0 F A T A M OR G A N A

Dan Aku berkata kepadamu: Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi."
"Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.
Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya?
Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu? (Lukas 16:9-12)
Bayangkan, ketika kita menutup mata, ternyata semua keindahan hidup di dunia ini adalah fatamorgana. Fatamorgana artinya hal yang bersifat khayal dan ternyata tidak ada, atau lenyap sama sekali untuk selamanya. Pada waktu itu barulah orang akan menyadari betapa dahsyatnya tipuan dari kuasa kegelapan.



Barulah kita dapat menghayati dengan sempurna maksud perkataan Tuhan bahwa keindahan fisik saat ini di dunia ini adalah Mamon yang tidak jujur (ay. 9). “Tidak jujur” artinya menipu. Dalam teks aslinya, kata “tidak jujur” di sini adalah ἀδικία (adikia) yang sebenarnya lebih sering berarti injustice (ketidakadilan) atau iniquity (perilaku yang amoral, keji, bengis, tidak adil). Oleh karena licikinya Iblis dan kebodohan banyak orang, maka banyak orang tidak menyadari bengisnya Mamon tersebut bila disikapi salah atau diperlakukan secara keliru.


Setelah kematian orang yang tidak menjadi sahabat dan kekasih Tuhan, ia akan mengalami kesepian hebat yang tidak terkatakan, kemudian mengalami ketakutan hebat karena Iblis yang menjemputnya masuk ke dalam kerajaan kegelapan abadinya. Ternyata selama di dunia, tanpa mereka sadari, mereka telah membangun persahabatan sebagai mempelai setan yang tidak kelihatan atau tidak nyata-nyata menyatakan diri sebagai oknum yang jahat.

Kuasa kegelapan telah menipu banyak orang hari ini, yaitu dengan memandang Mamon sebagai sahabat abadi. Padahal Mamon yang dijadikan sahabat tersebut ternyata perwakilan setan. Seharusnya Mamon hanya menjadi teman sementara atau alat untuk mengikat persahabatan abadi dengan Tuhan—seluruh kegiatan gereja harus mengarah kepada hal ini.

Menjadikan Mamon sebagai sahabat sejati terbukti dengan ketidaksediaan melepaskan keterikatan jiwanya dengan Mamon. Mereka menganggap hal itu halal, tidak menyalahi norma kehidupan, sebab manusia pada umumnya berbuat demikian. Inilah yang membuat orang kaya yang dikisahkan dalam Mat. 19, tidak memperoleh kehidupan sempurna yang Tuhan sediakan bagi umat pilihan-Nya.

Bagi anak-anak Tuhan yang dirancang untuk sempurna, keterikatan dengan Mamon merupakan kesalahan fatal, bahkan berkategori sebagai pemberontakan. Tuhan menghendaki agar orang-orang percaya bertunangan dengan Tuhan sebagai kekasih dan sahabat abadi. Inilah standar yang Tuhan kehendaki untuk dikenakan dalam kehidupan orang percaya. Kehidupan abadi yang disediakan Tuhan adalah kehidupan yang sesungguhnya; Mamon yang tidak jujur hanyalah fatamorgana.

(TRUTH)

P O P U L A R - "Last 7 days"