0 Juru Selamat Ekonomi?

Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!"
Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu.

Kalau harus jujur, kita memang mengakui, masalah ekonomi adalah masalah yang termasuk pokok dan penting dalam hidup.  Selain masalah keluarga  dan sakit penyakit, masalah ekonomilah ternyata yang banyak menyita perhatian hidup sehingga juga menentukan suasana jiwa manusia.

Di satu pihak, ada orang yang ke gereja karena masalah ekonomi yang tak terselesaikan; di lain pihak, ada orang yang tidak sanggup atau tidak mau ke gereja karena masalah ekonomi.  Kita semua menghendaki memiliki kehidupan ekonomi yang baik, tetapi ternyata hampir semua orang memiliki masalah ekonomi dalam kehidupannya. Bagaimana kita dapat dimerdekakan darinya?

Kita tidak boleh terjebak oleh cara-cara tidak dewasa dalam menangani masalah ekonomi, yang marak diajarkan  oleh banyak pembicara kristen melalui mimbar gereja.  Misalnya, hanya dengan didoakan oleh pendeta, katanya semua masalah ekonomi otomatis akan selesai dengan sendirinya.  Juga kita lihat dan dengar ada hamba Tuhan  yang mengklaim bahwa dirinya dapat membebaskan umat Tuhan dari kutuk-kutuk resesi ekonomi. Memang ada kutuk yang dapat membuat seseorang tidak menikmati berkat Tuhan, tetapi bagi orang yang percaya kepada Tuhan Yesus, semua kutuk telah dipakukan di kayu  salib, maka kita meyakini bahwa kita telah dibebaskan dari segala kutuk.

Kita sedih melihat jemaat diiming-imingi berkat jasmani melalui kebaktian khusus untuk menerima pemulihan ekonomi. Kebaktian dengan model seperti itu biasanya diminati banyak orang, sebab memang pada umumnya manusia modern adalah manusia yang materialistis, sehingga segala cara yang menjanjikan pemulihan ekonomi tentu digemari. Dalam kebaktian seperti itu, pemberitaan Firman dipaksakan sedemikian rupa untuk menekankan berkat jasmani, sehingga menampilkan Yesus sebagai juruselamat ekonomi.  Ajaran seperti ini sangat berbahaya sebab ini menyimpangkan maksud utama kedatangan Tuhan di dunia ini.

Cara-cara  yang tidak dewasa tersebut tidak akan membawa kita kepada kemenangan sesungguhnya.  Doa tidak menggantikan tanggung jawab; bekerja, rajin dan jujur juga merupakan tanggung jawab yang harus dipenuhi untuk dapat menikmati berkat Tuhan.

Tuhan Yesus mengorbankan diri-Nya agar kita memperoleh berkat Abraham-yaitu pembenaran, pendamaian dan diterimanya kita sebagai anak-anak Allah. Juga oleh-Nya kita menerima Roh Kudus.

Yesus ialah juruselamat yang sejati, bukan sekedar juruselamat ekonomi.

(TRUTH -Edisi 75/Oktober - REHOBOT LITERATURE  | Selected by Martin Simamora)

P O P U L A R - "Last 7 days"