0 Truth : Lorong Kekekalan (3) “Gehenna”

Kata “neraka” dalam Mat. 10.28 aslinya tertulis gehenna. Ini berasal dari kata bahasa Ibrani gêy-Hinnom. Disinyalir oleh beberapa ahli bahwa kata ini berarti “meratap”. Lebak Ben-Hinom adalah sebuah lembah atau jurang di bagian selatan Yerusalem, pusat penyembahan berhala pada jaman raja-raja (2Raj. 23:10). Di tempat inilah diselenggarakan persembahan kurban anak-anak kepada Dewa Molokh yang menjijikkan di hadapan Tuhan (2Taw. 28:3; 33:6). 


Karena upacara-upacara berhala yang pernah diadakan di sana, maka nama tempat itu menjadi lambang api neraka. Api yang digunakan untuk membakar anak-anak yang dikurbankan bagi dewa Molokh memberi inspirasi neraka. Tempat tersebut juga dikenal sebagai “Lembah Pembunuhan” --the Valley of Slaughter, Yer. 7:31–32 :

Mereka telah mendirikan bukit pengorbanan yang bernama Tofet di Lembah Ben-Hinom untuk membakar anak-anaknya lelaki dan perempuan, suatu hal yang tidak pernah Kuperintahkan dan yang tidak pernah timbul dalam hati-Ku.
Sebab itu, sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa orang tidak akan mengatakan lagi "Tofet" dan "Lembah Ben-Hinom", melainkan "Lembah Pembunuhan"; orang akan menguburkan mayat di Tofet karena kekurangan tempat,
Bagi orang Yahudi, kata gehenna mempunyai pengertian “tempat penghukuman bagi orang-orang berdosa”. Kata ini hampir selalu menunjuk tempat penyiksaan, tempat yang disediakan bagi orang-orang jahat. Dalam Alkitab Bahasa Indonesia gehenna diterjemahkan “neraka”, dan ditulis dua belas kali. Sebelas di antaranya diucapkan Tuhan Yesus sendiri (Mat. 5:22–30, 10:28, 18:9, 23:15, 23:33; Mrk. 9:43, 9:45, 9:47; Luk. 12:5; Yak. 3:6). Kata gehenna sering disertai keterangan tambahan yang dikalimatkan sebagai “api yang menyala-nyala”.

Hal ini menunjukkan bahwa tempat ini adalah tempat hukuman kekal (everlasting punishment). Gehenna ini bisa menunjuk tempat terakhir penghukuman setelah penghakiman. Kata ini dalam bahasa Inggris diterjemahkan “hell”.

Konsep tentang tempat penghukuman yang diilustrasikan secara dramatis mengerikan ini baru muncul dalam Perjanjian Baru. Dalam Perjanjian Lama, dunia orang mati atau she’ôl tidak selalu dianggap menjadi tempat penyiksaan atau tempat penghukuman. Kalaupun she’ôl juga diisyaratkan sebagai tempat penghukuman, tetapi ilustrasinya tidak semengerikan gehenna.

Gehenna inilah tempat pembuangan permanen bagi mereka yang tidak diperkenankan tinggal dalam kerajaan Bapa, sama dengan “lautan api” yang dimaksud dalam Why. 20:14–15. Kata “lautan api” ini sebenarnya lebih tepat diterjemahkan “danau api” sebab aslinya tertulis limnen tu püros. Sangat besar kemungkinan gehenna ini adalah terbakarnya bumi atau tata surya kita yang dijelaskan dalam 2Ptr. 3:10–12. Pada waktu itu kita sudah berada di Surga, kekekalan yang indah selamalamanya (Why. 22:5; 7:17; 21:4). Itulah sebabnya Paulus berkata bahwa penderitaan Zaman sekarang ini tidak ada artinya dibanding dengan kemuliaan yang akan kita terima (Rm. 8:18)

(TRUTH)

P O P U L A R - "Last 7 days"