0 Interupsi yang Berbahaya

Lukas 17:32
Ingatlah akan isteri Lot!

Pada proses pertumbuhan kedewasaan rohani kita, sering terjadi gangguan berupa interupsi (penyelaan) yang sengaja kita lakukan. Interupsi yang kita lakukan terus-menerus bisa menghentikan proses pertumbuhan yang sedang berlangsung, bahkan dapat membinasakan.  Itulah sebabnya Tuhan Yesus berkata, "Ingatlah akan isteri Lot".




Di tengah perjalanan melarikan diri  dari Sodom, isteri Lot melakukan interupsi dengan menoleh ke belakang, Kejadian 19:26 :
Tetapi isteri Lot, yang berjalan mengikutnya, menoleh ke belakang, lalu menjadi tiang garam.

Karya keselamatan yang disediakan Tuhan gagal diperolehnya.  Interupsi-interupsi inilah yang dapat menghentikan laju perjalanan kedewasaan dan kesempurnaan.  Iblis sangat cakap menciptakan hal-hal yang dipandang indah sebagai interupsi terhadap proses pertumbuhan  pengenalan akan Tuhan atau apa yang baik yang seharusnya dicapai.

Interupsi ini sama dengan apa yang sering disebut sebagai "selingan". Ditengah kesibukan Yudas Iskariot melayani Tuhan sebagai bendahara-Nya --(Yohanes 13:29 : Karena Yudas memegang kas ada yang menyangka, bahwa Yesus menyuruh dia membeli apa-apa yang perlu untuk perayaan itu, atau memberi apa-apa kepada orang miskin.)--, ia punya bisnis sendiri sebagai selingan.

Sebetulnya Yudas bukan mau memperdaya Tuhan Yesus agar Ia mati di kayu salib;tetapi Ia mau memperdaya  imam-imam dengan "menjual" Tuhan Yesus, Matius 26:14-16 :
Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala.
Ia berkata: "Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?" Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya.
Dan mulai saat itu ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus.

Artinya mengupayakan  tertangkapnya Tuhan Yesus di  tangan tentara Roma dan orang-orang yang memusuhi-Nya.  Perkiraan Yudas, setelah proses pengadilan, Tuhan  Yesus dibebaskan; sebab tidak akan didapati kesalahan apa pun pada diri-Nya.  Tetapi perhitungan Yudas meleset. Tuhan Yesus akhirnya dihukum mati. Demi melihat hal tersebut, ia menyesal dan mengembalikan 30 keping perak. Terlambat. Vonis telah jatuh, Matius 27:3-5 :
Pada waktu Yudas, yang menyerahkan Dia, melihat, bahwa Yesus telah dijatuhi hukuman mati, menyesallah ia. Lalu ia mengembalikan uang yang tiga puluh perak itu kepada imam-imam kepala dan tua-tua,
dan berkata: "Aku telah berdosa karena menyerahkan darah orang yang tak bersalah." Tetapi jawab mereka: "Apa urusan kami dengan itu? Itu urusanmu sendiri!"
Maka iapun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan menggantung diri.
Memang, ketika seorang anak Tuhan melakukan interupsi, ia tidak bermaksud untuk meninggalkan Tuhan atau mengkhianati-Nya; tetapi tindakan menikmati selingan ini dapat membinasakan. Banyak selingan dilakukan oleh orang percaya dengan hati sejatera tanpa merasa berdosa, padahal itu berbahaya.

Anak-anak muda yang mencoba dugem (dunia gemerlap-hiburan malam) di tengah-tengah kegiatan kuliahnya bisa keranjingan lalu mengandaskan cita-citanya.  Ibu-ibu yang coba-coba "ngumpul" dengan  teman-teman yang tidak takut  Tuhan bisa terseret ke lembah gelap.

Pria-pria yang sudah beristeri, coba-coba bergaul dengan orang yang suka pergi ke tempat-tempat yang tidak pantas, bisa terdampar di sana. Oleh sebab itu, jangan coba-coba mencari selingan. Bukan saja  menghambat perjalanan, tetapi juga membinasakan kehidupan.

( Truth - Edisi 64/November, REHOBOT LITERATURE  02156954546 ext.30 | Selected by Martin Simamora)

P O P U L A R - "Last 7 days"