika agama mengejar perbuatan-perbuatan baik sebagai dasar kebenaran dihadapan Tuhan, mereka sebenarnya telah gagal melihat kemuliaan yang ada didalam peristiwa salib.

Injil secara umum bertentangan terhadap agama-agama secara umum. Agama-agama adalah jawaban manusia kepada Tuhan, Kristus adalah jawaban Tuhan kepada manusia. Manusia yang jatuh kedalam dosa berupaya membenarkan dirinya dengan melakukan perbuatan-perbuatan baik untuk membuktikan kelayakan manusia. Tetapi jika demikian adanya maka ini bermakna Kristus mati sia-sia jika kita dapat membenarkan diri kita sendiri dengan melakukan semua hukum dan perbuatan-perbuatan baik.

1 Korintus  1:17-31
(17) Sebab Kristus mengutus aku bukan untuk membaptis, tetapi untuk memberitakan Injil; dan itupun bukan dengan hikmat perkataan, supaya salib Kristus jangan menjadi sia-sia.(18) Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.(19) Karena ada tertulis: "Aku akan membinasakan hikmat orang-orang berhikmat dan kearifan orang-orang bijak akan Kulenyapkan."(20) Di manakah orang yang berhikmat? Di manakah ahli Taurat? Di manakah pembantah dari dunia ini? Bukankah Allah telah membuat hikmat dunia ini menjadi kebodohan?(21) Oleh karena dunia, dalam hikmat Allah, tidak mengenal Allah oleh hikmatnya, maka Allah berkenan menyelamatkan mereka yang percaya oleh kebodohan pemberitaan Injil.(22) Orang-orang Yahudi menghendaki tanda dan orang-orang Yunani mencari hikmat,(23) tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan,(24) tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah.(25) Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya dari pada manusia dan yang lemah dari Allah lebih kuat dari pada manusia.(26) Ingat saja, saudara-saudara, bagaimana keadaan kamu, ketika kamu dipanggil: menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang.(27) Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat,(28) dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti,(29) supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah.(30) Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita.(31) Karena itu seperti ada tertulis: "Barangsiapa yang bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan."

Martin Simamora | Let Us Reason 


P O P U L A R - "Last 7 days"