0 Otoritas Alkitab (Bagian 5) :Alkitab Adalah Firman Allah, Kuasa dan Kesatuannya.

Keempat, kuasa Alkitab yang mengubah hidup

Adalah merupakan kenyataan yang tidak dapat disangkal bahwa berjuta-juta manusia yang hidup dalam dosa, frustrasi, tanpa pengharapan dan ingin bunuh diri, mengalami perubahan hidup setelah mereka membaca dan merenungkan Alkitab.

Ada satu cerita yang menarik ditulis oleh Dr. J.M. Boice. Pada satu pertemuan dari kelompok Bala Keselamatan (Salvation Army) di tempat terbuka, Dr H.A. Ironside diundang untuk bersaksi di hadapan kira-kira 60 orang.

Setelah dia menyaksikan kuasa Kristus melalui firmanNya yang telah mengubah hidupnya, seorang yang berpakaian rapi tiba-tiba maju ke depan dan menyodorkan kartu nama yg di baliknya ada tulisan "Tuan, saya mau menantang Anda untuk berdebat dengan saya mengenai Agnostisme versus Kekristenan di aula Academi Science, hari Minggu depan sore, jam 16.00".



Tawaran tersebut diterima oleh Dr Ironside dengan satu persyaratan, yaitu dia harus membawa sertanya pada pertemuan tersebut seorang pria dan seorang perempuan, yang dahulu hidupnya rusak.
Salvation Army atau Bala Keselematan

Tetapi, setelah mendengar Agnostisisme tersebut, hidup mereka diubahkan menjadi orang baik dan setia mengikuti ajaran tersebut. Sementara itu, Ironside berjanji akan membawa 100 orang menyertainya dan menjadi saksi hidup di mana hidup mereka dahulu rusak, tetapi berubah setelah mendengar Firman Tuhan. Kemudian Ironside menoleh ke arah pimpinan Bala Keselamatan tersebut dan bertanya: "Captain, have you any who could go with me to such a meeting?".

Pemimpin tersebut menjawab: "We can give you forty at least just from this one corps". Setelah itu, Ironside berkata kepada orang tersebut diatas: "Now Mr…., I will have not difficulty in picking up sixty others from the various missions, Gospel halls, Evangelical Churches of the city… I will come marching in at the head of such a procession with the band playing 'Onward, Christian Soldier', and I will be ready for the debate".

(Sekarang Tuan…, saya tidak akan memiliki kesulitan untuk mengumpulkan 60 orang lain lagi dari berbagai missi penginjilan, kebaktian penginjilan, dari gereja-gereja Injili di kota ini… kami akan datang berbaris diiringi musik band, dengan nyanyian, "Laskar Kristen Maju". Saya siap untuk perdebatan tersebut).
Onward Christian Soldier/Laskar Kristen Maju

Apa yang terjadi kemudian? Ternyata debat tersebut tidak jadi terlaksana. Karena orang Agnostik tersebut tidak datang. Mengapa? Diduga karena dia mengalami kesulitan untuk membawa orang sertanya yang memenuhi persyaratan di atas.

Artinya, sekalipun faham Agnostiknya tersebut dianggap hebat, namun pada kenyataannya, tidak ada orang yang mengalami perubahan hidup dari keadaan rusak menjadi baik setelah mendengar dan mengikuti faham tersebut. Sebaliknya yang terjadi dengan Injil.

Allah telah merubah hidup berjuta-juta orang termasuk bapak gereja, Augustinus dan Reformator besar M. Luther. Ayat pertobatan Augustinus, yang pertama sekali sungguh mengubah hidupnya adalah: "Hari sudah jauh malam, telah hampir siang. Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang! (Roma 13:12).

Setelah membaca ayat tersebut, dia bersaksi bahwa Allah memberi kuasa dalam hidupnya untuk meninggalkan hidup lamanya yang rusak. Demikian juga dengan tokoh reformasi Martin Luther, dia mengalami peristiwa khusus dalam hidupnya. Atau meminjam kalimat yang digunakannya: "surga terbuka untukku pada saat membaca ayat itu.

Ayat yang dia baca adalah: "Sebab aku tidak malu pada Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yg percaya...Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: 'orang benar akan hidup oleh iman' " (Ro.1:16-17))

Dengan melihat contoh-contoh di atas, maka semakin jelaslah kebenaran Alkitab yang mengatakan:

"Sebab Firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pemikiran hati kita". (Ibr.4:12).

"Bukankah FirmanKu seperti api, demikianlah Firman Tuhan, dan seperti palu yang menghancurkan bukit batu" (Jer.23:29; baca juga Jer.20:7-9).

Semoga kita semua juga mengalami kuasa firman Tuhan tersebut dalam diri dan kehidupan kita sehari-hari.

Kelima, kesatuannya yang ajaib

Bagaimanakah sikap kita terhadap Alkitab yang sedang kita baca tersebut? Setiap kita membaca buku tentu dipengaruhi beberapa hal, antara lain:

siapa penulisnya, penerbitnya, dan bagaimana proses pembuatan buku tersebut. Bicara soal faktor-faktor tersebut di atas, maka jelaslah Alkitab melampaui semua buku.

Tidak ada yang dapat disejajarkan dengan Alkitab. Karena Alkitab yang terdiri dari 66 kitab itu ditulis oleh 40 orang penulis dari latar belakang yang berbeda.

Ada dari latar belakang 'jenderal' seperti Musa, gembala seperti Amos dari Tekoa, raja seperti Daud, nabi seperti Yesaya dan Yeremia, nelayan seperti Petrus, dokter seperti Lukas, orang pemerintah seperti Matius, filsuf seperti Paulus.

Selain itu, Alkitab juga ditulis dalam kurun waktu yang sangat lama yaitu kira-kira 1400 tahun! Proses penulisan kitab-kitab tersebut sampai akhirnya dikanonkan sungguh merupakan keajaiban juga.

Hal lain yang menarik untuk diperhatikan adalah bagaimana Penulis-penulis tersebut dapat saling melengkapi dalam tulisannya.

Padahal, mereka tidak pernah bertemu dan merundingkan batasan-batasan tulisan mereka. Bahkan ada yang berani menuliskan sesuatu yang bersifat nubuatan dan yang secara logika tidak masuk akal, meskipun dia tidak sempat menyaksikan penggenapan tulisan tersebut.

Sebagai contoh, nabi Yesaya menuliskan seorang perempuan muda akan mengandung (Yes.7:14b). Dalam bahasa Yunani, kata "perempuan muda" adalah parthenos, yang juga berlaku untuk seorang dara (Inggris: virgin).

Nubuatan tersebut baru digenapi jauh sesudah Yesaya meninggal dunia, yaitu kira-kira 700 tahun kemudian, di mana ketika Maria mengandung dari Roh Kudus, Matius menulis:

"Supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: 'Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung…' (Mat.1:23)'"

Barangkali ada yang bertanya: "Mengapa Alkitab tersebut dapat saling melengkapi dan secara berkesinambungan memberitakan satu berita mulai dari penciptaan hingga datangnya Kristus yang kedua kalinya? Adakah pribadi yang mengatur mereka ini? Jawabnya tentu, ada. Sebagaimana disaksikan oleh rasul Petrus:

"Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri, sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah" (II Pet.1:20-21).


Pdt. Mangapul Sagala

(bersambung).

P O P U L A R - "Last 7 days"