0 TEMANGGUNG RUSUH PENGADILAN PENISTAAN AGAMA


Sidang kasus penistaan agama dengan terdakwa, Antonius Richmond Bawengan, di Pengadilan Negeri Temanggung berakhir rusuh. Insiden ini berawal dari tindakan pihak keamanan melarang para pengunjuk rasa untuk mendekati gedung pengadilan. Sebab, ada kabar massa akan menghakimi terdakwa.
Massa lantas mengamuk. Kendaraan kepolisian jadi sasaran. Polisi pun dihujani lemparan batu. Di pihak demonstran, dua orang luka tertembak peluru karet. Gedung pengadilan rusak. Kaca-kaca pecah.

Kerusuhan lantas menyebar ke luar gedung pengadilan, bahkan ke rumah-rumah ibadah. Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah, Komisaris Besar Jihartono, membenarkan informasi bahwa ada sejumlah gereja yang jadi sasaran amuk. "Ada dua gereja dibakar, satu dirusak," kata Jihartono kepada VIVAnews.com, Selasa, 8 Februari 2011.

Dia menjelaskan, yang dibakar massa adalah Gereja Shekinah di Jalan Sutoyo Demangan dan Gereja Pantekosta di Jalan Suparman. "Adapun yang dirusak adalah Gereja Santo Petrus di Jalan Sudirman," kata Jihartono.

Saat ini, satuan polisi dari Polres Temanggung bersiaga di lokasi. "Dibantu Polda dan aparat TNI dari Batalyon dan Kodim. Pengamanan dilakukan di pengadilan negeri dan tempat ibadah," tambah dia.

Gereja Dibakar, Temanggung Mencekam

Gereja Kristen dan Katolik yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman, Temanggung, Jawa Tengah, dirusak massa. Amuk massa ini dipicu putusan sidang penistaan agama di PN Temanggung, Jawa Tengah, Selasa siang, 8 Februari 2011 siang. Massa yang tidak puas dengan vonis lima tahun untuk terdakwa Antonius Richmond Bawengan, mengamuk dan menggulingkan truk polisi. Menurut keterangan Romo Budi yang dihubungi VIVAnews.com, gereja Kristen yang dirusak massa ialah gereja Pantekosta. “Massa membakar pagar dan kendaraan, sekarang api sudah mulai masuk ke gereja,” kata Romo Budi.

Massa juga menjadikan gereja Katolik sebagai sasaran perusakan. Bangunan untuk beribadah ini, kata Romo Budi, dilempari batu. Informasi terakhir yang diterima Romo Budi dari lokasi menyebutkan bahwa siang ini situasi masih panas. “Sekarang masih mencekam,” katanya.

Romo Budi mengakui aksi perusakan tempat ibadah ini dilatarbelakangi ketidakpuasan pengunjuk rasa terhadap hasil sidang yang digelar pada pukul 09.00-10.00 WIB tadi. “Perusakan kabarnya dimulai dari dalam sidang, lalu menjalar ke luar, ke sepanjang Jalan Sudirman,” katanya.

(VivaNews)

P O P U L A R - "Last 7 days"