0 Q&A : APAKAH TUHAN YANG "MENYEBABKAN" ORANG KRISTEN MENGALAMI PENDERITAAN?

Roma 8:28
Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang  mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

And we know that God causes all things to work together for good to those who love God, to those who are called according to His purpose. (Romans 8:28) - ESV

Bagi kebanyakan orang Kristen, ayat ini  dipandang sebagai janji yang sangat mulia dalam Kitab Suci. Daya tarik ayat ini sungguh luar biasa, melingkupi segenap hal yang terkait dengan kehidupan seorang percaya/Kristen.


Dan Kita tahu (8:28a) dalam konteks kebenaran-kebenaran yang terkandung didalam Roma 8. Tiga kata sederhana ini  mengungkapkan kepastian mutlak kehidupan kekal didalam Roh Kudus yang dimiliki oleh orang-orang Kristen. Paulus tidak sedang menyatakan  intuisi atau pendapat pribadinya tetapi memperlihatkan kebenaran Firman Tuhan  yang tak dapat salah. Ini bukan Paulus sebagai pribadi yang menyatakan tetapi Rasul Paulus dan saluran pewahyuan Tuhan yang  terus mendeklarasikan kebenaran yang dia telah terima dari Roh Kudus. Dia oleh karena itu menyatakan hal itu dengan otoritas yang datang dari Tuhan sehingga sebagai orang yang percaya kepada Yesus Kristus, kita tahu dibalik semua keraguan bahwa semua aspek kehidupan kita berada didalam tangan Tuhan dan untuk tujuan mulia digunakan oleh Tuhan tak hanya untuk memanifestasikan kemuliaan Tuhan tetapi juga bekerja untuk memberikan berkat terutama bagi kita.

Frasa kita tahu disini mengandung makna dapat tahu. Tragisnya, banyak orang Kristen disepanjang sejarah gereja, termasuk juga  gereja dimasa kita saat ini, menolak untuk percaya bahwa Tuhan menjamin kepastian kekekalan yang dimiliki orang-orang percaya. Penyangkalan terhadap hal ini dikaitkan dengan  keyakinan bahwa  keselamatan adalah sebuah upaya yang bersifat kerjasama atau kooperatif antara  manusia dan Tuhan, dan walaupun kehendak Tuhan tak pernah gagal pada sisiNya, manusia oleh karena itu merasa tak menjadi berkeyakinan seutuhnya terhadap keselamatan yang berlangsung  hanya didalam kedaulatan Tuhan saja, akan tetapi membawa kepada keyakinan bahwa keselamatan itu terjamin karena Tuhan sendirilah yang bertanggungjawab, tidak dapat gagal. Dibalik pertimbangan teologia semacam ini Paulus berkata bahwa kebenaran jaminan kekekalan  dengan jelas disingkapkan oleh Tuhan kepada kita, sehingga setiap orang percaya dapat dengan kepastian untuk tahu  kenyamanan dan harapan realitas ini apabila mereka menerima pernyataan Tuhan melalui Firman-Nya. Anak Tuhan tak perlu takut akan menjadi terusir dari rumah Bapa di surga atau takut kewarganegaraannya di Kerajaan kebenaran surgawi yang kekal akan lenyap.

Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan (28:b) Keluasan jaminan keselamatan yang dimiliki oleh orang-orang percaya tak terbatas seperti halnya kepastiannya yang bersifat absolut. Seperti juga halnya dengan setiap elemen jaminan yang dimiliki oleh orang percaya, Tuhan adalah Penjamin. Dialah yang turut melakukan/mengadakan segala sesuatu didalam kehidupan orang percaya untuk mendatangkan berkat.

Paulus menekankan bahwa Tuhan sendiri yang mendatangkan hal baik kepada umat-Nya. Ini adalah janji yang dahsyat yang tak dapat bekerja melalui pernyataan-pernyataan yang datang dari dalam diri manusia, tetapi memerlukan tindakan ilahi untuk mewujudkannya. Dekrit Tuhan tentang penjaminan/keamanan secara aktual dikerjakan secara langsung, personal dan oleh karya anugerah Anak-Nya dan Roh Kudus yang datang dari-Nya."Oleh Karena itu, juga (Kristus) dapat menyelamatkan selamanya mereka yang ditarik mendekat kepada Tuhan melalui Dia (Kristus), hal ini terjadi sejak Dia (Kristus) selalu hidup menjadi Pengantara bagi mereka ( Ibrani 7:25 : Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka.). Dan sebagaimana Paulus yang juga memproklamasikan,"Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus - Roma 8:26-27.

Segala sesuatu jelas berarti  keseluruhan, tidak terdapat pengkualifikasian atau batasan-batasan. Tidak di ayat ini atau juga di konteksnya yang memungkinkan adanya pembatasan-pembatasan atau kondisi-kondisi yang membayanginya.  Segala sesuatu adalah inklusif atau menyeluruh dalam seluruh kemungkinan yang mungkin. Tak satupun yang ada atau terjadi di surga dan di Bumi, "akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita", Roma 8:39.

Paulus tidak sedang berkata bahwa Tuhan mencegah atau menghindarkan anak-anak-Nya mengalami hal-hal yang dapat membahayakan mereka. Dia, Paulus lebih menegaskan bahwa Tuhan turut serta dalam semua yang Dia izinkan boleh terjadi  kepada anak-anak yang dikasihi-Nya, sekalipun hal-hal yang terburuk, dan menjadikan hal-hal tersebut menjadi berkat secara gemilang.

Tak peduli apapun situasinya, penderitaan yang kita alami, penyiksaan yang kita alami, kegagalan kita akibat dosa, penderitaan kita,kurangnya keberimanan kita terhadap hal-hal ini,demikian juga didalam semua hal, Bapa kita yang di surga akan bekerja untuk menghasilkan berkat dan kemenangan utama kita. Akibat wajar dari kebenaran ini adalah tak satupun yang dapat bekerja melawan kita. Bahaya  sesaat yang kita derita akan digunakan oleh Tuhan untuk kebaikan kita ( 2Korintus 12:7-10 :Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri.Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku. Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.)  Segala sesuatu termasuk : berbagai situasi dan peristiwa yang baik dan memberikan manfaat, serta juga berbagai situasi dan peristiwa yang jahat dan berbahaya.

John MacArthur  Grace To you | Alih Bahasa : Martin Simamora

P O P U L A R - "Last 7 days"