0 “Mengapa Kita Sulit Berubah?”

Baca: Roma 12:2; Efesus 5:1520
Kita sangat akrab dengan kata “perubahan” dan sudah mengerti artinya, tetapi kita juga menyadari bahwa sebagian dari kita belum berubah. Meskipun sudah bertahun-tahun mendengar kebenaran Firman Tuhan dan bahkan sudah melayani di gereja sekalipun. 


Ini sebab berubah itu bukan adanya di otak saja, tetapi harus turun ke hati, sehingga menjadi terekspresikan dalam tindakan yang nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Pada umumnya manusia takut akan perubahan. Jangan-jangan hidup menjadi lebih tidak nyaman, jangan-jangan nanti keadaan akan menjadi sulit, dan seterusnya. Manusia lebih suka duduk diam dalam keadaannya yang sekarang, dalam zona kenyamanannya. Dan ini mengakibatkan semakin sulitnya seseorang untuk berubah, bahkan untuk perubahan yang sudah pasti mendatangkan kebaikan sekalipun, apalagi untuk perubahan yang belum pasti hasilnya.

Penulis mempunyai seorang teman yang seorang ahli kimia dan perokok berat, yang selalu menyangkal bahwa rokok itu berbahaya, meskipun ia tahu bahwa banyak racun kimia yang terkandung dalam sebatang rokok. Akhirnya ia mengalami penyumbatan pembuluh darah di jantung yang sangat serius, sehingga harus dilakukan operasi by-pass. Tetapi itupun belum bisa merubah pola hidupnya. Hanya beberapa hari setelah operasi itu, ia pun mulai merokok lagi, dan tetap menyangkal bahwa semuanya akibat pola hidup yang tidak sehat yang dilakukannya. Tidak lama kemudian ia terkena kanker yang ganas dan meninggal dunia.

Perubahan karakter seseorang tidak akan terjadi hanya karena ia rajin berdoa, atau karena ia mengerti Firman Tuhan dengan benar, apalagi jika ia memiliki pengertian yang salah atau tidak proporsional tentang kebenaran Firman Tuhan. Agar diri kita berubah, kita harus rela dan nekat melalui proses yang cukup panjang.

Kita harus melalui penderitaan dalam sekolah kehidupan dan meresponinya dengan benar. Kita harus melalui proses menyangkal diri dan memikul salib, sehingga akhirnya orang lain boleh melihat Kristus dalam diri kita.

Memang jalan untuk itu sempit dan penuh dengan proses yang menyakitkan. Tetapi jika kita mengasihi Tuhan, maka segalanya akan menjadi ringan dan mudah. Tentu saja ini lebih mudah diucapkan daripada dilakukan, tetapi kita tidak punya pilihan lain. Tidak ada seorang pun atau kegiatan apa pun yang dapat mengubah kita secara instan, kecuali melalui proses. Pilihan ada di tangan kita, yang diberi kehendak bebas oleh Tuhan untuk memilih.

(TRUTH)

P O P U L A R - "Last 7 days"