0 MENJAWAB SAKSI YEHUWA: DEFINISI DAN GELAR ALLAH

MENJAWAB SAKSI YEHUWA:
DEFINISI DAN GELAR ALLAH
Oleh: Pdt. Budi Asali, M.Div.

Definisi kata TUHAN / ALLAH = menurut Alkitab, semua makhluk yang mempunyai kuasa / wewenang, dapat dijuluki/diberi gelar: Tuhan Allah. Di dalam kitab Keluaran, Musa juga diberi gelar ALLAH. Apakah itu berarti kita boleh menyembah Musa? Tentu tidak bukan! Jadi tidak semua makhluk yang menyandang gelar ALLAH boleh kita sembah. Yesus di dalam Matius 4:10 menjelaskan bahwa hanya kepada Bapanya saja, kita boleh menyembah dan memberi dinas suci. Jadi menurut Yesus hanya Allah Yehuwa saja yang boleh kita sembah.

Tanggapan Budi Asali:

  1. Perlu diperhatikan adalah: sekalipun dalam Kitab Suci kata 'allah' memang bisa digunakan untuk malaikat, setan, dan bahkan manusia, tetapi kata-kata itu tidak pernah digunakan sesering kata itu digunakan terhadap Yesus.
  2. Pada saat Kitab Suci menyebut seseorang yang bukan Allah yang sesungguhnya dengan sebuatan 'allah', Kitab Suci selalu menunjukkan secara jelas bahwa orang-orang itu disebut 'allah' bukan dalam arti seperti biasanya / yang sesungguhnya.
Contoh:
a. Keluaran 7:1 "Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: 'Lihat, Aku mengangkat engkau sebagai Allah (ELOHIM) bagi Firaun, dan Harun, abangmu, akan menjadi nabimu'". Perhatikan bahwa sekalipun ayat ini menyebut Musa sebagai 'Allah', tetapi ada tambahan kata-kata 'bagi Firaun'. Dan ini jelas menunjukkan bahwa Musa bukanlah Allah dalam arti yang sesungguhnya.
b. Keluaran 12:12 "Sebab pada malam ini, Aku akan menjalani tanah Mesir, dan semua anak sulung, dari anak manusia sampai anak binatang, akan Kubunuh, dan kepada semua allah (ELOHEY = gods of / allah-allah dari) di Mesir akan Kujatuhkan hukuman, Akulah, TUHAN. Jelas bahwa kata 'allah' di sini tidak menunjuk kepada Allah yang sejati, karena dikatakan bahwa Allah yang sejati itu akan menghukum 'semua allah' ini. Jadi di sini kata itu menunjuk kepada dewa-dewa sembahan Mesir, yang sering berupa binatang, khususnya sapi. Pada saat Tuhan menghukum Mesir dengan membunuh semua anak sulung, maka anak binatang (dewa / allah mereka) juga ikut dibunuh / dihukum.
c. Keluaran 20:3 "Jangan ada padamu allah (ELOHIM) lain dihadapan-Ku." Adanya kata-kata 'lain' dan 'dihadapan-Ku', membuat ayat ini jelas menunjukkan bahwa yang dimaksud dengan 'allah' bukanlah Allah yang sebenarnya. Selain dalam ayat ini, dalam banyak ayat-ayat lain, kata 'allah' digunakan untuk menunjuk kepada dewa / berhala dari bangsa-bangsa kafir, dan konteksnya selalu menunjukkan secara jelas bahwa yang dimaksud bukanlah Allah yang sesungguhnya, tetapi hanya dewa/berhala yang dalam Kitab Suci dikatakan tidak mempunyai existensi (1Kor 8:4-6).
d. Hakim-hakim 5:8 "Ketika orang memilih allah (ELOHIM) baru, maka terjadilah perang di pintu gerbang. Sesungguhnya, perisai ataupun tombak tidak terlihat di antara empat puluh ribu orang di Israel". Kata-kata dari ayat ini yang mengatakan bahwa 'orang memilih allah baru', sudah menunjukkan bahwa kata 'allah' ini tidak digunakan dalam arti yang sebenarnya. Jadi ayat ini menunjukkan bahwa orang-orang Israel memilih dewa / berhala baru (sambil meninggalkan YAHWEH), dan sebagai akibatnya terjadilah bencana seperti perang dan sebagainya.
e. 1 Samuel 28:13b "Perempuan itu menjawab Saul: 'Aku melihat sesuatu yang ilahi (ELOHIM) muncul dari dalam bumi".
KJV                :  'gods' (= allah-allah).
RSV/NWT      :  a god (= suatu allah).
NIV                :  'a spirit' (=suatu roh).
NASB            :  'a devine being' (= suatu makhluk yang ilahi).
Kata Ibrani yang dipakai adalah ELOHIM. Ada 2 penafsiran tentang bagian ini:
Kata ELOHIM menunjuk kepada penampilan yang supranatural / gaib. Kata ELOHIM digunakan karena 'arwah' itu boleh dikatakan merupakan allah dari si dukun yang memanggilnya. Tidak peduli mana arti yang benar, yang jelas ayat ini sendiri secara menyolok menunjukkan bahwa yang dimaksud dengan ELOHIM di sini bukanlah Allah yang sesungguhnya. Ada yang menganggap bahwa ini betul-betul adalah roh Samuel, tetapi saya yakin bahwa itu salah, dan bahwa ini hanyalah setan yang menyamar sebagai roh Samuel.
f. Mazmur 82:1-8 "(1) Mazmur Asaf. Allah berdiri dalam sidang ilahi, di antara para allah (Ibrani: ELOHIM) Ia menghakimi: (2) 'Berapa lama lagi kamu menghakimi dengan lalim dan memihak kepada orang fasik? Sela (3) Berilah keadilan kepada orang yang lemah dan kepada anak yatim, belalah hak orang sengsara dan orang yang kekurangan! (4) Luputkanlah orang yang lemah dan yang miskin, lepaskanlah mereka dari tangan orang fasik! (5) Mereka tidak tahu dan tidak mengerti apa-apa, dalam kegelapan mereka berjalan; goyanglah segala dasar bumi. (6) Aku sendiri telah berfirman: 'Kamu adalah allah (Ibrani: ELOHIM), dan anak-anak Yang Mahatinggi kamu sekalian. (7) Namun seperti manusia kamu akan mati dan seperti salah seorang pembesar kamu akan tewas.' (8) Bangunlah ya Allah, hakimilah bumi, sebab Engkaulah yang memiliki segala bangsa". Yang disebut ELOHIM ('allah-allah') dalam ay 1 dan ay 6 itu jelas adalah hakim-hakim yang lalim / tidak adil pada saat itu. Sekalipun mereka disebut 'allah-allah' (ELOHIM), tetapi mereka jelas bukan Allah dalam arti yang sesungguhnya, dan itu terlihat dari: mereka ini bukan satu orang tetapi sekelompok orang, sehingga tidak mungkin mereka adalah Allah semua, karena akan menimbulkan polythiesme. Mereka dihakimi oleh Allah (ay 1). Mereka menghakimi dengan tidak adil (ay 2-4), dan hidup dalam kegelapan (ay 5). Mereka akan mati sebagai manusia (ay 7).
g. Mazmur 95:3 "Sebab TUHAN adalah Allah yang besar, dan Raja yang besar mengatasi segala allah (ELOHIM)". Dalam ayat ini yang disebut 'allah' (ELOHIM) juga adalah sekelompok orang. Ada yang menganggap mereka ini sebagai dewa-dewa, dan ada juga yang menganggap mereka ini sebagai malaikat-malaikat. Bahwa mereka ini sekelompok, bukan tunggal, dan bahwa TUHAN dikatakan mengatasi mereka semua, jelas menunjukkan bahwa pada saat kata 'allah' (ELOHIM) diterapkan kepada mereka, kata itu tidak digunakan dalam arti yang sebenarnya.
h. Mazmur 96:4-5 "Sebab TUHAN maha besar dan terpuji sangat, Ia lebih dahsyat dari pada segala allah (ELOHIM). Sebab segala allah (ELOHIM) bangsa-bangsa adalah hampa, tetapi Tuhanlah yang menjadikan langit". Ayat ini dengan jelas menunjukkan bahwa yang disebut 'allah' di sini adalah berhala-berhala / dewa-dewa.
i. Mazmur 138:1 "Dari Daud. Aku hendak bersyukur kepada-Mu dengan segenap hatiku, di hadapan para allah [ELOHIM] aku akan bermazmur bagi-Mu". Calvin menganggap bahwa kata ELOHIM di sini menunjuk atau kepada malaikat-malaikat atau kepada raja-raja, Calvin lebih condong pada arti pertama. Siapapun yang disebut sebagai ELOHIM di sini, jelas sekali bahwa mereka bukanlah Allah dalam arti sesungguhnya, karena dalam ayat ini Allah yang sesungguhnya disebut 'Mu', kepada siapa Daud bersyukur dan bermazmur.
j. 1Korintus 8:5-6 "(5) Sebab sungguhpun ada apa yang disebut 'allah' [THEOI = gods / allah-allah), baik di sorga, maupun di bumi--dan memang benar ada banyak 'allah' [THEOI], dan banyak "tuhan" yang demikian-- (6) namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup." Apakah yang disebut dengan 'allah' dalam ay 5 itu, malaikat atau berhala, tidak jadi soal. Yang jelas kata-kata tambahan dalam ay 6-nya menunjukkan bahwa 'allah' dalam ay 5 itu betul-betul Allah.
k. Kis 12:22 "Dan rakyatnya bersorak membalasnya: 'Ini suara allah dan bukan suara manusia!'" Jelas bahwa ini tidak menunjuk kepada Allah yang benar, karena kata-kata ini ditujukan kepada Herodes.
l. 2Kor 4:4 "yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah." Kata Yunani yang diterjemahkan 'ilah' di sini adalah HO THEOS (=the God / sang Allah)! Jelas bahwa di sini kata itu tidak menunjuk kepada Allah yang sejati, tetapi menunjuk kepada setan.
m. 2Tesalonika 2:4 "yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah [THEON]. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah [TOU THEOU]". Konteks menunjukkan bahwa ini sama sekali tidak menunjuk kepada Allah yang sebenarnya, tetapi mungkin ini menunjuk kepada Antikristus.


Jadi, dengan banyak contoh (dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru) saya sudah menunjukkan bahwa kalau kata 'Allah' digunakan untuk menunjuk kepada yang bukan Allah, maka selalu diberi penjelasan yang secara jelas menunjukkan bahwa yang dimaksud bukanlah Allah yang sejati.


Sumber:
Tabloid GLORIA, edisi 367, Minggu I September 2007, hal. 28
Tabloid GLORIA adalah tabloid mingguan interdenominasi, terbit dari Surabaya, member of Jawa Pos Group.

e-mail us at golgotha_ministry@yahoo.com

P O P U L A R - "Last 7 days"