0 Bukankah Tuhan Sungguh Telah Berkata...?

Kejadian 3: 1
Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?"


Pertanyaan Besar hari ini : Bukankah Tuhan Sungguh telah berkata...?

Sebenarnya tidak ada yang dapat dikatakan baru dibawah matahari (Pengkhotbah 1:9 Apa yang pernah ada akan ada lagi, dan apa yang pernah dibuat akan dibuat lagi; tak ada sesuatu yang baru di bawah matahari). Sejak masa kejatuhan manusia kedalam dosa di Taman Eden, sesungguhnya tidak ada yang berubah. Satu-satunya masa yang membedakan dunia ini adalah suatu masa yang sangat singkat kala manusia belum jatuh kedalam dosa.

Sementara saat ini kita sangat maju dalam hal teknologi, kita tetap berada dalam efek-efek kejatuhan manusia dalam dosa. Kita secara konstan selalu berjuang  membangun hubungan dengan Tuhan, dan kita semua terlahir dengan sebuah hasrat untuk menjadi raja atau penguasa atas diri sendiri. Dalam Kitab Genesis atau Kejadian, hasrat ini telah dimulai ketika kita jatuh menjadi mangsa serangan Genesis 3 (Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?"...). Ular itu mempertanyakan  dengan tepat  Perkataan yang Tuhan ucapkan dengan menanyakan , "Bukankan Tuhan sungguh telah berkata... (Tentulah Allah berfirman)"

Bukankah Tuhan sungguh telah  berkata..? Pertanyaan ini terus saja mengusik rasa angkuh yang ada dalam diri manusia. Dengan mempertanyakan Tuhan secara demikian, kita sedang memperlihatkan sifat alami untuk mempertontonkan  bahwa kita dapat menggunakan mahkota kita sendiri.

Buah  yang dihasilkan oleh pohon dosa selalu saja terlihat memikat mata, lezat dan menempatkan kita dalam sebuah posisi untuk menjadi tuhan atas diri kita sendiri. Bagaimana jika  saya dapat memahkotai diri saya sendiri? Aku ingin melakukan Apa yang ingin aku lakukan. Aku ingin  kesenanganku menjadi yang terutama. Aku ingin  pemikiranku menjadi hal yang mutlak. Serangan Genesis/Kejadian 3 menyatakan bahwa perkataan kita mengungguli Firman atau Perkataan Tuhan. Bukankah Tuhan sungguh telah berkata...?

Serangan Genesis 3 masih terus berlangsung hingga saat ini. Dari masa Adam, Abraham, Musa dan Daud--sepanjang masa hingga saat ini--kita melihat sebuah sejarah  dimana Tuhan berurusan dengan sikap pemberontakan manusia yang berlangsung konsisten mempertanyakan Firman Tuhan, sebagai akibatnya terjadilah berbagai  bentuk penyembahan berhala. Dunia telah menggunakan serangan Genesis 3 untuk menolak   kode moral Tuhan demi pencarian kesenangan sendiri dan kepemimpinan diri sendiri.

Akan tetapi, Gereja akan mengalami kerusakan luar biasa bila berupaya menenangkan dunia dengan mengkompromi posisi gereja yang seharusnya berpijak kokoh diatas Kebenaran Tuhan dengan  turut serta  menggandengn Serangan Genesis 3. Adopsi berbagai filosopi yang mengedepankan pemikiran Jutaan Tahun dan evolusi telah membuat banyak orang percaya/kristen mempertanyakan dasar historikal doktrin biblikal Kristen.

Saat ini  serangan Genesis 3 dengan kokoh diarahkan terhadap Kitab Genesis/Kejadian. Jika Tuhan tidak pernah memberikan kepada kita sebuah sejarah yang dapat dipercaya,  lalu bagaimana kita dapat menjadi percaya bahwa Tuhan telah memberikan kepada kita seorang Juru Selamat yang dapat dipercaya? Dalam hal ini, Serangan Genesis 3 selalu menyasarkan serangannya kepada Yesus. Karena itu mempertahankan kebenaran Firman Tuhan menjadi teramat penting.

Tuhan telah mengatakan-Nya, dan Dia sungguh dapat dipercaya!

Photo credit : "Snake Attack"  www.desktopnexus.com 
(Steve Ham, AiG–U.S.  www.answersingenesis.com  | Alih Bahasa : Martin Simamora)

P O P U L A R - "Last 7 days"